00:00Kami ingin menyampaikan bagaimana penanganan dan pengendalian karhutlah di Indonesia.
00:06Dari layar kita bisa lihat ada beberapa provinsi saat ini yang terjadi karhutlah lagi, sebelumnya tidak ada, dan penurunan yang
00:16signifikan di beberapa provinsi.
00:19Kami ingin menyampaikan ada 742 hektare lahan terbakar yang berasal dari Kalimantan Tengah, di mana luas lahannya sebanyak 351 atau
00:35turun 42 persen dari hari sebelumnya.
00:38Papua Selatan, di mana kemarin itu sampai mencapai 700 hektare lebih, saat ini tinggal 253 hektare atau turun 56 persen.
00:50Sulawesi Tenggara sebesar 95 hektare atau turun 63 persen.
00:58Nusa Tenggara Barat, mohon maaf, Nusa Tenggara Timur ada 16 hektare atau turun 36 persen.
01:09Sedangkan di Bangka Belitung, ini menjadi 8 hektare yang sebelumnya kami belum dapat laporan, dan di Kalimantan Barat ada 19
01:19hektare naik 217 persen.
01:22Artinya untuk Kalimantan maupun tempat lain, walaupun musim hujan, masih berpotensi terjadi titik-titik api baru mengingat api atau bara
01:33api yang ada di bawah permukaan masih belum 100 persen untuk padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini.
01:42Tentu kami tetap menghimbau dan akan melakukan upaya-upaya sehingga titik-titik api akan padam sehingga tidak menjadi masalah di
01:53kemudian hari setelah membesar.
01:57Ada pun armada udara yang saat ini kita standby ataupun operasikan sebanyak 54 unit.
02:0622 diantaranya adalah untuk patroli maupun untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca.
02:1230 berupa helikopter yang akan melaksanakan waterbombing.
02:18Kita lihat ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau.
02:25Tetap ada standby atau dalam keadaan siap-siaga ketika nanti pesawat ini dibutuhkan untuk keperluan yang ketika ada titik api.
02:37Ataupun memang diperlukan untuk melakukan modifikasi cuaca.
02:40Di 6 provinsi selain di luar 6 provinsi selain dari 6 provinsi yang disebutkan di atas ada di Jawa Timur,
02:47Kalimantan Timur, Papua Selatan dan Papua Barat Daya.
02:55Kami juga melaksanakan modifikasi cuaca yang kami laksanakan ada di 3 provinsi.
03:01Di mana Kalimantan Tengah kami laksanakan 6 sorti atau 9.300 kg dry ice maupun NACL kami taburkan.
03:14Dan ini kami taburkan di mana pesawatnya berasal dari Kalimantan Selatan.
03:19Dan hujan dilaporkan di Kota Waringin Barat, Sukamara dan Murung Raya.
03:26Sedangkan di Kalimantan Selatan ada 2 sorti yang kami laksanakan di sana atau sebesar 3.000 kg garam atau NACL.
03:37Dan dilaporkan ada hujan di Banjar Baru, Banjar dan Tanah Laut.
03:42Untuk Sumatera Selatan kami melaksanakan penyemayan garam sebanyak 7.200 kg dan dilaporkan ada hujan di Oki, Oganhilir, Banyu Asin
03:55dan Palembang.
03:57Tentu BNPB bersama tim gabungan masih tetap melaksanakan modifikasi cuaca ketika atmosfer menyiapkan awan-awan atau bibit awan.
04:08Sehingga dapat kita samaikan atau panen hujan dan ini bisa menyirami titik-titik api yang berpotensi masih ada di bawah
04:19permukaan.
04:24Kami juga menyampaikan bahwa ada pelaksanaan OMC di Papua Selatan.
04:29Untuk Papua Selatan kami pada tanggal 31 Oktober yang lalu kami dilaporkan ada 901 titik panas dan pada kemarin tanggal
04:411 November sudah turun secara signifikan menjadi 156 titik panas.
04:48Papua Selatan memiliki lahan gambut seluas 1,12 juta hektare dan yang terluas ada di Kabupaten Mapi, Kabupaten Asmat dengan
04:59kekeringan ekstrim mencapai 70,7 persen.
05:05Gubernur Papua Selatan juga dan Bupati Merauke telah menetapkan status tanggap darurat serta BNPB mengaktikan posko OMC di Lanut JA
05:17di Mara.
05:18Di Merauke sejak tanggal 22 Oktober 2026 hari ini dilaksanakan dua sorti selama lima jam lebih untuk menebarkan 2000 garam,
05:332000 kilogram garam di Kabupaten Merauke maupun Kabupaten Boven-Digul.
05:48Terima kasih telah menonton!