- 2 jam yang lalu
- #bali
- #beritabali
- #allaboutbali
- #pekaniklimbali
- #transisienergi
BALI DARURAT IKLIM: SAATNYA AKSI NYATA DAN TRANSISI ENERGI BERKELANJUTAN
Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan ancaman nyata yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Bali melalui cuaca ekstrem, kerusakan lingkungan, hingga kemacetan lalu lintas.
Dalam podcast ini, kita diajak untuk tidak hanya berdiskusi, tetapi juga bersama-sama mewujudkan langkah mitigasi dan adaptasi menuju Bali Emisi Nol Bersih pada tahun 2045.
Tonton lengkapnya di youtube beritabali.com
Baca artikel mendalam kami di: https://www.teras.id/beritabali-com
#Bali #BeritaBali #AllAboutBali #PekanIklimBali #TransisiEnergi
Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, melainkan ancaman nyata yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat Bali melalui cuaca ekstrem, kerusakan lingkungan, hingga kemacetan lalu lintas.
Dalam podcast ini, kita diajak untuk tidak hanya berdiskusi, tetapi juga bersama-sama mewujudkan langkah mitigasi dan adaptasi menuju Bali Emisi Nol Bersih pada tahun 2045.
Tonton lengkapnya di youtube beritabali.com
Baca artikel mendalam kami di: https://www.teras.id/beritabali-com
#Bali #BeritaBali #AllAboutBali #PekanIklimBali #TransisiEnergi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:07Perubahan iklim bukan lagi ancaman yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
00:12Dampaknya mulai dirasakan melalui cuaca ekstrim, perubahan pola musim,
00:16hingga tekanan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
00:20Yang kita hadapi di Denpasar tahun lalu gitu ya,
00:23yang akibat curah hujannya yang tinggi dan berlangsung tidak terlalu lama,
00:30bahkan satu malam aja ternyata bikin banjir yang sangat luar biasa.
00:34Bali didorong untuk tidak hanya berbicara tentang krisis iklim,
00:38tapi juga menunjukkan aksi nyata melalui upaya mitigasi dan adaptasi.
00:44Wilayah-wilayah gambut yang dimiliki oleh Indonesia lah,
00:47itu kan lagi kebakaran hutan yang luar biasa gitu.
00:50Ternyata, dan mungkin bisa dibuktikan melalui sains mungkin ya,
00:57efeknya itu bisa kena di satu dunia ini mungkin.
01:07Om Swastiastu, kembali berjumpa di podcast Berita Bali.com.
01:12Kali ini kita akan mengangkat topik perubahan iklim dan transisi energi di Bali.
01:18Sedikit narasi dari saya, perubahan iklim bukan lagi ancaman yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
01:23Dampaknya mulai dirasakan melalui cuaca ekstrim, perubahan pola musim,
01:29hingga tekanan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
01:32Di tengah kondisi tersebut, Bali didorong untuk tidak hanya berbicara tentang krisis iklim,
01:37tapi juga menunjukkan aksi nyata melalui upaya mitigasi dan adaptasi.
01:44Salah satunya melalui pekan iklim yang kembali digelar di kawasan Sanur,
01:48yang untuk memperlihatkan berbagai contoh konkret solusi untuk perubahan iklim.
01:55Nah, untuk mengetahui lebih jauh mengenai fokus pekan iklim tahun ini,
01:58kami menghadirkan narasumber dari World Resource Institute atau WRI,
02:04yakni Iwayan Robi Suryana,
02:07yang juga tergabung di Koalisi Bali untuk emisi nol bersih yang menginisiasi acara ini.
02:15Nah, apa kabar, Pli?
02:17Kabar baik.
02:18Sebetulan nama saya juga Robi ini, saya kemang Robi,
02:21jadinya belinya Iwayan Robi ya.
02:24Iwayan Robi.
02:25Ya, ternyata banyak yang namanya Robi.
02:29Ya, kalau untuk pertanyaan pertama nih, Bli,
02:32sambil santai aja,
02:33kalau boleh ditarik ke belakang dulu,
02:35apa sebenarnya tujuan dikelarnya acara pekan iklim?
02:39Ya, kalau sebenarnya ini tahun kedua, Birobi,
02:44kita mengadakan pekan iklim.
02:46Yang di tahun pertama kemarin,
02:48itu kenapa kita mengadakan ini,
02:51tercetus dari inisiatif seperti pembukaan Bli tadi,
02:57narasi terkait dengan iklim,
02:59seringkali itu hanya menjadi narasi di tataran global,
03:04sibuk dibicarakan oleh ahli-ahli,
03:06dan lain sebagainya lah yang tinggi-tinggi itu.
03:10Dan ini kita punya misi gitu ya,
03:13untuk memainstreamkan atau lebih menyadar-taukan
03:19di tingkat apa itu,
03:21ternyata narasi terkait dengan iklim itu
03:25sebenarnya sangat dekat di sekitar kita gitu.
03:28Kayak apa yang kita hadapi di Denpasar tahun lalu gitu ya,
03:32yang akibat curah hujannya yang tinggi,
03:36dan berlangsung tidak terlalu lama gitu,
03:39bahkan satu malam aja ternyata
03:40bikin banjir yang sangat luar biasa gitu.
03:44Jadi, yang ingin saya sampaikan,
03:48tidak hanya satu indikator narasi saja
03:51yang menyebabkan krisis iklim hari ini.
03:55Tapi, baik itu dari energinya,
03:59tata guna lahan,
04:01terdegradasinya pertanian kita,
04:03habis itu pesisir kita juga sudah mulai terdegradasi,
04:12kualitasnya terumbu karang,
04:13dan lain sebagainya.
04:15Ini yang sebenarnya terakumulasi menjadi satu,
04:18terjadilah hal seperti ini.
04:20Dan, bahayanya isu iklim ini,
04:25misalkan ada yang seperti sekarang ini,
04:29di Kalimantan dan Sumatera,
04:31wilayah-wilayah gambut yang dimiliki oleh Indonesia lah.
04:34Itu kan lagi kebakaran hutan yang luar biasa gitu.
04:38Ternyata, dan mungkin bisa dibuktikan
04:42melalui sains mungkin ya,
04:45efeknya itu bisa kena di satu dunia ini mungkin,
04:49peningkatan muka air laut, dan lain sebagainya.
04:51Karena kan itu menyumbang emisi atas
04:54pemanasan global ini, gitu kurang lebih.
04:56Di satu daerah bisa berdampak ke daerah lain?
04:58Bisa berdampak ke daerah lainnya.
05:00Jadi, narasi iklim ini,
05:02kalau orang Bali bilang tidak seperti makan cabai, ya.
05:06Sekarang dimakan, langsung kerasa, gitu.
05:08Tapi, ini terakumulasi terus,
05:11dan bisa menambah kerentanan wilayah-wilayah
05:15yang memang mungkin sebelumnya memang sudah rentan, gitu.
05:18Nah, Belih, Sema,
05:19tadi selain disebut banjir,
05:21apa dampak yang dirasakan di Bali
05:24dengan adanya perubahan iklim?
05:27Bali ini kan wilayah yang secara geografis memang rentan, gitu ya.
05:32Saya mendapatkan data dari teman-teman ikatan ahli geologi, gitu.
05:39Tetangga saya juga di Sanur, kebetulan,
05:41Bli Oke, gitu.
05:43Bali ini kan secara geografis tersusun atas batuan yang muda, gitu.
05:46Dan kita juga punya gunung api yang masih aktif.
05:52Setelah itu,
05:53kita itu ada di tempat yang cukup rawan
05:56terkait dengan adanya gempa.
05:59Ditambah lagi dengan adanya,
06:02apa itu namanya,
06:03perubahan iklim hari ini,
06:04yang mana meningkatkan kerentanan,
06:07misalkan emisi cukup tinggi.
06:10Penyumbangnya,
06:11penyumbang tambahan dari semua kerentanan ini,
06:14kita sekarang menghadapi kemacetan.
06:15Tata guna lahan yang kita udah semakin terdegradasi, lah,
06:21dari tahun ke tahunnya.
06:22Pembangunan yang sudah lumayan tidak terkendali, gitu.
06:26Pembuatan bangunan-bangunan masif,
06:28tidak mengindahkan koefisien dasar hijau,
06:32koefisien dasar bangunan,
06:33itu sering dan banyak masif sekali kita temukan, gitu.
06:39Campuran kerentanan ditambah dari intervensi,
06:42apa itu namanya,
06:44krisis iklim yang kita hadapi ini,
06:46inilah yang mengakumulasi dan menjadikan
06:50Bali itu yang,
06:51kalau bahasa saya sih,
06:54cukup bahaya, ya.
06:55Karena kan,
06:56yang menjadi dampak itu,
06:57tentu saja pariwisata,
06:59yang menjadi penopang ekonomi Bali sendiri.
07:03Kita,
07:03walaupun, ya,
07:04beberapa tahun belakangan ini,
07:06muncul narasi,
07:07ya, kita tidak hanya bisa hidup dari pariwisata,
07:10kan, seperti itu.
07:10Tapi, perlu kita jujur,
07:13ya, memang ini yang masih menghidupi Bali.
07:16Tapi,
07:18narasi tersebut,
07:19menurut saya,
07:21merupakan suatu kesadaran, sih,
07:22dari masyarakat, gitu.
07:24Jadi, setidaknya,
07:25masyarakat sudah mulai memikirkan,
07:26apa sih,
07:27yang lebih berkelanjutan,
07:28dibandingkan pariwisata,
07:30apa pariwisatanya sendiri yang dibuat berkelanjutan,
07:33atau ada alternatif-alternatif,
07:36apa namanya,
07:37ekonomi lainnya,
07:39yang memang,
07:40misalkan,
07:41bisa lebih subsisten lagi,
07:43dan mungkin supporting dari pariwisata.
07:45Nah, ini yang sebenarnya,
07:48cukup,
07:49cukup kompleks, gitu ya,
07:50meramu,
07:51gimana caranya Bali ini punya planning yang lebih panjang.
07:56Mungkin nanti kita bisa bedah lebih lanjut lagi.
07:59di 2045, kan,
08:01pemerintah profesi Bali sudah komitmen, tuh,
08:04Bali emisi nol bersih 2045.
08:06Apa sih yang dimaksud emisi nol bersih itu?
08:09Yang dimaksud emisi nol bersih itu,
08:11sederhananya,
08:12emisi yang dikeluarkan dari aktivitas kita sehari-hari,
08:16baik itu aktivitas ekonomi,
08:18dan lain sebagainya,
08:20bisa setara dengan emisi yang bisa diserap.
08:24Jadi, supaya nol bersih.
08:26Nah, untuk mencari equilibrium tengah itu,
08:28banyak sekali effort-effort yang tentunya kita bisa lakukan,
08:33baik itu dari yang kecil,
08:34sampai aktivitas yang gede, gitu.
08:38Sebelum ke upaya untuk emisi nol bersih tadi,
08:42ada nggak sekarang indikator,
08:44bahwa Bali ini sedang menghadapi krisis krim,
08:48ada indikator-indikatornya nggak berapa sudah,
08:51dan ancamannya ke depan seperti apa?
08:54Kalau secara data, gitu ya,
08:58kalau secara data, itu mungkin bisa lebih lanjut kita baca di Rencana Pembangunan Rendah Karbon Provinsi Bali.
09:05Secara umum aja.
09:06Tapi secara umum yang bisa kita lihat,
09:09kayak indikatornya itu kan,
09:12yang paling nyata itu bencana yang sudah terjadi.
09:15Nah, sebenarnya bencana-bencana yang ada di Bali,
09:17ini kan bencana alam itu sangat minim di Bali.
09:21Yang ada itu bencana akibat dari ulah manusia,
09:24atau kerennya human made disaster,
09:27kayak banjir itu akibat ulah manusia.
09:30Habis itu mungkin abrasi itu bisa saja dikategorikan akibat ulah manusia.
09:38Karena apa?
09:38Karena rusaknya biota terumbu karang.
09:40Berarti kan manusia berperan nih di sini.
09:43Habis itu tanah longsor.
09:45Kalau yang namanya tanah longsor,
09:47mungkin di daerah lereng-lereng kemiringan,
09:50yang mana seharusnya lereng kemiringan itu dijaga oleh pohon-pohon
09:54seperti fikus mungkin, dan lain sebagainya,
09:57pohonnya itu sudah hilang,
09:59ya, longsor gitu.
10:01Itu kan sebenarnya perlu diperjelas lagi,
10:05sebenarnya kategori mananya bencana alam,
10:07mana bencana buatan manusia,
10:08atau ketelalayan akibat manusia.
10:11Nah, kalau misalnya kemacetan nih,
10:14kalau dari penilaian Bali,
10:16kita kan daerah parasita cukup banyak padat ya sekarang,
10:21dengan lalu lintas dan kendaraan yang mulai padat gitu ya.
10:24Ini dari sisi emisi,
10:26apakah penyumbang juga dari sisi kepadatan lalu lintas ini?
10:31Dari pariwisata?
10:33Tentu ya, karena kan hampir mayoritas
10:38operasional pariwisata ditunjang oleh kendaraan fosil hari ini gitu.
10:42Dan setiap dari pembakaran yang dihasilkan oleh kendaraan fosil,
10:47itu mengandung emisi CO2 dan PM2,5 gitu.
10:52Ditambah lagi,
10:54pembakarannya itu kan selain menghasilkan emisi,
10:58juga menghasilkan panas.
11:00Karena menggunakan internal combustion engine.
11:03Inilah yang,
11:04kalau misalkan mereka stack,
11:06macet,
11:07koefisien jalan kota dan pasar itu sekarang
11:090,7 gak ya?
11:11Jadi perbandingan antara kendaraan dan jalan itu sudah 0,7.
11:16Kalau hampir 0,8 sampai 1 gitu,
11:19berarti jumlah lebar jalan
11:22dan rumbah panjang jalan itu setara dengan kendaraan yang ada.
11:26Oke.
11:27Dari segi polusi mungkin,
11:28tingkat polusi daerah mungkin daerah dan pasar lebih padat ya.
11:33Ini sudah ada tanda-tanda belum?
11:36mengarah ke mungkin kategori yang perlu diwaspadai atau bagaimana?
11:43Untuk ngecek itu sebenarnya kalau kita sebagai masyarakat awam ya,
11:49yang sering bermobilitas di jalan,
11:52menggunakan kendaraan pribadi mungkin,
11:54atau bahkan menggunakan public transport,
11:56saat kita di jalan,
11:57yang paling ngerasain itu pasti pengendaraan sepeda motor.
12:02Saat kita di jalan, terjebak macet,
12:04habis itu ngerasa panas dan ngerasa engap,
12:08itulah indikator kita itu sudah berbahaya sebenarnya.
12:12Karena saat macet itu semua kenal pot kendaraan itu kan mengeluarkan emisi,
12:17itu kita hirup dan lain sebagainya,
12:20dan otak itu merespon itu sebagai dioksin kan.
12:23dioksin inilah yang membuat tingkat stres kita semakin tinggi,
12:27dan lain sebagainya.
12:28Jadi,
12:29tidak hanya dari sisi ekonomi saja sih yang bisa dirasakan,
12:34atau dari terjadinya bencana alam,
12:37atau bencana buatan manusia itu,
12:39kita pun secara psikis itu kena gitu,
12:42kalau bahasa...
12:42Dari perubahan iklim ini ya.
12:45Kena,
12:45bahasa anak sekarang kena mental lah,
12:48menghadapi kemacetan kan kena mental setiap hari.
12:52Emang ada yang nggak marah saat macet?
12:56Karena udah panas,
12:58kita hirup dioksin,
13:00nah itu dah kombinasi yang luar biasa.
13:02Itu yang paling gampang dirasakan.
13:05Iya, kecuali naik mobil berasi ya.
13:07Iya.
13:08Nah, Bli,
13:09kalau untuk upaya sendiri,
13:11untuk mencapai nol emisi ya,
13:13di tahun 2045,
13:15apa saja yang upaya dilakukan seperti tahapan misalnya?
13:19Apakah ada tahapan misalnya,
13:21dari koalisi untuk melakukan langkah-langkah upaya?
13:25Tentu dengan kolaborasi dengan pemerintah.
13:28Apa saja?
13:29Kalau dari koalisi sendiri,
13:31itu kita sudah mendampingi Bapada Provinsi Bali
13:34untuk memutakhirkan kajian rencana pembangunan rendah karbonnya
13:38yang mana awalnya itu 2022 sampai 2026.
13:42Nah, kemarin sudah selesai dan akan dilaunching di Pekan Iklim Bali 2026,
13:48itu kita sudah punya pemodelan dari 2026 sampai 2045,
13:52yang mana itu sebagai target pemerintah Provinsi Bali
13:56untuk mengenolkan lah,
13:59membalanskan emisi yang bisa,
14:00yang dihasilkan dengan emisi yang bisa diseram.
14:03Itu effortnya dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih.
14:07Kalau dari kita semua,
14:11yang sudah terjadi kolaborasi mungkin dari pemerintah,
14:17tidak hanya Koalisi Bali Emisi Nol Bersih saja,
14:21tapi gerakan-gerakan masyarakat,
14:23civil society,
14:24dan sampai ke tingkatan keluarga masyarakat terkecil sendiri,
14:28jadi kemarin kan kita sudah sentar milah sampah,
14:32itu sebenarnya bagian dari transisi sebenarnya.
14:35Jadi transisi ini kan,
14:38walaupun kita sebagai masyarakat selalu kita berpikir mungkin,
14:42aku ini bisa apa sih ini,
14:44ini hal yang sangat gede banget gitu.
14:46Nah, hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari,
14:49itu juga merupakan bagian dari transisi,
14:51karena masyarakat sendiri itu adalah,
14:54memang ada di dalam transisi ini sendiri gitu.
14:57Di samping juga,
14:58mungkin yang secara skala nasional,
15:01yang paling baru tadi,
15:04arus 100 gigawatt PLTS atau energi bersih gitu.
15:08Itu ya memang,
15:12proyek besar itu untuk mencapai transisi itu,
15:15memang harus dilengkapi dengan proyek-proyek yang menengah,
15:19dan proyek-proyek yang kecil,
15:20atau yang bisa dilakukan oleh masyarakat setiap hari.
15:23Nah, dari upaya tersebut mungkin ada terbesit,
15:26upaya mitigasi dan adaptasi ya,
15:29untuk perubahan iklim.
15:31Nah,
15:32dalam nyarapannya nanti seperti apa,
15:34dari upaya-upaya ini,
15:36mitigasi dan adaptasinya seperti apa?
15:39Kalau perubahan iklim ini,
15:41saya rasa karena ini sudah ada di depan kita,
15:44yang kita bisa lakukan itu adalah adaptasi.
15:47Kalau contoh konkretnya seperti ada di kawasan Sanur mungkin ya,
15:51sudah tertata rak,
15:54rapi gitu kan,
15:55dan kawasannya sudah memakai besatel untuk tanpa sati publiknya.
16:01Nanti bisa jelaskan lebih lanjut mengenai hal itu.
16:05Ini kan kemarin itu semua berangkat dari masalah-masalah yang ada gitu.
16:11Dan Sanur itu hanya satu wilayah kecil,
16:14yang kita uji cobakan menjadi percontohan,
16:18kolaborasi antara pemerintah kota dan pasar ada di sana,
16:22desa adat juga ada di sana,
16:25badan usaha milik desa adat ada di sana,
16:27sampai masyarakat yang ada di dalam kawasan itu juga ada di sana.
16:30Plus juga willingness dari bisnis-bisnis atau sektor usaha yang ada di sana.
16:38Semua juga berperan di sana.
16:40Satu, misalkan kemarin kota dan pasar itu membangun infrastruktur fisiknya.
16:49Dari pedestrian yang lebarnya 1,2 meter jadi 1,8 meter.
16:56Aspal dibagusin.
16:59Desa adat diberikan kewenangan untuk mengelola daerah tujuan wisata.
17:03Kolaborasinya seperti itu.
17:05Setelah itu desa adat,
17:08maaf, kota dan pasar memberikan kapexnya untuk shuttle.
17:12Nah, apa yang dilakukan oleh desa adat?
17:14Desa adat melakukan operasionalnya.
17:16Jadi semua biaya operasional dan lain sebagainya itu ditanggung oleh desa adat.
17:22Itu kolaborasi antara Pemkot dan desa adat.
17:26Nah, masyarakat juga melakukan penjagaan setelah dibikin ini yang bagus oleh Pemkot.
17:32Kan sudah mulai karena trotoar lebih lebar daripada jalan, yang mana dulunya jalannya lumayan lebar.
17:39Kan ada parkir-parkir pinggir jalan, jadi parkir-parkir pinggir jalan itu ditiadakan.
17:45Kenapa parkir pinggir jalan itu ditiadakan?
17:48Sebenarnya ini banyak sekali pro dan kontra dari masyarakat.
17:50Gimana caranya orang belanja ke toko saya, ke cafe saya, parkir ditiadakan.
17:54Oh, desa adat sudah menyediakan kantong-kantong parkir.
17:57Kolaborasi dengan banjar-banjar yang ada di sana.
18:01Setelah itu, kalau misalkan masuk ke kantong parkir,
18:04gimana caranya orang akses ke tempat saya?
18:06Bisa naik setel, atau bisa jalan kaki.
18:09Karena jalan kaki sudah nyaman.
18:11Yang menjadi concernnya di sana adalah,
18:17transisi ke hal yang lebih bagus itu harus co-benefit menurut kami.
18:22Saling menguntungkan.
18:28Masyarakat itu dapat sirkulasi lalu lintas yang baik.
18:33Pengunjung itu dapat kemudahan bermobilitas di sana.
18:36Banjar-banjar yang di sana itu dapat pendapatan dari pengelolaan kantong-kantong parkir.
18:42Desa adat juga, karena sirkulasinya bagus dan lain sebagainya,
18:46yang bekerja sama dengan desa adat, pengusaha-pengusaha di DTW,
18:50itu juga mendapatkan manfaatnya.
18:52Kan berapa gitu peningkatan PAD Kota dan Pasar dari tahun lalu?
18:57Kan sudah 165 miliar.
19:01Saya belum cek percisenya.
19:04Itu kan akhirnya tercapai.
19:07Berarti ada kebensi hubungan ya,
19:10antara penataan kawasan yang rendah karbon,
19:14emisi itu dengan peningkatan PAD.
19:17Karena kan yang spending itu kan orang, bukan motor atau mobil.
19:24Jadi lebih baik yang datang ke Sanur itu banyak orang,
19:27bukan banyak motor atau mobil.
19:29Karena yang belanja itu kan orang.
19:32Nah, kaitannya dengan Pekan Iklim,
19:34event Pekan Iklim,
19:36bisa dijelaskan,
19:38apa saja acara-acara yang ada di Pekan Iklim,
19:43terus apa perbedaan tahun ini sama tahun ini sekarang?
19:48Kalau yang tahun lalu,
19:49itu kan kita lebih ke inisiasi-inisiasi.
19:52kayak ada launching pembuatan perencanaan,
19:58habis itu penggalian ide, gagasan, dan lain sebagainya.
20:02Kalau yang tahun ini,
20:03itu bedanya sudah ada implementasi-implementasi langsung
20:06yang bisa menjadi contoh.
20:08Salah satunya Sanur,
20:11yang memang dilakukan oleh bagian dari anggota koalisi sendiri,
20:15New WRI Indonesia garap itu,
20:18New Energy Nexus juga garap itu,
20:20ISR juga,
20:22Cash Fab Lab,
20:23dan Azura juga sempat garap itu.
20:25Nah,
20:28yang di hari pertama,
20:31tanggal 13,
20:32itu kita ada namanya acara forum nasional.
20:35Jadi,
20:37dari gubernur,
20:38bupati wali kota,
20:40itu ada panel-panelnya untuk berbicara,
20:43sampai desa adat,
20:44sampai komunitas-komunitas renta,
20:47disabilitas,
20:48itu ada forumnya.
20:49Jadi,
20:50bagaimana hal-hal yang praktek baik,
20:53yang sudah mereka lakukan,
20:54itu didokumentasikan,
20:58untuk ke depannya bisa menjadi influence,
21:01atau disebarluaskan,
21:03dan dilakukan oleh kabupaten kota lain,
21:05yang ada di Indonesia.
21:07Itu menjadi,
21:08apa itu namanya,
21:10dokumentasi percontohan lah.
21:12Nah,
21:13hari kedua itu,
21:14forum investasi,
21:16yang mana kita,
21:18mungkin setuju semua ya,
21:20transisi ini,
21:20sangat berat,
21:21kalau tidak ada financing-nya,
21:24yang mensupportkan.
21:26Jadi,
21:27di hari kedua itu,
21:28kita akan banyak membahas,
21:30bagaimana sih caranya,
21:32pengaturan aliran dana,
21:34atau apa ya istilahnya ya,
21:37sumber-sumber dana,
21:39bagaimana kita mengakses pendanaan,
21:42untuk membiayai,
21:44aksi-aksi iklim,
21:45yang sudah ada,
21:47atau mungkin baru,
21:48yang akan dibuat.
21:49Nah,
21:49ini kan,
21:50cukup penting ya,
21:51karena,
21:52seringkali kita,
21:54mungkin pemerintah,
21:55provinsi kabupaten kota,
21:56mikirnya,
21:57oh ini kayaknya berat nih,
21:59karena APBD kita,
22:01cuma,
22:01sekian,
22:02anggaran belanja,
22:03provinsi Bali,
22:04cuman 7T per tahunnya,
22:07per tahun ini gitu,
22:08berat nih mencapai,
22:10600 sekian triliun,
22:12untuk,
22:122000 akumulasi,
22:14untuk 2045,
22:15kan cukup berat 7T,
22:16dan itu kan tidak hanya,
22:17untuk dipergunakan untuk,
22:19apa itu namanya,
22:20aksi iklim doang gitu,
22:23ada sumber-sumber dana lain,
22:25bagaimana cara mengakses,
22:26bagaimana cara memanage,
22:28dan bagaimana cara disbersenya,
22:29menjadi suatu aksi nyata,
22:30itu di hari kedua.
22:31hari ketiga dan keempat,
22:34itu,
22:35ada set visit,
22:37jelajah inovasi,
22:38kita namakan,
22:39jelajah inovasi ini,
22:41co-hostnya banyak sekali,
22:45banyak teman-teman NGO,
22:48civil society,
22:49desa adat,
22:50yang sudah memiliki,
22:52apa namanya,
22:53aksi-aksi,
22:55terkait dengan adaptasi iklim ini,
22:57mereka itu,
22:58willing untuk dikunjungi,
23:00nah,
23:01kita ngaturin,
23:03terkait dengan penjadwalannya,
23:05registrasi,
23:06dan lain sebagainya,
23:07kalau mau registrasi,
23:07bisa di,
23:09website,
23:10pekaniklimbali.id,
23:12nah,
23:12itu bisa registrasi,
23:14sitenya itu?
23:15kalau sitenya,
23:16lumayan tersebar,
23:18di Denpasar ada,
23:20di Kintamani ada,
23:21di Kelungkung Kusambo ada,
23:23di Karangasem ada,
23:24Tabanan ada,
23:26Negaro ada,
23:26jadi,
23:27memang,
23:28lumayan tersebar,
23:30dan,
23:31dikohos oleh,
23:32teman-teman,
23:34NGO,
23:34yang memang sudah,
23:35bekerja,
23:36NGO dan desa adat,
23:37yang memang sudah bekerja,
23:38di Bali untuk aksi-aksi.
23:39Set-set itu nantinya,
23:41sebagai,
23:41contoh kasus,
23:43untuk penerapan,
23:44nole misi,
23:45ya,
23:45koreasinya.
23:46Betul.
23:47Itu,
23:48banyak banget,
23:49contohnya dari,
23:51implementasi,
23:52puffing,
23:53yang bisa,
23:54gampang terserap oleh,
23:56apa itu namanya,
23:57terserap oleh air hujan,
23:59itu ada juga di sana.
24:00Ternyata saya pun baru tahu,
24:02ternyata,
24:03itu yang di Kintamani,
24:05di Kintamani,
24:06dan di Ubud ada itu.
24:07Itu teman-teman,
24:09dari,
24:10apa itu,
24:11Kopernik,
24:12yang punya.
24:14Jadi,
24:14memang,
24:16dikroyok bareng sebenarnya,
24:17gitu.
24:18Puffingnya dari mana,
24:19bahannya?
24:21Kalau nggak salah,
24:23itu konkret,
24:23tapi memang ada campuran,
24:24yang spesifik,
24:26gitu.
24:27Apakah ada,
24:28bayunya,
24:28dan lain sebagainya.
24:30Iya,
24:31iya.
24:32Nah,
24:32dari sisi,
24:33transisi energi,
24:35apa yang sudah,
24:36dilakukan,
24:37dan hambatannya?
24:38Seperti mungkin,
24:39program PLTS,
24:41PLTS atap,
24:43dan juga,
24:44transportasi publik,
24:45termasuk,
24:46kendaraan basis,
24:47listrik,
24:48atau baterai.
24:49Kalau yang sudah dilakukan,
24:51karena,
24:52karena,
24:53yang kita lakukan ini,
24:54parsial,
24:54dan keroyokan,
24:55gitu.
24:55Jadi,
24:57kalau di sektor energi,
24:59sendiri,
25:00itu tentunya,
25:01kajian-kajian,
25:02perencanaan,
25:02dan lain sebagainya,
25:04itu sudah,
25:05banyaklah teman-teman,
25:06yang ngeroyok.
25:07Secara implementasi,
25:08sendiri,
25:09kita juga,
25:09sudah getol,
25:11mendampingi,
25:12supaya,
25:13public transport,
25:14Transmetro Dewata,
25:15itu harus sustain,
25:16ada setiap tahunnya.
25:17Itu terakhir,
25:18kita sudah mengajukan,
25:21membantu,
25:21pemerintah Provinsi Bali,
25:23supaya,
25:24Transmetro Dewata,
25:25yang saat ini,
25:26dikelola di bawahnya,
25:27UPTD,
25:28itu bisa di,
25:29BLUD kan.
25:30Perumda,
25:31gitu ya?
25:31Iya,
25:32sejenis itulah.
25:33Tapi,
25:34masih di bawahnya,
25:35Perumda,
25:35BLUD.
25:36Untuk apa?
25:37Supaya mereka itu,
25:39bisa menjaga,
25:39sustenabilitas,
25:40dari pendanaan,
25:41pengelolaan pendanaannya,
25:42tiap tahun.
25:43Jadi,
25:44tidak hanya,
25:44bergantung pada,
25:46APBD,
25:47yang didebatkan oleh,
25:48eksekutif dan legislatif,
25:50setiap tahunnya.
25:51Itu kan,
25:51ketidakpastian ya,
25:52supaya bagaimana,
25:53bisa pasti,
25:54dan,
25:54mereka pun juga,
25:56bisa,
25:58punya alternatif pendanaan.
26:00Yang sekarang,
26:01itu kan,
26:02baru berjalan,
26:03dari orang,
26:04naik bus itu,
26:06nge-tap,
26:06bayar.
26:07Sebenarnya kan,
26:08banyak sekali,
26:08bisnis modelnya.
26:10Di badan bus,
26:11bisa dibuat iklan,
26:12di halto,
26:13bisa dibuat iklan,
26:14dan lain sebagainya.
26:14Banyaklah,
26:15nanti inovasi-inovasi,
26:16yang mungkin,
26:16terjadi,
26:17kalau misalkan,
26:18itu diberikan,
26:19apa namanya,
26:22keleluasaan,
26:22untuk pengelola bisnisnya,
26:24sendiri.
26:25Dari sektor pertanian,
26:27itu teman-teman,
26:27ngobrolin organik,
26:28dan implementasi organik,
26:30itu kan,
26:30wah,
26:30udah,
26:31masif sekali di Bali.
26:33Mungkin,
26:33itu bisa dites nanti,
26:35di kawasan,
26:36emisi,
26:37di mana,
26:38yang masih bisa,
26:39ada,
26:40lahannya masih cukup,
26:41atau,
26:42masyarakatnya itu,
26:45apa itu namanya,
26:46secara perilaku,
26:47sudah willing,
26:47terkait dengan itu,
26:48itu bisa dibuatkan,
26:49ini percontohannya.
26:52Terkait dengan,
26:54kawasan pesisir,
26:55gitu,
26:55udah,
26:56di sekitaran Bali,
26:57keliling Bali,
26:58ini udah banyak sekali,
26:59inisiatif-rehabilitasi termukara,
27:03konservasi penyu,
27:04dan lain sebagainya,
27:05itu banyaklah yang dilakukan.
27:07Nah,
27:08fungsinya,
27:10RPRKD,
27:11atau,
27:11kami di koalisi ini,
27:13gitu,
27:13ini supaya,
27:14apa yang sudah dilakukan,
27:16ini terdokumentasikan,
27:17dan kita bisa mengkuantifikasikan,
27:20ini menjadi suatu,
27:22angka-angka,
27:24untuk pencapaian target,
27:25emisi nol bersih 2045.
27:27jadi kan,
27:29seringkali,
27:30secara psikologis,
27:31kita mungkin berpikir,
27:34kita milah sampah nih,
27:36berapa sih emisi,
27:37yang bisa kita save,
27:38atau penurunan emisi,
27:40yang kita bisa sumbangkan,
27:41untuk dunia ini,
27:42Nah,
27:43itu,
27:44harusnya bisa,
27:46diperhitungkan,
27:47gitu,
27:47Beli Rupi.
27:48Ya,
27:49mengenai PLTS sendiri,
27:50gimana,
27:50ada?
27:51Kalau PLTS sendiri,
27:53dari yang,
27:54tersentral,
27:56sampai yang,
27:58terdesentralisasi,
27:58seperti yang,
27:59PLTS atap,
28:00milik masyarakat,
28:01komunitas,
28:02dan lain sebagainya,
28:03itu kebetulan,
28:05yang intens,
28:06dampingin,
28:06dari teman-teman,
28:07ayah sahar kan,
28:09itu kita sudah,
28:12sampai,
28:13bikin permodelan,
28:14dari,
28:14dari si kajian dulu,
28:16permodelan,
28:16kira-kira,
28:18gimana sih,
28:19supaya,
28:21ngebalansin,
28:22atau,
28:24membuat,
28:25ketercapaian,
28:265.800 MW,
28:29di 245,
28:29itu bisa tercapai,
28:30gitu.
28:31Itu syaratnya ya?
28:32Ya,
28:33kan tidak hanya,
28:34kita menggantungkan diri,
28:36pada proyek-proyek besar aja,
28:37karena proyek besar itu kan,
28:40yang PLTS grounded itu,
28:41itu kan membutuhkan lahan,
28:43yang lumayan,
28:44luas tuh,
28:451 MW,
28:461 hektare,
28:47gitu.
28:47Sementara kita terbatas lahan,
28:49ya.
28:49Sementara kita buat,
28:50lahan terbatas.
28:51Nah,
28:51ini kan harus dibalanskan,
28:53dengan adanya PLTS,
28:54PLTS atap,
28:54yang dibuat secara mandiri,
28:56oleh komunitas,
28:56atau masyarakat,
28:57gitu.
28:58Nah,
28:58sampai kemarin itu,
29:00perhitungan,
29:02grip di PLN,
29:03itu harus mengakomodir berapa,
29:06ditambah lagi,
29:09apa,
29:10asumsi,
29:10berapa,
29:12PLTS atap,
29:13yang bisa dipasang,
29:14oleh masing-masing masyarakat,
29:15dan komunitas,
29:16itu sudah,
29:17sudah dibuatlah,
29:18oleh teman-teman,
29:19ISR,
29:20kajiannya.
29:21Bahkan,
29:22di beberapa tempat,
29:23kayak di Sanur,
29:24itu,
29:25udah ada,
29:27filantropi,
29:27yang membantu,
29:28masang PLTS,
29:29di public facility,
29:30ada di,
29:31bali desanya,
29:32ada di,
29:33pasar,
29:33ada di,
29:34TPS 3R,
29:35itu udah,
29:36di uji coba,
29:37kan lah,
29:37gitu.
29:38Nah,
29:39menyambung dari,
29:40PLTS ini kan,
29:41ada program dari,
29:43Presiden nih,
29:45untuk,
29:46capaian,
29:47100 gigawatt,
29:48cerah serentak,
29:49di beberapa provinsi,
29:50termasuk,
29:50balik kemarin,
29:52di groundbreaking,
29:53di Kilimanu,
29:53gitu.
29:54Nah,
29:54menurut pengamatan,
29:56bagaimana,
29:56penerapan dari,
29:58program,
29:59program ini,
30:01dikaitkan dengan,
30:02kondisi Bali,
30:02yang memang juga,
30:03apa nih,
30:06lagi,
30:07pacu juga,
30:07untuk program PLTS,
30:09seperti apa,
30:10sinkronisasinya,
30:11dengan pusat,
30:12nantinya.
30:14Karena,
30:15itu,
30:15kebetulan,
30:16saya sendiri,
30:17belum ngelihat,
30:17gitu,
30:18kajian teknisnya,
30:19kenapa bisa,
30:20muncul 100 giga,
30:21gitu.
30:22Tapi,
30:23kalau dari,
30:24provinsi Bali sendiri,
30:25kita kan sudah,
30:26punya,
30:27hitungannya,
30:28dan sudah,
30:28di FGD-kan,
30:30bahkan beberapa kali,
30:31gitu.
30:33Mungkin,
30:34hasil dari itu,
30:36bisa menjadi,
30:36baseline-nya,
30:38kebijakan nasional,
30:39itu tadi,
30:39gitu.
30:41Di samping itu,
30:43karena,
30:44itu tadi,
30:44yang saya sampaikan,
30:46kita tidak,
30:46hanya bisa bergantung,
30:48dari proyek-proyek besar,
30:49atau proyek-proyek yang ada,
30:50dari pusat,
30:50gitu.
30:51Daerah,
30:52apa inisiatifnya,
30:54masyarakat sendiri apa,
30:55komunitas sendiri apa,
30:56ini yang harus,
30:57terdokumentasikan.
30:59Karena,
30:59yang paling penting itu,
31:01atau,
31:02supaya kita bisa tercapai,
31:04pada,
31:06target,
31:06yang memiliki ukuran,
31:08tertentu itu,
31:08100 gigawatt itu,
31:10yang paling penting itu kan,
31:11kita mendokumentasikan,
31:14capaiannya.
31:15Capaiannya itu kan,
31:16harus didokumentasikan.
31:17Kalau misalkan,
31:18kita,
31:20malas,
31:21mendokumentasikan,
31:22yang kecil-kecil,
31:23kayak,
31:23punya masyarakat,
31:24gimana,
31:25punya komunitas,
31:26gimana,
31:27mengandalkan dokumentasi,
31:28dari,
31:28yang gede-gede,
31:29itu kan gampang.
31:30Oh,
31:31di Bali Timur,
31:3250 mega,
31:33di Bali Barat,
31:3450 mega,
31:35udah ada 100 mega.
31:37Itu kan gampang,
31:37untuk mendokumentasikan.
31:39Tapi kan,
31:39apakah,
31:40pusat,
31:41atau pemerintah,
31:42sanggup,
31:42untuk melakukan itu,
31:43di tengah keterbatasan kita,
31:44kan,
31:45tidak gitu.
31:46Jadi,
31:47seperti yang dilakukan,
31:50gimana namanya,
31:51di Pakistan.
31:53Pakistan itu,
31:54sebelum pandemi,
31:56mereka tahu,
31:56mereka itu,
31:57tidak bisa afford,
31:58untuk terus,
31:59mensubsidi energinya masyarakat.
32:01Jadi,
32:01yang mereka lakukan itu adalah,
32:03mereka mensubsidi masyarakat,
32:05untuk memasang PLTS pribadi,
32:06di rumahnya dia.
32:08Untuk,
32:09apa itu namanya,
32:10bahkan di beberapa desa,
32:12yang memang rural,
32:13akses terkait dengan,
32:14jaringan,
32:16PLN-nya Sono,
32:17itu susah,
32:18gitu.
32:18Itu bahkan digratiskan,
32:19oleh,
32:20oleh pemerintah,
32:21gitu.
32:24Yang,
32:25mereka petik hari ini,
32:27itu,
32:27tidak hanya,
32:29di,
32:30tataran,
32:31kayaknya berat nih,
32:32investasinya.
32:33Kan tidak hanya itu,
32:34kita,
32:34kan tidak hanya itu,
32:35yang menjadi,
32:36apa namanya,
32:40indikator,
32:43consideration kita,
32:44dalam membuat suatu keputusan.
32:46Iya.
32:47Tapi kan,
32:48oke,
32:49memang biaya,
32:51agak mahal,
32:52di depan,
32:53investasinya cukup,
32:54cukup besar.
32:55Tapi terkait dengan,
32:56keandalan energinya masyarakat,
32:58itu,
33:00bisa dijaga loh,
33:02keandalannya bertahun-tahun.
33:03Bahkan,
33:05waktu kasus Selat Hormuz,
33:08Pakistan itu,
33:09aman-aman aja.
33:10Bahkan,
33:10sampai sekarang,
33:11itu,
33:11dia bisa,
33:13menghemat,
33:14subsidi,
33:14energinya dia,
33:15kurang lebih,
33:1756,
33:18apa 5,6,
33:19miliar,
33:19US dollar.
33:21Itu kan,
33:22suatu capaian,
33:23dan penghematan,
33:24akhirnya,
33:25yang dia temukan.
33:27Nah,
33:28kalau melihat,
33:29proyek ambisius ini,
33:30Bli,
33:31bagaimana,
33:32agar tidak,
33:33menjadi sesuatu,
33:34yang hanya showcase,
33:35atau,
33:35melahan kerja di Mangkrak.
33:38Menurut Bangkatan,
33:39apa menjadi pembelajar,
33:41atau catatan,
33:41seperti di PLTS,
33:43Kubu misalnya,
33:44Mangkrak.
33:45Nah,
33:46itu,
33:50dari awal,
33:51proyek itu,
33:52harus dilakukan,
33:53secara partisipatif.
33:54Tidak hanya,
33:55pusat aja yang mikirin,
33:57oh,
33:57di Kubu itu,
33:58bisa satu mega.
33:59Tapi mungkin,
34:00Pemkap Karangasem,
34:02harus diajak,
34:03ngobrol dari awal,
34:04gitu.
34:04Apa yang mereka,
34:05belum siap,
34:06mungkin kayak,
34:07Perumda,
34:08belum punya,
34:09ya itu,
34:10dibantu,
34:11di capacity building dulu,
34:12didampingi,
34:13dan lain sebagainya,
34:14sampai,
34:14siap untuk ngelola itu,
34:16pusat ngasih,
34:17duit,
34:18gitu,
34:18untuk,
34:19atau pusat yang bangunin,
34:21mereka itu bisa,
34:22siap untuk,
34:23apa,
34:24ngelanjutin estafet itu.
34:25Itu,
34:25itu menjadi penting,
34:26karena,
34:26kalau teknologi,
34:28asal uang ada aja,
34:29bisa ngeluarin,
34:31gitu.
34:31Tapi kan,
34:32apakah SDM kita siap,
34:33atau enggak,
34:34itu menjadi,
34:34artinya,
34:35partisipasi lokal,
34:36partisipasi lokal,
34:37sangat penting sih.
34:40Nah,
34:41mungkin,
34:41ini catatan,
34:42dari,
34:43koalisi ya,
34:45apa sih,
34:47upaya,
34:48agar,
34:49target dari,
34:50nol emisi,
34:52bersih,
34:52tahun 2045,
34:53ini,
34:54nggak sekedar jargon,
34:55ke target,
34:55lagi,
34:56apa upaya?
34:57Mungkin sambungan dari yang tadi ya,
35:00kenapa saya bilang,
35:01transisi ini,
35:02atau untuk mencapai emisi,
35:04yang lebih bersih ini,
35:05harus saling menguntungkan.
35:07Masyarakat itu harus ngerasain,
35:09dampaknya,
35:10yang menguntungkan mereka,
35:12benefit secara ekonomi,
35:13seperti apa,
35:15atau yang lebih tinggi dari ekonomi,
35:17kenyamanan hidupnya,
35:18gimana,
35:18kualitas hidupnya,
35:19kayak gimana,
35:20gitu.
35:20Misalkan saya,
35:21saya merupakan individu,
35:23bagian dari transisi ini.
35:26Saya beli,
35:29kendaraan listrik,
35:30karena,
35:30ya memang,
35:31belum mampu,
35:33untuk setiap hari,
35:34menggunakan,
35:35public transport,
35:36karena,
35:36destinasi-destinasi saya,
35:38cukup mencar,
35:39gitu.
35:39Jadi,
35:40saya,
35:40sangat kerepotan,
35:41kalau misalkan,
35:43relay sama public transport,
35:44tapi,
35:44sebisa mungkin,
35:45saya pakai public transport,
35:47saya beli sepeda motor listrik,
35:50second,
35:51habis itu,
35:51diperbaiki oleh,
35:53teman-teman,
35:53bengkel lokal,
35:54yang ada di Bali,
35:55gitu.
35:55Sampai baterai,
35:56udah di upgrade,
35:57dan lain sebagainya,
35:57gitu.
36:00Satu,
36:00mengendara itu,
36:02sangat nyaman,
36:03gitu,
36:03karena,
36:04kendaraan listrik,
36:05nggak ada getaran,
36:06gitu.
36:06Kalau,
36:06pakai,
36:07dulu saya pakai vario,
36:08kan,
36:08getarannya,
36:09dan itu,
36:10ternyata,
36:11apa itu namanya,
36:14membuat,
36:16saya,
36:16ada masalah kesehatan,
36:18dan dokter pun,
36:18udah memverifikasi itu.
36:20Jadi,
36:21kan,
36:21kenyamanan,
36:21gitu,
36:21yang sekarang ini,
36:23yang saya temui,
36:24ternyata,
36:24yang teman-teman,
36:26yang naik motor BBM,
36:27itu,
36:28luar biasa,
36:28ngantrinya,
36:30Untuk mengakses SPBU,
36:31itu ngantri-ngantri semua,
36:33saya menjadi tidak ngantri,
36:34gitu.
36:35Ditambah lagi,
36:36harga energi,
36:37kan,
36:37makin tinggi,
36:38makin tinggi terus,
36:39Jadi,
36:40ya,
36:40secara langsung,
36:42saya mendapatkan,
36:43manfaat dari transisi ini,
36:45Bli,
36:45gitu.
36:46Dan,
36:46dan itu yang memang,
36:48harus dirasakan oleh masyarakat,
36:50supaya masyarakat ini,
36:54tertarik lah,
36:55untuk,
36:56untuk ikut,
36:57ambil bagian dari transisi,
36:58karena,
36:58yang namanya transisi itu,
37:00ya,
37:01harus menguntungkan semuanya,
37:03gitu.
37:03no one left behind lah,
37:04gitu.
37:05Iya,
37:05iya.
37:06Saya beli,
37:07ini mungkin pertanyaan terakhir.
37:09Oke.
37:10Untuk harapan dari,
37:12event pekan iklim tahun ini,
37:14apa sih,
37:14nanti?
37:20Kalau kami sih,
37:22ini merupakan suatu,
37:24apa itu namanya,
37:26agenda rutin,
37:27yang kami coba hadirkan,
37:29gitu,
37:29supaya,
37:30gaung terkait dengan,
37:34kita harus berbenah,
37:35ke arah yang lebih baik,
37:36ini bisa,
37:38terinternalisasikan,
37:39oleh masyarakat.
37:43Untuk mencapai,
37:44emisi nol bersih,
37:46itu,
37:48merupakan suatu,
37:49keniscayaan,
37:50karena Bali ini,
37:51tidak mulai dari nol,
37:53kita punya local knowledge,
37:55yang luar biasa,
37:56kita punya,
37:58apa,
37:59fondasi,
38:00struktur masyarakat,
38:01yang sangat bisa diandalkan,
38:04gitu,
38:05ditambah lagi,
38:08kondisi,
38:09atau,
38:10apa namanya,
38:12alam Bali,
38:13ini kan,
38:16secara,
38:17kerentanan,
38:18rentan,
38:19tapi,
38:20akibat dari local knowledge,
38:22itu,
38:22kita bisa,
38:23memperbaiki,
38:25memperbaiki alam ini,
38:26dengan,
38:27bahkan,
38:28alam itu,
38:29baik sendiri,
38:30gitu,
38:30kayak,
38:31misalkan,
38:32di pusat,
38:33pembangunan,
38:34apa namanya,
38:35kebudayaan Bali,
38:36itu,
38:37itu tumbuhan,
38:38itu kan cepat sekali,
38:39saat,
38:39saat ditelantarkan,
38:41itu kan,
38:41menjadi bukti,
38:42bahwa,
38:42ternyata,
38:44alam ini,
38:44dia punya,
38:45apa namanya,
38:50punya cara,
38:51untuk memperbaiki dirinya,
38:53itu dengan cepat,
38:53gitu,
38:53itu menjadi poin,
38:55poin plusnya,
38:56nah,
38:56yang,
38:57yang,
38:58menjadi harapan besar,
39:00adalah,
39:00kita menghadirkan,
39:02contoh-contoh,
39:04supaya,
39:05masyarakat ini,
39:06bisa bergerak,
39:07dan lebih pede lagi,
39:08oh ternyata,
39:09sesederhana ini,
39:10kita bisa,
39:11nyumbang,
39:12dan ikut,
39:12menjadi bagian ini,
39:14ada perubahan perilaku juga,
39:15perubahan perilaku,
39:16misi besarnya,
39:17seperti itu,
39:18bisa,
39:19mungkin saya recap,
39:20tadi,
39:22membawa,
39:23kesadaran yang utuh lah,
39:25untuk,
39:25untuk,
39:26untuk masyarakat,
39:27dan ini kan,
39:27tidak instan,
39:29apalagi,
39:30yang kita lakukan,
39:31ini,
39:31mungkin setahun ini,
39:33atau,
39:34setahun lalu,
39:35dan tahun ini,
39:36yang hadir,
39:37itu kan,
39:38mayoritas orang,
39:39yang sudah paham,
39:40terkait dengan lingkungan,
39:41itu akan lebih banyak hadir,
39:43tapi,
39:43dengan format tahun ini,
39:45kita menggandeng,
39:46pemuda-pemuda di adat,
39:48mereka juga,
39:49kita,
39:50apa itu namanya,
39:50berikan ruang,
39:51untuk membuat kesenian,
39:52yang menggambarkan,
39:53kondisi iklim kita hari ini,
39:55di,
39:57apa itu namanya,
39:59di kanal-kanal informasi,
40:00kita di Instagram,
40:02bahkan di,
40:03shuttle intaran,
40:04itu ada juga,
40:06apa itu namanya,
40:06stiker terkait dengan,
40:07pekan iklim Bali,
40:08supaya,
40:09penyadar tahuannya ini,
40:10bisa di,
40:12terjangkau lebih luas lagi,
40:13terus,
40:14terima kasih,
40:15Bli,
40:15waktu dan penjelasannya,
40:17agak belepotan,
40:17gak apa-apa ya,
40:21nah,
40:22kita berharap,
40:23nanti,
40:23event ini,
40:24event pekan iklim ini,
40:26berjalan sukses,
40:26dan lancar,
40:28dan,
40:29membuat,
40:29masyarakat sadar,
40:31akan pentingnya,
40:32apa ya,
40:33adaptasi,
40:34dan,
40:35mitigasi,
40:36terhadap,
40:37proses iklim,
40:38yang ada di Bali,
40:39nah,
40:39terima kasih,
40:40Bli,
40:40untuk waktunya,
40:41nah,
40:42demikian,
40:43podcast kita kali ini,
40:44yang mengat,
40:45topik perubahan iklim,
40:47dan transisi energi,
40:48mudah-mudahan,
40:49bisa menginspirasi,
40:50dan bermanfaat,
40:51sampai ketemu lagi,
40:52di podcast,
40:53berita bali.com,
40:55Santi,
40:56Santi,
40:56Santi,
40:56Terima kasih.