00:00Upaya mengendalikan banjir di Kota Pekanbaru tidak cukup hanya dengan membangun waduk dan embung.
00:06Pemerintah kota juga diminta memastikan infrastruktur penampungan air tersebut dirawat secara berkala agar tetap berfungsi optimal.
00:14Anggota Komisi 4 DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla, mendukung rencana mengaktifkan kembali Waduk Cipta Karya pada 2027,
00:22menjajaki pembangunan waduk baru, serta memanfaatkan lahan cukungan sebagai tempat penampungan air.
00:27Namun, Roni mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus dibarengi dengan pemeliharaan berkelanjutan.
00:35Ia mengatakan, kita melihat upaya Pemko untuk mengendalikan banjir, salah satunya dengan membangun waduk dan embung di sejumlah lokasi rawan
00:43banjir.
00:44Politisi Partai Amanat Nasional itu menilai perawatan waduk dan embung selama ini perlu mendapat perhatian lebih serius.
00:51Pemeriksaan rutin harus dilakukan untuk mengetahui kondisi fasilitas tersebut, termasuk kemungkinan terjadinya pendakalan.
00:58Selama ini kita kurang memperhatikan perawatan.
01:01Waduk dan embung harus diperiksa untuk memastikan apakah terjadi pendakalan.
01:05Jika ada, perlu dilakukan normalisasi, ujarnya.
01:09Menurut Roni, pendakalan dapat mengurangi kapasitas penampungan air,
01:13sehingga waduk dan embung tidak mampu menampung debit air secara maksimal.
01:17Kondisi ini berpotensi mengurangi efektivitas pengendalian banjir, terutama saat hujan deras mengguyur pekan baru.
01:24Karena itu, ia meminta Pemko Pekan Baru melakukan pemeriksaan rutin terhadap seluruh waduk dan embung.
01:29Jika ditemukan pendakalan atau penurunan fungsi, normalisasi dan perbaikan harus segera dilakukan.
01:36Roni menegaskan, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur baru,
01:41tetapi juga konsistensi pemerintah dalam menjaga fasilitas yang telah tersedia.
01:46Jangan sekadar membuat, tetapi juga harus dirawat, tegasnya.