00:00Beras yang seharusnya membantu meningkatkan gizi masyarakat, justru diduga dijual dengan harga jauh di atas kewajaran.
00:08Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan permainan dalam peredaran beras fortifikasi di Indonesia.
00:14Sebenarnya, apa itu beras fortifikasi?
00:17Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B1, B12, asam folat, zat besi, dan seng.
00:27Tujuannya, membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok yang rentan mengalami kekurangan gizi.
00:34Namun, hasil pengawasan Kementerian Pertanian menemukan dugaan ketidaksesuaian pada sejumlah produk beras fortifikasi.
00:40Menurut Amran, sekitar 80 persen beras fortifikasi yang telah terdaftar diduga tidak memenuhi standar pemerintah.
00:48Temuan awal ini diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian masyarakat hingga Rp71 triliun.
00:53Persoalan lainnya adalah harga jual.
00:56Biaya tambahan untuk memasukkan kernel fortifikasi disebut hanya sekitar Rp700 hingga Rp1.000 per kilogram.
01:03Dengan menggunakan beras medium sebagai bahan baku, harga beras fortifikasi, menurut perhitungan Kementan, seharusnya berada di kisaran Rp14.000 per
01:12kilogram.
01:13Namun, hasil pemantauan pemerintah menunjukkan harga rata-rata produk yang diperiksa mencapai sekitar Rp22.000 per kilogram.
01:20Bahkan ada yang dijual hingga Rp42.000 per kilogram.
01:24Amran pun menyoroti dugaan permainan dalam peredaran beras tersebut.
01:28Ini kelihatan ada yang memainkan lagi perberasan Indonesia.
01:31Melakukan pergeseran dari beras premium ke fortifikasi.
01:34Ujar Amran di Jakarta Selatan.
01:37Jumat 31 Juli.
01:38Kementerian Pertanian berencana menindaklanjuti temuan ini melalui jalur administratif maupun pidana.
01:44Produk yang terbukti tidak memenuhi ketentuan dapat dicabut izin edarnya.
01:47Sementara hasil pemeriksaan laboratorium akan disampaikan kepada Satgas Pangan.
01:52Saya sebagai kepala, sestama, dirjen, cabut izinnya.
01:56Itu kewenanganku.
01:58Cabut izinnya dan tidak boleh mengedarkan karena ini sudah ada lab.
02:02Kemudian pidananya kirim ke Satgas, katanya.
02:06Meski begitu, pemerintah belum akan langsung menarik seluruh produk dari peredaran
02:10karena penanganan masih berada pada tahap awal.