Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Ide Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa untuk memajaki kapal yang lewat Selat Malaka mendapat penolakan dari Singapura dan Malaysia. Pajak tersebut seperti yang dilakukan Iran di Selat Hormuz.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #purbaya #selatmalaka #pajak

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Purbaya mau pajaki kapal yang lewat Selat Malaka, Singapura dan Malaysia tolak keras.
00:05Ide Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudi Sadewa untuk memajaki kapal yang melintas di Selat Malaka
00:10menuai penolakan dari Singapura dan Malaysia.
00:13Kebijakan ini disebut meniru skema yang diterapkan Iran di Selat Hormuz.
00:17Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrisnan menegaskan jalur transit harus tetap bebas.
00:22Hak transit dijamin untuk semua orang.
00:25Kami tidak akan berpartisipasi dalam upaya apapun untuk menutup, mencegat, atau mengenakan tarif di wilayah sekitar kami, katanya.
00:33Ia juga menekankan pentingnya jalur perdagangan terbuka bagi ekonomi global.
00:38Kita semua adalah ekonomi yang bergantung pada perdagangan.
00:42Kita semua tahu bahwa menjaga jalur perdagangan tetap terbuka adalah demi kepentingan kita, ujarnya.
00:48Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Muhammad Hassan menegaskan keputusan terkait Selat Malaka tidak bisa sepihak.
00:55Apapun yang harus dilakukan di Selat Malaka harus melibatkan kerja sama keempat negara, hal itu tidak dapat dilakukan secara sepihak,
01:02katanya.
01:03Ia menambahkan mekanisme keamanan di Selat tersebut selama ini dibangun melalui kerja sama regional.
01:09ASEAN sepenuhnya berdasarkan konsensus, tidak ada keputusan sepihak, tambahnya.
01:15Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti posisi strategis Indonesia di jalur perdagangan global, termasuk Selat Malaka yang dilalui sekitar 70%
01:23energi dan perdagangan Asia Timur.
01:25Purbaya menyebut Indonesia berpotensi mendapat tambahan pemasukan jika skema seperti di Selat Hormuz diterapkan.
01:31Kapal lewat Selat Malaka gak kita charge ya, kalau kita bagi tiga Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan, ujarnya.
01:40Ia menjelaskan potensi pembagian pendapatan dapat disesuaikan dengan panjang wilayah Selat yang dilalui masing-masing negara,
01:46di mana Indonesia dan Malaysia berpeluang mendapat porsi lebih besar.
01:50Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tidak berniat memanfaatkan jalur tersebut untuk keuntungan sepihak.
01:57Kalau bisa seperti itu, tapi kan gak begitu, tuturnya.
Komentar

Dianjurkan