Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pola diet yang dikenal dengan intermittent fasting saat ini mampu menurunkan berat badan dan memiliki dampak baik terhadap metabolisme tubuh. Intermittent fasting (IF) dipercaya dapat memberikan dampak baik pada penderita dislipidemia, diabetes mellitus tipe 2, maupun penyakit jantung.

Di era maju seperti sekarang, semakin mudahnya akses masyarakat untuk mendapatkan makanan yang cepat saji dan minuman yang mengandung kadar gula yang tinggi menggiring masyarakat untuk memiliki pola hidup yang tidak sehat.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #intermittenfasting #dietIF #Efekmetabolik

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00Efek metabolik pada pola diet intermittent fasting
00:02Pola diet intermittent fasting, IF, merupakan metode pembatasan waktu makan yang dinilai berpotensi membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki metabolisme
00:11tubuh.
00:13Pola ini juga dikaitkan dengan manfaat bagi penderita dislipidemia, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kardiofaskular.
00:20IF memiliki beberapa metode, antara lain alternated day fasting dengan puasa berselang, modifiat fasting regimen dengan pembatasan kalori saat hari
00:27puasa, serta time restricted feeding yang membatasi waktu makan dalam sehari, misalnya 16 jam puasa dan 8 jam waktu makan.
00:34Dampak IF terhadap metabolisme berkaitan dengan pengaturan irama sirkadian, mikrobiota usus, dan perubahan perilaku makan.
00:41Pembatasan waktu makan dinilai dapat membantu mengatur berat badan dan metabolisme energi dengan menyesuaikan waktu konsumsi makanan terhadap pola alami
00:49tubuh.
00:49Pada mikrobiota usus, IF diduga dapat memperbaiki aktivitas dan keragaman mikrobiota yang berkaitan dengan metabolisme serta stabilitas berat badan.
00:57Sementara itu, pembatasan asupan kalori dapat membantu mengendalikan pola makan dalam jangka panjang.
01:03Sejumlah penelitian menunjukkan IF berpotensi menurunkan berat badan, masa lemak, lingkar pinggang, tekanan darah, serta memperbaiki sensitivitas insulin.
01:12Studi selama 12 minggu melaporkan penurunan berat badan sekitar 2,5 hingga 9,9 persen.
01:18Sedangkan telah asistematik menemukan penurunan sekitar 3 hingga 4 kg dalam 12 minggu.
01:23Pada metabolisme lemak, kondisi puasa mendorong tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.
01:29Perubahan tersebut dapat disertai penurunan masa lemak, kadar triglycerida, serta beberapa faktor risiko kardiometabolik.
01:37Namun, efek terhadap kadar kolesterol low density lipoprotein, LDL, dan high density lipoprotein, HDL, tidak selalu menunjukkan perubahan yang signifikan.
01:46Bagi penderita diabetes melitus tipe 2, IF dilaporkan dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin dan menurunkan kadar glicated hemoglobin, HbA1c.
01:56Namun, perubahan pola makan dan dosis obat anti diabetes perlu dilakukan dengan pengawasan dokter dan ahli gizi untuk mencegah efek
02:03samping.
02:04IF juga dikaitkan dengan efek kardioprotektif melalui perubahan metabolisme lemak, peningkatan adiponektin, serta pengendalian tekanan darah dan gula darah.
02:13Sejumlah penelitian menunjukkan pola ini dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai mekanisme yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.
02:19Meski demikian, IF tidak cocok untuk semua orang.
02:23Efek samping yang dapat muncul antara lain lemas, pusing, dan konstipasi.
02:28Kelompok tertentu, seperti penderita diabetes melitus tipe 1, ibu hamil dan menyusui, serta lanjut usia yang membutuhkan konsumsi makanan terkait
02:36penggunaan obat, perlu mendapatkan pertimbangan medis sebelum menjalani pola ini.
02:40Jika dibandingkan dengan continus energi restriktion, CER, penelitian menunjukkan IF dan CER dapat memberikan hasil penurunan berat badan yang relatif
02:48serupa dalam jangka panjang.
02:50Perbedaan utamanya terletak pada pola pembatasan makan, dengan IF mengatur waktu makan dan CER membatasi jumlah kalori setiap hari.
02:58Terima kasih.

Dianjurkan