00:01Skizofrenia sering disalahpahami sebagai kondisi orang yang dianggap gila.
00:05Padahal skizofrenia merupakan gangguan mental serius
00:09yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku.
00:14Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO,
00:17sekitar 1 dari 300 orang di dunia mengalami skizofrenia.
00:22Penyebabnya belum sepenuhnya diketahui.
00:25Namun, para ahli meyakini kondisi ini berkaitan dengan kombinasi faktor genetik
00:29lingkungan, pengalaman hidup, serta perbedaan struktur dan fungsi otak.
00:34Lantas, apa saja gejalanya?
00:37Skizofrenia dapat ditandai dengan delusi, atau keyakinan yang tidak sesuai kenyataan,
00:42halusinasi, seperti mendengar suara yang sebenarnya tidak ada,
00:46hingga gangguan dalam berpikir dan berbicara.
00:49Penderitanya juga bisa mengalami perubahan perilaku,
00:52kehilangan motivasi, berkurangnya ekspresi emosi,
00:55serta kesulitan menjalin hubungan sosial.
00:57Gejala tersebut dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari,
01:01pekerjaan, pendidikan, hingga kemampuan merawat diri.
01:05Meski demikian, sebagian besar orang dengan skizofrenia tidak berbahaya.
01:09Mereka justru lebih beresiko menjadi korban kekerasan dibandingkan orang lain.
01:13Untuk memastikan diagnosis,
01:16tenaga profesional kesehatan mental perlu melakukan penilaian menyeluruh terhadap gejala dan riwayat pasien.
01:21Pemeriksaan biasanya tidak cukup dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan.
01:26Kabar baiknya, skizofrenia dapat ditangani melalui kombinasi obat antipsikotik,
01:31psikoterapi, dukungan keluarga,
01:33serta program pemulihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
01:37Karena itu, penting untuk tidak memberikan stigma atau mengucilkan orang dengan skizofrenia.
01:43Dukungan dan penanganan yang tepat dapat membantu mereka menjalani kehidupan sehari-hari
01:48dan mencapai tujuan hidupnya.
01:49Jika seseorang menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan,
01:53ajak mereka mencari bantuan profesional kesehatan mental.