00:00Mendagri, BPHTB dihapus permudah Gen Z miliki rumah.
00:04Menteri Dalam Negeri, Mendagri, Tito Karnavian mengatakan,
00:08penghapusan biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan, BPHTB,
00:12serta perizinan bangunan gedung, PBG, adalah bentuk keberpihakan negara kepada generasi muda,
00:18khususnya Gen Z, yang tengah memulai hidup mandiri.
00:22Gen Z berhak merasa secure, salah satunya dengan punya hunian sendiri.
00:25Dengan dihapusnya BPHTB, biaya awal beli rumah jadi jauh lebih ringan,
00:31kata Mendagri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
00:34Pemerintah menyadari keresahan kalangan Gen Z soal sulitnya memiliki rumah.
00:39Harga yang terus naik dan biaya tambahan yang memberatkan
00:41membuat banyak anak muda pesimis bisa punya hunian sendiri.
00:45Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri mengambil langkah penting
00:48dengan menghapus BPHTB serta PBG.
00:51Dengan dihapusnya dua beban biaya terbesar tersebut,
00:54kini tidak ada lagi penghalang bagi Gen Z untuk membeli rumah pertamanya.
00:58Ia menambahkan, Gen Z bisa memulai dari rumah sederhana
01:02seperti tipe studio atau dua kamar.
01:05Seiring peningkatan penghasilan,
01:06mereka bisa beralih ke hunian yang lebih besar.
01:09Yang terpenting, akses awal untuk memiliki rumah kini terbuka lebar.
01:14Selain penghapusan pajak,
01:15pemerintah juga memperbesar kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan,
01:19FLPP, menjadi 350 ribu unit pada 2025.
01:24Skema pembiayaan ini membuat cicilan lebih terjangkau,
01:27sehingga generasi muda tidak perlu khawatir terbebani.
01:31Tito pun berpesan agar Gen Z tetap optimis dan produktif untuk mewujudkan memiliki rumah.
01:36Dengan kebijakan ini,
01:38keresahan Gen Z perlahan dijawab dan mimpi punya rumah pertama,
01:41semakin nyata.
01:43Harga rumah bisa makin terjangkau karena pajak dihapus dan pembiayaan dipermudah.
01:47Tinggal bagaimana Gen Z memanfaatkan peluang itu,
01:50sambil terus mengembangkan diri agar punya penghasilan yang cukup,
01:53ujarnya.
Komentar