00:00Efek metabolik pada pola diet intermittent fasting
00:02Pola diet intermittent fasting, IF, merupakan metode pembatasan waktu makan yang dinilai berpotensi membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki metabolisme
00:11tubuh.
00:13Pola ini juga dikaitkan dengan manfaat bagi penderita dislipidemia, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kardiofaskular.
00:20IF memiliki beberapa metode, antara lain alternated day fasting dengan puasa berselang, modifiat fasting regimen dengan pembatasan kalori saat hari
00:27puasa, serta time restricted feeding yang membatasi waktu makan dalam sehari, misalnya 16 jam puasa dan 8 jam waktu makan.
00:34Dampak IF terhadap metabolisme berkaitan dengan pengaturan irama sirkadian, mikrobiota usus, dan perubahan perilaku makan.
00:41Pembatasan waktu makan dinilai dapat membantu mengatur berat badan dan metabolisme energi dengan menyesuaikan waktu konsumsi makanan terhadap pola alami
00:49tubuh.
00:49Pada mikrobiota usus, IF diduga dapat memperbaiki aktivitas dan keragaman mikrobiota yang berkaitan dengan metabolisme serta stabilitas berat badan.
00:57Sementara itu, pembatasan asupan kalori dapat membantu mengendalikan pola makan dalam jangka panjang.
01:03Sejumlah penelitian menunjukkan IF berpotensi menurunkan berat badan, masa lemak, lingkar pinggang, tekanan darah, serta memperbaiki sensitivitas insulin.
01:12Studi selama 12 minggu melaporkan penurunan berat badan sekitar 2,5 hingga 9,9 persen.
01:18Sedangkan telah asistematik menemukan penurunan sekitar 3 hingga 4 kg dalam 12 minggu.
01:23Pada metabolisme lemak, kondisi puasa mendorong tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.
01:29Perubahan tersebut dapat disertai penurunan masa lemak, kadar triglycerida, serta beberapa faktor risiko kardiometabolik.
01:37Namun, efek terhadap kadar kolesterol low density lipoprotein, LDL, dan high density lipoprotein, HDL, tidak selalu menunjukkan perubahan yang signifikan.
01:46Bagi penderita diabetes melitus tipe 2, IF dilaporkan dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin dan menurunkan kadar glicated hemoglobin, HbA1c.
01:56Namun, perubahan pola makan dan dosis obat anti diabetes perlu dilakukan dengan pengawasan dokter dan ahli gizi untuk mencegah efek
02:03samping.
02:04IF juga dikaitkan dengan efek kardioprotektif melalui perubahan metabolisme lemak, peningkatan adiponektin, serta pengendalian tekanan darah dan gula darah.
02:13Sejumlah penelitian menunjukkan pola ini dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai mekanisme yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
02:19Meski demikian, IF tidak cocok untuk semua orang.
02:23Efek samping yang dapat muncul antara lain lemas, pusing, dan konstipasi.
02:28Kelompok tertentu, seperti penderita diabetes melitus tipe 1, ibu hamil dan menyusui, serta lanjut usia yang membutuhkan konsumsi makanan terkait
02:36penggunaan obat, perlu mendapatkan pertimbangan medis sebelum menjalani pola ini.
02:40Jika dibandingkan dengan continus energi restriktion, CER, penelitian menunjukkan IF dan CER dapat memberikan hasil penurunan berat badan yang relatif
02:48serupa dalam jangka panjang.
02:50Perbedaan utamanya terletak pada pola pembatasan makan, dengan IF mengatur waktu makan dan CER membatasi jumlah kalori setiap hari.
02:58Terima kasih.