00:00Di balik pekatnya asap karhutlah, siapa saja korporasi raksasa dan gurita bisnis yang bermain.
00:06Setiap kali bencana kebakaran hutan dan lahan melanda, rakyat kecil selalu menjadi pihak pertama
00:11yang dipaksa menelan pekatnya asap dan derita ispa.
00:16Namun ketika kabut asap menutupi langit hingga memicu titkuran diplomatik negara tetangga,
00:22pernahkah kita benar-benar membongkar siapa sosok di balik layar
00:26yang mengeruk pundi-pundi rupiah dari lahan-lahan yang membara tersebut.
00:31Investigasi walhi hingga data penindakan pemerintah memperlihatkan bahwa deretan perusahaan pemicu karhutlah ini
00:37bukanlah pemain kecil, melainkan bagian dari jaringan bisnis raksasa yang membenteng hingga ke pemodal asin.
00:47Pertanyaannya, sampai kapan para pemilik modal ini bisa terus bersembunyi di balik cangkang korporasi?
00:53Sementara Bumi Pertiwi terus digerus demi keuntungan sekelompok elit.
00:59Jika kita bedah satu persatu, daftar entitas yang terseret dalam pusaran karhutlah ini
01:04dipenuhi nama-nama besar di sektor kehutanan dan perkebunan.
01:08Terdapat PT Bumi Andalas Permai dan PT Bumi Mekar Hijau
01:12yang berstatus sebagai pemasuk utama Asia Pup dan Pepper
01:16di bawah kendali gulita bisnis Sinar Mas Group milik keluarga Wijajah.
01:21Ada pula PT Paramita Mulia Langgang yang terafiliasi dengan Sungai Budi Group
01:26Induk Produsen Tunas Baru Lampung milik keluarga Widarto dan Santoso Winata.
01:32Tidak berhenti di situ, nama-nama seperti PT Sumatera Alam Anugra di Muara Engin
01:36yang tercatat atas nama Sugeng Santoso
01:39hingga PT Hutan Nestari Raya yang dikuasai Erik Setiawan
01:43turut masuk dalam deretan pemilik konsesi yang kawasannya ikut dilalat api.
01:49Selain itu, terdapat puluhan perusahaan lain
01:52seperti PT Bangkanesia, PT SBA Wood Industri, PT Hasil Kalimantan Jaya,
01:58PT Tayong N Green, PT Hutan Produksi Lestari, PT Ramang Agro Lestari,
02:04PT Puspa Warna Cemerlang, hingga PT Sinergi Hutan Jati
02:08yang luas koneksi gabungannya menembus angka fantastis 1,93 juta hektare.
02:16Fenomena ini kian janggal ketika Presiden Papua Subianto sendiri
02:20menaruh kecurigaan besar atas munculnya area perkebunan sawit baru
02:25dalam waktu sangat singkat di atas lahan yang baru saja terbakar.
02:30Mengusung komitmen agar penegakan hukum tidak tumpul ke atas,
02:34pemerintah melalui Kementerian Kehutanan bersama kepolisian
02:37mulai menjatuhkan sanksi pembukaan izin
02:40dan membidik 8 korporasi utama untuk dicabut HGU-nya
02:45serta diseret ke ranah pidana.
02:48Kalau para pemegang konsesi ini masih saja memanfaatkan celah hukum
02:53demi pembukaan lahan secara instan,
02:55sudah saatnya negara hadir mencabut izin operasional mereka tanpa kompromi.
03:01Keselamatan ekosistem dan kesehatan jutaan rakyat
03:04tidak boleh terus dikorbankan hanya demi mengamankan
03:08kantong bisnis para pemilik modal.
03:11Lantas bagaimana menurut Sobat Suara?
03:13Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
03:34Terima kasih.
04:04Terima kasih.
04:34Terima kasih.