Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jubir Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut koalisi pendukung pemerintahan Prabowo sangat solid, terutama di parlemen.

Terkait Pemilu 2029, Sugiat mengatakan pembahasan mengenai pemilu belum menjadi fokus internal Gerindra. Saat ini, partai masih berkonsentrasi pada program strategis pemerintahan Prabowo.

"Fokus kita sebagai Partai Gerindra itu adalah bagaimana mensukseskan segala kebijakan program perintah Pak Prabowo. MBG itu menjadi pertaruhan bukan hanya Gerindra, tapi pertaruhan Indonesia.Pertaruhan generasi ke depan Indonesia emas. Koperasi Desa Merah Putih itu bukan hanya menjadi pertaruhan kami di Green Drive, tapi pertaruhan bangsa. Swasembada pangan, ketahanan energi dan lain sebagainya," ungkapnya.

Pengurus DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam partai politik tetap bisa meningkatkan performa masing-masing tanpa mengganggu soliditas koalisi.

Ia juga menegaskan Demokrat masih memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Prabowo.

Sementara itu, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes mengatakan soliditas koalisi hingga 2029 perlu dilihat melalui sejumlah indikator.

Salah satunya adalah tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah. Indikator berikutnya adalah dinamika partai-partai di DPR.

Arya juga menyoroti kemungkinan adanya menteri yang mundur dari partai politiknya.

Menurut Arya, perubahan sikap tersebut dapat menjadi salah satu tanda perubahan hubungan partai politik dengan pemerintah.

Selain itu, Arya menyinggung frekuensi reshuffle kabinet sebagai hal lain yang perlu diperhatikan.


Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/rrPIGe9iTKo



#prabowo #mbg #pemilu2029

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/691129/mbg-jadi-fokus-prabowo-jubir-gerindra-pemilu-2029-belum-dibahas-satu-meja
Transkrip
00:00Masih di Satu Menjadah Forum Mas Umam, 2027, 2008, 2009 pemilu.
00:052027 sudah mulai masuk rangkaian, umudan dan pemilu.
00:08Partai politik, Mas Emek, termasuk partai Anda pasti juga punya kepentingan
00:11dan sudah merancang strategi kira-kira untuk 2009.
00:13Nggak ada partai yang nggak mau menang, 2029.
00:16Tapi pertanyaannya kan sekarang koalisi ini, Anda punya keyakinan nggak masih solid?
00:20Pasti solid.
00:21Yang ada, dan apa, kenapa Anda mengatakan solid di tengah satu kompleksitas persoalan,
00:26tekanan geopolitik, dan sebagainya?
00:28Ya, secara general tentu ini menjadi bagian dari amanah ya.
00:32Artinya bahwa apa yang kemudian ditugaskan kepada kita per saat ini adalah
00:37menyelesaikan pemerintahan ini pada momentum 2029
00:41di mana kemudian itu menjadi milestone selanjutnya di dalam konteks continuation of government.
00:47Nah, tetapi kemudian tentu kita juga berpikir secara taktis
00:52bagaimana kemudian kita meningkatkan performance partai politik
00:56tanpa harus kemudian berbenturan satu sama lain di dalam konteks soliditas partai,
01:01di dalam konteks soliditas koalisi.
01:03Maka ini menjadi momentum yang baik,
01:06terutama ketika kemudian kita belajar kemarin,
01:09kita hindari politik pecah belah,
01:11kita solid memberikan dukungan full kepada pemerintah Pak Prabowo,
01:15supaya kita di dalam konteks timeline pemerintahan yang sudah dua tahun kemudian tiga tahun,
01:23praktis ada momentum yang harus kita isi.
01:25Nah, ada pun dalam konteks politik praktis,
01:27partai-partai politik juga sudah mulai terutama membahas terkait dengan undang-undang paket politik.
01:32Sudah dibahas di level pimpinan,
01:35kemudian diturunkan di level kita lihat nanti apakah di komisi dua atau di balek,
01:41tetapi itu menjadi bagian dari persiapan yang harus kita lakukan.
01:45Jadi secara general per saat ini kita solid,
01:49kita juga ta'vim terhadap apa yang diamanahkan kepada kita,
01:55dan kita ingin menghadirkan yang terbaik.
01:57Kenapa? Kalau kita juga memberikan yang terbaik,
02:00one day, kalau misalnya kemudian kita mendapatkan aman rakyat misalnya,
02:03juga teman-teman saling guyup satu sama lain,
02:06untuk menghadirkan kemenangan Indonesia ke depan.
02:08Kalau tadi anggota koalisi agak ragu-ragu,
02:11mungkin ketua koalisi bisa lebih meminta anggota koalisi untuk berani lebih solid
02:17dengan cara memberikan masukan selugas-selugasnya, misalnya.
02:19Enggak, enggak ada nuansa ragu-ragu.
02:22Oh, enggak ada?
02:22Oh, mantap.
02:23Kan jangan di-preming ragu-ragu lagi.
02:24Emang Gerindra imam yang baik.
02:26Oke, kalau gitu saya dengar dari Pak Gerindra.
02:28Ya, kalau apa yang kami rasakan misalnya di parlemen, di DPR,
02:31bahwa partai-partai yang berkoalisi dengan pemerintahan Pak Prabu itu
02:34memang ya sangat mesra, sangat solid,
02:37bahkan mungkin dalam sejarah perpolitikan di Indonesia.
02:41Ini paling solid, paling mesra.
02:42Bahkan even dengan PDIP sekalipun,
02:45yang kedua pemerintahan.
02:46Jadi tidak ada satu analisis yang bisa membenarkan
02:50kan seolah-olah bahwa partai koalisi itu tidak solid.
02:53Itu di parlemen.
02:54Apalagi di eksekutif misalnya.
02:57Bagaimana seluruh pimpinan-pimpinan partai politik yang ditugaskan,
03:00di eksekutif, di kementerian itu bahu-membahu,
03:02bekerja untuk katakanlah mensukseskan
03:04apa yang menjadi kebijakan dan program dari pemerintahan Pak Prabu.
03:07Tapi yang paling penting saya ingin menegaskan kembali terkait
03:10misalnya tadi 2027, 2028, 2029.
03:14Kalau di internal partai Gerindra, ini sepengetahuan saya.
03:17Karena kita juga tidak pernah absen misalnya rapat-rapat di DPP misalnya
03:21terkait dengan apa yang kita bahas sebagai sebuah partai.
03:25Pak Prabu itu kan mengatakan di Hambalang, di Kartanegara,
03:28bahwa fokus kita sebagai partai Gerindra itu adalah bagaimana
03:32mensukseskan segala kebijakan program peritos Pak Prabu.
03:36MBG itu menjadi pertaruhan bukan hanya Gerindra,
03:39tapi pertaruhan Indonesia, pertaruhan generasi ke depan Indonesia Emas.
03:43Koperasi Desa Merah Putih itu bukan hanya menjadi pertaruhan kami di Gerindra,
03:47tapi pertaruhan bangsa, suasem badapangan, ketahanan energi dan lain sebagainya.
03:51Kita membutuhkan energi yang sangat besar
03:53untuk katakanlah program ini berjalan semua.
03:56Jadi belum ada sedikit pun misalnya Pak Prabu sebagai ketua umum DPP partai Gerindra,
04:01pimpinan-pimpinan partai Gerindra lainnya membahas pemilu.
04:04Oh belum ada?
04:05Belum ada.
04:05Dan memang kebiasaan.
04:07Pasti akan datang kan?
04:08Ya nanti mungkin di 2028, karena memang momentumnya sudah dekat.
04:11Tapi yang kami rasakan sekarang, ya tidak ada pembahasan terkait itu,
04:16dan kita fokusnya untuk progres-progres trading Pak Prabu.
04:19Oke, Mas Tarya.
04:20Anda punya bacaan bahwa ini akan solid sampai 2029,
04:25tidak akan ada friksi-friksi yang kira-kira menghambat kerja,
04:28dan ujungnya akan merugikan publik karena capaianya tidak.
04:31Oke, saya kira akan dilihat oleh beberapa indikator ya, beberapa hal, aspek gitu.
04:38Satu, kepuasan ya.
04:39Kalau kepuasannya terus drop ya, dan tidak terjadi rebound,
04:43mungkin itu akan mempengaruhi bagaimana partai berrelasi dengan pemerintah, dengan eksekutif.
04:48Yang kedua, apakah partai-partai di DPR akan mengajukan hak angket.
04:51Kalau ada program-program yang dinilai gagal, atau ada kasus korupsi besar.
04:57Yang ketiga adalah apakah akan ada menteri yang mundur atau enggak.
05:00Oke.
05:01Nah itu baru kita bisa melihat apakah...
05:03Anda sudah mengintun termasuk apakah ada menteri yang mundur dari partai politik atau tidak.
05:06Dari partai politik.
05:07Itu cerminan bahwa partai politik boleh pull out.
05:09Itu akan pull out.
05:10Terus yang kedua soal reshuffle ya.
05:12Reshuffle yang sering, ya normatifnya kan tadi itu hak progresif presiden.
05:17Tapi kalau frekuensi reshuffle-nya sering, itu kan akan menjadi tanda tanya.
05:23Bagaimana dulu ketika pemerintah awal membentuk kabinet.
05:27Kira begitu.
05:28Oke.
05:29Terima kasih.
05:29Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan