Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merampungkan penelitian bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis singkong. Teknologi tersebut kini siap memasuki tahap uji lapangan setelah komponen utamanya diperoleh dan menjalani pengujian di lokasi.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #pemadamsingkong #BRIN #karhutla

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengembangkan bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan berbasis singkong.
00:08Teknologi bernama KASAPE atau Singkong APP ini kini siap memasuki tahap uji lapangan.
00:15Kepala BRIN, Arief Satria menjelaskan, bahan tersebut merupakan kombinasi pati singkong dan amonium polifosfate atau APP
00:22yang dikembangkan sebagai bahan penghambat penyebaran api.
00:25Periset kimia molekular BRIN, Julinton, menjelaskan pati singkong dapat dimodifikasi agar cairan lebih kental,
00:33melekat pada vegetasi, dan mampu menahan air lebih lama.
00:37Dalam formulasi ini, air membantu menyerap panas, sementara APP berperan memperlambat proses pembakaran.
00:44Campuran tersebut juga berpotensi membentuk lapisan karbon yang menghambat perpindahan panas
00:49dan membatasi kontak bahan bakar dengan oksigen.
00:51Teknologi ini dirancang untuk membantu menangani titik api awal, kebakaran kecil yang terpisah,
00:57hingga memperlambat perambatan api pada vegetasi.
01:01Namun efektivitasnya belum dapat dipastikan.
01:04BRIN masih perlu menguji kinerja pemadaman, kekentalan, stabilitas penyimpanan, serta keamanan dan dampak lingkungannya.
01:11Bahan ini juga dirancang untuk diaplikasikan dari udara maupun darat.
01:15Meski begitu, penggunaannya tetap membutuhkan dukungan personel darat dan metode pemadaman lainnya,
01:20terutama saat menghadapi kebakaran berintensitas tinggi.
01:24Selain mengembangkan bahan pemadam berbasis singkong,
01:26BRIN turut menyiapkan inovasi pendukung operasi modifikasi cuaca,
01:30termasuk Dumikron, Kosat, dan Dry Ice,
01:33melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Udara, BNNB, dan BMKG.
01:38Seluruh inovasi tersebut diharapkan mendukung penanganan karhutlah,
01:41namun penerapannya tetap bergantung pada hasil pengujian dan validasi di lapangan.

Dianjurkan