Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi-hepatologi FK UI, RSCM, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, mewanti-wanti keluhan pencernaan yang bisa berujung komplikasi serius. Salah satunya datang dari inflammatory bowel disease (IBD). Kondisi ini kerap tidak disadari lantaran gejalanya samar dengan masalah pencernaan lain.
Padahal, kasus IBD terus meningkat, utamanya di kelompok usia produktif mulai dari 15 hingga 30 tahun. Mengacu riset Asia-Pacific Crohn's and Colitis Epidemiologic Study, insiden kasus di Indonesia tercatat sebanyak 0,77 per 100 ribu penduduk.

Angkanya bisa relatif lebih tinggi dari yang dilaporkan lantaran kasus IBD kerap tak terdeteksi sampai sudah di fase lanjut.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #kankerususbesar #tipskesehatan

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00Guru besar ilmu penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi,
00:05Prof. Dr. Arifah Rial Syam,
00:07muanti-wanti keluhan pencernaan yang bisa berujung komplikasi serius.
00:11Salah satunya datang dari inflammatory bowel disease, IBD.
00:15Kondisi ini kerap tidak disadari lantaran gejalanya samar dengan masalah pencernaan lain.
00:20Padahal, kasus IBD terus meningkat,
00:23utamanya di kelompok usia produktif mulai dari 15 hingga 30 tahun.
00:27Mengacu riset Asia-Pacific Tron S. Encholitis Epidemiologics tadi,
00:32insiden kasus di Indonesia tercatat sebanyak 0,77 per 100 ribu penduduk.
00:36Angkanya bisa relatif lebih tinggi dari yang dilaporkan lantaran kasus IBD kerap tak terdeteksi sampai sudah di fase lanjut.
00:43Kasusnya semakin tinggi di masyarakat, kemudian dampaknya juga mengganggu kualitas hidup.
00:47Kenapa?
00:48Karena pasien-pasien ini akan bermasalah, diare berulang, buang air besar berdarah, berat badan turun,
00:55dan kalau ini tidak ditangani dengan baik, berisiko tinggi termasuk ke kanker usus besar,
00:59beber Profesor Ari, Sabtu, 23 Mei 2026.
01:04Kita tahu bahwa kanker usus besar sekarang meningkat di tengah masyarakat,
01:08salah satunya karena perjalanan dari IBD, tandasnya.
01:12Mengutip literatur klinis gastroenterologi yang juga disusun Profesor Dr. Marcelo Simadi Brata,
01:17dan tim perhimpunan ahli pencernaan,
01:19Profesor Ari menekankan ada sekitar 10 persen pasien diare non-infeksi disebabkan IBD.
01:25Memang angkanya masih sekitar 10 persen,
01:27tetapi yang ini harus dilihat kalau tidak diobati dengan baik,
01:30dia juga menjadi pasien peradangan maka potensi untuk menjadi kanser menjadi lebih cepat,
01:34wanti-wanti Profesor Ari.
01:36Profesor Ari mengingatkan pasien perlu waspada saat mengalami diare berulang lebih dari 2 pekan berturut-turut,
01:41disertai berat badan menurun, hingga buang air besar berdarah.
01:44Beberapa makanan yang bisa memicu kekambuhan IBD diimbau untuk dihindari,
01:49termasuk gudet, rendang, hingga sate.
01:52Makanan berlemak, keju, coklat,
01:56makanan ultra-processed food juga bisa memicu,
01:58pungkas Profesor Ari.
Komentar

Dianjurkan