00:00Guru besar ilmu penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi,
00:05Prof. Dr. Arifah Rial Syam,
00:07muanti-wanti keluhan pencernaan yang bisa berujung komplikasi serius.
00:11Salah satunya datang dari inflammatory bowel disease, IBD.
00:15Kondisi ini kerap tidak disadari lantaran gejalanya samar dengan masalah pencernaan lain.
00:20Padahal, kasus IBD terus meningkat,
00:23utamanya di kelompok usia produktif mulai dari 15 hingga 30 tahun.
00:27Mengacu riset Asia-Pacific Tron S. Encholitis Epidemiologics tadi,
00:32insiden kasus di Indonesia tercatat sebanyak 0,77 per 100 ribu penduduk.
00:36Angkanya bisa relatif lebih tinggi dari yang dilaporkan lantaran kasus IBD kerap tak terdeteksi sampai sudah di fase lanjut.
00:43Kasusnya semakin tinggi di masyarakat, kemudian dampaknya juga mengganggu kualitas hidup.
00:47Kenapa?
00:48Karena pasien-pasien ini akan bermasalah, diare berulang, buang air besar berdarah, berat badan turun,
00:55dan kalau ini tidak ditangani dengan baik, berisiko tinggi termasuk ke kanker usus besar,
00:59beber Profesor Ari, Sabtu, 23 Mei 2026.
01:04Kita tahu bahwa kanker usus besar sekarang meningkat di tengah masyarakat,
01:08salah satunya karena perjalanan dari IBD, tandasnya.
01:12Mengutip literatur klinis gastroenterologi yang juga disusun Profesor Dr. Marcelo Simadi Brata,
01:17dan tim perhimpunan ahli pencernaan,
01:19Profesor Ari menekankan ada sekitar 10 persen pasien diare non-infeksi disebabkan IBD.
01:25Memang angkanya masih sekitar 10 persen,
01:27tetapi yang ini harus dilihat kalau tidak diobati dengan baik,
01:30dia juga menjadi pasien peradangan maka potensi untuk menjadi kanser menjadi lebih cepat,
01:34wanti-wanti Profesor Ari.
01:36Profesor Ari mengingatkan pasien perlu waspada saat mengalami diare berulang lebih dari 2 pekan berturut-turut,
01:41disertai berat badan menurun, hingga buang air besar berdarah.
01:44Beberapa makanan yang bisa memicu kekambuhan IBD diimbau untuk dihindari,
01:49termasuk gudet, rendang, hingga sate.
01:52Makanan berlemak, keju, coklat,
01:56makanan ultra-processed food juga bisa memicu,
01:58pungkas Profesor Ari.
Komentar