Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Gangguan kesehatan mental pada remaja adalah masalah yang memerlukan perhatian khusus. Menurut hasil survei Indonesia-national Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022, terdapat sebanyak 15,5 juta atau 1 dari 3 remaja (34,8%) Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.

 

Sementara itu, menurut laporan dari WHO, 1 dari 7 anak berusia 10–19 tahun diketahui memiliki masalah psikologis. Di mana depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku merupakan salah satu penyebab utama penyakit serta gangguan mental di kalangan remaja.

 

Itulah sebabnya, masalah kesehatan mental remaja perlu segera diminimalkan, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kesadaran akan jenis masalah mental yang sering dialami oleh remaja. Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #mentalillnes #psikosis

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00Masa remaja bukan hanya tentang perubahan fisik,
00:04tetapi juga perubahan emosi, pola pikir, dan kehidupan sosial.
00:07Karena itu, kesehatan mental remaja penting diperhatikan dan tidak boleh disepelekan.
00:13Ada enam jenis gangguan atau masalah kesehatan mental yang perlu dikenali.
00:17Pertama, gangguan makan, seperti anoreksia, bulimia, dan binge eating disorder.
00:23Kondisi ini dapat berkaitan dengan kekhawatiran berlebihan terhadap berat badan,
00:27citra tubuh, maupun kesulitan mengendalikan pola makan.
00:31Kedua, gangguan perilaku dan perkembangan,
00:33seperti ADHD, gangguan perilaku tertentu, serta gangguan spektrum autisme.
00:39Masing-masing memiliki karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda.
00:43Ketiga, psikosis, yaitu kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang
00:47membedakan kenyataan dari pengalaman yang tidak sesuai realitas.
00:51Gejalanya bisa berupa halusinasi dan delusi.
00:54Keempat, gangguan emosional, termasuk kecemasan, depresi, dan fobia spesifik
00:59yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
01:02Kelima, perilaku berisiko tinggi,
01:04seperti penyalahgunaan narkoba dan alkohol yang perlu diperhatikan,
01:08terutama jika disertai perubahan perilaku atau tekanan emosional.
01:12Keenam, perilaku menyakiti diri sendiri dan pikiran bunuh diri.
01:16Kondisi ini perlu ditanggapi dengan serius dan segera mendapatkan bantuan.
01:20Orang tua perlu memperhatikan perubahan suasana hati, perilaku, pola pikir,
01:26maupun aktivitas sehari-hari anak yang berlangsung tidak biasa.
01:29Berikan ruang untuk bercerita tanpa maha kimi,
01:31dan jangan ragu mencari bantuan psikolog atau psikiater jika diperlukan.
01:35Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan