00:00Berani tanpa gegabah, terbuka tanpa tunduk, bersatu tanpa kehilangan nalar kritis.
00:08Saya mengajak kepada seluruh kekuatan bangsa, terutama generasi muda, untuk menjaga semangat itu.
00:17Bismillahirrohmanirrohim.
00:18Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:22Salam sejahtera bagi kita semua.
00:24Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
00:28Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya hormati.
00:33Hari ini kita memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda.
00:39Pada 28 Oktober 1928, pemuda dari berbagai daerah, suku, dan organisasi datang membawa perbedaan.
00:50Mereka tidak sepakat dalam segala hal, tetapi mereka sepakat tentang suatu yang lebih penting.
00:59Tanah air yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa persatuan Indonesia.
01:06Mereka tidak menunggu keadaan menjadi muda untuk bersatu.
01:13Mereka bersatu justru karena menyadari bahwa masa depan tidak mungkin diperjuangkan sendiri-sendiri.
01:23Itulah keberanian politik generasi 1928 menempatkan cita-cita bangsa di atas batas kelompok.
01:36Dan keberanian semacam itu kembali ditutup dari kita hari ini.
01:43Dunia saat ini sedang bergerak dalam ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi.
01:49Ketegangan di Timur Tengah merambat jauh melampaui wilayah konflik,
01:54keharga energi, biaya pengangkutan, rantai pasok, inflasi, dan akhirnya ke dapur keluarga Indonesia.
02:05Persaingan kekuatan besar, perebutan teknologi, serta perubahan arah perdagangan dunia
02:16mempersempit ruang bagi negara yang tidak siap.
02:22Di kawasan kita, dinamika Laut Cina Selatan, keamanan pelayaran, kejahatan lintas batas,
02:29dan ancaman cyber menguji daya tahan ASEAN.
02:35Belum lagi perang proksi, disinformasi, dan tekanan ekonomi
02:39yang dapat menggerus persatuan tanpa satu tembakan pun dilepaskan.
02:45Bencana kebakaran hutan dan lahan, asap lintas batas banjir, cuaca ekstrim,
02:54serta ancaman pangan memperlihatkan bahwa keselamatan rakyat dan keamanan negeri kini saling bertahun.
03:02Karena itu, persatuan tidak boleh berhenti menjadi semboyan.
03:07Ia harus menjelma menjadi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan adil.
03:16Saudara-saudara sekalian, Indonesia harus tetap teguh pada politik luar negeri bebas aktif.
03:26Kita tidak menjadi kepanjangan tangan kepentingan negara manapun.
03:32Tetapi tidak pula menutup pintu kerjasama dan dalam pertahanan sikap defensif aktif berarti waspada,
03:43mampu mencegah ancaman dan berinisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan.
03:51Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan sekaligus arif menjaga perdamaian.
04:00Dalam perkara kabut asap lintas batas,
04:04misalnya kita mendengar perhatian, kritik, dan rekomendasi dari negara Malaysia dan Singapura,
04:12termasuk suara yang berkembang di parlement negara sahabat.
04:16Kita patut menghargainya tanpa harus menerima setiap penilaian.
04:24Yang paling penting ialah melindungi warga terdampak,
04:28memperkuat pencegahan dan penegakan hukum,
04:32serta memulihkan lingkungan dan memastikan tanggung jawab pelaku usaha,
04:39termasuk yang memiliki rantai kegiatan lintas negara.
04:42Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan.
04:48Kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji.
04:52Saya memandang sudah saatnya parlemen-parlemen Asia duduk lebih erat
04:58tidak hanya ketika terjadi krisis.
05:02Kita perlu membangun kerjasama antar parlemen untuk pencegahan bencana,
05:08keamanan, cyber, ketahanan pangan, dan energi,
05:14serta penyelesaian persoalan lintas batas.
05:17Kita tidak dapat memilih tetangga,
05:21tetapi kita dapat memilih cara bertetangga.
05:24Saling menghormati, berbicara terus terang,
05:27dan mencari jalan keluar bersama.
05:31Saudara-saudara yang saya hormati,
05:33Sumpah mudah juga berbicara langsung kepada kehidupan politik kita.
05:38Asal partai, fraksi, atau daerah pemilihan
05:41bukan alasan untuk menolak berdiri bersama
05:44ketika konstitusi dan keselamatan bangsa menuntutnya.
05:49Parlemen harus hadir sebagai bagian dari perjuangan
05:53memenahi tata kelolaan negara,
05:55sekaligus garda terdepan dalam membela kepentingan nasional
06:01melalui kewenangan konstitusionalnya.
06:06Partai adalah jalan pengabdian.
06:09Fraksi adalah sarana memperjuangkan aspirasi.
06:13Tetapi Indonesia adalah amanah kita bersama.
06:18Binyika Tunggal Ika tidak meminta kita menghapus perbedaan,
06:22melainkan mengelolanya dengan kedewasaan
06:27dalam bingkai kedaulatan rakyat.
06:30Negara hukum, hak asasi manusia,
06:34keadilan sosial,
06:35dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.
06:40Cinta tanah air bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan.
06:45Justru karena mencintai negeri ini,
06:48kita harus berani memperbaikinya.
06:52Tanggung jawab itu diuji dalam legislasi.
06:57Dalam masa persidangan satu tahun sidang 2026-2027,
07:02DPR RI bersama pemerintah
07:04menyetujui rancangan undang-undang
07:06mengenai pengaturan reforma agraria,
07:09perlindungan ketenangan kerjaan,
07:11dan satu data Indonesia.
07:14Tanah yang lebih berkeadilan,
07:16pekerjaan yang lebih bermartabat,
07:19dan kebijakan yang bertumpu pada data terpercaya,
07:24adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan negara secara nyata dalam kehidupan rakyat.
07:31Pada masa persidangan dua yang akan datang,
07:35terdapat empat agenda penting yang perlu kita kerjakan secara cermat dan saling terhubung.
07:43RUU Keamanan dan Ketahanan Cyber harus memperkuat
07:48daya tahan infrastruktur digital
07:52dengan pembagian kewenangan yang jelas dan pengawasan
07:56yang menjamin
07:57privasi,
07:59kebebasan berekspresi,
08:02serta batas peran
08:04aparat di ruang sibil.
08:07RUU Masyarakat Adat
08:08harus memastikan
08:10pengakuan masyarakat,
08:12wilayah pengetahuan,
08:14dan hak kolektifnya,
08:15bukan menjadikan mereka sekadar objek pencatatan.
08:21RUU Administrasi Kependudukan
08:23harus menjamin
08:25identitas hukum
08:27dan layanan publik
08:28bagi setiap warga
08:30tanpa mengorbankan pelindungan data pribadi.
08:34RUU Perampasan Aset
08:35terkait dengan tindak bidana korupsi
08:38dan tindak bidana lainnya
08:40yang telah menjadi usul inisiatif DPR
08:43harus memungkinkan negara
08:45mengejar hasil kegiatan secara efektif
08:48namun ia wajib berada dalam
08:51sistem peradilan pidana terpadu
08:53selaras dengan KUHP
08:55dan KUHAP nasional yang baru
08:58serta
09:00menyunjung
09:01due process of law.
09:03Pengaturan tentang pembuktian,
09:07kontrol pengadilan,
09:09dan perlindungan pihak ketiga yang beri tingkat baik
09:11harus terang
09:13agar ketegasan
09:15tidak berubah
09:16menjadi kesewenang-wenangan.
09:18Keempat agenda ini
09:20tidak boleh
09:21menjadi pulau-pulau
09:22hukum yang berdiri sendiri.
09:24Semuanya harus terintegrasi
09:27dengan kerangka
09:28satu data Indonesia.
09:30Data kependudukan
09:32yang akurat
09:33untuk melayani warga,
09:36data dan pengakuan
09:37pengakuan masyarakat,
09:38adat yang menghormati
09:41hak yang kolektif,
09:42pertukaran informasi
09:44yang aman
09:45untuk ketahanan cyber,
09:47serta penelusuran
09:48aset berdasarkan
09:50kewenangan hukum
09:51yang sah
09:52dan dapat
09:53diaudit.
09:55Integrasi
09:56bukan izin
09:58membuka seluruh data
09:59kepada semua pihak.
10:01Akses harus dibatasi
10:03menurut tujuan
10:04kewenangan,
10:06keamanan,
10:06dan hak warga negara.
10:09Disinilah kita dapat
10:10meneruskan ikrar
10:131928
10:14dengan tanggung jawab
10:16zaman ini.
10:17Satu Nusa,
10:19satu bangsa,
10:20satu bahasa,
10:21satu data
10:22Indonesia.
10:23Bukan mengubah
10:25teks sejarah,
10:26melainkan
10:26menterjemahkan
10:27semangat persatuannya.
10:30Kedaulatan data
10:31dan ekosistem digital
10:33adalah bagian penting
10:34dari ketahanan ekonomi,
10:37pertahanan,
10:38dan keamanan nasional.
10:40Negara yang tidak mampu
10:42menjaga data
10:43serta infrastrukturnya
10:45akan kesulitan
10:46menentukan
10:48nasibnya sendiri.
10:50Namun,
10:51satu data
10:52bukan berarti
10:53seluruh
10:55putusan
10:56harus dipusatkan.
10:58NKRI
11:00berdiri dengan prinsip
11:01desentralisasi.
11:03Pemerintah
11:04provinsi,
11:05kabupaten,
11:06kota,
11:07desa,
11:08dan kelurahan
11:09harus tetap
11:10menjalankan
11:11kewenangannya.
11:12Masyarakat
11:13harus dilibatkan
11:14dan hak-haknya
11:16dijaga.
11:17Yang kita satukan
11:18adalah
11:19standar,
11:20keterhubungan,
11:21dan tanggung jawab
11:23atas data.
11:24Bukan
11:25mematikan
11:26keragaman
11:27dan prakarsa
11:28daerah.
11:29Negara yang kuat
11:31bukan negara
11:32yang menguasai
11:33semuanya
11:35dari pusat,
11:36melainkan
11:37negara
11:38yang mampu
11:39menyatukan
11:39kekuatan
11:40seluruh wilayahnya.
11:43Saudara-saudara
11:44sebangsa
11:44dan setanah air,
11:46pemuda
11:471928
11:48tidak mengetahui
11:50berapa panjang
11:52jalan
11:52menuju
11:53kemerdekaan.
11:54Tetapi,
11:56mereka tahu
11:56arah
11:57yang harus dituju.
11:58kita pun tidak dapat
12:00mengendalikan
12:01seluruh guncangan dunia.
12:02Yang dapat kita tentukan
12:04adalah
12:05watak Indonesia
12:06saat menghadapinya.
12:08Berani tanpa
12:09gegabah,
12:10terbuka tanpa
12:11tunduk,
12:13bersatu
12:13tanpa
12:14kehilangan
12:15nalar kritis.
12:16Saya mengajak
12:17kepada seluruh
12:18kekuatan bangsa,
12:19terutama generasi muda,
12:21untuk menjaga
12:22semangat itu.
12:23Mari kita wariskan
12:25kepada
12:25anak cuci kita,
12:26negara yang teguh
12:28pada konstitusinya,
12:30adil kepada
12:31rakyatnya,
12:32kuku kedaulatannya,
12:33dan percaya
12:34diri
12:35menyongsong
12:36masa depan.
12:37Pemuda
12:38adalah
12:38denyut nadi
12:39Indonesia,
12:40dan menjaga
12:41persatuan
12:42adalah
12:43sumpah abadi
12:44kita bersama
12:44untuk
12:45Indonesia
12:46tetap
12:47abadi
12:48nanjaya.
12:50Satu
12:51Nusa,
12:52satu
12:52bangsa,
12:53satu
12:53bahasa,
12:55satu
12:55data
12:55Indonesia.
12:56Selamat
12:57hari
12:57Sumpah
12:58Pemuda
12:58ke-98.
13:00Hidup
13:01Pemuda
13:01Indonesia,
13:02hidup
13:03Negara
13:03Kesatuan
13:04Republik
13:05Indonesia.
13:06Wassalamualaikum
13:07Warahmatullahi
13:08Wabarakatuh.
13:10Om Santi,
13:11Santi,
13:11Santi Om
13:12Rahayu.
13:13Hidup
13:14Pemuda
13:16Pemuda
13:16Pemuda
13:17Pemuda
13:21Pemuda
13:23Terima kasih.