Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengungkap dugaan pihak yang berada di balik sejumlah aksi demonstrasi yang berujung anarkis.

Ketika ditanya mengenai aktor intelektual di balik pengerahan massa tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah sudah mengetahui arahnya. Namun, ia menegaskan proses hukum tetap membutuhkan bukti.

"Kalau Anda tanya siapa, ya kita sudah tahu, tapi kan kita negara hukum. Jadi kita bilang kita harus ada bukti yang jelas," kata Prabowo dalam Program "Presiden Prabowo Menjawab" pada Rabu (16/9/2026).

Baca Juga Presiden Prabowo Tegas soal Korupsi: Saya Tidak Ada Kawan, Ini Negara di https://www.kompas.tv/nasional/691137/presiden-prabowo-tegas-soal-korupsi-saya-tidak-ada-kawan-ini-negara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691138/prabowo-beberkan-dugaan-dalang-di-balik-kericuhan-demo-kalau-anda-tanya-siapa-kita-sudah-tahu
Transkrip
00:00Saya ingin mendalami ya Pak ya, salah satu bentuk ketidakpuasan publik itu disalurkan Pak lewat aksi demonstrasi ataupun unjuk rasa.
00:07Bapak menyampaikan berkali-kali bahwa pemerintah memberikan ruang, Bapak tidak masalah kalau ada kritik.
00:13Dan kita tahu bahwa unjuk rasa itu memang hak konstitusi warga negara yang dilindungi oleh undang-undang.
00:19Tapi sayangnya Pak, beberapa kali terjadi unjuk rasa yang sudah berjalan tertip Pak oleh mahasiswa, oleh masyarakat sipil,
00:26tapi ujungnya dikotori oleh masa-masa anarkis yang tidak bertanggung jawab Pak.
00:31Saya melihat kemarin peristiwa 27 Agustus, di mana ketika mahasiswa dan masyarakat dari pati sudah memubarkan diri,
00:38di malam hari muncul masa-masa anarkis, merusak fasilitas umum, menganiaya hingga jatuhnya korban jiwa.
00:46Pertanyaannya begini Pak, ini tidak satu kali dua kali terjadi.
00:50Apakah Bapak sudah mendapatkan laporan siapa sebetulnya aktor intelektualnya Pak?
00:56Yang melakukan ataupun mengerahkan masa-masa anarkis itu.
01:01Karena tadi Bapak sampaikan banyak orang yang tidak suka, banyak orang yang tidak mau mengakui.
01:06Ini muatan politisnya kuat sekali tidak sih Pak?
01:09Iya, jadi saya sudah menyampaikan, Indonesia ini selamat kalau kita bisa berantas korupsi.
01:21Yang jelas koruptor-koruptor tidak suka.
01:25Berarti mereka yang mengerahkan masa-masa itu Pak?
01:28Yang ingin merusak situasi?
01:31Iya, kira-kira.
01:32Itu satu.
01:33Kedua, saya juga katakan selama ini, 30 tahun lebih, kekayaan kita menurut saya diselewengkan oleh praktek under invoicing.
01:57Iya, itu adalah mungkin rakyat kita, itu bahasa Inggris, intinya adalah laporan palsu.
02:06Jadi dia ekspornya 100 ton, dia laporannya 50 ton.
02:15Ini kita ilang uang banyak sekali.
02:18Dalam 34 tahun, kita ilang 908 miliar dolar, 15 ribu triliun.
02:28Nah ini saya mau tanya, kemana pakar-pakar itu selama 34 tahun?
02:36Ini yang, jadi kalau Anda tanya siapa, ya kita sudah tahu, tapi kan kita negara hukum.
02:45Jadi kita bilang kita harus ada bukti yang jelas, tapi pada saatnya, seandainya saya menilai bahwa ini sudah membahayakan negara,
02:55saya akan menggunakan semua bewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
03:09Untuk menyelamatkan negara, untuk menegakkan hukum, menjaga perdamaian.
03:16Persis, anak-anak itu kalau kita kumpulkan, ngaku dibayar 100 ribu, dijanjikan 200 ribu,
03:26disuruh ini, disuruh itu, ada yang dikasih obat, dan sebagainya.
03:32Sampai sekarang aktor intelektualnya belum berhasil untuk ditangkap, yang ditangkap hanya pelaku di lapangan.
03:37Tapi Bapak sudah tahu ya Pak?
03:38Iya, kita sudah ke arah gitu, ya.
03:41Dan kita sudah ke arah situ.
03:44Termasuk lawan politik Bapak?
03:48Iya, saya katakan, kalau kita mau tertip, yang nikmati ketidaktertipan siapa?
03:55Baik.
03:57Iya kan?
03:58Kalau kita mau berantas narkoba, emangnya orang mafia narkoba akan diem?
04:12Orang begini ya, saya mau cerita.
04:16Kita dalam rangka recruiting, recruiting organisasi, kita undang berapa ratus sarjana, insinyur,
04:32untuk daftar, tapi kita sudah sampaikan.
04:36Dalam rangka rekrut ini, kita akan periksa darah untuk narkoba dan sebagainya.
04:43Setengahnya nggak datang lagi.
04:47Wow.
04:50This is reality.
04:54Bahaya narkoba ini sangat bahaya.
04:56Sudah masuk ke elit.
05:0150 persen, insinyur.
05:08Jadi, masalah Indonesia itu masalah yang sangat pelik.
05:13Karena kita negara sangat kaya.
05:18Dari dulu, ratusan tahun kita datangin karena kekayaan kita.
05:22Dulu rempah-rempah.
05:25Sekarang, ya semua ada di kita sekarang.
05:29Baik, Bapak.
05:3134 tahun under-invoicing itu kan, kalau tadi kita lihat datanya itu katakanlah beroperasi di Indonesia.
05:38Kemudian di bawah kepemimpinan Bapak dengan beraninya, kemudian Bapak mendobrak apa yang sudah terjadi selama 34 tahun dengan banyak resikonya.
05:47Seperti yang tadi sempat disinggung oleh Mbak Rifana.
05:50Padahal Bapak punya pilihan untuk mengamankan diri, nyaman, kemudian melaksanakan kepemimpinan dengan tenang begitu.
05:58Kenapa kemudian Bapak tadi berani dengan luar biasanya mengambil pilihan itu, mendobrak 34 tahun praktek under-invoicing Bapak?
06:07Saya kira begini ya, ini bukan soal berani tidak berani, ini kewajiban.
06:14Saya kan disumpah untuk menegakkan Undang-Undang Dasar.
06:19Dan data ini kan keluar setelah saya masuk jadi presiden, dan ini data dari PBB.
06:28Jadi di dalam negeri bisa pat-gulipat.
06:35Bohong pengiriman, mungkin biar cukai di Sogok, lembaga ini di Sogok, blablabla.
06:43Di negara penerima barang kita kan enggak bisa.
06:47Jadi berkali-kali kita laporan, kita mengirim 50 ribu ton batu bara di negara situ, enggak, kita menerima 100 ribu.
07:01Catatan.
07:03Datanya ada semua di sini.
07:07Jadi ini bukan soal berani, saya harus, saya enggak ada pilihan, saya udah kumpulin semua pembantu saya, saya bilang, eh,
07:17ini, kalau kita biarkan ini, negara kita dalam kondisi yang tidak akan pernah sehat, tidak akan pernah makmur.
07:29Yang miskin tambah miskin.
07:32Dan ini pun, ya, kan kita tahu, 7 tahun belakangan ini, kita pertumbuhannya 5% tiap tahun.
07:41Berarti kan kita tumbuhnya 35%.
07:46Ternyata, setelah 35% tumbuh, masa orang miskin tambah?
07:53Iya kan?
07:53Penduduk miskin dan rawat miskin, ya, dari tahun 2017 sampai 2024, itu 7 tahun.
08:02Masa naik?
08:05Nah, kelas menengah.
08:08Kok turun?
08:10Berarti there's something wrong with our system.
08:14Ini sumbernya pusat data bank dunia.
08:17Ya, ini bank dunia, ini.
08:19Jadi, waktu itu, ya, kita harus lihat dong, kalau ada penyakit, masa kita diem?
08:27Kita harus cari sumbernya apa.
08:30Kita perbaiki.
08:32Kan begitu.
08:34Nah, ya, soal risiko, ya, apa boleh buat?
08:39Iya kan?
08:42Kenapa saya mau jadi presiden kalau saya enggak berani menghadapi risiko?
08:48Ya, ini kewajiban.
08:50Ini bukan tanggung jawab kita.
08:52Dan saya ajak menteri-menteri, saya ajak semua.
08:55Jadi, ya, ini kondisinya seperti itu.
08:57Jadi, benar.
08:59Cara mereka sekarang
09:02untuk menghadang Indonesia
09:05yang saya lihat, ya tinggal itu.
09:07Bikin kerusuhan.
09:10Ya, main di sosmed, ya kan?
09:14Tertimbulkan ketidakpuasan, rasa tidak percaya.
09:24Jadi, ada teori-teori propaganda, ya.
09:29Kalau kebohongan, diulangi-ulangi terus,
09:32ah, itu lama-lama orang yang sederhana,
09:35yang tidak punya akses,
09:37dia kira itu benar.
09:39Nah, ini yang kita hadapi sekarang.
09:42Teknologi ini
09:44pisau yang
09:46apa?
09:48Bermata dua.
09:48Iya, bermata dua.
09:50Sangat penting
09:52digitalisasi dan teknologi,
09:54tapi juga
09:55sangat cepat menyebarkan hoax,
09:57berita palsu, dan sebagainya.
09:59Ada campur tangan asing enggak, Pak, menurut Bapak?
10:03Dalam istiwa krusuhan?
10:04Kalau menurut saya,
10:05ya, tapi sekali lagi kan kita harus hati-hati
10:07karena semua berdasarkan bukti.
10:10Tapi kalau saya sih,
10:11saya merasa
10:14ada.
10:15Ada, Pak.
10:16Berarti ada pihak asing,
10:18antek-antek asing yang Bapak
10:19sampaikan berulang kali itu,
10:21yang ingin
10:22melakukan
10:25operasi cipta kondisi, gitu, Pak.
10:27Ya, yang ingin
10:28dalam ini.
10:28Intinya ingin
10:32ingin
10:33Indonesia
10:33tetap lemah
10:35karena ujungnya
10:37impian mereka
10:39Indonesia pecah.
10:40That is their dream.
10:43Baik.
10:44Jadi, ini ilmu
10:46ilmu geopolitik,
10:48ilmu hegemoni, ya kan?
10:50Anda lihat,
10:51semua orang mengatakan ya tadi,
10:52Indonesia
10:53akan jadi negara keempat.
10:56Mereka sebut kita
10:57great,
10:57we are going to be a great power.
11:01Ya.
11:01Ya.
11:03Persaingan geopolitik itu
11:05persaingan ini loh,
11:07yang sangat berdarah dingin,
11:09ruthless,
11:10kejam.
11:11Because there are no
11:13permanent friends
11:14and no permanent enemies.
11:15Gak ada kawan abadi
11:16dan gak ada kawan
11:18musuh abadi.
11:19Yang ada kepentingan
11:20abadi.
11:22dan demi
11:23kepentingan,
11:25demi survival
11:26suatu bangsa,
11:27mereka bersedia
11:27buat apa saja.
11:30Tidak ada pilihan
11:31harus dihadapi ya Bapak?
11:32Oh iya,
11:33kita ada api,
11:33kita punya kekuatan.
11:35Saya percaya itu.
11:36Mereka dari dulu,
11:38dari dulu kan
11:39ingin Indonesia pecah.
11:42Alhamdulillah,
11:42ya kita bersyukur
11:43pendiri-pendiri
11:45bangsa kita,
11:46mewarisi kita
11:48suatu bahasa,
11:51mewarisi kita
11:52ya kan,
11:53Pancasila,
11:55mewarisi kita
11:55Sumpah Pemuda.
11:57Jadi ini saya kira
11:58yang
12:00masih merekat
12:01Indonesia masih utuh.
12:04Itu mungkin
12:05yang mereka gak
12:05menduga ya.
12:07Kekuatan
12:08ideologi kita
12:10itu masih
12:10lumayan.
12:12Dan mereka juga mungkin
12:13tidak menduga
12:13Bapak se-full
12:14power itu,
12:16sengegas itu
12:17melawan mereka mungkin Bapak?
12:19Ya saya hanya
12:20menjalankan kewajipan.
12:21Siapa sih manusia
12:22yang mau cari konflik?
12:24Aku juga pengen
12:25jadi presiden yang santai.
12:27Ini hari apa?
12:28Hari Minggu.
12:29Yuk tanya.
12:30Kemarin hari Sabtu.
12:32Saya pulang dari Rusia
12:34langsung saya ratas.
12:35Mereka
12:36kasihan juga
12:37menteri-menteri saya.
12:38Iya kan?
12:42Presiko jabatan lah.
12:43Iya Bapak.
12:44Terima kasih.
12:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan