Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Polda Riau resmi menyatakan perang terbuka terhadap peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan.


Komitmen itu bukan sekadar wacana, melainkan ditandai dengan Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Riau pada Sabtu, 25 April 2026.

Langkah tegas ini muncul setelah insiden kericuhan yang terjadi di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, pada awal April lalu.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #peredarannarkoba #pekanbaru

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Perang narkoba digaungkan? Faktanya transaksi masih terang-terangan di Pekanbaru.
00:04Pemerintah Provinsi Pemprov Riau bersama kepolisian daerah Polda Riau menyatakan perang terbuka terhadap narkoba lewat apel Satuan Tugas Anti-Narkoba
00:11pada 25 April 2026,
00:13menyusul kericuhan di Panipahan yang menjadi alarm serius maraknya peredaran narkotika.
00:18Pelaksana tugas PLT Gubernur Riau SF Haryanto menegaskan ancaman narkoba sudah lintas negara.
00:24Ini sudah luar biasa, kejahatan narkotika terjadi lintas negara.
00:28Kita berharap Satgas ini mampu menjalankan tugas dan menyelamatkan masyarakat Riau, ujarnya.
00:35Ia menambahkan, diperlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda kita dari ancaman narkoba.
00:43Kepala Kepolisian Daerah Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Heri Heriawan menyebut pembentukan Satgas sebagai respons atas keresahan publik.
00:50Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba.
00:53Tidak ada ruang kompromi bagi bandar, pengedar, maupun pihak yang terlibat, tegasnya.
00:59Namun, di pekan baru, peredaran narkoba masih terjadi terang-terangan di sejumlah lokasi, bahkan diibaratkan seperti pasar malam, meski kerap
01:08tampak normal saat aparat datang.
01:10Pengungkapan kasus justru banyak dilakukan Direkturat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia.
01:18Dalam sepekan, terungkap tiga kasus besar, mulai dari penangkapan pelaku dengan chartrege etomidata hingga jaringan yang dikendalikan rapi dana dengan
01:25barang bukti puluhan kilogram sabu dan ribuan ekstasi.
01:29Direktur Tindak Pidana Narkoba Baris Krim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso mengungkap modus
01:36jaringan yang rapi.
01:37Para kurir bahkan dijanjikan bayaran hingga 50 juta rupiah untuk sekali pengiriman, ungkapnya.
01:43Ia menambahkan, kami memastikan setiap informasi ditindaklanjuti secara serius.
01:49Pada pengungkapan lain, tim juga menemukan keterlibatan jaringan yang beroperasi dari dalam lembaga pemasyarakatan, menunjukkan kuatnya kendali bandar meski berada
01:57di balik jeruji.
01:59Hal ini memperlihatkan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya menyasar peredaran di luar, tetapi juga harus menutup celah di dalam institusi.
02:07Rangkaian kasus tersebut menegaskan bahwa pekan baru masih menjadi titik rawan peredaran narkoba dengan jaringan yang kompleks,
02:12sehingga memerlukan konsistensi penindakan dan pengawasan yang lebih ketat dari seluruh aparat terkait.
Komentar

Dianjurkan