Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
Peringatan Keras Menteri Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan tanggapan lugas atas pernyataan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengenai kebijakan pemangkasan ekspor gas dari Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat memimpin konferensi pers pada Senin (26/10/2026).

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah Indonesia senantiasa memegang teguh perjanjian ekspor gas yang telah disepakati bersama Singapura. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian volume pasokan gas tersebut tetap berjalan sesuai dengan batas minimum ekspektasi ekspor yang tercantum dalam dokumen kontrak.

Meski demikian, Menteri ESDM mengingatkan negara mitra agar tidak sekadar menuntut pemenuhan isi kontrak, melainkan juga menghargai serta menghormati prioritas kepentingan nasional Indonesia.

#PeringatanKerasBahlilUntukSingapura #BahlilSentilSingapuraSoalKomitmenKontrak

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Tetapi, atas arahan Bapak Presiden Prabowo, negara kita adalah negara yang menghargai kontrak, aturan.
00:13Jadi jangan ajarin Indonesia terhadap komitmen untuk menjaga menghargai kontrak.
00:2231 mm yang kita potong itu, adalah masih di batas kontrak minimum.
00:32Saya ulangi, 31 mm yang kita potong sebagian, itu masih dalam batas kontrak minimum.
00:44Batas kontrak minimum kita, itu adalah sekitar 91 sampai 92.
00:51Dan kita baru sekitar 8 persen, terkecuali kita potong 10 persen.
00:57Nah itu baru kita melanggar kontrak.
01:02Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown.
01:06Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik.
01:11Yang berikut adalah itu baru gas via pipa.
01:21Belum gas LNG yang kita kirim.
01:25Gas LNG yang kita kirim, totalnya itu kurang lebih sekitar 146 kargo.
01:38146 kargo ini setara berapa mm, Pak Joko?
01:44Ya, berapa mm itu?
01:46140 mm?
01:48400.
01:49Ya, itu nanti dijelaskan teknis.
01:52Jadi, cukup besar yang kita kirim.
01:56Bapak Ibu semua, pemerintah Indonesia sangat menghargai aturan.
02:03Apalagi menteri SDM-nya.
02:06Sangat menghargai aturan sekali.
02:07Tapi saya juga minta,
02:11Jangan di saat bersamaan kalian minta menghargai,
02:15Susah minta dihargai.
02:17Senang mengolok-olok negara lain.
02:19Gimana itu?
02:21Jadi, disinilah asas kebersamaan kita.
02:26Jadi, kita harus equity treatment.
02:30Indonesia ini terlalu baik.
02:34Terlalu baik.
02:36Menghargai kontrak.
02:39Tapi hargai juga dong hubungan bersama antar negara.
02:43Harus sama-sama menghargai.
02:52Terlalu baik.
02:53Terima kasih.

Dianjurkan