Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan masih menunggu keputusan dan tindak lanjut resmi dari terkait proses perombakan personel pejabat di lingkungannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, saat merespons pertanyaan perombakan internal Kemenkeu saat Purbaya Yudhi Sadewa masih menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) pada Kamis (10/9/2026).

Baca Juga Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Ungkap Dapat iPad dari Purbaya di https://www.kompas.tv/nasional/690863/jadi-menkeu-suahasil-nazara-ungkap-dapat-ipad-dari-purbaya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690867/dirjen-bea-cukai-bicara-nasib-pejabat-yang-dirombak-purbaya
Transkrip
00:00Dan yang kedua Pak, ini mumpung karena Pak Jaka agak sulit untuk di Dorsop.
00:05Pertanyaan kedua adalah soal kemarin Pak Suah, Pak Menku yang baru mengatakan bahwa
00:12akan melakukan evaluasi ataupun recheck terkait dengan isu perobakan Pak
00:19di jajaran Dirjen, baik itu di DCP maupun di Beacukai.
00:24Bagaimana tanggapannya Pak? Terima kasih.
00:27Baik, terima kasih. Jadi ini untuk jaringan, mungkin tadi sudah disampaikan oleh dari Baris Krim
00:37bahwa Beacukai itu kan tugasnya di perbatasan di border, sehingga ketika ada ditemukan
00:47pelanggaran-pelanggaran berkaitan dengan barang yang keluar, pasti tadi disampaikan kita akan
00:54bergerja sama untuk mengungkap kepada sumbernya.
00:58Dan Alhamdulillah dari Baris Krim sudah melakukan upaya-upaya tersebut dan sudah
01:05mulai bisa membuka jaringan-jaringan yang terlibat.
01:11Mungkin bisa dijelaskan sekali lagi Pak ini ya dari Baris Krim.
01:18Dapat kami jelaskan, untuk jaringan penyelundupan komoditi emas ke luar negeri,
01:26ini dari hasil penelusuran kami serangkaian tindakan penyelidikan maupun penyelidikan,
01:32ini berhasil terungkap ada dua jaringan, jaringan India dan jaringan China.
01:39Kalau jaringan China ini dia akan bawanya ke Hongkong, kemudian kalau jaringan India ini dia akan bawa ke Bangkok, Manila,
01:49kemudian ke Dubai.
01:51Kemudian siapa beneficial owner-nya?
01:54Mereka ini ada, mereka punya bos atau pengendali itu harga negara India yang berdomisili di Dubai.
02:05Ini untuk yang jaringan India-nya.
02:08Kemudian untuk yang jaringan China, ini memang dikendalikan langsung dari China, yang memang langsung nanti muaranya adalah ke Hongkong.
02:18Dari pengungkapan kami atas pendalaman apa yang sudah dilakukan oleh reka-rekaan Beacukai,
02:25setiap ada penindakan upaya penyelundupan emas ilegal melalui pintu bandara internasional,
02:34kami selalu mengambil langkah untuk kemudian melakukan pendalaman dan kita tarik ke hulunya.
02:40Dan Alhamdulillah kita sudah punya nama-nama ya, nama-nama jaringan China ini siapa saja dan kita sedang berkoordinasi dengan
02:47imigrasi
02:48untuk kemudian membuat profiling dan melakukan upaya pengejaran, baik itu melalui red notice dan sejenisnya.
02:59Dan tentu saja kami saat ini belum bisa mengekspos karena masih dalam kegiatan penyelidikan dan penyelidikan,
03:07tapi dapat kami pastikan bahwa jaringan China dan jaringan India ini adalah jaringan yang berbeda dan dikendalikan langsung dari luar
03:16negeri.
03:17Kita sedang melakukan identifikasi dan upaya pengejaran terhadap siapa yang kemudian mensuplai emas itu dari pertambangan ilegal yang ada di
03:26berbagai provinsi di Indonesia.
03:29Demikian.
03:38Itu di luar materi ya, itu baik saya akan upaya jelaskan.
03:46Yang pasti kami sedang menunggu apa yang akan dilakukan oleh kantor pusat Kementerian Keuangan terkait dengan personil yang pindah,
04:02baik itu dari khususnya untuk bea cukai.
04:05Itu saja yang mungkin bisa saya jelaskan.
04:07Terima kasih.
04:09Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:12Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
04:14Hadirin yang kami hormati.
04:15Demikianlah tadi konferensi pers penindakan ekspor ilegal emas oleh Direkturat Jenderal Bera Cukai.
04:21Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari Bapak dan Ibu sekalian.
04:26Terima kasih.
04:26Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:30Kami mohon untuk dapat berkenan berfoto bersama dengan barang bukti.
04:37Dan kami mohon kepada rekan-rekan untuk dapat berkenan melakukan demo pengecekan kadar emas.
04:51Terima kasih.
05:21Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan