Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dalam kehidupan modern, istilah generasi sandwich atau sandwich generation kian marak diperbincangkan di berbagai negara berkembang, termasuk di Indonesia. Fenomena ini menggambarkan kondisi psikologis dan finansial individu yang terjepit di antara kewajiban merawat generasi di atasnya sekaligus generasi di bawahnya.

Tekanan ini tidak hanya datang dari aspek finansial semata, melainkan juga berakar dari norma sosial yang berkembang turun-temurun di masyarakat. Bagi beberapa orang fenomena ini merupakan hal biasa, bahkan ada yang menganggapnya sebagai bentuk bakti seseorang terhadap keluarganya.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #stopgenerasisandwich

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00Generasi sandwich menjadi fenomena yang semakin banyak diperbincangkan di Indonesia.
00:06Istilah ini menggambarkan kondisi seseorang yang harus menanggung kebutuhan orang tua sekaligus anak-anaknya.
00:12Fenomena ini bukan hanya soal keuangan, tetapi juga berkaitan dengan norma sosial dan tuntutan keluarga yang diwariskan dari generasi ke
00:19generasi.
00:20Istilah generasi sandwich diperkenalkan oleh Profesor Dorothee A. Miller pada 1981.
00:27Ibarat roti lapis, seseorang berada di tengah-tengah tanggung jawab merawat dua generasi sekaligus.
00:33Ada tiga jenis generasi sandwich.
00:35Pertama, traditional sandwich generation, yaitu orang dewasa yang menanggung orang tua lansia dan anak-anaknya.
00:41Kedua, club sandwich generation, yang memiliki tanggungan lebih luas seperti cucu hingga kakek nenek.
00:48Ketiga, open face sandwich generation, yaitu siapa saja yang merawat atau menanggung lansia terlepas dari status pernikahan
00:55maupun kepemilikan anak.
00:57Penyebabnya antara lain, minimnya persiapan dana pensiun,
01:01anggapan bahwa anak adalah jaminan hari tua,
01:04serta meningkatnya biaya pendidikan, tempat tinggal, dan kesehatan.
01:08Akibatnya, penghasilan habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
01:12Kesempatan menabung dan mempersiapkan masa depan pun semakin terbatas.
01:15Beban ini juga dapat memicu stres berkepanjangan, kelelahan emosional, hingga konflik dalam keluarga.
01:22Lalu, bagaimana cara memutus rantainya?
01:25Langkah pertama adalah menyiapkan dana pensiun dan perlindungan kesehatan sejak dini.
01:30Selain itu, komunikasi terbuka dengan keluarga dan pembagian tanggung jawab bersama saudara kandung dapat membantu meringankan beban.
01:38Memutus rantai generasi sandwich bukan berarti tidak berbakti kepada orang tua.
01:43Justru, kemandirian finansial dan pembagian tanggung jawab yang sehat
01:46menjadi langkah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.

Dianjurkan