00:00Jutaan warga RI jadi korban, buruan hapus 15 aplikasi ini di HP Anda.
00:05Aplikasi yang tersedia di Google Play Store tidak selamanya aman terhadap pengguna ponsel Android.
00:1115 aplikasi bahkan tercatat berbahaya dan bisa menguras rekening sampai ludes.
00:16Sebanyak 15 aplikasi berbahaya itu bahkan tercatat sudah diinstal sebanyak 8 juta kali secara total.
00:22McAfee mengatakan aplikasi-aplikasi itu mencuri data personal dan keuangan dari para korban.
00:28Akibatnya oknum penjahat siber akan mudah mengakses aplikasi keuangan korban dan menguras saldo rekening di dalamnya.
00:36Kebanyakan aplikasi berbahaya itu mengincar korban di Amerika Selatan, Asia Selatan, dan Afrika.
00:42Dari 15 daftar aplikasi berbahaya tersebut, 3 aplikasi diantaranya tersedia di Indonesia dan telah diinstal 2 juta pengguna.
00:50Aplikasi pinjol palsu ini diistilahkan sepiloan.
00:53Jika Anda terlanjur menginstal aplikasi-aplikasi tersebut, segera hapus sebelum rekening dikuras habis dan identitas dicuri.
01:00Berikut ini adalah daftar aplikasinya dikutip dari Tom Squider.
01:03Pestamo Seguror Pido Seguror 1 juta download
01:07Pestamo Orpido Credit Easy 1 juta download
01:11Get Bought Easily Quick Loan 1 juta download
01:14Rupiah Kilat Dana Cair 1 juta download
01:17Borrow Happy Loan 1 juta download
01:20Happy Money 1 juta download
01:22Kreditku Uang Online 500 ribu download
01:25Dana Kilat Pinjaman Kecil 500 ribu download
01:29Cash Loan Fightin 500 ribu download
01:32Rapid Financia 100 ribu download
01:35Per Power Force 100 ribu download
01:38Huayna Money Perstamo Orpido 100 ribu download
01:41Iperstamos Orpido Cedito 100 ribu download
01:45Con Seguir Sol Diner Orpido 100 ribu download
01:49Copak PRTN Ligna 100 ribu download
01:52Secara umum aplikasi pinjol palsu
01:55Menjanjikan pinjaman yang cepat dan fleksibel
01:57Modus menjerat korban dilakukan dengan
02:00Mempromosikan tingkat bunga rendah dan syarat mudah
02:03Dengan begitu calon korban akan terdorong
02:05Untuk mendownload aplikasi pinjol palsu
02:07Lalu mengisi data personal dan keuangan mereka
Komentar