00:00Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Kemenduk Bangga
00:05menghadirkan Akademi Keluarga Indonesia untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
00:11Program ini ditujukan bagi remaja berusia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah,
00:16dengan fokus pada pembentukan karakter dan nilai kehidupan.
00:20Menteri Wihaji menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk kualitas generasi masa depan.
00:25Bagi Kemenduk Bangga, garis miring BKKBN, keluarga adalah unit terkecil dan terendah di sebuah negara.
00:32Maka kalau mau memperbaiki negara, perbaiki keluarganya, ujar Wihaji.
00:37Akademi Keluarga Indonesia mengintegrasikan tiga program,
00:41yakni Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Sekolah Siaga Kependudukan, serta Generasi Berencana.
00:47Pembelajaran ini mencakup empat pilar, mulai dari karakter dan kesiapan berkeluarga,
00:52ekologi kependudukan, literasi dan etika digital, hingga optimalisasi bonus demografi.
00:58Wihaji juga menyoroti penggunaan telpon seluler selama 8 hingga 10 jam sehari,
01:03yang dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, dan kesehatan mental remaja.
01:08Karena itu, generasi muda dinilai perlu memiliki bekal lebih dari sekadar pendidikan dan kesiapan kerja.
01:14Mereka juga perlu memahami diri sendiri dan mampu menghadapi perubahan kehidupan.
01:19Tatanan kita sekarang sudah beda.
01:21Sekarang bukan lagi siap kerja, lebih dari itu yakni siap hidup, tegas Wihaji.
01:26Melalui Akademi Keluarga Indonesia, pemerintah berharap remaja dapat membangun karakter,
01:31mempersiapkan masa depan, dan membagikan pengetahuan kepada teman sebaya.
01:35Dengan dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha,
01:41program ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk menciptakan generasi muda yang tangguh dan berkualitas.
01:51Terima kasih.