00:00Nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan dan semakin mendekati level psikologis 18.000 rupiah per dolar AS.
00:10Kondisi ini terjadi meski Bank Indonesia telah mengerahkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas kurs,
00:18mulai dari intervensi pasar falas hingga penguatan kebijakan suku bunga.
00:23Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level 17.845, rupiah per dolar pada Kamis, 28 Mei 2026.
00:35Pelemahan berlanjut pada Jumat, 29 Mei 2026, ketika rupiah sempat menyentuh 17.886 rupiah per dolar pada perdagangan siang
00:49dan ditutup di level 17.880 rupiah per dolar.
00:56Pelemahan tersebut menarik perhatian karena terjadi ketika indeks dolar AS justru sedang mengalami koreksi.
01:04Dalam kondisi normal, pelemahan dolar biasanya memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.
01:13Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Asuaibi menilai tekanan terhadap rupiah saat ini tidak semata-mata berasal dari faktor moneter,
01:23melainkan mencerminkan persoalan struktural yang lebih dalam.
01:28Walaupun BI sudah menerapkan tujuh strategi, kemudian suku bunga sudah dinaikkan,
01:34tetapi rupiah terus mengalami pelemahan.
01:37Harus diingat, permasalahan utama kenapa rupiah melemah bukan merupakan kesalahan teknis dari Bank Indonesia atau moneter,
01:45tetapi kesalahan struktural.
01:47Kesalahan struktural ini diluar kendali otoritas moneter, Ujar Ibrahim, Jumat, 29 Mei 2026.
01:55Menurut Ibrahim, berbagai kebijakan yang ditempuh BI sebenarnya telah menunjukkan komitmen kuat menjaga stabilitas pasar keuangan.
02:05Namun efektivitas kebijakan moneter menjadi terbatas ketika investor melihat adanya persoalan yang lebih mendasar dalam perekonomian.
Komentar