Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini terjadi meski Bank Indonesia (BI) telah mengerahkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas kurs, mulai dari intervensi pasar valas hingga penguatan kebijakan suku bunga.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp17.845,5 per dolar AS pada Kamis (28/5/2026). Pelemahan berlanjut pada Jumat (29/5/2026), ketika rupiah sempat menyentuh Rp17.886 per dolar AS pada perdagangan siang dan ditutup di level Rp17.880,5 per dolar AS.

Pelemahan tersebut menarik perhatian karena terjadi ketika indeks dolar AS justru sedang mengalami koreksi. Dalam kondisi normal, pelemahan dolar biasanya memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan dan semakin mendekati level psikologis 18.000 rupiah per dolar AS.
00:10Kondisi ini terjadi meski Bank Indonesia telah mengerahkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas kurs,
00:18mulai dari intervensi pasar falas hingga penguatan kebijakan suku bunga.
00:23Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level 17.845, rupiah per dolar pada Kamis, 28 Mei 2026.
00:35Pelemahan berlanjut pada Jumat, 29 Mei 2026, ketika rupiah sempat menyentuh 17.886 rupiah per dolar pada perdagangan siang
00:49dan ditutup di level 17.880 rupiah per dolar.
00:56Pelemahan tersebut menarik perhatian karena terjadi ketika indeks dolar AS justru sedang mengalami koreksi.
01:04Dalam kondisi normal, pelemahan dolar biasanya memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.
01:13Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Asuaibi menilai tekanan terhadap rupiah saat ini tidak semata-mata berasal dari faktor moneter,
01:23melainkan mencerminkan persoalan struktural yang lebih dalam.
01:28Walaupun BI sudah menerapkan tujuh strategi, kemudian suku bunga sudah dinaikkan,
01:34tetapi rupiah terus mengalami pelemahan.
01:37Harus diingat, permasalahan utama kenapa rupiah melemah bukan merupakan kesalahan teknis dari Bank Indonesia atau moneter,
01:45tetapi kesalahan struktural.
01:47Kesalahan struktural ini diluar kendali otoritas moneter, Ujar Ibrahim, Jumat, 29 Mei 2026.
01:55Menurut Ibrahim, berbagai kebijakan yang ditempuh BI sebenarnya telah menunjukkan komitmen kuat menjaga stabilitas pasar keuangan.
02:05Namun efektivitas kebijakan moneter menjadi terbatas ketika investor melihat adanya persoalan yang lebih mendasar dalam perekonomian.
Komentar

Dianjurkan