00:00Saya ingin mendalami ya Pak ya, salah satu bentuk ketidakpuasan publik itu disalurkan Pak lewat aksi demonstrasi ataupun unjuk rasa.
00:07Bapak menyampaikan berkali-kali bahwa pemerintah memberikan ruang, Bapak tidak masalah kalau ada kritik.
00:13Dan kita tahu bahwa unjuk rasa itu memang hak konstitusi warga negara yang dilindungi oleh undang-undang.
00:19Tapi sayangnya Pak, beberapa kali terjadi unjuk rasa yang sudah berjalan tertip Pak oleh mahasiswa, oleh masyarakat sipil,
00:26tapi ujungnya dikotori oleh masa-masa anarkis yang tidak bertanggung jawab Pak.
00:31Saya melihat kemarin peristiwa 27 Agustus, di mana ketika mahasiswa dan masyarakat dari pati sudah memubarkan diri,
00:38di malam hari muncul masa-masa anarkis, merusak fasilitas umum, menganiaya hingga jatuhnya korban jiwa.
00:46Pertanyaannya begini Pak, ini tidak satu kali dua kali terjadi.
00:50Apakah Bapak sudah mendapatkan laporan siapa sebetulnya aktor intelektualnya Pak?
00:56Yang melakukan ataupun mengerahkan masa-masa anarkis itu.
01:01Karena tadi Bapak sampaikan banyak orang yang tidak suka, banyak orang yang tidak mau mengakui.
01:06Ini muatan politisnya kuat sekali tidak sih Pak?
01:09Iya, jadi saya sudah menyampaikan, Indonesia ini selamat kalau kita bisa berantas korupsi.
01:21Yang jelas koruptor-koruptor tidak suka.
01:25Berarti mereka yang mengerahkan masa-masa itu Pak?
01:28Yang ingin merusak situasi?
01:31Iya, kira-kira.
01:32Itu satu.
01:33Kedua, saya juga katakan selama ini, 30 tahun lebih, kekayaan kita menurut saya diselewengkan oleh praktek under invoicing.
01:57Iya, itu adalah mungkin rakyat kita, itu bahasa Inggris, intinya adalah laporan palsu.
02:06Jadi dia ekspornya 100 ton, dia laporannya 50 ton.
02:15Ini kita ilang uang banyak sekali.
02:18Dalam 34 tahun, kita ilang 908 miliar dolar, 15 ribu triliun.
02:28Nah ini saya mau tanya, kemana pakar-pakar itu selama 34 tahun?
02:36Ini yang, jadi kalau Anda tanya siapa, ya kita sudah tahu, tapi kan kita negara hukum.
02:45Jadi kita bilang kita harus ada bukti yang jelas, tapi pada saatnya, seandainya saya menilai bahwa ini sudah membahayakan negara,
02:55saya akan menggunakan semua bewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada saya oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
03:09Untuk menyelamatkan negara, untuk menegakkan hukum, menjaga perdamaian.
03:16Persis, anak-anak itu kalau kita kumpulkan, ngaku dibayar 100 ribu, dijanjikan 200 ribu,
03:26disuruh ini, disuruh itu, ada yang dikasih obat, dan sebagainya.
03:32Sampai sekarang aktor intelektualnya belum berhasil untuk ditangkap, yang ditangkap hanya pelaku di lapangan.
03:37Tapi Bapak sudah tahu ya Pak?
03:38Iya, kita sudah ke arah gitu, ya.
03:41Dan kita sudah ke arah situ.
03:44Termasuk lawan politik Bapak?
03:48Iya, saya katakan, kalau kita mau tertip, yang nikmati ketidaktertipan siapa?
03:55Baik.
03:57Iya kan?
03:58Kalau kita mau berantas narkoba, emangnya orang mafia narkoba akan diem?
04:12Orang begini ya, saya mau cerita.
04:16Kita dalam rangka recruiting, recruiting organisasi, kita undang berapa ratus sarjana, insinyur,
04:32untuk daftar, tapi kita sudah sampaikan.
04:36Dalam rangka rekrut ini, kita akan periksa darah untuk narkoba dan sebagainya.
04:43Setengahnya nggak datang lagi.
04:47Wow.
04:50This is reality.
04:54Bahaya narkoba ini sangat bahaya.
04:56Sudah masuk ke elit.
05:0150 persen, insinyur.
05:08Jadi, masalah Indonesia itu masalah yang sangat pelik.
05:13Karena kita negara sangat kaya.
05:18Dari dulu, ratusan tahun kita datangin karena kekayaan kita.
05:22Dulu rempah-rempah.
05:25Sekarang, ya semua ada di kita sekarang.
05:29Baik, Bapak.
05:3134 tahun under-invoicing itu kan, kalau tadi kita lihat datanya itu katakanlah beroperasi di Indonesia.
05:38Kemudian di bawah kepemimpinan Bapak dengan beraninya, kemudian Bapak mendobrak apa yang sudah terjadi selama 34 tahun dengan banyak resikonya.
05:47Seperti yang tadi sempat disinggung oleh Mbak Rifana.
05:50Padahal Bapak punya pilihan untuk mengamankan diri, nyaman, kemudian melaksanakan kepemimpinan dengan tenang begitu.
05:58Kenapa kemudian Bapak tadi berani dengan luar biasanya mengambil pilihan itu, mendobrak 34 tahun praktek under-invoicing Bapak?
06:07Saya kira begini ya, ini bukan soal berani tidak berani, ini kewajiban.
06:14Saya kan disumpah untuk menegakkan Undang-Undang Dasar.
06:19Dan data ini kan keluar setelah saya masuk jadi presiden, dan ini data dari PBB.
06:28Jadi di dalam negeri bisa pat-gulipat.
06:35Bohong pengiriman, mungkin biar cukai di Sogok, lembaga ini di Sogok, blablabla.
06:43Di negara penerima barang kita kan enggak bisa.
06:47Jadi berkali-kali kita laporan, kita mengirim 50 ribu ton batu bara di negara situ, enggak, kita menerima 100 ribu.
07:01Catatan.
07:03Datanya ada semua di sini.
07:07Jadi ini bukan soal berani, saya harus, saya enggak ada pilihan, saya udah kumpulin semua pembantu saya, saya bilang, eh,
07:17ini, kalau kita biarkan ini, negara kita dalam kondisi yang tidak akan pernah sehat, tidak akan pernah makmur.
07:29Yang miskin tambah miskin.
07:32Dan ini pun, ya, kan kita tahu, 7 tahun belakangan ini, kita pertumbuhannya 5% tiap tahun.
07:41Berarti kan kita tumbuhnya 35%.
07:46Ternyata, setelah 35% tumbuh, masa orang miskin tambah?
07:53Iya kan?
07:53Penduduk miskin dan rawat miskin, ya, dari tahun 2017 sampai 2024, itu 7 tahun.
08:02Masa naik?
08:05Nah, kelas menengah.
08:08Kok turun?
08:10Berarti there's something wrong with our system.
08:14Ini sumbernya pusat data bank dunia.
08:17Ya, ini bank dunia, ini.
08:19Jadi, waktu itu, ya, kita harus lihat dong, kalau ada penyakit, masa kita diem?
08:27Kita harus cari sumbernya apa.
08:30Kita perbaiki.
08:32Kan begitu.
08:34Nah, ya, soal risiko, ya, apa boleh buat?
08:39Iya kan?
08:42Kenapa saya mau jadi presiden kalau saya enggak berani menghadapi risiko?
08:48Ya, ini kewajiban.
08:50Ini bukan tanggung jawab kita.
08:52Dan saya ajak menteri-menteri, saya ajak semua.
08:55Jadi, ya, ini kondisinya seperti itu.
08:57Jadi, benar.
08:59Cara mereka sekarang
09:02untuk menghadang Indonesia
09:05yang saya lihat, ya tinggal itu.
09:07Bikin kerusuhan.
09:10Ya, main di sosmed, ya kan?
09:14Tertimbulkan ketidakpuasan, rasa tidak percaya.
09:24Jadi, ada teori-teori propaganda, ya.
09:29Kalau kebohongan, diulangi-ulangi terus,
09:32ah, itu lama-lama orang yang sederhana,
09:35yang tidak punya akses,
09:37dia kira itu benar.
09:39Nah, ini yang kita hadapi sekarang.
09:42Teknologi ini
09:44pisau yang
09:46apa?
09:48Bermata dua.
09:48Iya, bermata dua.
09:50Sangat penting
09:52digitalisasi dan teknologi,
09:54tapi juga
09:55sangat cepat menyebarkan hoax,
09:57berita palsu, dan sebagainya.
09:59Ada campur tangan asing enggak, Pak, menurut Bapak?
10:03Dalam istiwa krusuhan?
10:04Kalau menurut saya,
10:05ya, tapi sekali lagi kan kita harus hati-hati
10:07karena semua berdasarkan bukti.
10:10Tapi kalau saya sih,
10:11saya merasa
10:14ada.
10:15Ada, Pak.
10:16Berarti ada pihak asing,
10:18antek-antek asing yang Bapak
10:19sampaikan berulang kali itu,
10:21yang ingin
10:22melakukan
10:25operasi cipta kondisi, gitu, Pak.
10:27Ya, yang ingin
10:28dalam ini.
10:28Intinya ingin
10:32ingin
10:33Indonesia
10:33tetap lemah
10:35karena ujungnya
10:37impian mereka
10:39Indonesia pecah.
10:40That is their dream.
10:43Baik.
10:44Jadi, ini ilmu
10:46ilmu geopolitik,
10:48ilmu hegemoni, ya kan?
10:50Anda lihat,
10:51semua orang mengatakan ya tadi,
10:52Indonesia
10:53akan jadi negara keempat.
10:56Mereka sebut kita
10:57great,
10:57we are going to be a great power.
11:01Ya.
11:01Ya.
11:03Persaingan geopolitik itu
11:05persaingan ini loh,
11:07yang sangat berdarah dingin,
11:09ruthless,
11:10kejam.
11:11Because there are no
11:13permanent friends
11:14and no permanent enemies.
11:15Gak ada kawan abadi
11:16dan gak ada kawan
11:18musuh abadi.
11:19Yang ada kepentingan
11:20abadi.
11:22dan demi
11:23kepentingan,
11:25demi survival
11:26suatu bangsa,
11:27mereka bersedia
11:27buat apa saja.
11:30Tidak ada pilihan
11:31harus dihadapi ya Bapak?
11:32Oh iya,
11:33kita ada api,
11:33kita punya kekuatan.
11:35Saya percaya itu.
11:36Mereka dari dulu,
11:38dari dulu kan
11:39ingin Indonesia pecah.
11:42Alhamdulillah,
11:42ya kita bersyukur
11:43pendiri-pendiri
11:45bangsa kita,
11:46mewarisi kita
11:48suatu bahasa,
11:51mewarisi kita
11:52ya kan,
11:53Pancasila,
11:55mewarisi kita
11:55Sumpah Pemuda.
11:57Jadi ini saya kira
11:58yang
12:00masih merekat
12:01Indonesia masih utuh.
12:04Itu mungkin
12:05yang mereka gak
12:05menduga ya.
12:07Kekuatan
12:08ideologi kita
12:10itu masih
12:10lumayan.
12:12Dan mereka juga mungkin
12:13tidak menduga
12:13Bapak se-full
12:14power itu,
12:16sengegas itu
12:17melawan mereka mungkin Bapak?
12:19Ya saya hanya
12:20menjalankan kewajipan.
12:21Siapa sih manusia
12:22yang mau cari konflik?
12:24Aku juga pengen
12:25jadi presiden yang santai.
12:27Ini hari apa?
12:28Hari Minggu.
12:29Yuk tanya.
12:30Kemarin hari Sabtu.
12:32Saya pulang dari Rusia
12:34langsung saya ratas.
12:35Mereka
12:36kasihan juga
12:37menteri-menteri saya.
12:38Iya kan?
12:42Presiko jabatan lah.
12:43Iya Bapak.
12:44Terima kasih.
12:45Terima kasih.
Komentar