Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dunia usaha mulai menghitung dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia terhadap aktivitas produksi dan ketenagakerjaan. Pelaku industri menilai tekanan biaya yang meningkat berpotensi menghambat perekrutan tenaga kerja baru hingga memicu perlambatan ekonomi.
Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sutrisno Iwantono mengatakan perusahaan saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah. Di satu sisi bunga pinjaman meningkat, sementara di sisi lain kemampuan masyarakat untuk berbelanja belum sepenuhnya pulih.

"Kalau produknya adalah produk yang sasarannya konsumen dengan daya beli tinggi, saya kira mereka bisa pass through kenaikan biaya itu kepada konsumen. Tapi kalau sektornya ritel, tekstil, manufacturing, UMKM dan sejenisnya, ini akan sulit," kata Sutrisno kepada CNBC Indonesia, Jumat (22/5/2026).

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #PHK

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Pengusaha wanti-wanti gelombang PHK Ancam RI, sektor ini paling rentan.
00:04Dunia usaha mulai menghitung dampak kenaikan suku bunga acuan ban Indonesia terhadap aktivitas produksi dan ketenaga kerjaan.
00:11Pelaku industri menilai tekanan biaya yang meningkat berpotensi menghambat perekrutan tenaga kerja baru hingga memicu perlambatan ekonomi.
00:18Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia, APINDO, Sutrisno Iwantono mengatakan perusahaan saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah.
00:27Di satu sisi bunga pinjaman meningkat, sementara di sisi lain kemampuan masyarakat untuk berbelanja belum sepenuhnya pulih.
00:34Kalau produknya adalah produk yang sasarannya konsumen dengan daya beli tinggi, saya kira mereka bisa pastru kenaikan biaya itu kepada
00:40konsumen.
00:41Tapi kalau sektornya retail, tekstil, manufacturing, UMKM dan sejenisnya, ini akan sulit, kata Sutrisno Jumat 22 Mei 2026.
00:51Sektor yang pasarnya sangat kompetitif tidak memiliki ruang besar untuk menaikkan harga jual.
00:56Akibatnya, perusahaan akan lebih memilih memangkas maring keuntungan dan melakukan efisiensi agar tetap bertahan.
01:02Langkah efisiensi tersebut pada tahap awal belum tentu berbentuk pemutusan hubungan kerja atau PHK.
01:08Bagi perusahaan PHK itu bukan jalan pertama yang dilakukan karena kondisi saat ini juga sudah sangat efisien penggunaan tenaga kerja.
01:15Paling-paling yang dilakukan kemudian menahan ekspansi.
01:18Ujarnya
01:19Dampak awal terhadap pekerja kemungkinan akan terasa melalui pengurangan lembur dan melambatnya perekrutan karyawan baru.
01:26Tekanan bisa semakin berat apabila suku bunga tinggi berlangsung hingga 3 atau 4 kuartal ke depan.
01:31Sutrisno juga mengingatkan bahwa pekerja kontrak dan pekerja musiman biasanya menjadi kelompok yang paling rentan terkena dampak perlambatan usaha.
01:38Karena itu, pemerintah diminta memberi perhatian khusus kepada sektor padat karya.
01:44Kalau kondisinya semakin sulit dalam 3 kuartal atau 4 kuartal ke depan maka banyak pekerja-pekerja musiman dan pekerja kontrak
01:50yang terkena duluan sebelum mencapai PHK.
01:52Katanya, Apindo pun meminta pemerintah menyiapkan langkah mitigasi melalui kebijakan fiskal dan subsidi tertentu.
01:58Dukungan tersebut dianggap penting agar dunia usaha tetap mampu menjaga keberlangsungan operasional di tengah biaya pinjaman yang naik.
02:05Kita masih memerlukan dukungan pemerintah untuk memberikan bantuan pada sektor-sektor yang terdampak.
02:10Baik berupa keringanan suku bunga ataupun melalui kebijakan fiskal seperti subsidi pajak dan spending pemerintah yang lebih terarah, kata Sutrisno.
Komentar

Dianjurkan