Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pidato dalam peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dalam pidato itu, DPR RI menegaskan pentingnya semangat Sumpah Pemuda dan persatuan.

Dasco juga berbicara mengenai kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai Malaysia dan Singapura.

"Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji," tuturnya.

Di dalam negeri, Dasco mengajak partai dan fraksi untuk berdiri bersama ketika bangsa membutuhkan, agar parlemen hadir membenahi tata kelola negara.

Baca Juga [FULL] Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas 31 BBTUD, INDEF Soroti Kontrak dan Investasi | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/video/698427/full-ekspor-gas-ke-singapura-dipangkas-31-bbtud-indef-soroti-kontrak-dan-investasi-kompas-pagi

#dpr #sufmidasco #karhutla

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/698494/full-dpr-bicara-persatuan-hingga-asap-karhutla-ke-singapura-malaysia-peringati-hari-sumpah-pemuda
Transkrip
00:00Berani tanpa gegabah, terbuka tanpa tunduk, bersatu tanpa kehilangan nalar kritis.
00:08Saya mengajak kepada seluruh kekuatan bangsa, terutama generasi muda, untuk menjaga semangat itu.
00:17Bismillahirrohmanirrohim.
00:18Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:22Salam sejahtera bagi kita semua.
00:24Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
00:28Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya hormati.
00:33Hari ini kita memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda.
00:39Pada 28 Oktober 1928, pemuda dari berbagai daerah, suku, dan organisasi datang membawa perbedaan.
00:50Mereka tidak sepakat dalam segala hal, tetapi mereka sepakat tentang suatu yang lebih penting.
00:59Tanah air yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa persatuan Indonesia.
01:06Mereka tidak menunggu keadaan menjadi muda untuk bersatu.
01:13Mereka bersatu justru karena menyadari bahwa masa depan tidak mungkin diperjuangkan sendiri-sendiri.
01:23Itulah keberanian politik generasi 1928 menempatkan cita-cita bangsa di atas batas kelompok.
01:36Dan keberanian semacam itu kembali ditutup dari kita hari ini.
01:43Dunia saat ini sedang bergerak dalam ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi.
01:49Ketegangan di Timur Tengah merambat jauh melampaui wilayah konflik,
01:54keharga energi, biaya pengangkutan, rantai pasok, inflasi, dan akhirnya ke dapur keluarga Indonesia.
02:05Persaingan kekuatan besar, perebutan teknologi, serta perubahan arah perdagangan dunia
02:16mempersempit ruang bagi negara yang tidak siap.
02:22Di kawasan kita, dinamika Laut Cina Selatan, keamanan pelayaran, kejahatan lintas batas,
02:29dan ancaman cyber menguji daya tahan ASEAN.
02:35Belum lagi perang proksi, disinformasi, dan tekanan ekonomi
02:39yang dapat menggerus persatuan tanpa satu tembakan pun dilepaskan.
02:45Bencana kebakaran hutan dan lahan, asap lintas batas banjir, cuaca ekstrim,
02:54serta ancaman pangan memperlihatkan bahwa keselamatan rakyat dan keamanan negeri kini saling bertahun.
03:02Karena itu, persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan.
03:07Ia harus menjelma menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil.
03:16Saudara-saudara sekalian, Indonesia harus tetap teguh pada politik luar negeri bebas aktif.
03:26Kita tidak menjadi kepanjangan tangan kepentingan negara manapun.
03:32Tetapi tidak pula menutup pintu kerjasama dan dalam pertahanan sikap defensif aktif berarti waspada,
03:43mampu mencegah ancaman dan berinisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan.
03:51Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan sekaligus arif menjaga perdamaian.
04:00Dalam perkara kabut asap lintas batas,
04:04misalnya kita mendengar perhatian, kritik, dan rekomendasi dari negara Malaysia dan Singapura,
04:12termasuk suara yang berkembang di parlement negara sahabat.
04:16Kita patut menghargainya tanpa harus menerima setiap penilaian.
04:24Yang paling penting ialah melindungi warga terdampak,
04:28memperkuat pencegahan dan penegakan hukum,
04:32serta memulihkan lingkungan dan memastikan tanggung jawab pelaku usaha,
04:39termasuk yang memiliki rantai kegiatan lintas negara.
04:42Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan.
04:48Kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji.
04:52Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen Asia duduk lebih erat
04:58tidak hanya ketika terjadi krisis.
05:02Kita perlu membangun kerjasama antar parlemen untuk pencegahan bencana,
05:08keamanan, cyber, ketahanan pangan, dan energi,
05:14serta penyelesaian persoalan lintas batas.
05:17Kita tidak dapat memilih tetangga,
05:21tetapi kita dapat memilih cara bertetangga.
05:24Saling menghormati, berbicara terus terang,
05:27dan mencari jalan keluar bersama.
05:31Saudara-saudara yang saya hormati,
05:33Sumpah mudah juga berbicara langsung kepada kehidupan politik kita.
05:38Asal partai, fraksi, atau daerah pemilihan
05:41bukan alasan untuk menolak berdiri bersama
05:44ketika konstitusi dan keselamatan bangsa menuntutnya.
05:49Parlemen harus hadir sebagai bagian dari perjuangan
05:53memenahi tata kelolaan negara,
05:55sekaligus garda terdepan dalam membela kepentingan nasional
06:01melalui kewenangan konstitusionalnya.
06:06Partai adalah jalan pengabdian.
06:09Fraksi adalah sarana memperjuangkan aspirasi.
06:13Tetapi Indonesia adalah amanah kita bersama.
06:18Binyika Tunggal Ika tidak meminta kita menghapus perbedaan,
06:22melainkan mengelolanya dengan kedewasaan
06:27dalam bingkai kedaulatan rakyat.
06:30Negara hukum, hak asasi manusia,
06:34keadilan sosial,
06:35dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.
06:40Cinta tanah air bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan.
06:45Justru karena mencintai negeri ini,
06:48kita harus berani memperbaikinya.
06:52Tanggung jawab itu diuji dalam legislasi.
06:57Dalam masa persidangan satu tahun sidang 2026-2027,
07:02DPR RI bersama pemerintah
07:04menyetujui rancangan undang-undang
07:06mengenai pengaturan reforma agraria,
07:09perlindungan ketenangan kerjaan,
07:11dan satu data Indonesia.
07:14Tanah yang lebih berkeadilan,
07:16pekerjaan yang lebih bermartabat,
07:19dan kebijakan yang bertumpu pada data terpercaya,
07:24adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan negara secara nyata dalam kehidupan rakyat.
07:31Pada masa persidangan dua yang akan datang,
07:35terdapat empat agenda penting yang perlu kita kerjakan secara cermat dan saling terhubung.
07:43RUU Keamanan dan Ketahanan Cyber harus memperkuat
07:48daya tahan infrastruktur digital
07:52dengan pembagian kewenangan yang jelas dan pengawasan
07:56yang menjamin
07:57privasi,
07:59kebebasan berekspresi,
08:02serta batas peran
08:04aparat di ruang sibil.
08:07RUU Masyarakat Adat
08:08harus memastikan
08:10pengakuan masyarakat,
08:12wilayah pengetahuan,
08:14dan hak kolektifnya,
08:15bukan menjadikan mereka sekadar objek pencatatan.
08:21RUU Administrasi Kependudukan
08:23harus menjamin
08:25identitas hukum
08:27dan layanan publik
08:28bagi setiap warga
08:30tanpa mengorbankan pelindungan data pribadi.
08:34RUU Perampasan Aset
08:35terkait dengan tindak bidana korupsi
08:38dan tindak bidana lainnya
08:40yang telah menjadi usul inisiatif DPR
08:43harus memungkinkan negara
08:45mengejar hasil kegiatan secara efektif
08:48namun ia wajib berada dalam
08:51sistem peradilan pidana terpadu
08:53selaras dengan KUHP
08:55dan KUHAP nasional yang baru
08:58serta
09:00menyunjung
09:01due process of law.
09:03Pengaturan tentang pembuktian,
09:07kontrol pengadilan,
09:09dan perlindungan pihak ketiga yang beri tingkat baik
09:11harus terang
09:13agar ketegasan
09:15tidak berubah
09:16menjadi kesewenang-wenangan.
09:18Keempat agenda ini
09:20tidak boleh
09:21menjadi pulau-pulau
09:22hukum yang berdiri sendiri.
09:24Semuanya harus terintegrasi
09:27dengan kerangka
09:28satu data Indonesia.
09:30Data kependudukan
09:32yang akurat
09:33untuk melayani warga,
09:36data dan pengakuan
09:37pengakuan masyarakat,
09:38adat yang menghormati
09:41hak yang kolektif,
09:42pertukaran informasi
09:44yang aman
09:45untuk ketahanan cyber,
09:47serta penelusuran
09:48aset berdasarkan
09:50kewenangan hukum
09:51yang sah
09:52dan dapat
09:53diaudit.
09:55Integrasi
09:56bukan izin
09:58membuka seluruh data
09:59kepada semua pihak.
10:01Akses harus dibatasi
10:03menurut tujuan
10:04kewenangan,
10:06keamanan,
10:06dan hak warga negara.
10:09Disinilah kita dapat
10:10meneruskan ikrar
10:131928
10:14dengan tanggung jawab
10:16zaman ini.
10:17Satu Nusa,
10:19satu bangsa,
10:20satu bahasa,
10:21satu data
10:22Indonesia.
10:23Bukan mengubah
10:25teks sejarah,
10:26melainkan
10:26menterjemahkan
10:27semangat persatuannya.
10:30Kedaulatan data
10:31dan ekosistem digital
10:33adalah bagian penting
10:34dari ketahanan ekonomi,
10:37pertahanan,
10:38dan keamanan nasional.
10:40Negara yang tidak mampu
10:42menjaga data
10:43serta infrastrukturnya
10:45akan kesulitan
10:46menentukan
10:48nasibnya sendiri.
10:50Namun,
10:51satu data
10:52bukan berarti
10:53seluruh
10:55putusan
10:56harus dipusatkan.
10:58NKRI
11:00berdiri dengan prinsip
11:01desentralisasi.
11:03Pemerintah
11:04provinsi,
11:05kabupaten,
11:06kota,
11:07desa,
11:08dan kelurahan
11:09harus tetap
11:10menjalankan
11:11kewenangannya.
11:12Masyarakat
11:13harus dilibatkan
11:14dan hak-haknya
11:16dijaga.
11:17Yang kita satukan
11:18adalah
11:19standar,
11:20keterhubungan,
11:21dan tanggung jawab
11:23atas data.
11:24Bukan
11:25mematikan
11:26keragaman
11:27dan prakarsa
11:28daerah.
11:29Negara yang kuat
11:31bukan negara
11:32yang menguasai
11:33semuanya
11:35dari pusat,
11:36melainkan
11:37negara
11:38yang mampu
11:39menyatukan
11:39kekuatan
11:40seluruh wilayahnya.
11:43Saudara-saudara
11:44sebangsa
11:44dan setanah air,
11:46pemuda
11:471928
11:48tidak mengetahui
11:50berapa panjang
11:52jalan
11:52menuju
11:53kemerdekaan.
11:54Tetapi,
11:56mereka tahu
11:56arah
11:57yang harus dituju.
11:58kita pun tidak dapat
12:00mengendalikan
12:01seluruh guncangan dunia.
12:02Yang dapat kita tentukan
12:04adalah
12:05watak Indonesia
12:06saat menghadapinya.
12:08Berani tanpa
12:09gegabah,
12:10terbuka tanpa
12:11tunduk,
12:13bersatu
12:13tanpa
12:14kehilangan
12:15nalar kritis.
12:16Saya mengajak
12:17kepada seluruh
12:18kekuatan bangsa,
12:19terutama generasi muda,
12:21untuk menjaga
12:22semangat itu.
12:23Mari kita wariskan
12:25kepada
12:25anak cuci kita,
12:26negara yang teguh
12:28pada konstitusinya,
12:30adil kepada
12:31rakyatnya,
12:32kuku kedaulatannya,
12:33dan percaya
12:34diri
12:35menyongsong
12:36masa depan.
12:37Pemuda
12:38adalah
12:38denyut nadi
12:39Indonesia,
12:40dan menjaga
12:41persatuan
12:42adalah
12:43sumpah abadi
12:44kita bersama
12:44untuk
12:45Indonesia
12:46tetap
12:47abadi
12:48nanjaya.
12:50Satu
12:51Nusa,
12:52satu
12:52bangsa,
12:53satu
12:53bahasa,
12:55satu
12:55data
12:55Indonesia.
12:56Selamat
12:57hari
12:57Sumpah
12:58Pemuda
12:58ke-98.
13:00Hidup
13:01Pemuda
13:01Indonesia,
13:02hidup
13:03Negara
13:03Kesatuan
13:04Republik
13:05Indonesia.
13:06Wassalamualaikum
13:07Warahmatullahi
13:08Wabarakatuh.
13:10Om Santi,
13:11Santi,
13:11Santi Om
13:12Rahayu.
13:13Hidup
13:14Pemuda
13:16Pemuda
13:16Pemuda
13:17Pemuda
13:21Pemuda
13:23Terima kasih.

Dianjurkan