Lewatkan ke konten utama
Di Balik Pekatnya Asap Karhutla: Siapa Saja Korporasi Raksasa dan Gurita Bisnis yang Bermain?

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyita perhatian publik usai menyisakan derita kesehatan bagi jutaan warga serta memicu isu diplomasi lintas batas. Di balik pekatnya asap yang merusak lingkungan, penelusuran data membongkar deretan korporasi pemicu karhutla yang ternyata terafiliasi dengan grup bisnis raksasa tanah air hingga pemodal asing. Entitas besar seperti PT Bumi Andalas Permai dan PT Bumi Mekar Hijau tercatat berada di bawah naungan Sinar Mas Group, sementara PT Paramitra Mulia Langgeng terafiliasi dengan Sungai Budi Group.

Sejumlah nama lain seperti PT Sumatera Alam Anugerah dan PT Hutan Lestari Raya turut melengkapi daftar 32 perusahaan yang disanksi dengan total luas konsesi mencapai 1,93 juta hektare. Presiden Prabowo Subianto bahkan secara tegas menginstruksikan pengusutan indikasi kesengajaan pembakaran lahan sawit baru dan mendesak pencabutan HGU bagi korporasi yang terbukti melanggar. Pemerintah menegaskan penegakan hukum tidak boleh tumpul ke atas dan siap membawa para pemilik modal nakal ini ke meja hijau.

#karhutla #korporasi #pemodalasing

Creative/Video Editor: Aqilah/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Di balik pekatnya asap karhutlah, siapa saja korporasi raksasa dan gurita bisnis yang bermain.
00:06Setiap kali bencana kebakaran hutan dan lahan melanda, rakyat kecil selalu menjadi pihak pertama
00:11yang dipaksa menelan pekatnya asap dan derita ispa.
00:16Namun ketika kabut asap menutupi langit hingga memicu titkuran diplomatik negara tetangga,
00:22pernahkah kita benar-benar membongkar siapa sosok di balik layar
00:26yang mengeruk pundi-pundi rupiah dari lahan-lahan yang membara tersebut.
00:31Investigasi walhi hingga data penindakan pemerintah memperlihatkan bahwa deretan perusahaan pemicu karhutlah ini
00:37bukanlah pemain kecil, melainkan bagian dari jaringan bisnis raksasa yang membenteng hingga ke pemodal asin.
00:47Pertanyaannya, sampai kapan para pemilik modal ini bisa terus bersembunyi di balik cangkang korporasi?
00:53Sementara Bumi Pertiwi terus digerus demi keuntungan sekelompok elit.
00:59Jika kita bedah satu persatu, daftar entitas yang terseret dalam pusaran karhutlah ini
01:04dipenuhi nama-nama besar di sektor kehutanan dan perkebunan.
01:08Terdapat PT Bumi Andalas Permai dan PT Bumi Mekar Hijau
01:12yang berstatus sebagai pemasuk utama Asia Pup dan Pepper
01:16di bawah kendali gulita bisnis Sinar Mas Group milik keluarga Wijajah.
01:21Ada pula PT Paramita Mulia Langgang yang terafiliasi dengan Sungai Budi Group
01:26Induk Produsen Tunas Baru Lampung milik keluarga Widarto dan Santoso Winata.
01:32Tidak berhenti di situ, nama-nama seperti PT Sumatera Alam Anugra di Muara Engin
01:36yang tercatat atas nama Sugeng Santoso
01:39hingga PT Hutan Nestari Raya yang dikuasai Erik Setiawan
01:43turut masuk dalam deretan pemilik konsesi yang kawasannya ikut dilalat api.
01:49Selain itu, terdapat puluhan perusahaan lain
01:52seperti PT Bangkanesia, PT SBA Wood Industri, PT Hasil Kalimantan Jaya,
01:58PT Tayong N Green, PT Hutan Produksi Lestari, PT Ramang Agro Lestari,
02:04PT Puspa Warna Cemerlang, hingga PT Sinergi Hutan Jati
02:08yang luas koneksi gabungannya menembus angka fantastis 1,93 juta hektare.
02:16Fenomena ini kian janggal ketika Presiden Papua Subianto sendiri
02:20menaruh kecurigaan besar atas munculnya area perkebunan sawit baru
02:25dalam waktu sangat singkat di atas lahan yang baru saja terbakar.
02:30Mengusung komitmen agar penegakan hukum tidak tumpul ke atas,
02:34pemerintah melalui Kementerian Kehutanan bersama kepolisian
02:37mulai menjatuhkan sanksi pembukaan izin
02:40dan membidik 8 korporasi utama untuk dicabut HGU-nya
02:45serta diseret ke ranah pidana.
02:48Kalau para pemegang konsesi ini masih saja memanfaatkan celah hukum
02:53demi pembukaan lahan secara instan,
02:55sudah saatnya negara hadir mencabut izin operasional mereka tanpa kompromi.
03:01Keselamatan ekosistem dan kesehatan jutaan rakyat
03:04tidak boleh terus dikorbankan hanya demi mengamankan
03:08kantong bisnis para pemilik modal.
03:11Lantas bagaimana menurut Sobat Suara?
03:13Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
03:34Terima kasih.
04:04Terima kasih.
04:34Terima kasih.

Dianjurkan