- 10 jam yang lalu
- #menkeu
- #purbaya
- #reshuffle
JAKARTA, KOMPAS.TV - Senin 14 September 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pencopotan mendadak ini, menuai polemik. Apakah kinerja yang menjadi alasan, atau ada faktor kepentingan politik di baliknya. Namun, spekulasi pergantian menteri terus berkembang, benarkah demikian?
Pemimpin Redaksi KompasTV membahasnya bersama narasumber:
Arya Fernandes - Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS
Sugiat Santoso - Jubir Partai Gerindra
Ahmad Khoirul Umam - Pengurus DPP Partai Demokrat
Simak selengkapnya dalam program Satu Meja the Forum episode Purbaya Dicopot, Siapa Menyusul? Tayang Rabu 16 September 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#menkeu #purbaya #reshuffle
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/691131/prabowo-copot-purbaya-sebagai-menkeu-siapa-menteri-kena-reshuffle-selanjutnya-satu-meja
Pencopotan mendadak ini, menuai polemik. Apakah kinerja yang menjadi alasan, atau ada faktor kepentingan politik di baliknya. Namun, spekulasi pergantian menteri terus berkembang, benarkah demikian?
Pemimpin Redaksi KompasTV membahasnya bersama narasumber:
Arya Fernandes - Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS
Sugiat Santoso - Jubir Partai Gerindra
Ahmad Khoirul Umam - Pengurus DPP Partai Demokrat
Simak selengkapnya dalam program Satu Meja the Forum episode Purbaya Dicopot, Siapa Menyusul? Tayang Rabu 16 September 2026 pukul 20.30 WIB di KompasTV.
#menkeu #purbaya #reshuffle
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/691131/prabowo-copot-purbaya-sebagai-menkeu-siapa-menteri-kena-reshuffle-selanjutnya-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Demi Tuhan, saya berjanji akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab.
00:14Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, pemilu memiliki siklusnya, tetapi tanggung jawab pada rakyat tidak pernah selesai.
00:28Pidato beliau sistematis, pidato beliau tegas.
00:35Memang kemarin itu, ada kalangan yang menilai pidato Pak AHI beberapa hari yang lalu, katanya adalah kritik tajam.
00:45Tapi, saudara-saudara, memang bangsa yang besar yang sudah memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi.
00:59Suka atau tidak, ada arahan-arahan politis yang beberapa waktu terakhir memungka, kita tahu, sempat mengemuka narasi mempercepat pemilu.
01:09Juga ada arahan dari pidatonya Pak AHI ya, soal dan tanda petik mengkritisi dari dalam koalisi.
01:16Jadi, secara politis ada pertimbangan-pertimbangan itu, secara teknokratis juga memang ada problem dalam soal kinerja.
01:44Selamat malam, pencopotan Purubaya Yudi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan memantik perbincangan publik.
01:52Bukan hanya prosesnya yang mendadak, tetapi alasan pencopotannya.
01:56Apakah kinerja atau ada faktor lain selain kepentingan politik?
02:01Bahkan ada spekulasi pergantian Menteri akan terus berlanjut.
02:06Purubaya dicopot, siapa menyusul?
02:08Inilah satu menjadi forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
02:12Sudah hadir di Studio Kompas TV Malam ini untuk membahas tema kita malam ini adalah
02:16Ahmad Khairul Umam, pengurus DPP Partai Demokrat.
02:20Selamat malam, Mas Umam.
02:22Selamat malam, Mas Yogi. Assalamualaikum.
02:23Waalaikumsalam. Partai Demokrat ya?
02:26Good.
02:27Ada juga Mas Sugiyat Santoso, jurubicara Partai Gerindra, yang juga sebagai wakil ketua Komisi 13 DPR RI.
02:35Selamat malam, Mas Yogi.
02:36Assalamualaikum.
02:37Waalaikumsalam.
02:37Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:39Kami juga mengundang Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes.
02:45Selamat malam, Mas Arya.
02:46Selamat malam, Mas Yogi.
02:48Oke.
02:49Saya langsung aja deh ke Partai Berkuasa.
02:52Gerindra kan Partai Berkuasa.
02:54Siap.
02:54Saya paling tahu kalau ada pencopotan Kabinet, kira-kira dari sekian partai ya pasti Gerindra.
02:59Seharusnya kan begitu.
03:00Ya, Mas Yogiat melihat sebelumnya Partai Gerindra pernah ada pembahasan sebagai partai yang mendampingi langsung Presiden.
03:10Terkait dengan Pergantian Menteri Keuangan, adakah hal-hal yang memang, oh kami nggak kaget.
03:16Karena memang sering dibahas nih, banyak hal-hal yang memang tidak sesuai dengan harapan Pak Prabowo misalnya.
03:22Ya, kalau prinsipnya kan resapel itu instrumen yang dimiliki oleh seorang Presiden untuk memastikan kabinetnya itu bisa berjalan dengan baik
03:31sesuai dengan target-target atau tujuan-tujuan dari pemerintahan Presiden itu sendiri.
03:36Saya pikir memang ya tidak ada sebuah kewajiban bagi kami, katakanlah sebagai partai pendukung utama Bapak Prabowo Subianto untuk ikut
03:45cawe-cawe dalam konteks resapel.
03:46Oh, kenapa?
03:48Ya, karena itu menjadi kewenangan mutlak dari seorang Presiden.
03:50Tapi kalau memberikan pertimbangan, memberikan masukan sebagai partai yang memang ada di belakang Presiden, hal yang wajar kan harusnya?
03:58Ya, pasti kalau bukan hanya dalam konteks resapel, setiap saat misalnya pimpinan kami di tingkat pusat pasti berkomunikasi dengan Bapak
04:05Presiden,
04:06menyampaikan perkembangan terkait dengan apa yang terjadi di lapangan dalam konteks kebijakan-kebijakan dan program-program yang ada.
04:13Apakah kemudian itu ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi sehingga hasilnya resapel,
04:18itu kita kembalikan kepada Presiden yang memiliki katakanlah otoritas penuh untuk itu.
04:24Tapi khusus-khusus yang terkait perubahan sebagai menteri keuangan selama satu tahun ini,
04:28ada catatan khusus nggak dari, pernah nggak menyampaikan?
04:31Itu kan rapat yang biasa kalau menyampaikan.
04:33Kalau secara khusus misalnya, Partai Gerindra dalam konteks resapel,
04:37kita tidak akan pernah terlibat secara khusus terkait dengan itu.
04:40Saya katakan sekali lagi tegaskan bahwa konteks kita adalah mengawal dan mendukung bagaimana kebijakan dan program dari Bapak Prabowo sebagai
04:49Presiden itu bisa sukses.
04:50Apakah nanti programnya itu kendalanya di kementerian atau kendalanya di tingkat birokrasi di bawah atau kendalanya di tingkat yang lain,
04:58itu kita sampaikan secara data dan objektif.
05:00Jadi tidak pernah sekalipun misalnya Partai Gerindra berusaha masuk dalam konteks otoritas Presiden dalam konteks resapel tadi.
05:08Oke, kalau Mas Sugiat tadi mengatakan bahwa ya kami tahu tapi kembalikanlah ke Presiden, kami bisa maklum.
05:16Tapi kalau Mas Arya sebagai pengamat politik, pasti melihat ada pola sudah yang ke-6 kalinya ada resapel.
05:23Saya tidak mencatat khusus soal mendadak karena tahun lalu saat perubahan menggantikan Sri Mulyani pun juga nuansanya mendadak.
05:30Anda melihat pergantian ini terutama, kita melihat gini, yang mengganti adalah wakilnya.
05:35Artinya asumsi kita selama ini adalah ya wakilnya ini kan juga satu paket dengan menterinya soal kebijakan.
05:42Jadi kalau mau ditanya apakah kinerja atau politik, saya sebagai lembaga yang juga memenotoring termasuk juga sering melakukan survei, punya
05:50pandangan apa soal ini?
05:51Baik, terima kasih Mas Yogi.
05:54Terhadap resapel Pak Purbaya ini memang sekarang itu banyak yang saya lihat ya, banyak spekulasi yang liar terutama di media
06:04sosial ya.
06:05Ada yang berasumsi karena faktor konflik dengan Danantara, karena Pak Purbaya ingin menagih dividen ya.
06:16Ada karena dianggap tidak loyal terhadap presiden, ada juga karena faktor-faktor yang lain.
06:23Banyak spekulasi yang liar di luar, yang itu pada satu sisi tentu memberikan image yang juga kurang positif terhadap proses
06:34resapel.
06:35Dan kalau kita lihat memang dalam beberapa resapel kali ini, beberapa resapel yang telah dilakukan, ada kecenderungan-kecenderungan yang terjadi
06:46ya.
06:47Satu, beberapa resapel itu sifatnya parsial.
06:52Jadi hanya satu atau dua menteri yang dicopot, kemudian juga tidak ada pola yang jelas ya, kapan akan dilakukan resapel.
07:02Terutama soal alasannya persopel, menurut Mas Arya lu gak publik tahu.
07:05Alasannya kenapa dilakukan resapel, sehingga itu membuat para menteri di dalam juga merasa deg-degan juga.
07:13Nih jangan-jangan nanti lagi akan ada resapel lagi gitu.
07:16Sehingga setiap menteri, terutama yang berasal dari non-partai ya.
07:21Kalau yang dari partai politik, apalagi ketua umum atau sekretaris jenderal, mungkin itu lebih safe, lebih aman ya.
07:27Kemungkinan untuk di resapel mungkin kecil sekali kalau saya lihat untuk level ketua umum.
07:33Nah tapi kalau kita lihat ya, beberapa hal kecenderungan resapel itu dari pemerintah-pemerintah sebelumnya dan juga pemerintah sekarang.
07:42Jadi mengatakan beberapa posisi yang ketua parpol itu berarti maksudnya AHI aman ya?
07:47Ya saya kira ketua-ketua parpol, AHI, Cak Imin, Krih Hasan.
07:50Oh itulah kenapa purba-nya cepat sekali diganti karena gak ada background partai politiknya?
07:55Ya gak ada pendukungnya lah ya.
07:59Nah umumnya resapel terjadi karena satu kinerja tentu pasti ya.
08:05Presiden menganggap kinerja dianggap kurang baik.
08:08Tapi ada juga beberapa resapel yang terjadi karena menteri dianggap berseberangan dengan kebijakan presiden.
08:14Presiden maunya X, menteri melakukan Y.
08:18Atau dianggap tidak loyal terhadap presiden.
08:22Presiden ingin A, menterinya ingin B.
08:26Nah dalam konteks sistem...
08:27Kalau dalam selama ini amatan Anda, Pak Purbaya ini kan banyak muncul.
08:31Termasuk yang loyal atau gak?
08:33Agak susah itu menjawabnya.
08:34Agak susah.
08:35Harusnya Anda lebih gampang menjawab ketimbang bapak-bapak dua ini yang dari partai politik.
08:40Menteri memang harus loyal pada presiden ya.
08:43Karena bagaimanapun tentu presiden punya otoritas dan kuasa untuk melakukan itu.
08:48Tapi menteri juga saya kira harus berkata jujur pada presiden.
08:53Saya lihat sekarang terjadi akses yang kurang setara kepada presiden.
09:00Terhadap menteri-menterinya?
09:02Menteri terhadap presiden.
09:03Aksesnya gak setara.
09:04Itulah yang menjawab kenapa kemudian dari sisi beberapa partai kaget kenapa ada reshava.
09:11Karena gak semua orang bisa akses presiden ya.
09:15Dan informasi yang boleh keluar, yang boleh diterima oleh presiden itu terbatas sekali.
09:23Tadi saya udah bertanya ke partai berkuasa, saya menyebutnya begitu, partai Gerindra.
09:28Saya tanya ke partai koalisi lainnya yang kira-kira juga gak jauh-jauh lah jaraknya dengan Gerindra.
09:33Akses setara presiden.
09:34Mas Umam, mewakili partai demokrat.
09:38Anda termasuk yang kaget demokrat ya?
09:42Atau mungkin bisa menjawab bahwa benar atau enggak sih sebenarnya yang dirasakan oleh partai demokrat aja.
09:49Karena ada menterinya.
09:50Itu tidak semudah itu bisa berkomunikasi dengan presiden.
09:54Dalam konteks ini saya makmum kepada imam saya.
09:57Wah inilah.
09:59Kenapa?
10:00Sekali lagi, ini sudah rumus dasar.
10:02Dalam konteks koalisi pemerintahan ya otoritas tertinggi.
10:06Dalam konteks kekuasaan pemerintahan ya hak prerogatif presiden.
10:10Tetapi memang di dalam mengeksersis kekuasaan presiden tentu bukan hanya faktor teknokrasi.
10:20Tetapi tentu juga ada pertimbangan-pertimbangan lain.
10:22Pertimbangan politik.
10:24Tadi salah satunya di highlight oleh Mas Arya.
10:28Namun barangkali juga itu adalah bagian dari pertimbangan yang saya pikir cukup komprehensif.
10:36Karena setiap keputusan diambil tentu tidak diambil dengan kalkulasi yang parsial.
10:42Kalau misal kemudian aspek politik misalnya.
10:45Barangkali bagaimana pola komunikasi ya.
10:49Misalnya barangkali disampaikan sejumlah kalangan.
10:53Sebenarnya Pak Purbaya kan relatif cukup ini ya terbuka ya.
10:58Orangnya memang belak-belakan gitu.
11:00Tetapi mungkin dalam konteks itu juga berpotensi misalnya menciptakan kebingungan.
11:08Atau barangkali menciptakan hal-hal yang diharapkan misalnya oleh presiden.
11:12Spontanitasnya seringkali mengejutkan pasar.
11:15Aspek itu.
11:15Termasuk juga misalnya terkait dengan pola relasi dengan pemerintah daerah.
11:19Daerah dan lain sebagainya.
11:20Jadi dalam konteks ini tetap valid, justified.
11:25Kalau misalnya kemudian presiden mengambil keputusan.
11:27Ada pun kemudian persoalan teknokrasi yang lain.
11:31Saya pikir kementerian keuangan adalah bagian dari nomenklatur besar di dalam pemerintahan.
11:36Jadi kalau pun kemudian misalnya Pak Purbaya kemudian sudah digeser.
11:40Saya pikir proses rekonsolidasinya juga cukup cepat.
11:44Dan bisa proses penyesuaian itu dilakukan.
11:46Kenapa juga kami mengundang partai politik yang berkoalisi dengan Gerinda dan Pak Prabu itu adalah Partai Demokrat.
11:54Karena kami ingin membandingkan.
11:56Saya ingin dapat nuansanya saja.
11:58Partai Demokrat pernah berkuasa 10 tahun lewat Pak SBE.
12:01Yang pasti itu dibaca betul dan dicermati betul oleh Mas Ahai sekarang.
12:06Melihat karakter pemerintahan jaman Pak SBE kan begitu tertata rapi.
12:10Gak ada tuh yang mendadak.
12:12Semua tuh kelihatan.
12:13Hari ini melihat perubahan pola.
12:15Saya tidak bicara benar atau salah.
12:17Tetapi ada hal yang memang agak berbeda gitu.
12:20Itu pernah gak dibahas?
12:23Melihat, waduh ini kita harus bagaimana ini posisinya.
12:26Praktis tidak pernah membahas secara detail.
12:29Artinya bahwa setiap leadership itu memiliki karakter yang beragam.
12:34Dan kalaupun Pak SBE seperti era Pak SBE, Pak Jokowi seperti era Pak Jokowi,
12:41Pak Prabowo juga pasti punya style yang memang menjadi bagian dari karakter kepemimpinan beliau.
12:48Bahwa kemudian keputusan dilakukan secara decisif, kemudian secara tegas dilakukan.
12:54Yaitu bagian dari sebuah model pendekatan dari beliau.
12:58Nah ada pun kemudian, kalaupun dianggap berbeda,
13:02ya saya pikir itu bagian dari dinamika.
13:05Dan sekali lagi tantangannya berbeda.
13:07Secara domestik, secara global, internasional.
13:10Di level kawasan juga berbeda.
13:12Dan mekanisme manajemen pemerintahannya juga barangkali juga berbeda.
13:17Maka di level ini, ya kita hormat, respek, dan sentikodabuh kepada keputusan dari Pak Presiden.
13:26Oke, kita akan membahas lagi seperti apa evaluasi pemerintahan Prabowo Gibran ini menjelang 2 tahun,
13:34bagaimana perspektif dari Partai Politik dan Pengamat,
13:37Satu Meja Kembali Pusat Jeda yang satu ini.
13:40Enggak lah, baru dipecat, menjadi menteri lagi, mana loh.
13:45Abis ini mau pulang, mancing belakang rumah.
13:47Gue punya kolam di belakang, jadi bisa mancing belakang rumah.
13:49Mereka mau ngelamun.
13:50Kenapa dipecat, gitu.
13:58Masih di Satu Meja Kembali Forum, saya ke Mas Umam ya.
14:01Tadi kita lihat Pak Purbaya ekspresinya yang ya begitulah, gayanya.
14:06Tapi pasti ada pesan lah.
14:08Saya masih menangkap ada kekecewaan, tapi belum terucap aja dari Pak Purbaya.
14:12Saya mau begini, kita tahu kalau dalam suatu pemerintahan ada koalisi partai politik,
14:20bukan kali pertama di pemerintahan, bahkan dari mulai Pak SBY, Pak Jokowi juga ada koalisi partai politik.
14:27Tetapi ketika ada survei, bayangkan di awal pemerintahan Prabowo Gibran itu,
14:33tingkat kepuasan publiknya bahkan di atas 80 persen berbagai lembaga survei.
14:37Tapi sejak Juli, Agustus, dengan kompleksitas persoalan,
14:42mulai dari keracunan MBG, mulai dari Kooperasi Merah Putih, dan sebagainya,
14:46itu sudah mulai muncul.
14:48Setidaknya ada tiga lembaga survei yang menyebutkan bahwa tingkat kepuasannya sudah ada di bawah 50 persen.
14:54Dan ini cukup mengkhawatirkan.
14:56Kenapa? Karena penting juga ini untuk stabilitas dan sebagainya.
14:59Saya mau nanya ke Mas Umam nih,
15:01kalau partai politik, partai koalisi itu dalam posisi yang 80 persen pasti nyaman kan?
15:05Tapi kalau sudah di bawah 50 persen, kan tanggung renteng nih.
15:09Akan kena dampaknya.
15:11Penyikipan normatifnya kan akan, oh kami akan melakukan koreksi bersama-sama.
15:15Tetapi kan itu belum pernah muncul.
15:17Ada ketakutan, oh takutnya nanti dianggap terlalu kritis, vokal,
15:22nanti terlempar dari partai dan sebagainya.
15:24Demokrat yang sudah pernah berkuasa 10 tahun,
15:27liatnya seperti apa?
15:29Ya, satu itu sebagai sebuah instrumen assessment ya.
15:34Kita hormati.
15:35Sebagai bagian dari upaya penilaian,
15:39terutama dari kelompok civil society.
15:41Tetapi memang di saat yang sama,
15:43tentu ini menjadi sebuah wake up call bagi kita semua.
15:47Bagaimana disampaikan oleh Mas Ahaye,
15:49kalau ada program pemerintah yang berdampak positif,
15:55baik kepada masyarakat,
15:56harus kita dukung.
15:57Tapi kalau ada yang belum sempurna,
16:00mari kita bantu perbaiki bersama.
16:02Mas, artinya Pak Ahaye dan Demokrat juga sama-sama mencermati
16:06dan membaca situasi survei di masyarakat
16:10yang menyebutkan bahwa tingkat kepuasan Pak Prabowo itu di bawah 50.
16:14Sebenarnya basisnya bukan konteks survei,
16:16tetapi bagaimana evaluasi yang kemudian muncul di ranah percakapan publik.
16:20Itu kan diterminkan lewat survei,
16:21Misalnya itu kemudian dipotel ke dalam survei.
16:24Nah maka kemudian ini menjadi ruang bagi kita untuk saling berkoordinasi.
16:29Tadi sempat kita waktu offline tadi berdiskusi,
16:31apakah rapat koordinasi itu dilakukan secara intens?
16:34Cukup intens, Mas.
16:35Cukup intens?
16:35Cukup intens.
16:36Artinya bahwa setiap momen-momen yang membutuhkan
16:40public policy yang decisive, yang clear,
16:43setiap ratas yang dilakukan Pak Presiden
16:46kemudian di follow up dengan cepat ya
16:49oleh Kementerian-Kementerian Koordinator.
16:52Setidaknya saya misalnya membantu Mas Ahaye di Kementerian Koordinator
16:56bidang infrastruktur dan pembangunan kewilaihan
16:58terkait dengan isu-isu yang terkait dengan
17:00misalnya sekolah rakyat,
17:03terkait dengan proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca pencana
17:07dengan segala kekuatan dan juga kelemahan
17:10dalam konteks mendeliver program-program pemerintah
17:14itu terus dilakukan secara intens.
17:15Mas Umar, itu kan yang normatifnya ya
17:18tapi kan wajar sih,
17:19menurut saya wajar aja kalau ada kekhawatiran.
17:21Justru kalau nggak khawatir aneh nih.
17:24Kok ada survei di bawah 50%
17:26kita juga melihat kompleksitas persoalan itu tinggi
17:28kan aneh.
17:30Nah ini saya mau ke Mas Sugiyat nih.
17:32Artinya sebagai partai kan,
17:34partai yang saya sama.
17:35Tetapi di tengah itu saya ingat
17:37ketika sesama mitra,
17:40Ketua Umum Ahaye menyampaikan pidato
17:42soal mengingatkan kekuasaan itu.
17:43Anda kan berkomentar tuh,
17:45Pak Menteri udahlah fokus kerja aja.
17:49Ini gimmick atau memang genuine?
17:52Wah Anda menganggap ini Menteri Ahaye
17:54jangan dong singgung-singgung soal kekuasaan
17:57menjelang pemilu,
17:58meskipun baru tiga tahun.
18:00Ya, yang pertama bahwa
18:01ya pemerintahan Pak Prabowo
18:03baru berjalan dua tahun.
18:04Dua tahun nanti Oktober baru genap,
18:06baru masuk tiga tahun.
18:08Saya pikir kalau pemerintahan
18:09yang rentang waktunya lima tahun,
18:11dua tahun itu kan
18:12masa-masa untuk bekerja keras.
18:14Terkait misalnya dengan persepsi opini publik
18:17di beberapa lembaga serupi
18:18yang itu menurunkan,
18:20katakanlah approval rating Pak Prabowo,
18:21saya pikir ini juga perlu dikaji.
18:23Ya, kami tidak terlalu khawatir misalnya
18:25kalau di awal-awal misalnya
18:27sampai 80 persen,
18:29lalu kemudian di 2026
18:31turun drastis,
18:32bahkan sampai ada yang
18:33di bawah 50 persen.
18:35Karena kami anggap bahwa
18:36serupi itu kan
18:37ukuran subjektif,
18:39ukuran persepsi opini publik
18:41di satu masyarakat
18:42dalam waktu tertentu
18:43dengan metodologi tertentu.
18:44Itu tidak bisa menunjukkan
18:46bagaimana secara objektif
18:48kinerja seorang presiden
18:50atau pemerintahan.
18:51Kalau kita lihat misalnya
18:53bandingkan dengan ukuran-ukuran
18:54yang lebih objektif,
18:55bagaimana dua tahun
18:56pemerintahan Pak Prabowo
18:57sedang berjalan.
18:58Katakanlah pertumbuhan ekonomi
19:00di semester pertama 2026
19:02yang tumbuh di atas 5 persen.
19:04Walaupun katakanlah pada saat
19:06yang bersamaan,
19:07bank itu menargetkan Indonesia
19:09hanya di 3 persen.
19:10Jadi Mas Jad,
19:10pertanyaan saya adalah
19:11ketika Anda mengomentari
19:13pernyataan pidato Pak Ahaya itu
19:16Ini saya mau menjelaskan dulu
19:18terkait dengan
19:20kinerja Pak Prabowo dulu
19:21baru ini saya akan sambung
19:22dengan bagaimana
19:23perilaku dari kawan-kawan koalisi.
19:25Karena menurut saya itu tadi
19:26pasti Anda mengomentari itu
19:27pasti Anda melihat nuansa.
19:29Kenapa sih
19:29sekelas Ahaya harus ngomongin
19:31soal kekuasaan?
19:32Itu tadi lebih baik
19:33soal kinerja.
19:34Itu maksud saya.
19:35Ya, makanya gini.
19:36Tadi saya katakan bahwa
19:37ada capaian-capaian
19:39yang secara objektif
19:39itu bisa diukur.
19:40Misalnya pertumbuhan ekonomi
19:41yang itu dibandingkan
19:43dengan negara-negara lain,
19:44Indonesia cukup tinggi, 5% ke atas.
19:46Belum lagi kita mendapatkan data
19:48bahwa investasi yang
19:49masuk ke Indonesia
19:50per 2026 pertengahan ini
19:53sudah sampai lebih dari
19:54seribu triliun misalnya
19:56yang menyerap angka kerja
19:57yang sangat banyak.
19:58Misalnya lagi bagaimana
20:00ketahanan pangan yang
20:01targetnya katakanlah
20:023 tahun, 4 tahun
20:03bisa suasembada beras
20:04ternyata dalam waktu 2 tahun
20:05bisa suasembada beras.
20:07Itu kan ukuran-ukuran objektif.
20:09Saya berharap pada saat
20:10menyampaikan statement
20:11terkait dengan pernyataan
20:12Ketua Umum Demokrat
20:13bahwa ayo kita lanjutkan
20:15kemajuan-kemajuan objektif
20:17dari pemerintahan Pak Prabowo ini.
20:19Apalagi misalnya
20:20ada juga persoalan-persoalan
20:21dari program prioritas Pak Prabowo.
20:23Misalnya ada persoalan
20:24di tata kelola IBG.
20:24Oke, itu saya setuju
20:25satu hal
20:26sesama partai koalisi,
20:27partner saling mendukung
20:29capaian-capaian
20:29bahkan bekerja keras
20:30mencapai itu.
20:31Tapi yang disampaikan oleh
20:32Ketua Umum
20:33bicara soal
20:34mengingatkan kekuasaan
20:35kan menurut saya normatif.
20:36Kenapa harus diingatkan
20:37dengan fokus saja kerja?
20:38Ini seolah-olah
20:39akhirnya kita membaca,
20:40wartawan membaca,
20:40memang ada yang gak kerja.
20:42Itu yang menjawab
20:43harusnya saya itu.
20:44Iya, iya, iya.
20:45Gak apa-apa kan
20:46di dua-dua parter ini kan?
20:47Silahkan aja kalau menjawab.
20:48Gini, saya lanjutkan ya.
20:49Saya pikir
20:51mungkin nanti dikuatkan oleh
20:52Mas Umum
20:53terkait dengan konteks
20:54apa yang disampaikan oleh
20:55Mas Ahaye.
20:56Kita hanya mengingatkan
20:58bahwa ada agenda besar,
21:00ada ambisi besar
21:01dari seorang Presiden Prabowo
21:02terkait dengan
21:03persoalan-persoalan rakyat.
21:04Yang itu harus dituntaskan
21:06dalam waktu lima tahun ini.
21:07Kita tidak cerita
21:08dua periode,
21:09tapi dalam konteks lima tahun ini.
21:11Dan ketika
21:12partai-partai koalisi
21:13Hati-hati loh Mas Anda
21:14gak ngomong dua periode itu.
21:15Ya karena memang Pak Prabowo
21:16kan mengatakan bahwa
21:18dia akan fokus
21:19menuntaskan lima tahun,
21:21belum ada cerita pemilu,
21:22nanti pada saat momentum
21:23yang tepat
21:23kita akan lakukan evaluasi,
21:25biasanya gerinder gitu.
21:26Kita akan lakukan evaluasi
21:27terkait dengan pilek,
21:28terkait dengan pilpres,
21:29tapi pada momentum
21:31tahun ini
21:31kita fokus dulu pada
21:32pelaksanaan program-program
21:34prioritas Pak Prabowo.
21:35Saya berharap memang
21:36ya sebagai partai gerinder
21:37pasti punya harapan
21:38buat setiap elemen bangsa
21:40terkhusus lagi
21:41koalisi
21:41fokusnya di situ dulu.
21:43Oke, saya mau kasih
21:44Mas Umar sedikit
21:46sebelum saya nanti ke Mas Arya.
21:48Mas Iyimu menjelaskan?
21:49Atau sudah cukup?
21:50Sudah cukup.
21:51Tapi paling
21:52tadi ya,
21:53paling menjelaskan
21:54asbab ulurut.
21:55Oke.
21:55Kenapa kemudian itu disampaikan.
21:57Konteksnya itu betul-betul
21:58dalam momentum
21:59internal
22:00internal
22:01good 25 partai demokrat
22:03dan ini memberikan
22:05ruang refleksi
22:06dan kontemplasi
22:07dalam konteks berdemokrasi.
22:09Demokrat itu
22:10lahir 2021,
22:12maaf,
22:122001.
22:13Jadi betul-betul
22:14momennya itu
22:14pada momentum reformasi.
22:16Mas Ahaya menyampaikan
22:18kita itu ya
22:19praktis anak kandung reformasi
22:20dan namanya itu
22:21partai demokrat.
22:22Artinya bahwa
22:23prinsipal
22:24dalam konteks demokrasi
22:26itu menjadi core-nya.
22:27Nah,
22:27ketika kemudian itu disampaikan,
22:29betul-betul ini menjadi
22:30sebuah ruang kontemplasi
22:31karena kita pernah
22:32di dalam kekuasaan
22:33bahkan memimpin
22:34kekuasaan
22:35pernah di luar
22:36bahkan kemudian
22:37ketika di luar
22:38kita juga pernah
22:38diancam
22:39quote by quote
22:40oleh oknum
22:41yang berada
22:41di lingkaran kekuasaan.
22:43Maka ketika itu
22:44disampaikan
22:45ini sebenarnya
22:46sebuah
22:46wake up call
22:48bagi kita
22:48kepada semua pihak
22:49kepada semua pihak
22:50bahwa kita
22:51hati-hati
22:52mengeksersis amanah
22:53rakyat itu.
22:54Nah, makanya
22:55ketika kemudian
22:56ada yang
22:56menarik ke sana
22:57kemari
22:58ini spekulasinya
22:59terlalu jauh
23:00terlalu jauh
23:00dan
23:01sudah diklarifikasi
23:03langsung oleh
23:03Mas Ahai
23:04dihadapan
23:05Bapak Presiden Prabowo
23:06sebenarnya
23:07duduk perkaranya
23:08seperti ini
23:09dan kemudian
23:09disampaikan
23:10poin-poin utama
23:11dari pidato itu
23:12dan all good
23:12all clear
23:13dan sudah
23:14jawab tangan kan?
23:16Sudah
23:16mau jawab tangan lagi?
23:17Ya boleh
23:18sebagai bentuk
23:19pertanggung jawaban
23:20saya ke Mas Arya
23:23Mas Arya
23:23soal pergantian kabinet
23:25sudah 6 kali
23:26dan sebagainya
23:27ada pendapat
23:28bahwa mengatakan
23:29gini
23:29kamu berkali-kali
23:30diganti
23:31tapi
23:32nuansanya cenderung
23:33lebih mementingkan
23:34kaitannya dengan
23:35kepentingan koalisi
23:36satu hal itu
23:38mungkin normatif
23:39yang kedua
23:40di tengah situasi
23:41problematik
23:41persoalan
23:42tekanan geopolitik
23:44dan sebagainya
23:44harusnya ada yang
23:45namanya penekanan
23:46pentingnya teknokratis
23:48itu juga masukkan
23:49tetapi ada juga
23:50yang lebih ekstrim
23:51mengatakan bahwa
23:52siapapun menterinya
23:54tidak akan bisa
23:54memenuhi ekspektasi
23:55kenapa?
23:57karena program-program
23:58yang dibebankan
23:58kepada menteri
23:59dalam hal ini
24:00dari presiden
24:01itu juga landasannya
24:02belum clear
24:02contoh MBG
24:03kita lihat
24:04pilihan ini tidak
24:05masih ada persoalan
24:06yang kedua
24:07kooperasi merah putih
24:08Anda melihat
24:09hal yang sama
24:10atau Anda punya pandangan lain
24:11soal ini?
24:11Ya
24:12ini pemerintah
24:13akan 2 tahun ya
24:14dan saya melihat
24:16ada sejumlah catatan
24:17terutama dari saya pribadi
24:18soal kecenderungan
24:21terjadinya
24:22abnormalitas
24:23abnormalitas
24:25di kepresidenan
24:27di pemerintahan terutama
24:29abnormalitas yang pertama itu
24:32terkait
24:32proses pembuatan kebijakan
24:35dalam proses
24:37pembuatan kebijakan
24:38yang normal
24:39itu biasanya
24:42ada keinginan
24:44yang ingin dicapai
24:45ada tujuan
24:46yang ingin dicapai
24:47kemudian dibicarakan
24:49di level teknis
24:50mungkin di level
24:51internal kementerian
24:53mungkin di DPR
24:54mungkin di tingkat
24:56koalisi
24:56disiapkan perangkat
24:58peraturan perundang-undangannya
25:00baru kemudian
25:01di launch
25:02saya gak tahu
25:04apakah proses itu
25:05dilakukan secara
25:07dengan model yang normal
25:09atau justru
25:11model informal
25:12gitu ya
25:13mungkin
25:13Mas Umam sama Pak Suget
25:15kalau dari rangkaian
25:17peristiwa
25:17pemberitaan
25:18rapat ada
25:19ratas
25:20bahkan weekend
25:21di
25:21di hambalang juga
25:23rapat kan
25:23cuman mungkin
25:24Mas Arya belum diundang
25:25aja
25:26nah yang kedua
25:28soal
25:28abnormalitas yang kedua
25:30yang saya lihat itu
25:31adalah
25:32peran koalisi
25:33terbatas
25:34peran koalisi
25:35terbatas
25:36saya melihat
25:38saya gak tahu
25:39kita bukan orang dalam
25:41apa Pak amatan Anda aja
25:43amatan saya
25:44peran koalisi
25:46untuk membahas
25:47program-program
25:49strategis pemberintahan
25:50misalnya soal
25:52bagaimana
25:53MBG dilakukan
25:54bagaimana evaluasinya
25:56bagaimana
25:57kooperasi merah putih
25:58bagaimana
25:59sekolah rakyat
26:00program-program
26:01besar pemberintahan
26:03itu saya melihat
26:05peran koalisi
26:06tidak
26:07sebesar
26:08yang terjadi
26:09di pemberintahan-pemberintahan
26:11sebelumnya
26:12nah itu catatan
26:13abnormalitas
26:13yang kedua
26:14abnormalitas yang ketiga
26:16itu terkait
26:17pembagian peran
26:18yang gak
26:18setara
26:19di level
26:20partai-partai
26:21misalnya apa
26:22misalnya saya lihat
26:24ada kita lihat
26:26sejumlah
26:27menteri
26:28terutama
26:29itu yang
26:29punya beban kerja
26:30yang sangat besar
26:33dibandingkan
26:33menteri-menteri yang lain
26:35beban kerja itu
26:36tidak hanya akses
26:37akses fisik
26:38akses informasi
26:40akses politik
26:42tapi ada
26:43menteri-menteri
26:43yang tidak punya
26:44beban kerja
26:45yang
26:45apa
26:47punya jabatan
26:48tetapi tidak punya
26:49otoritas
26:50itu beda
26:51sesuatu yang beda
26:51boleh saja menteri
26:52punya jabatan
26:53tapi punya gak
26:54punya otoritas
26:54itu kan
26:55sesuatu yang
26:56gak normal
26:56menurut saya
26:57bahkan saya mendengar
26:58katanya para menko
26:59tentu
27:00ini harus di cross-check
27:01tapi para menko
27:01juga banyak
27:02kehilangan peran
27:04nah saya kira
27:04makanya ini jadi
27:05catatan yang serius
27:06kalau
27:07koalisi ini penting
27:09karena
27:09indikasi terjadinya
27:11retak di koalisi itu
27:12sudah mulai muncul
27:14apa yang paling
27:15anda lihat
27:16ada dua
27:18momentum
27:19satu
27:20pidatonya Pak Haye
27:21meskipun tadi
27:23sudah diluruskan
27:23saya melihat
27:25gini
27:26dalam situasi
27:28yang normal
27:30itu tidak mungkin
27:32seorang ketum
27:33menyampaikan
27:34kritik terbuka
27:35di depan publik
27:36soal bahwa
27:37kekuasaan ada
27:37batasnya
27:38dan ada
27:39pemilu
27:40yang pertama
27:41yang itu Pak Jokowi
27:42Pak Jokowi bilang bahwa
27:44kekuasaan
27:45jangan
27:45semena-mena
27:47ini dua
27:48kejadian
27:49dalam berhentang
27:50waktu yang
27:51berdekatan
27:52pasti ada maksudnya
27:53pasti ada tujuannya
27:54jadi
27:55retak itu
27:56bisa terjadi
27:57karena dua kondisi
27:58ini kan menentukan
27:59posisi partai
28:01satu yang tadi
28:02Mas Yogi sampaikan
28:03soal survei
28:06tentu
28:07partai sebagai
28:08organisasi yang
28:09rasional
28:10tentu akan berpikir
28:11apakah
28:12kos lebih besar
28:14daripada benefit
28:15kalau kos yang ditanggung
28:17lebih besar
28:17daripada benefit
28:18yang didapatkan
28:19misalnya
28:21suara turun
28:23drop di pemilu
28:24tentu partai akan
28:25melakukan
28:26rekalkulasi
28:27Anda mau mengatakan
28:29bahwa ada di dalam
28:30kabinet Prabowo
28:31Gibran ini juga
28:31harus dihitung
28:32dampaknya
28:33partai akan menghitung
28:34saya kira
28:34partai akan menghitung
28:35dampaknya
28:36dan tingkat
28:36kebosan publik
28:37yang di bawah 50%
28:38itu harusnya
28:39dibaca sebagai
28:40sesuatu yang
28:41tidak menguntungkan
28:42secara politik
28:43karena begini
28:43karena
28:44kita sudah punya
28:45tiga presiden
28:47yang dipilih
28:48secara langsung
28:48presiden SBY
28:50presiden Jokowi
28:52dan presiden Prabowo
28:53dan dalam dua tahun
28:56terjadi penurunan
28:5730%
28:59kepuasan publik
29:00itu sesuatu yang
29:02tidak pernah terjadi
29:03sebelumnya
29:03di pemerintahan
29:05pemerintahan sebelumnya
29:06jadi wajar
29:07kemudian
29:08kalau
29:08partai demokrat
29:11memberikan
29:12sinyal kuat
29:13yang kedua
29:14juga mungkin
29:15ya partai demokrat
29:16sekarang juga
29:17sedang lagi naik daun
29:18naik daun
29:19berarti kata
29:20lagi tinggi surveinya
29:21lagi naik
29:22jadi tentu juga butuh
29:24melihat momentum
29:25butuh momentum ya
29:26kita lihat
29:26demokrat kan
29:27cek ombak
29:28cek ombak
29:28demokrat kan
29:29tidak punya momentum ya
29:31misalnya
29:31dari 2009
29:3320%
29:352014
29:3610%
29:372019
29:38sekitar 8%
29:402024
29:417%
29:42drop terus
29:42burun terus demokrat
29:43jadi gak ada
29:45belum ada cara
29:47untuk rebound
29:48sedang mengamati nih
29:49kira-kira harus besar mana
29:50bisa jadi
29:51bisa jadi
29:52pidato itu adalah
29:53cara untuk
29:54bisa kembali rebound
29:56saya coba
29:56respon
29:57sedikit
29:58sedikit
29:59tadi sudah kita
30:00klarifikasi ya
30:01ada proses
30:02tabayun dihadapan
30:03Pak Presiden
30:04dan sudah clear
30:04semuanya
30:05dan mengapa
30:07kemudian itu
30:07disampaikan
30:08sekali lagi
30:09terkait dengan
30:09tadi
30:10yang disampaikan oleh
30:11Mas Arya
30:11memang ada
30:13semacam
30:14survival interest
30:15karena memang
30:16tadi secara
30:17elektoral
30:18terjadi penurunan
30:19dan ada
30:20sejumlah anomali
30:21dimana misalnya ya
30:22di pemilu
30:232024
30:23itu secara
30:25suara
30:27demokrat itu
30:28mendapatkan
30:28penambahan
30:29500 ribu
30:30suara
30:31dibandingkan dengan
30:32pemilu sebelumnya
30:33di pilek
30:342019
30:34tetapi dalam
30:36konteks
30:36perolehan
30:38kursi
30:38justru mengalami
30:39penurunan
30:40sangat-sangat
30:41agak unik
30:42disitu
30:42nah itulah
30:43kenapa
30:43memiliki
30:44justifikasi
30:45ketika kemudian
30:46misalnya dalam
30:47konteks
30:47pidato Mas
30:49Ketua Mahaye
30:50menyampaikan
30:51perlunya
30:51election yang fair
30:53pemilu yang fair
30:54bicara tentang
30:55konteks
30:55netralitas kekuasaan
30:57negara
30:57bicara tentang
30:58supremasi hukum
31:00bicara tentang
31:00konteks
31:01kedaulatan rakyat
31:02dan lain sebagainya
31:03dalam rangka apa
31:04mengharapkan
31:05bahwa ruang
31:06demokrasi ini
31:07kita jaga
31:08bagian dari
31:08survival interest kita
31:09supaya kemudian
31:10semuanya berjalan
31:11secara fair
31:11saya pikir
31:12sesuatu yang cukup
31:14urjan
31:14bukan hanya untuk demokrat
31:15semua
31:16termasuk teman-teman
31:17sahabat-sahabat dikirim
31:17kalau begitu
31:19kalau begitu
31:20kalau kemarin
31:21purba yang diganti
31:22apakah berikutnya
31:25menteri-menteri
31:26dari partai politik
31:27satu meja
31:28akan kembali
31:28usah jadah
31:29dalam kehidupan militer
31:30kita mengenal
31:31satu nilai
31:32bahwa dalam
31:33sebuah misi
31:34kita harus
31:35tahu persis
31:36siapa yang
31:37berdiri teguh
31:38di samping kita
31:40terutama ketika
31:42terjadi sesuatu
31:43keadaan apapun
31:45dalam suka
31:46maupun duka
31:46kita harus tahu
31:48bahwa orang itu
31:49tetap dapat
31:50diandalkan
31:51karena itu
31:52izinkan Bapak Presiden
31:53saya menyampaikan
31:54dengan tulus
31:55bahwa Bapak Presiden
31:56dapat mengandalkan
31:58partai demokrat
32:07satu menjadah forum
32:08kembali lagi
32:09Pak Giat
32:10yang tadi kita bahas
32:12di sebelumnya
32:12sudah dijawab
32:13apresiasi dulu dong
32:14bahwa
32:15Pak Haye ternyata
32:16mendengar
32:17sudah diklanifikasi
32:18itu satu hal
32:19sudah cukup
32:19tapi
32:20Anda melihat
32:22Pak Haye
32:23menyodorkan langsung
32:24di hadapan Presiden
32:25ketemu
32:26partai Gerindra
32:27kami siap diandalkan
32:28itu kan
32:30normatif ya
32:30diandalkan
32:32normatif
32:32lepas ada momentum
32:33menjelaskan atau tidak
32:34tapi kan diandalkan
32:35itu dalam situasi
32:36itu tadi
32:37ada angka survei
32:38yang sedang melorot
32:39disadari bersama
32:40masih banyak
32:40target belum tercapai
32:42Anda berharap apa
32:43pada partai demokrat
32:44ya saya pikir
32:45sebelum saya menjawab itu
32:46saya ingin mengklarifikasi
32:47apa yang disampaikan
32:48oleh Mas Arya
32:49di sesi sebelumnya
32:51bahwa ada seolah-olah
32:52framing atau opini
32:53kebijakan atau program
32:55dari pemerintahan
32:56Pak Prabowo ini
32:57dibuat tergesa-gesa
32:59tanpa perencanaan
33:00kita harus memahami dulu
33:01bahwa seorang Prabowo
33:03Subianto itu berbeda
33:04misalnya
33:04dibandingkan dengan
33:06Pak Jokowi
33:06dengan Pak SBY
33:08misalnya
33:08Pak Prabowo itu
33:09sudah
33:10punya cita-cita
33:12terkait dengan
33:12apa yang akan dilakukan
33:13ketika dia menjadi
33:14Presiden itu
33:15sudah sangat lama
33:17dan itu sudah
33:17di
33:17pergumulannya
33:18sudah teknisnya
33:20sudah sangat lama
33:20misalnya di 2004
33:21beliau ikut
33:22Konvensi Partai Golkar
33:23apa yang menjadi
33:24kebijakan beliau
33:25sekarang ini
33:26itu juga dibicarakan
33:27ketika beliau
33:28ikut Konvensi Partai Golkar
33:29di 2004
33:29begitu juga misalnya
33:31pada pemilu 2009
33:32bersama Bu Mega
33:33apa yang disampaikan
33:35oleh Pak Prabowo
33:36ketika menjadi
33:36calon wakil Presidennya
33:37Bu Mega
33:38itu sama persis
33:39dengan apa yang menjadi
33:40kebijakan beliau saat ini
33:41pun plus
33:42misalnya di 2014
33:43dan 2019
33:44jadi
33:45dia sudah punya
33:46cita-cita
33:47program dan lain sebagainya
33:49itu sudah sangat lama
33:50bahkan ketika
33:51beliau menjadi Presiden
33:52itu yang ingin beliau
33:52eksekusi
33:53memang ada problem
33:54beliau ketika misalnya
33:56pada saat
33:56beliau pidato
33:57di DPR-MPR
33:59ada problem
33:59birokrasi yang
34:00itu mungkin
34:01tidak secepat
34:02yang beliau harapkan
34:03atau budaya
34:05merumitkan diri
34:06birokrasi itu
34:07masih banyak
34:07atau budaya
34:08korupsinya masih
34:09sangat banyak
34:09memang
34:10kata-kata
34:12kelola MBG
34:13itu problemnya
34:14di problem
34:14birokrasi teknis
34:15itu yang perlu
34:16kita kawal
34:17kita awasi
34:17bagaimana ini
34:18tidak terjadi
34:19di kemudian hari
34:20seperti yang kemarin
34:21begitu juga
34:21misalnya
34:22Koperasi Desa Merah Putih
34:23tapi so far
34:24beberapa kebijakan
34:24besarnya
34:25hilirisasi
34:26suasemada pangan
34:27ketahanan energi
34:28dan lain sebagainya
34:29sedang dalam proses
34:30saya pikir itu yang
34:31paling penting
34:31yang kedua
34:32saya pikir begini
34:34ya Pak Prabowo itu
34:35bukan hanya dalam
34:36konteks demokrat
34:36kalau kait dengan
34:37Pak Ahi tadi
34:39Pak Prabowo itu kan
34:40ingin
34:41mengkonsolidasikan
34:42seluruh putra-putri
34:43terbaik bangsa
34:44baik di koalisi
34:46maupun
34:46ada yang di luar
34:47kalau bisa bersatu
34:49bagaimana kita
34:50sekuat-kuatnya
34:51sekeras-kerasnya
34:52berjuang untuk
34:53katakanlah
34:53mewujudkan cita-cita bangsa
34:54kesejahteraan rakyat
34:55dan sebagainya
34:56ya
34:56apa yang menjadi
34:58tawaran Pak Ahi tadi
35:00saya yakin dan percaya
35:02tidak akan bertepuk
35:02sebelah tangan
35:03jangankan dengan demokrat
35:04dengan partai koalisi
35:06dengan PDIP sekalipun
35:07Pak Prabowo selalu mengajak
35:08dengan katakanlah
35:10beberapa kali
35:10misalnya
35:11Pak Prabowo mengundang
35:12para rektor
35:13para dekan
35:14para wartawan
35:15untuk ayo kita bicarakan
35:17terkait masa depan bangsa
35:18bagaimana
35:19solusinya
35:20kalau ada masalah
35:20dan sebagainya
35:21saya pikir itu
35:22Mas Arya
35:22kalau penjelasan Mas Giat
35:23katanya karena
35:24sudah mengamati lama
35:25sejak tahun 2004
35:27jadi
35:27enggak model
35:29nunggu-nunggu lagi
35:30sudah langsung
35:30plug and play
35:31pokoknya harus jalan
35:32kira-kira intinya
35:33sudah dengan kajian-kajian
35:34yang penuh
35:35Anda
35:38kebijakan itu kan
35:39disebut kebijakan publik
35:41ada kata publiknya
35:43artinya karena dia
35:45kebijakan publik
35:46tentu harus
35:47publik juga punya ruang
35:49untuk memberikan
35:51pandangan terhadap
35:52kebijakan-kebijakan
35:53yang diambil
35:53nah tapi saya kembali lagi
35:56soal
35:57tadi
35:57demokrat
35:58supaya
35:59apa
36:00jangan ragu
36:01presiden
36:01supaya demokrat
36:02dapat diandalkan
36:03ini kan menurut saya
36:04mengonfirmasi
36:05bahwa memang
36:07peran-peran
36:08partai koalisi itu
36:09timpang
36:10atau terbatas
36:11bayangkan
36:12dua tahun
36:13pemerintahan
36:14sudah terbentuk
36:15koalisi sudah terbentuk
36:17tiba-tiba
36:18Pak Ahaye
36:19berpidato
36:20jangan ragu
36:21Bapak Presiden
36:22untuk mengandalkan
36:23partai demokrat
36:23oh menegaskan ulang
36:25saya kira
36:26itu artinya apa
36:27artinya memang selama ini
36:28Anda melihat bahwa
36:29statement bahwa
36:30kami bisa diandalkan itu
36:32mencerminkan bahwa
36:33sebenarnya ada keraguan
36:34jangan-jangan
36:35partai demokrat
36:36akan didepak
36:37ada kekhawatiran
36:38atau gimana
36:39enggak
36:39mungkin
36:40kalau pandangan saya
36:41bisa jadi
36:42selama ini
36:43pembagian peran
36:45kepada partai-partai
36:46oke
36:46lebih kepada
36:47minta dikasih peran
36:48lebih dong
36:49enggak seimbang
36:50dibagi perannya
36:51begini
36:52terkait
36:54sebentar lagi
36:55saya sekat dikit
36:55dikit mas
36:56nah
36:57jadi gini
36:59saya ingat dulu ya
37:02ketika Pak SBY
37:04di periode pertama
37:06itu
37:08hantaman koalisinya
37:10mungkin belum seberapa
37:11dibandingkan
37:12pidato Pak SBY
37:13Pak Ahaye tadi
37:14kita bisa bayangkan dulu
37:16Pak SBY
37:17di periode pertama
37:18hampir di impeach
37:20oleh DPR
37:21hampir ya
37:22karena kasus
37:24senturi
37:25oh senturi
37:26ya
37:26jadi justru partai-partai
37:28koalisi lah
37:29yang menjadi
37:30promotor
37:31untuk
37:32mengusulkan
37:33hak angket senturi
37:34ya
37:35jadi ada
37:36partai golkar
37:36ada PKS
37:39ada
37:41ada
37:42ada PAN
37:43oh saya tidak salah ya
37:44nah jadi
37:45pidato ini
37:46saya kira
37:47belum
37:47belum
37:48belum seberapa
37:49belum seberapa lah
37:50dibandingkan apa yang terjadi
37:51di masa Pak SBY
37:52periode pertama
37:53atau kedua
37:54pertama saya
37:54sempat disinggung juga kan
37:56di pidato
37:56Presiden Prabowo
37:58nah artinya
37:59kritik internal itu
38:01sesuatu yang
38:02mungkin biasa
38:04dilakukan
38:04tujuannya banyak ya
38:06Mas Imam tentu bisa menjelaskan
38:08apa tujuannya
38:08tapi
38:10tentu partai-partai
38:11sebagai organisasi yang
38:13rasional
38:13tentu akan menghitung
38:15apakah
38:15tadi yang saya bilang
38:16apakah
38:16mana yang lebih besar
38:18cost
38:18apa benefit
38:19kalau costnya lebih besar
38:21tentu partai-partai akan
38:22kalau
38:23misalnya
38:24kalau costnya lebih besar
38:25partai-partai tentu akan
38:27menghitung
38:27merek
38:28rekalkulasi
38:30apakah berada di kabinet
38:31akan menguntungkan
38:32atau tidak menguntungkan
38:33oke
38:33itu kira-kira
38:34Mas Imam tadi
38:35mau menjelaskan soal
38:37jadi begini
38:38karena emang terus disebut
38:39tuh
38:39diandalkan benar juga sih
38:40menurut saya
38:41udah dua tahun
38:42kalau itu bukan mengkonfirmasi
38:43jadi asbabulwurudnya
38:44ini betul-betul asbabulwurud
38:46dari tadi
38:46sifatnya tabayun
38:47klarifikasi
38:48pidato dilakukan
38:49tanggal 5
38:50September
38:51kemudian disiarkan
38:53di berbagai
38:54televisi
38:55tanggal 7
38:56rentang dari tanggal 5
38:58ke tanggal 7
38:59itu
39:00sudah ada
39:01pemberitaan online
39:02disitulah kemudian
39:03sejumlah spekulasi
39:04kemana-mana berkembang
39:05kita juga kaget
39:06kenapa ditariknya
39:07sampai sejauh itu
39:08artinya apa
39:09ini sudah
39:10tidak
39:11tidak pada tempatnya
39:12itu kan hal yang
39:13biasa lah
39:14dipersepsi oleh
39:14kemudian kan muncul itu
39:16dari tanggal 5
39:17kemudian tanggal 7
39:18ada rentang
39:20sampai pada momentum
39:21pidato
39:21yang tadi disampaikan
39:22di hadapan Bapak Presiden
39:23itu tanggal 9
39:25tepat di hari
39:26ulang tahun
39:27Partai Demokrat ke-25
39:28sehingga kemudian
39:30statement tadi disampaikan
39:31oleh Mas Getumahai
39:32sifatnya adalah
39:32merespon
39:34spekulasi-spekulasi
39:36yang dianggap
39:36tidak berdasar itu
39:37supaya kemudian
39:38jangan memecah belah
39:40ini kita niatnya
39:41sudah clear
39:41kita
39:42dalam konteks ini ya
39:44terkait dengan
39:45konteks koalisi
39:46kemudian bagaimana
39:47soliditas
39:48di dalam pemerintahan
39:49kita
39:50kekeh
39:51kita
39:52tunduk
39:53karena amanahnya adalah
39:54menyukseskan pemerintahan
39:55Pak Prabowo
39:55nah itu disampaikan
39:57dalam rangka
39:58merespon itu
39:59supaya kemudian
40:00spekulasinya
40:01tidak kemana-mana
40:02jadi
40:02secara momentum
40:04statement tadi
40:05kita
40:06siap untuk diandalkan
40:08bukan mengkonfirmasi
40:09hal-hal yang seperti tadi
40:10tetapi betul-betul
40:12sebagai upaya
40:12easing
40:13atau
40:14resolving
40:15di dalam konteks
40:16perdebatan yang
40:17kalau misalnya tidak
40:17dimitigasi
40:18itu bisa liar
40:19nah oleh karena itu
40:20ini disampaikan
40:22saya mengkonfirmasi lagi
40:23tadi sudah disampaikan
40:25oh beginilah posisinya
40:27kalimat mengan
40:28dapat diandalkan
40:29itu bukan
40:30apa tapi untuk
40:30merespon
40:31tapi saya menanya
40:32ke Partai Demokrat
40:33dengan situasi
40:34dengan gaya kepemimpinan
40:35Pak Prabowo
40:35dengan kompleksitas persoalan
40:37tadi disebut salah satu
40:38yang mendadak
40:39dan sebagainya
40:39Partai Demokrat
40:40masih nyaman gak sih?
40:42nyaman mas
40:42nyaman ya?
40:43karena begini
40:44jangan karena depan
40:44mas giat loh
40:46ini kita
40:47dan memang di
40:48memang di
40:49DPR misalnya
40:50saya karena kebetulan di DPR
40:52di DPR memang
40:52Demokrat
40:53dan seluruh partai koalisi
40:55yang masih sangat solid
40:56masih sangat bersatu
40:57untuk mendukung
40:58segala kebijakan
40:59dari pemerintahan Pak Prabowo
41:00saya pikir apa yang disampaikan
41:01Mas Umam itu nyaman
41:02ya dari lubuk hati
41:03yang paling dalam itu
41:04dalam
41:04Bapak-bapak berdua ini
41:06kalau melihat kan
41:07hari ini
41:07kemarin Senin itu kan
41:09sebenarnya
41:10tidak hanya satu nama perubaya
41:11kan
41:11muncul
41:12ada menhud
41:13ada beberapa nama lah
41:15yang akan diganti
41:15yang terlalu
41:16cuma satu gitu
41:17melihat seperti ini
41:19partai politik
41:20ya sudah lah
41:20harus siap-siap diganti
41:22atau
41:23ya sudah
41:23ini kami
41:24kenapa
41:25karena itu tadi
41:26kami tadi memulai dengan
41:27apa ya alasnya dicopot
41:29jawabannya tentu
41:30bukan hanya hak
41:31berguna presiden
41:32singkat aja
41:33ya kalau
41:34saya begini
41:35tetap instrumen
41:36itu resabel instrumen
41:38yang dimiliki oleh presiden
41:39kan
41:39ya saya pikir begini
41:41pertanyaannya
41:42kenapa misalnya
41:43Pak Burbaya dicopot
41:45tapi
41:45saya pikir
41:46supaya lebih prospektif
41:47pertanyaannya
41:48kenapa harus
41:49Suhasil Najara
41:50ya tadi yang sudah saya tanyakan
41:52kan
41:52karena lebih
41:53berorientasi masa depan
41:54itu kan
41:54ketimbang misalnya kita
41:56mencari alasan
41:57kenapa Pak Burbaya dicopot
41:59nanti spekulasi-spekulasi
42:00yang beredar
42:00kait dengan
42:01danantara
42:02cara komunikasi
42:03terkait dengan
42:04transfer keuangan daerah
42:04dan lain sebagainya
42:05kalau penjelasan
42:06dari Pak Suhasil Najara
42:08ketika dia dilantik
42:09bahwa
42:10ada pesan presiden
42:11yang itu
42:12terkait dengan
42:13tata keluar lapis
42:13kali kita
42:14pesannya kan
42:14bagaimana APBN kita
42:16sehat
42:17bagaimana APBN kita
42:18kredibel
42:19dan yang paling penting
42:20adalah bagaimana
42:20APBN kita itu
42:21mampu mendorong
42:23dan mendukung
42:24program-program
42:24kalau sampai di
42:25Pak Burbaya dan Pak Suhasil
42:26gak ada masalah
42:27tapi kalau menyangkut
42:28menteri-menteri lain
42:29kalau itu spekulasi lagi
42:30kan
42:30saya pikir kita tunggu saja
42:32misalnya
42:32tunggu saja ya
42:33anak keputusan
42:33jadi presiden
42:34saya ingin menegaskan
42:36terkait dengan
42:36resabel yang kemarin
42:37saya yakin dan percaya
42:39ada optimisme pasar
42:40ada optimisme publik
42:41misalnya ketika
42:42ini kan biasa
42:43dalam sepak bola saja
42:45di pertengahan pertandingan
42:46ada pergantian pemain
42:47itu biasa
42:48bukan dalam konteks
42:49bahwa pemain yang diganti
42:50itu jelek
42:51kinerjanya tidak
42:52tapi mungkin bahwa
42:53ada strategi-strategi baru
42:54biasanya kalau pergantian pemain
42:55kita bisa lihat
42:56oh cedera
42:56oh kena kartu kuning
42:58ya itu salah satu
42:59alasan
43:00salah satu faktor
43:01tapi bisa juga
43:01bahwa ada
43:02dinamika atau strategi baru
43:04yang harus dimainkan
43:05kalau pakai
43:05dinamika atau strategi yang lama
43:07ini gak jalan
43:08karena kondisinya
43:08mungkin sudah berbeda
43:09kalau kita lihat
43:10misalnya
43:11Pak Suasa
43:12Pak Suasa
43:13Najara
43:14itu kan kekuatannya
43:14misalnya di
43:15katakanlah
43:16keberlangsungan kelembagaan
43:18bahwa beliau orang lama
43:19di tata kelola piscara kita
43:21pernah jadi kepala kebijakan fiskal
43:24jadi wamen sangat lama
43:25guru besar ekonomi
43:26dan lain sebagainya
43:27saya pikir
43:27perlu orang seperti itu
43:29untuk kondisi ke depan
43:30atau kemudian misalnya
43:31bahwa dia
43:32ya kemampuan kredibilitas
43:33teknokratisnya juga
43:34sangat diperlukan
43:35oke
43:36lalu bagaimana
43:37kita bisa memaksimalkan
43:39kabinet merah putih
43:40satu menja akan kembali
43:42usai jeda
43:42masih di satu menja
43:44forum mas umam
43:452027
43:462008
43:472009 pemilu
43:482027 sudah mulai
43:49masuk rangkaian
43:50umur dendang pemilu
43:50partai politik
43:52mas emek termasuk
43:52partai anda
43:53pasti juga punya
43:54kepentingan
43:54dan sudah merancang
43:55strategi
43:55kira-kira untuk
43:562009
43:56gak ada partai yang
43:57gak mau menang
43:582009
43:58tapi pertanyaannya kan
44:00sekarang koalisi ini
44:01anda punya keyakinan
44:02gak masih solid
44:03pasti solid
44:04yang ada
44:04dan apa
44:05kenapa anda mengatakan solid
44:07di tengah satu
44:08kompleksitas persoalan
44:09tekanan geopolitik
44:10dan sebagainya
44:11ya secara general
44:12tentu ini menjadi bagian
44:13dari amanah
44:15artinya bahwa
44:16apa yang kemudian
44:18ditugaskan kepada kita
44:19per saat ini adalah
44:20menyelesaikan
44:21pemerintahan ini
44:22pada momentum
44:232029
44:24dimana kemudian itu
44:25menjadi milestone
44:27selanjutnya
44:27di dalam konteks
44:28continuation
44:28of government
44:30nah tetapi
44:31kemudian
44:32tentu kita juga
44:33berpikir secara
44:34taktis
44:35bagaimana kemudian
44:37kita meningkatkan
44:38performance partai politik
44:39tanpa harus kemudian
44:41berbenturan satu sama lain
44:42di dalam konteks
44:43soliditas partai
44:44di dalam konteks
44:45soliditas koalisi
44:46maka
44:47ini menjadi momentum
44:48yang baik
44:48terutama
44:50ketika kemudian
44:51kita belajar kemarin
44:52kita hindari
44:52politik pecah belah
44:53kita solid
44:54memberikan dukungan
44:56full kepada
44:56pemerintah Pak Prabowo
44:58supaya apa
44:59ya
44:59kita di dalam
45:01konteks timeline
45:03pemerintahan
45:04yang sudah
45:042 tahun
45:05kemudian 3 tahun
45:06praktis ada momentum
45:07yang harus kita isi
45:08nah
45:08ada pun dalam
45:09konteks politik praktis
45:10partai-partai politik
45:11juga sudah mulai
45:12terutama membahas
45:13terkait dengan
45:14undang-undang paket
45:15politik
45:15sudah dibahas
45:16di level
45:17pimpinan
45:18kemudian diturunkan
45:19di level
45:20kita lihat nanti
45:21apakah di
45:22komisi 2
45:23atau di balek
45:24tetapi itu menjadi
45:25bagian dari persiapan
45:26yang harus kita lakukan
45:27jadi
45:28secara general
45:29per saat ini
45:30kita
45:31solid
45:32kita juga
45:33ta'vim
45:34terhadap
45:35apa yang
45:36diamanahkan
45:37kepada kita
45:37dan kita
45:38ingin
45:39menghadirkan
45:39yang terbaik
45:40kenapa
45:40kalau kita
45:41juga memberikan
45:42yang terbaik
45:43one day
45:44kalau misalnya
45:44kemudian kita
45:45mendapatkan
45:45aman rakyat
45:46misalnya
45:46juga teman-teman
45:47saling
45:47guyup
45:48satu sama lain
45:49untuk menghadirkan
45:50kemenangan Indonesia
45:50ke depan
45:51kalau tadi
45:52anggota koalisi
45:53agak ragu-ragu
45:54mungkin ketua koalisi
45:56bisa lebih meminta
45:57anggota koalisi
45:58untuk berani
45:59lebih solid
46:00dengan cara
46:00memberikan
46:00masukan
46:01selugas-selugasnya
46:02enggak ada
46:03nuansa ragu-ragu
46:04oh enggak ada
46:05mantap
46:06jangan di-preming
46:06ragu-ragu lagi
46:07emang Gerindra
46:08imam yang doken
46:09kalau gitu
46:09saya dengar
46:10apa yang kami rasakan
46:12misalnya di parlemen
46:13di DPR
46:14bahwa
46:14partai-partai
46:16yang berkoalisi
46:16dengan pemerintahan
46:17Pak Prabowo
46:17itu memang
46:18sangat mesra
46:19sangat solid
46:20bahkan mungkin
46:21dalam sejarah
46:22perpolitikan di Indonesia
46:23ini paling solid
46:24paling mesra
46:25bahkan even
46:26dengan PDIP
46:27sekalipun
46:27yang di luar pemerintahan
46:29jadi tidak ada
46:29satu
46:30apa ya
46:31satu analisis
46:32yang bisa membenarkan
46:33seolah-olah bahwa
46:34partai koalisi
46:35itu tidak solid
46:36itu di parlemen
46:37apalagi
46:37di eksekutif
46:39misalnya
46:39bagaimana
46:40seluruh
46:41pimpinan-pimpinan
46:42partai politik
46:42yang ditugaskan
46:43di eksekutif
46:44di kementerian
46:44itu bahu-membahu
46:45bekerja
46:46untuk katakanlah
46:47mensukseskan
46:47apa yang menjadi
46:48kebijakan dan program
46:49dari pemerintahan Pak Prabowo
46:50tapi yang paling penting
46:51saya ingin menegaskan
46:52kembali terkait
46:53misalnya tadi
46:542027
46:552028
46:562029
46:57kalau di internal
46:58partai Gerindra
46:58ini sepengetahuan saya
47:00karena kita juga
47:01tidak pernah absen
47:02misalnya rapat-rapat
47:03di DPP
47:04misalnya
47:04terkait dengan
47:05apa yang kita bahas
47:06sebagai sebuah partai
47:07Pak Prabowo itu kan
47:08mengatakan
47:09di Hambalang
47:10di Kartanegara
47:11bahwa fokus kita
47:12sebagai partai Gerindra
47:13itu adalah
47:14bagaimana
47:15mensukseskan
47:16segala kebijakan
47:18program peritos
47:18Pak Prabowo
47:19MBG itu menjadi
47:21pertaruhan
47:21bukan hanya Gerindra
47:22tapi pertaruhan Indonesia
47:23pertaruhan generasi
47:25ke depan Indonesia
47:26emas
47:26operasi desa
47:27Merah Putih itu
47:28bukan hanya menjadi
47:28pertaruhan
47:29kami di Gerindra
47:30tapi pertaruhan
47:31bangsa
47:31suasembada pangan
47:32ketahanan energi
47:33dan lain sebagainya
47:34kita membutuhkan
47:35energi yang sangat
47:36besar
47:36untuk katakanlah
47:37program ini
47:38berjalan semua
47:39jadi
47:39belum ada sedikit pun
47:41misalnya
47:41Pak Prabowo
47:42sebagai ketua umum
47:43DPP Partai Gerindra
47:44pimpinan-pimpinan
47:45Partai Gerindra
47:45lainnya
47:46membahas pemilu
47:46oh belum ada
47:48belum ada
47:48dan memang
47:49kebiasaan
47:50pasti akan datang
47:50ya nanti mungkin
47:51di 2028
47:52karena memang
47:53momentumnya sudah dekat
47:54tapi yang
47:55kami rasakan sekarang
47:56ya tidak ada
47:58pembahasan terkait itu
47:59dan kita fokusnya
48:00untuk program-program
48:00strategy Pak Prabowo
48:01oke
48:02Mas Tarya
48:02Anda punya bacaan
48:04bahwa ini akan solid
48:06sampai
48:062029
48:07tidak akan ada
48:08friksi-friksi
48:09yang kira-kira
48:09menghambat kerja
48:10dan ujungnya akan
48:11merugikan publik
48:12karena capainya tidak
48:14oke
48:14saya kira akan dilihat
48:16oleh beberapa
48:17indikator ya
48:18beberapa hal
48:19aspek gitu
48:20satu
48:21kepuasan ya
48:22kalau kepuasannya
48:23terus drop ya
48:24dan tidak terjadi rebound
48:25mungkin itu akan
48:27mempengaruhi
48:27bagaimana partai
48:28berrelasi dengan
48:29pemerintah
48:30dengan eksekutif
48:30yang kedua
48:31apakah partai-partai
48:32di DPR akan
48:33mengajukan hak angket
48:34kalau ada program-program
48:36yang dinilai gagal
48:37atau ada kasus
48:38korupsi besar
48:39yang ketiga
48:40adalah apakah akan ada
48:41menteri yang mundur
48:42atau enggak
48:42oke
48:43nah itu
48:44itu baru kita bisa melihat
48:45Anda sudah menghitung
48:46termasuk apakah ada
48:47menteri yang mundur
48:48dari partai politik
48:49dari partai politik
48:50itu cerminan bahwa
48:51partai politik
48:51boleh pull out
48:52itu
48:53terus yang kedua
48:54soal reshuffle ya
48:55reshuffle yang sering
48:57ya normatifnya kan tadi
48:59itu hak progratif presiden
49:00tapi kalau
49:03frekuensi reshuffle-nya sering
49:04itu kan akan menjadi
49:06tanda tanya
49:06bagaimana dulu
49:07ketika pemerintah awal
49:09mementuk kabinet
49:10oke
49:10kira begitu
49:11oke
49:11terima kasih
49:12terima kasih
Komentar