00:00Praktik penagihan utang oleh debt collector kembali menjadi sorotan setelah serangkaian aksi kekerasan yang terjadi di kota Pekanbaru.
00:07Kasus pengeroyokan hingga penarikan paksa kendaraan dinilai telah melampaui batas kewajaran dan mencederai supremasi hukum.
00:13Pengamat ekonomi, Dr. Dahlan Tampu Bolon menilai fenomena ini bukan lagi sekadar persoalan sengketa kredit,
00:19melainkan sudah mengarah pada tindakan kriminal yang terorganisir.
00:23Kisah debt collector bukan lagi sekadar cerita sengketa cicilan,
00:25tetapi sudah menjelma jadi potret, premanisme berjubah legalitas, yang merendahkan marwah hukum di negeri sendiri.
00:32Ujarnya kepada Riau Online, selasa 28 April 2026.
00:37Akademisi dari Universitas Riau ini menyoroti sejumlah kasus yang belakangan mencuat,
00:41termasuk pengeroyokan oleh empat debt collector terhadap seorang warga,
00:44hingga praktik pemerasan dengan dalih biaya penarikan kendaraan.
00:48Bahkan, terdapat insiden penyerangan yang terjadi di depan institusi kepolisian.
00:52Ini namanya tak tahu adat, hilang malu, hilang hormat, dan hilang rasa segan pada hukum, tegasnya.
00:59Berdasarkan kronologi yang diungkap Polresta Pekanbaru dan Pol Dariau,
01:03pola yang digunakan para pelaku cenderung serupa.
01:06Mereka menghentikan kendaraan secara paksa di jalan, melakukan intimidasi,
01:10meminta sejumlah uang dengan dalih biaya penarikan,
01:13hingga berujung pada aksi kekerasan jika korban melawan.
01:16Dalam beberapa kasus lain, aksi brutal bahkan terjadi hingga ke halaman kantor polisi,
01:20di mana korban tetap dikejar, kendaraan dirusak,
01:23dan penganiayaan dilakukan di area yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi masyarakat.
01:28Ini bukan lagi sekadar urusan kredit bermasalah.
01:31Ini tindakan pidana murni perampasan, pemerasan,
01:35dan penganiayaan yang kebetulan dilakukan oleh orang yang mengaku penagi hutang, jelas dahlan.
01:39Terima kasih telah menonton!
Komentar