00:00Badan narkotika nasional memastikan asap hasil pemusnahan narkotika aman untuk dihirup masyarakat.
00:07Terutama, pemusnahan narkotika termasuk ganja menggunakan fasilitas insinerator bersuhu tinggi.
00:15Dalam keterangan yang disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung Brigjenpol Budiwibowo,
00:21asap yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak lagi mengandung zat narkotika
00:26karena seluruh molekul telah dihancurkan dalam proses pemanasan bertingkat.
00:32Asap yang keluar dari fasilitas pemusnah narkotika tidak mengandung jejak narkotika dan aman untuk dihirup, kata Budi.
00:40Menurut Budi, pemusnahan dilakukan menggunakan alat insinerator dengan sistem pembakaran dua tungku.
00:47Proses tersebut dirancang agar seluruh kandungan narkotika benar-benar terurai sempurna sebelum asap dilepaskan ke udara.
00:56Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan alat insinerator dengan prinsip kerja sistem pembakaran dua tungku, tutur Budi.
01:04Ia menjelaskan, pembakaran tahap pertama berlangsung pada suhu sekitar 600 hingga 850 derajat celcius.
01:14Pada tahap ini, molekul narkotika mulai terurai menjadi partikel-partikel halus.
01:20Selanjutnya, sisa pembakaran diproses kembali pada tungku kedua dengan suhu lebih tinggi.
01:26yakni 850 hingga 1100 derajat celcius.
01:32BNN mengklaim suhu tersebut mampu menghancurkan seluruh sisa molekul narkotika.
01:39Tungku ini memastikan bahwa semua molekul narkotika yang masih tersisa benar-benar hancur, ujarnya.
01:46Budi mengatakan, kedua tungku bekerja secara berurutan untuk memastikan tidak ada molekul yang lolos tanpa proses penghancuran.
01:55Proses ini berlangsung minimum selama 2 detik untuk memastikan tidak ada molekul yang lolos tanpa mengalami pemecahan, kata Budi.
02:04Terima kasih telah menonton!
02:05Terima kasih telah menonton!
Komentar