00:00Saya mau konfirmasi lagi, tadi sudah disampaikan, oh beginilah posisinya, kalimat mengan dapat diandalkan itu bukan, tapi untuk merespon.
00:09Tapi saya mau nanya ke Partai Demokrat nih, dengan situasi, dengan gaya kepemimpinan Pak Prabowo, dengan kompleksitas persoalan, tadi disebut
00:15salah satu yang mendadak dan sebagainya, Partai Demokrat masih nyaman gak sih?
00:19Nyaman Mas?
00:20Nyaman ya?
00:20Karena begini.
00:21Jangan karena depan Mas Giat loh.
00:23Ini kita.
00:24Dan memang di DPR misalnya, saya karena kebetulan di DPR, di DPR memang Demokrat dan seluruh Partai Koalisia masih sangat
00:33solid, masih sangat bersatu untuk mendukung segala kebijakan dari pemerintahan Pak Prabowo.
00:38Saya pikir apa yang disampaikan Mas Umam itu nyaman ya dari lubuk hati yang paling dalam itu.
00:42Bapak-bapak berdua ini kalau melihatkan hari ini, kemarin Senin itu kan sebenarnya tidak hanya satu nama perubaya kan.
00:49Muncul, ada menhudlah, ada beberapa nama lah yang akan diganti.
00:53Yang Trinanta cuma satu gitu.
00:55Melihat seperti ini, partai politik, ya sudahlah harus siap-siap diganti.
00:59Atau, ya sudah ini kami, kenapa?
01:02Karena itu tadi, kami tadi memulai dengan apa ya alasnya dicopot?
01:07Jawabannya tentu bukan hanya hak perubaya Presiden.
01:10Singkat aja.
01:11Ya kalau saya begini, tetap instrumen itu resabel instrumen yang dimiliki oleh Presiden kan.
01:17Ya saya pikir begini, pertanyaannya kenapa misalnya Pak Purubaya dicopot.
01:22Tapi saya pikir supaya lebih prospektif pertanyaannya, kenapa harus Suhasil Najara?
01:28Ya, itu tadi yang saya tanyakan kan.
01:30Karena lebih berorientasi masa depan itu kan.
01:32Ketimbang misalnya kita mencari alasan kenapa Pak Purubaya dicopot.
01:36Nanti spekulasi-spekulasi yang beredar.
01:38Terkait dengan dana antara, cara komunikasi, terkait dengan transfer keuangan daerah, dan lain sebagainya.
01:43Kalau penjelasan dari Pak Suhasil Najara ketika dia dilantik,
01:47bahwa ada pesan Presiden yang itu terkait dengan tata keluar lapis kali kita.
01:51Pesannya kan bagaimana APBN kita sehat, bagaimana APBN kita kredibel,
01:56dan yang paling penting adalah bagaimana APBN kita itu mampu mendorong dan mendukung program-program.
02:02Kalau sampai di Pak Purubaya dan Pak Suhasil nggak ada masalah.
02:04Tapi kalau menyangkut menteri-menteri lain yang diperlukan.
02:06Kalau itu spekulasi lagi kan.
02:08Saya pikir kita tunggu saja misalnya.
02:10Tunggu saja ya, anak keputusan dari Presiden kan.
02:12Saya ingin menegaskan terkait dengan resabel yang kemarin.
02:15Saya yakin dan percaya ada optimisme pasar, ada optimisme publik.
02:19Misalnya ketika, ini kan biasa.
02:21Dalam sepak bola saja, di pertengahan pertandingan ada pergantian pemain itu biasa.
02:25Bukan dalam konteks bahwa pemain yang diganti itu jelek kinerjanya, tidak.
02:30Tapi mungkin bahwa ada strategi-strategi baru.
02:31Tapi kan biasanya kalau pergantian pemain kita bisa lihat, oh cedera, oh kena kartu kuning.
02:35Ya itu salah satu alasan, salah satu faktor.
02:38Tapi bisa juga bahwa ada dinamika atau strategi baru yang harus dimainkan.
02:42Kalau pakai dinamika atau strategi yang lama ini nggak jalan.
02:45Karena kondisinya mungkin sudah berbeda.
02:47Kalau kita lihat misalnya Pak Suhasil Najara, itu kan kekuatannya misalnya di katakanlah keberlangsungan kelembagaan.
02:55Bahwa beliau orang lama di tata kelola piscala kita, pernah jadi kepala kebijakan fiskal, jadi wamen sangat lama, guru besar
03:03ekonomi dan lain sebagainya.
03:04Saya pikir perlu orang seperti itu untuk kondisi ke depan.
03:07Atau kemudian misalnya bahwa dia kemampuan kredibilitas teknokratisnya juga sangat diperlukan.
03:13Oke, lalu bagaimana kita bisa memaksimalkan kabinet merah putih?
03:18Satu meja akan kembali usaha jeda.
Komentar