Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru menindaklanjuti laporan dugaan pengeroyokan dan perundungan (bullying) yang terjadi di SMK Pertanian Riau.

Dua korban didampingi orangtua mendapati Polresta Pekanbaru untuk memenuhi panggilan penyidik menjalani pemeriksaan, Selasa, 26 Mei 2026.

Kuasa hukum korban, Syahrul SH mengatakan, pihaknya meminta kepastian hukum atas laporan yang telah dilayangkan sejak 2 Maret 2026 lalu.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #bulying #SMKPertanianpekanbaru

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Belasan kakak kelas diduga keroyok junior SMK di Pekanbaru.
00:04Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, PPA, Polresta Pekanbaru menindaklanjuti laporan dugaan pengeroyokan dan perundungan, bullying, yang terjadi di SMK Pertanian
00:13Riau.
00:14Dua korban didampingi orang tua mendapati Polresta Pekanbaru untuk memenuhi panggilan penyidik menjalani pemeriksaan, Selasa, 26 Mei 2026.
00:22Kuasa hukum korban, Syahrul Esha mengatakan, pihaknya meminta kepastian hukum atas laporan yang telah dilayangkan sejak 2 Maret 2026 lalu.
00:32Laporan kami terkait dugaan kekerasan atau bullying yang dilakukan kawan-kawan sesama asrama di SMK Pertanian Pekanbaru.
00:38Hari ini kami menindaklanjuti dan meminta kepastian hukum terhadap perkara ini, ujar Syahrul.
00:44Ia meminta pihak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut dan menindak para pelaku.
00:49Kami berharap atensi dari Kapolresta, Kasat Reskrim dan unit PPA agar laporan ini segera ditindaklanjuti.
00:56Jangan sampai kedua klien kami tidak mendapatkan keadilan, tegasnya.
01:01Menurut Syahrul, pasca kejadian kedua korban masih menerima ancaman dan intimidasi.
01:06Bahkan, kata dia, korban juga diduga kerap menjadi sasaran pemalakan oleh para pelaku.
01:12Peristiwa pengeroyokan itu disebut terjadi pada malam hari di asrama sekolah.
01:17Korban diduga dikeroyok oleh belasan kakak kelas tanpa alasan yang jelas.
01:21Akibat kejadian tersebut, kondisi psikis korban disebut terganggu hingga merasa takut dan ingin keluar dari sekolah.
01:28Kami berharap dinas pendidikan Provinsi Riau turut-turun tangan agar persoalan ini bisa diselesaikan dan tidak terulang lagi, katanya.
01:34Sementara itu, pengacara keluarga korban lainnya, Saurman Sitanggang SH menegaskan pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian yang dialami kedua
01:43siswa tersebut.
01:44Anak kami ini masih kelas 2 SMK dan akan melaksanakan PKL.
01:49Namun kegiatan mereka terganggu.
01:51Kami minta sekolah menjamin keamanan dan kenyamanan anak-anak kami, ujarnya.
01:56Ia juga meminta dinas pendidikan Provinsi Riau memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan bullying di lingkungan sekolah.
02:03Terpisah, kanit PPA Polres Tapekan Baru, Ibturizka membenarkan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban.
02:10Masih tahap pemeriksaan, singkatnya.
Komentar

Dianjurkan