Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengaktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang siap beroperasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Sebanyak 980 SPPG di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali diaktivasi secara serentak di 16 provinsi.
BGN juga telah membuka kembali 480 SPPG di wilayah Indonesia bagian timur yang berada di kawasan 3T serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #BGN #MBG

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Badan Gizi Nasional atau BGN kembali mengaktifkan hampir seribu dapur program makan bergizi gratis atau MBG di wilayah tertinggal, terdepan,
00:10dan terluar, serta daerah dengan angka stunting tinggi.
00:13Pada Jumat 16 Oktober 2026, sebanyak 980 satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG diaktifkan secara serentak di 16 provinsi, mencakup
00:24wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Bali.
00:26Dari jumlah tersebut, 691 SPPG berada di Sumatra, sedangkan 289 lainnya berada di Kalimantan dan Bali.
00:35Sebelumnya, BGN juga telah mengaktifkan kembali 480 SPPG di wilayah Indonesia bagian timur.
00:41Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa proses aktifasi dapur MBG dilakukan melalui sistem dan mekanisme resmi.
00:48Ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap oknum yang mengaku bisa membantu proses aktifasi dengan meminta imbalan.
00:55Kami tidak mengotorisasi siapapun. Kami tidak memerintahkan siapapun. Semuanya dilaksanakan by system. Tidak ada calo, tegas Sudaryono.
01:04Menurutnya, BGN telah menerima laporan adanya oknum yang meminta uang hingga 100 juta, 150 juta, bahkan 200 juta untuk membantu
01:13proses aktifasi SPPG.
01:15Sudaryono meminta masyarakat yang menemukan atau memiliki bukti praktik tersebut agar melaporkannya kepada pihak berwajib.
01:21BGN menegaskan proses aktifasi SPPG harus mengikuti mekanisme resmi dan tidak melalui perantara berbayar.

Dianjurkan