Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Skizofrenia sering kali disalahpahami sebagai perilaku orang yang "gila". Padahal, kondisi tersebut merupakan gangguan mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Mari bahas lebih dalam tentang apa itu skizofrenia, gejala hingga bagaimana Sahabat MIKA bisa membantu teman atau kerabat yang mengalaminya.

Skizofrenia (schizophrenia) adalah gangguan otak kronis (jangka panjang) yang kerap salah dipahami. Meskipun gejalanya bisa sangat beragam, penderitanya sering merasa kesulitan mengenali kenyataan, berpikir logis, dan berperilaku normal dalam situasi sosial.

Menurut data WHO, terdapat sekitar 1 dari 300 orang di seluruh dunia mengidap skizofrenia. Adapun kondisi ini tidak umum seperti gangguan mental lainnya.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #skizofrenia #mentalillnes

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:01Skizofrenia sering disalahpahami sebagai kondisi orang yang dianggap gila.
00:05Padahal skizofrenia merupakan gangguan mental serius
00:09yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku.
00:14Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO,
00:17sekitar 1 dari 300 orang di dunia mengalami skizofrenia.
00:22Penyebabnya belum sepenuhnya diketahui.
00:25Namun, para ahli meyakini kondisi ini berkaitan dengan kombinasi faktor genetik
00:29lingkungan, pengalaman hidup, serta perbedaan struktur dan fungsi otak.
00:34Lantas, apa saja gejalanya?
00:37Skizofrenia dapat ditandai dengan delusi, atau keyakinan yang tidak sesuai kenyataan,
00:42halusinasi, seperti mendengar suara yang sebenarnya tidak ada,
00:46hingga gangguan dalam berpikir dan berbicara.
00:49Penderitanya juga bisa mengalami perubahan perilaku,
00:52kehilangan motivasi, berkurangnya ekspresi emosi,
00:55serta kesulitan menjalin hubungan sosial.
00:57Gejala tersebut dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari,
01:01pekerjaan, pendidikan, hingga kemampuan merawat diri.
01:05Meski demikian, sebagian besar orang dengan skizofrenia tidak berbahaya.
01:09Mereka justru lebih beresiko menjadi korban kekerasan dibandingkan orang lain.
01:13Untuk memastikan diagnosis,
01:16tenaga profesional kesehatan mental perlu melakukan penilaian menyeluruh terhadap gejala dan riwayat pasien.
01:21Pemeriksaan biasanya tidak cukup dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan.
01:26Kabar baiknya, skizofrenia dapat ditangani melalui kombinasi obat antipsikotik,
01:31psikoterapi, dukungan keluarga,
01:33serta program pemulihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
01:37Karena itu, penting untuk tidak memberikan stigma atau mengucilkan orang dengan skizofrenia.
01:43Dukungan dan penanganan yang tepat dapat membantu mereka menjalani kehidupan sehari-hari
01:48dan mencapai tujuan hidupnya.
01:49Jika seseorang menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan,
01:53ajak mereka mencari bantuan profesional kesehatan mental.

Dianjurkan