Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 menit yang lalu
Barack Obama Kritik Tajam Donald Trump: Rekor Presiden Terburuk dalam Sejarah AS

Link terkait: https://www.suara.com/news/2026/10/25/161815/barack-obama-turun-gunung-sebut-donald-trump-rekor-terburuk-presiden-as

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali terjun ke panggung politik nasional dalam rangka menggalang dukungan bagi Partai Demokrat menjelang pemilu sela.
Kehadirannya di hadapan para pendukung dimanfaatkan untuk melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan serta sejumlah kebijakan Presiden Donald Trump.

Dalam orasinya, Obama menyoroti isu transparansi dan dugaan konflik kepentingan di lingkar pemerintahan, serta menilai bahwa pemilu kali ini menjadi momen krusial atau "pemutus arus" demi mengembalikan akuntabilitas.

Selain persoalan domestik, ia juga menyoroti dinamika keamanan di Timur Tengah yang dinilai memberi posisi tawar lebih kuat bagi Iran di Selat Hormuz serta memengaruhi stabilitas energi global.

#BarackObamaKritikTajamDonaldTrump #ObamaSebutTrumpPresidenTerburuk

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Barack Obama kritik tajam Donald Trump, rekor presiden terburuk dalam sejarah AS.
00:05Mantan presiden AS, Barack Obama, kembali turun gunung dalam kampanye Partai Demokrat menjelang pemilu selah.
00:12Lewat rapat akbar di Cleveland dan Detroit untuk mendukung kandidat Senat, Abdul El-Sayed,
00:19Obama menegaskan pemilu ini sebagai pemutus arus demi menjaga akuntabilitas dan keseimbangan kekuasaan di Kongres AS.
00:27Dalam persaingan ketat melawan kandidat Republik Mike Rogers,
00:31Obama menyoroti isu transparansi serta dugaan konflik kepentingan dalam kepemimpinan Donald Trump.
00:37Ia menyebut baru kali ini ada presiden yang secara terbuka bertindak demi kepentingan pribadi,
00:43senada dengan hasil survei Reuters terkait kekhawatiran publik atas keterkaitan kebijakan dan bisnis pribadi presiden.
00:51Tak hanya isu domestik, Obama mengkritik kebijakan Trump di Timur Tengah
00:55yang dinilai memperkuat posisi tawar Iran di Selat Hormuz
00:59dan mengancam stabilitas pasar energi global.
01:02Ia juga menyelipkan sindiran mengenai jajaran kabinet hingga renovasi interior Gedung Putih
01:08yang disambut antusias para pendukungnya.
01:11Hingga saat ini pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait kritikan tajam dari presiden AS ke-44 tersebut.
01:18Meski demikian, kehadiran Obama di Michigan dan Ohio
01:22menjadi dorongan signifikan bagi penggalangan suara basis pendukung Demokrat.
01:27Terima kasih.
01:30Terima kasih.
01:33Terima kasih.
01:35Terima kasih.

Dianjurkan