- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebulan pascagempa M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut mulai memasuki fase peluruhan.
Hingga Selasa (15/9/2026) atau hari ke-31, BMKG mencatat sebanyak 15.722 gempa susulan telah terjadi.
Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menuturkan, gempa susulan tersebut memiliki magnitudo bervariasi, mulai dari 0,9 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 gempa dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga BMKG Temukan Indikasi Likuifaksi dan Tanah Lunak Pascagempa Flores M7,7 di https://www.kompas.tv/nasional/690858/bmkg-temukan-indikasi-likuifaksi-dan-tanah-lunak-pascagempa-flores-m7-7
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690872/full-bmkg-catat-15-722-gempa-susulan-guncang-ntt-hingga-ungkap-penyebabnya
Hingga Selasa (15/9/2026) atau hari ke-31, BMKG mencatat sebanyak 15.722 gempa susulan telah terjadi.
Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menuturkan, gempa susulan tersebut memiliki magnitudo bervariasi, mulai dari 0,9 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 gempa dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga BMKG Temukan Indikasi Likuifaksi dan Tanah Lunak Pascagempa Flores M7,7 di https://www.kompas.tv/nasional/690858/bmkg-temukan-indikasi-likuifaksi-dan-tanah-lunak-pascagempa-flores-m7-7
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690872/full-bmkg-catat-15-722-gempa-susulan-guncang-ntt-hingga-ungkap-penyebabnya
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:05Selamat sore
00:06Om Swaristu
00:09Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:10Yang kami hormati
00:12Yaitu teman-teman
00:14Media Masa Cetek elektronik online
00:17Yang semua bergabung
00:18Di luar dari Zoom
00:21Juga teman-teman
00:24Media Masa yang sudah hadir
00:27Di Bedung
00:29Muti Hazal Poliwoli
00:31Sampai terima
00:32BMKG
00:34Bapak-Ibu sekalian
00:36Pada hari ini
00:39Badan Tekologi, Pemangkologi dan Geopsika
00:41Mengundang
00:43Teman-teman media
00:44Untuk hadir pada kegiatan
00:47Konferensi pers
00:48Untuk sudah terima undangannya
00:50Berkaitan dengan
00:52Pembangkiran informasi
00:54Data pasca tempat hukum
00:56Flores
00:57Yang terjadi tanggal
00:5915 Agustus tahun
01:012026
01:02Dengan
01:03Maksud 7,7
01:05Dan BMKG
01:07Telah melakukan
01:09Rumah tawar dan
01:10Purpaysesi
01:10Pasca tempat hukum
01:12Yang menimbulkan
01:13Tsunami
01:14Flores
01:15Seperti yang terkawar
01:17Dan
01:18Saya ingin peringatan dan membari
01:21Bahwa tanggal
01:2217 Agustus
01:232026
01:24Lalu kemudian
01:282026
01:28Itu BMKG juga sudah mengeluarkan
01:31Risk yang diterima
01:33Dari sebuah
01:34Masyarakat
01:35Berkaitan dengan
01:37Update
01:38Tempat susulan
01:38Masyarakat
01:39Utama Flores
01:41Dan
01:42DPRKG
01:43Itu memberikan informasi
01:46Bahwa
01:47Mungkin
02:01Tempat susulan
02:04Terima kasih
02:05Dan
02:05Terima kasih
02:06Dan
02:08Dan
02:08Pegiatannya
02:09Itu
02:09Jadi bagian dari
02:11Penyempat
02:11Masyarakat
02:12Untuk
02:12Penekatan
02:13Intigasi
02:13Untuk
02:14Kita semua
02:14Dan
02:15Karena
02:15Kita semua
02:16Sudah
02:16Hadir
02:16Pak
02:17Melka
02:20Ibuti
02:21Bidang
02:21Bidang
02:21Bidang
02:21Bidang
02:22Bidang
02:22Bidang
02:23Bidang
02:23Bidang
02:23Bidang
02:23Bidang
02:23Bidang
02:23Bidang
02:24Bidang
02:24Bidang
02:25Bidang
02:25Bidang
02:26Bidang
02:29Bidang
02:32Bidang
02:33Bidang
02:34Bidang
02:34Bidang
02:34Bidang
02:35Bidang
02:35Bidang
02:35Bidang
02:35Bidang
02:36Bidang
02:37Bidang
02:39Bidang
02:40Bidang
02:41Bidang
02:42Bidang
02:42Bidang
02:42Bidang
02:43Bidang
02:43Bidang
02:43Bidang
02:43Bidang
02:44Bidang
02:45Bidang
02:47Bidang
02:48Bidang
02:52Bidang
02:53Bidang
03:02Bidang
03:02lalu kemudian
03:06kita akan
03:08sama-sama menegarkan
03:09dan langsung saja
03:11Pak Pelham
03:13dipilih geofisikan
03:15Pak Pelham
03:16silakan
03:18secara singkat jelas
03:20jadi bagaimana
03:21terima kasih
03:22Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
03:26terima kasih pada
03:27kehadiran seluruh media catak dan media
03:30elektronik
03:30pada acara hari ini
03:34mengenai aktivitas gempa susulan
03:37terhadap gempa bumi tektonik
03:40dengan magnitud 7,7
03:41yang terjadi di Flores
03:43pada tanggal 15 Agustus yang lalu
03:46pada kesempatan ini
03:48kami akan menyampaikan
03:493 hal
03:51yang pertama mengenai gempa utama
03:53dan peringatan dunia tsunami yang telah
03:55disebarkan oleh BMKG
03:57dan yang kedua adalah aktivitas
03:59dan peluruhan gempa susulan
04:01dan yang ketiga adalah
04:03survei lapangan yang dilakukan oleh BMKG
04:06pasca kejadian gempa tersebut
04:08yang pertama adalah mengenai gempa utama
04:12dan peringatan ini tsunami
04:14ini yusul gempa berkekuatan
04:19dan magnitud 7,7 yang terjadi pada tanggal 15 Agustus tahun 2026
04:24pada pukul 4 pagi 58 menit dan juga 23 detik
04:31BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami pada pukul 5 pagi 39 detik atau 2 menit 16 detik setelah gempa utama Flores
04:44tersebut
04:45gempa tersebut itu terletak dengan epicenter sekitar 30 km timur laut dari Lagekeo di Nusa Tenggara Timur
04:57yang kedua hasil analisis menunjukkan gempa dangkal akibat aktivitas cesar naik busur belakang Flores atau Flores Backup Trust
05:08dengan mekanisme cesar naik atau Flores Backup
05:14observasi muka laut mencatat ketinggian kejadian tsunami di 16 lokasi
05:19dengan tsunami gauge di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan juga Sulawesi Selatan
05:26dengan ketinggian yang terukur diantaranya di kota setinggi 1,6 meter, di Rio 1,61 meter, di Bulukumba 0,54
05:38meter, di Selayang 0,4 meter, dan Sampai sebesar 0,56 meter.
05:46Lalu kemudian peringatan dini tsunami diakhiri oleh BKG pada pukul 7.30 pagi atau 2 jam 31 menit
05:56setelah kami memastikan bahwa kondisi muka air laut dipastikan tidak lagi membahayakan.
06:04Informasi yang kedua adalah mengenai aktivitas dan keluruhan gempa susulan
06:09hingga hari ke-31 atau setelah gempa utama
06:13atau 15 September tahun 2006 jam 5 pagi
06:19BKG telah mencatat gempa susulan sebanyak 15.722 gempa susulan
06:26dengan magnitud tersebar diantara magnitud 0,9 hingga 6,2
06:32di mana dari sejumlah banyak gempa susulan tersebut
06:37190 kejadiannya dirasakan oleh masyarakat
06:43Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis gempa terkini pada hari ini
06:47frekuensi gempa susulan harian maupun juga mingguan
06:51menunjukkan pola penurunan dan telah memasuki rasa peluruhan
06:56pada grafik gempa susulan mingguan
07:01terlihat jelas pola peluruhan atau frekuensi gempa semakin menurun tiap minggu
07:07jumlah
07:08minggu pertama tercatat 5.011 kejadian
07:12minggu kedua tercatat 4.267 kejadian
07:17minggu ketiga tercatat 3.158 kejadian
07:22minggu keempat tercatat 2.421 kejadian
07:26dan minggu kelima sementara mencatat 864 kejadian
07:32pola peluruhan berdasarkan magnitud dan kemungkinan dampaknya adalah seperti berikut
07:39kalau kita bagi berdasarkan kelompok magnitud
07:43gempa magnitud susulan dengan intensitas lebih besar dari 5
07:47terdapat 26 kejadian atau hanya 0,2 persen
07:51kategori gempa ini adalah
07:55gempa pada kelompok ini dapat dirasakan cukup luas dan berpotensi menimbulkan dampak
08:00terutama pada bangunan yang rentan
08:04aktivitas pada kelompok ini kejadiannya semakin jarang dan tidak tercatat dalam satu minggu terakhir
08:11untuk yang kelompok kedua gempa susulan dengan magnitud antara 4 hingga 5
08:17tercatat 476 kejadian atau 3 persen
08:20dimana gempa pada rentang ini masih dapat dirasakan cukup luas
08:25tetapi kemungkinan menimbulkan kerusakan yang relatif kecil
08:29aktivitas pada rentang ini diperkirakan masih dapat berlangsung
08:34sekitar 4 hingga 5 minggu
08:37semenjak gempa utama dengan frekuensi yang saat ini terus menurun
08:43kelompok ketiga untuk gempa antara magnitud 3,0 hingga 4,0
08:48tercatat 3.308 kejadian atau 20,9 persen
08:53dimana gempa pada rentang ini sebagian dapat dirasakan secara lokal
08:57terutama di sekitar sumber gempa
09:01dan pada umumnya tidak menimbulkan kerusakan
09:04aktivitas ini diperkirakan masih berlangsung
09:08sekitar 6 hingga 7 minggu sejak gempa utama
09:11dengan frekuensi yang terus muncul
09:14sedangkan untuk gempa dengan magnitud lebih kecil dari 3
09:18tercatat sebanyak 11.993 kejadian
09:23atau 75,9 persen
09:25mana gempa pada kelompok ini adalah yang sering terjadi
09:29sebagian besar tidak berdampak dirasakan oleh masyarakat
09:34namun hanya tercatat oleh jaringan seismograf BMKG
09:39aktivitas pada rentang ini diperkirakan masih berlangsung
09:42selama beberapa bulan ke depan
09:45mengenai kondisi kegembangan saat ini
09:47nanti lebih lanjut akan disampaikan secara lebih detail oleh Bapak Direktur Tumpah Bumi dan Tsunami
09:54hal yang ketiga yang ingin kami sampaikan pada pertemuan hari ini
09:58adalah mengenai hasil survei lapangan BMKG
10:02pada tanggal 15 hingga 25 Agustus 2026
10:07tim dari BMKG telah melaksanakan survei di 7 kabupaten terdampak
10:11yaitu Kabupaten Manggarai Barat
10:16Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, ND, dan Sika
10:21kegiatan ini dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Lembaga Terkait
10:27BNPB, Pemerintah Daerah, BPBD, serta Orkomenda Setempat
10:37mengenai hasil survei lapangan yang dilakukan oleh tim BMKG
10:41nanti akan lebih lanjut disampaikan oleh Ibu Direktur
10:44Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu
10:47berkait bagaimana tingkat guncangan dan lapar
10:50juga jejak tsunami melalui survei yang dilakukan oleh tim
10:58Sebagai penutup, aktivitas gempa susulan Flores dengan magnitud 7,7
11:04telah menunjukkan tren peluruhan
11:07meskipun gempa susulan masih dapat terjadi
11:12yang secara detiknya tadi sudah kami sampaikan
11:17BMKG akan terus memantau aktivitas kegempaan
11:20dan berkoordinasi dengan KL terkait
11:22BNPB, Pemerintah Daerah, BPBD,
11:25terkait pindah, serta pemangku kepentingan lainnya
11:29Kami juga menghimbau masyarakat tetap waspada
11:32namun tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG
11:37Terima kasih, kami kembalikan ke Pak
11:53Terima kasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
12:05Terima kasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
12:30Terima kasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
12:40jadi kita menggunakan metode yang
12:41kita ada beberapa metode untuk menghitung peluruan
12:45seperti metode Omori, UTSU
12:48ada metode MEG1, MEG2
12:50jadi kita kelombokkan
12:52data-data tersebut berdasarkan klasifikasi manitur
12:55tadi sudah disampaikan pada ikuti
12:56manitur di atas 5, 4 sampai 5, 3 sampai 4, dan di bawah 3
13:02jadi berdasarkan data tersebut
13:05kami
13:08menyimpulkan bahwa
13:09aktivitas kembak-kembak di atas 5 ini
13:12sudah mulai meluruh ya
13:14sudah tidak ada aktivitas kembak di atas 5
13:16jadi ini terpukti, tadi sudah disampaikan
13:18satu minggu terakhir itu
13:20tidak ada lagi kembak di atas 5
13:22jadi kembak-kembaknya itu
13:23terjadi di bawah manitur 4
13:26ini artinya
13:27jadi dari seluruh statistik
13:31yang sudah kita sampaikan
13:32dalam artian
13:33kembak-kembak yang di atas 5
14:03yang berpotensi untuk berdampak merusak ya
14:05masih bisa juga terjadi, tapi tentunya nanti
14:07BPG akan terus mengupdate informasi
14:09apabila nanti akan terjadi kembak-kembak yang di atas 5
14:12dan berikutnya ini juga perlu kita tegakkan juga
14:16jadi ini mayoritas kembaknya itu adalah kembak-kembak di bawah
14:194 ya di bawah 5
14:21jadi dalam artian kalau kembak 3 sampai 5 ini
14:24biasanya gempa hanya dirasakan dengan intensitas sekitar 2 sampai 3 MMI
14:283 sampai 4 MMI ya
14:30dalam artian kalau terus jadi kerusakan pun hanya kerusakan yang minor sangat ringan
14:35tidak sampai membahayakan
14:37dan juga ini yang sangat signifikan
14:38tadi sudah disampaikan gempa yang di bawah 3 ini
14:41yang kenapa kemarin gempanya sampai ribuan ya
14:44bahkan sampai 15 ribu
14:46ini bisa kita lihat
14:48jadi mayoritas kembaknya hampir 90 persen
14:5290 persen lebih itu gempa di bawah 4
14:55jadi kita dapat sampaikan disini
14:59bahwa gempa kembak di bawah 4 itu biasanya hanya
15:02terjadi kesampingan
15:03bahkan gempa yang di bawah 3 itu hanya
15:05kemungkinan yang akan tercatat alat
15:06tapi ini masih terus berlangsung mungkin dalam beberapa bulan ke depan
15:09kita estimasi mungkin bisa berlangsung sekitar 4 sampai 6 bulan ke depan
15:13itu yang hanya tercatat oleh alat ya
15:15bukan yang nanti bisa berdampak ke masyarakat
15:18bahkan nanti bisa untuk merusak bangunan
15:20mungkin itu yang dapat kami tambahkan
15:23terima kasih
15:24baik
15:25baik
15:25baik
15:26baik
15:26baik
15:27baik
15:27baik
15:29baik
15:30baik
15:30baik
15:30baik
15:31baik
15:33baik
15:34baik
15:34baik
15:59terima kasih
16:05terima kasih
16:08terima kasih
16:08terima kasih
16:09terima kasih
16:11terima kasih
16:11terima kasih
16:11terima kasih
16:19terima kasih
16:20terima kasih
16:24terima kasih
16:31terima kasih
16:33terima kasih
16:34terima kasih
16:35terima kasih
16:38terima kasih
16:42terima kasih
16:43terima kasih
16:52terima kasih
16:54terima kasih
16:55terima kasih
17:06terima kasih
17:14terima kasih
17:17terima kasih
17:17terima kasih
17:28terima kasih
17:31terima kasih
17:43terima kasih
18:02terima kasih
18:05terima kasih
18:31terima kasih
18:52terima kasih
19:00terima kasih
19:18terima kasih
19:19terima kasih
19:41terima kasih
19:44terima kasih
19:52terima kasih
19:53terima kasih
20:00terima kasih
20:02terima kasih
20:12terima kasih
20:13terima kasih
20:14terima kasih
20:16terima kasih
20:35terima kasih
20:37terima kasih
20:42Silahkan, dari STP Mat, di wilayah mana saja di industri yang menjadi pengantauan prioritas dari WNKM.
20:52Wahyu.
20:54Wahyu.
20:56Baik, saya rasa seluruh wilayah yang terdampak ya, terutama yang tadi kita sampaikan untuk wilayah-wilayah Sopri,
21:06yaitu di Kampungan Manggare Barat, kemudian Manggare Timur, dan Nabi Jio,
21:11di mana tiga kampung kanten ini yang akan menjadi prioritas pembangunan kuntak terlebih dahulu,
21:16sehingga pemantuan pengantauan prioritas di tiga wilayah ini,
21:19namun di wilayah yang lain juga tidak kalah kita tetap menghubungkan.
21:24Seperti itu Pak.
21:27Tapi ada masih dari WNKB itu,
21:29apa, menemukan perubahan garis pantai, kondisi dasar laut, atau yang lain-lain.
21:42Ya, baik. Jadi dari hasil survei tsunami kemarin,
21:47kita melihat memang yang tadi kita sampaikan,
21:50dengan terkait ada rangkapnya, kemudian inundasinya,
21:54kita melihat ada beberapa barumah tersapu tsunami,
21:57dari beberapa barumah terhadap tsunami.
21:59Dari situ kita melihat bahwa memang di wilayah terlalu,
22:02sangat rawan terjadi dampak terjadinya.
22:06Sehingga mungkin perlu lebih dibaspadai kembali,
22:09jika ada pembangunan kembali di wilayah terlalu.
22:17Cukup?
22:18Cukup, Pak?
22:19Cukup, Pak?
22:19Cukup, Pak?
22:20Ada lagi teman-teman yang mau bertanya.
22:23Tentu cukup?
22:24Saya cukup, cukup.
22:25Baik, saya akan mencoba untuk membajarkan pertanyaan yang sudah dimaksud melalui daring.
22:32Itu lumayan banyak, kita ada lima yang mudah-mudahan ini bisa mewakili pertanyaan-pertanyaan ini.
22:41Tentu kontor media.
22:42Saya bacakan satu persatu dari tajususat.com.
22:46Mungkin bisa langsung ditanggapin, Pak dan para Direktur.
22:51Menghadapi tingginya, kita sesat flores back up trust.
22:56Apakah BKG akan menambah jumlah sensor tempat?
23:01Saya ingat tahu tanya kekis.
23:07Tandar air laut di perairan sekitar proyek untuk mempercepat.
23:11Lagi tanya.
23:12Menghapun lagi di tsunami di pasal mendatang.
23:16Ini sesuatu beranggap, Pak.
23:19Kalau silakan, Pak.
23:21Baik, terima kasih.
23:23Jadi saat ini BKG sudah punya sekitar lima ratus sensor.
23:27Khususnya untuk di daerah, khususnya di NTT.
23:31Kita sudah mampu memberikan informasi kurang dari tiga menit.
23:34Bahkan kita sudah mampu untuk memproses informasi kembang.
23:42Itu dalam waktu dua menit kita sudah bisa dapat hasilnya.
23:45Jadi kami rasa ini sudah cukup untuk kita untuk proses informasi kembang.
23:49Terus berikutnya untuk tsunami, kita juga sudah beberapa dead gate.
23:53Ini terbukti kita sudah merekam sekitar 16 lokasi tsunami gate
23:58yang bisa kita gunakan untuk mengkonfirmasi atau memvalidasi hasil tinggi tsunami yang terangkan.
24:06Jadi dari BKG saya rasa untuk informasi kembang dan peringatan hitus tsunami secara secah sudah cukup.
24:12Namun ke depannya, jadi kita masih punya tantangan juga di Indonesia untuk pengembangan early warning.
24:18Jadi masih kita fokuskan di tiga wilayah, di Jawa Barat, Banten, NTT.
24:23Nanti tentunya di tahun ke depan kita akan kembangkan juga di wilayah lain, khususnya di seluruh Indonesia.
24:30Jadi dalam waktu dekat ini kita masih fokus di tiga provinsi ini,
24:35tapi tentunya di berikutnya nanti di wilayah timur akan kita kembangkan juga untuk
24:39quickly warningnya, tapi khusus untuk informasi kembar dan peringatan hitus tsunami,
24:44kita sudah lebih dari cukup pemilik t-champsor yang ada saat ini.
24:50Terima kasih Pak Tid, semoga bisa mencoba pertanyaan yang sudah dibacakan.
24:58Selanjutnya saya akan membacakan pertanyaan kedua, ini mungkin Pak Ayu yang akan
25:03saya bacakan, bagaimana untuk pengawalan teknis yang dilakukan BKG
25:10agar hasil survei mikrojenasi ini benar-benar diakomodasi dalam rencana
25:18tentang ruang wilayah PRW, Pemerintah, PRS, serta semuanya.
25:24Baik, terkait hasil mikrojenasi, kita sudah memberikan rekomendasi kepada Gubernur
25:31melalui dinas PUPR Provinsi terkait hasil hasil tersebut dan bagaimana
25:37kondisi lokasi atau sain kelas panah di wilayah kabupaten-kabupaten yang
25:43sudah kita survei tersebut, bagaimana kabupaten-kabupaten itu yang tadi sudah
25:46kita sampaikan yang akan dijadikan untuk lokasi pembangunan hitam.
25:51Dan kita juga sudah merekomendasikan di situ bahwa hasil survei kami diharapkan
25:57bisa benar-benar untuk direkomendasikan untuk pembangunan dan juga
26:05RTRW, diatukan RTRW yang berlaku di merintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
26:11Kita berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah mereka dan juga kita selalu berkoordinasi
26:18dan lebih lagi berkaitan hasil-kaitan dikruturasi tersebut.
26:23Terima kasih.
26:25Terima kasih.
26:26Terima kasih.
26:49Sampai jumpa di video selanjutnya.
26:56Terima kasih.
26:57Silahkan.
27:00Ya, jadi hasil pemetaan BMKG kan ada sumber-sumber gempa yang waktu tiba
27:06tsunami-nya sangat cepat, kalau megatrust itu mungkin sekitar 20-30 menit.
27:12Namun ada sumber gempa kayak di seser naik progres itu kalau disimulasikan itu
27:19dan faktanya juga dalam kurang 5 menit sudah sampai.
27:23Tentunya ini juga harus didukung edukasi, sosialisasi ke masyarakat pesisir,
27:29khususnya daerah-daerah yang waktu tiba tsunami-nya sangat cepat ya.
27:34Jadi, warning BMKG kan sekitar 3-5 menit.
27:39Sementara pada saat itu bersamaan juga tsunami melanda.
27:43Tentunya daerah-daerah yang waktu tiba tsunami-nya sangat cepat.
27:47Jangan hanya mengandalkan peringatan dini dari pemerintah dalam hal di BMKG
27:53juga harus ada kesadaran masyarakat.
27:56Ya, begitu merasakan guncangan di khususnya daerah-daerah pesisir NTT bagian utara itu,
28:02ya masyarakat harus segera melakukan evakuasi mandiri.
28:06Ini tentunya lebih baik, sebaik-baiknya peringatan dini adalah
28:10kesadaran masyarakat itu sendiri untuk merespon gempa bumi sebagai peringatan dini.
28:15Demikian. Terima kasih.
28:22Tambahkan sedikit saja, Pak.
28:23Jadi tadi saya sampaikan Pak Kapus,
28:26tadi BMKG juga punya beberapa program untuk mengedukasi masyarakat.
28:30Salah satunya kita ada program untuk setelah lapang kembang,
28:33bagaimana kegiatan itu untuk memberikan pemakaman ke masyarakat,
28:37penyedukasi bagaimana langkah mitigasi dan langkah cepat
28:41untuk menghadapi kemampilan tsunami.
28:42Dan juga kita ada program juga untuk menyiapkan komunitas atau masyarakat
28:47untuk siapkan terhadap tsunami, atau kita sebut juga dengan tsunami ready.
28:51Kita bekerjasama dengan UNESCO,
28:54bagaimana kita bisa mengenalai komisi atau kita menjertifikasi juga
28:58dengan kita yang dianggap sudah siap atau mampu untuk melaksanakan kegiatan tsunami ready.
29:04Jadi ada juga program utama dan BMKG untuk memperkuat masyarakat
29:09dalam menghadapi potensi kemampilan tsunami.
29:18Berapa persen perkiraan bangunan di tujuh perubatan terdampak
29:22yang berdiri, ya, sama punak, atau garis yang sangat aktif,
29:29flores back up trust.
29:31yang berdiri, ya, sama punak, ya, sama punak, ya, sama punak, ya, sama punak, ya, sama punak.
30:01Namun, untuk menjauh berapa persen tanah guna ini,
30:05tentunya kita perlu survei lebih lanjut
30:07untuk wilayah-wilayah yang belum kita identifikasi site kelasnya, gitu.
30:12Jadi, ini perlu penggulian ataupun pengukuran
30:16dari survei mikro generasi kembali
30:18untuk lokasi-lokasi yang belum kita survei site kelasnya, gitu.
30:25Baik, terima kasih.
30:26Pertanyaan yang ada di perangkat yang akan saya tanyakan dari Biafanyus.
30:32Biafanyus menemukan indikasi likuifasi di desa Wai Pokak,
30:38seberapa luar sebarangnya, dan apakah lokasi tersebut?
30:43Biafanyus menemukan indikasi likuifasi di desa Wai Pokak,
30:49baik, likuifasi itu kemarin indikasinya sangat kecil.
30:55Ini baru kita temukan, baru indikasi saja,
30:57ini berupa sport-spot, gitu ya.
31:00Hanya sport-spot kecil, sehingga perlu lebih lanjut
31:03kita adakan survei kembali.
31:07Namun kemarin yang kita lihat hanya sekali lagi
31:09yang akan diperlaksin dari sport-spot kecil
31:11yang kita lihat.
31:14Untuk bagaimana treatment terhadap yang kita indikator
31:20likuifasi tersebut,
31:22tentunya boleh juga dibangun ya.
31:25kita harus memperhatikan building food yang kuat
31:28ataupun rekayasa engineering yang perlu diperhatikan
31:32untuk lokasi-lokasi dengan baik site kelas lunak
31:36ataupun yang terindikasi potensi adanya likuifasi tersebut.
31:40Terima kasih.
31:42Terima kasih, Bu Ayu.
31:44Dan pernyataan Bu Ayu tadi,
31:46yang sekaligus juga mungkin jawaban atas sesuatu pertanyaan terakhir.
31:51Saya sudah tidak membaca semua pertanyaan yang masuk di langsung.
31:56Ada lagi yang perlu tanyakan teman-teman yang ada di
31:59gedungan BDM ini?
32:02dan kita sudah sampai di bagian penuntut pada selanjutnya.
32:07dan Bu Ayu sebelum akhiri,
32:09untuk memberikan, menyampaikan sedikit kata kunci
32:16atau pesan kunci kepada masyarakat.
32:20Baik, terima kasih pada seluruh media masa yang telah hadir.
32:25Pada surpapas ini,
32:27yang kami tadi telah sampaikan mengenai kejadian depa yang terjadi,
32:32kejadian tsunami dan juga peringatan dunia,
32:35lalu juga aktivitas dan peluruhan gempa sukulan,
32:38serta hasil dari survei lapangan yang telah dilakukan oleh BMKG,
32:45di tujuh kabupaten di Flores.
32:50Harapan kami tentunya hasil analisis dari kondisi kegempaan
32:57dan juga hasil survei yang telah dilakukan di lapangan oleh tim BMKG ini
33:02dapat menjadi acuan dan referensi
33:05untuk pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
33:09terkait penetapan atau pengakhiran dari tanggap darurat,
33:15rehabilitasi, dan juga rekonstruksi pembangunan dunia tetap atau untap.
33:20Terima kasih pada seluruh tim yang telah bekerja
33:23untuk menghasilkan informasi ini
33:26dan juga pada seluruh media masa yang telah hadir
33:29dan juga menyebarkan informasi kredibel dari BMKG hari ini.
33:34Terima kasih.
33:34Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
33:47Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
33:54dan kami telefon untuk memperluasai
33:57dan terus ikuti informasi perkembangan
34:00yang secara resmi
34:01sampai dalam BKG
34:03di kanak-kanak resmi
34:04dan itu juga kami buka
34:08kantor
34:0924 jam berdua di
34:11seluruh Indonesia
34:12jadi itu teman-teman
34:14bisa bertanya-tanya saja
34:16segala kekurangan kami membebankan
34:19demikian terima kasih
34:21Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
34:23Assalamualaikum
Komentar