00:00Semua orang mengira tanah yang mengering pasti retak sembarangan, acak tanpa aturan.
00:04Tapi coba perhatikan dasar dano racetrack playa di Death Valley, Amerika Serikat, retakannya justru membentuk pola segi enam yang rapi,
00:12hampir seperti ubin buatan pabrik.
00:15Para ilmuwan sudah mendokumentasikan fenomena ini sejak awal abad ke-20 dan pola yang sama muncul di sawah kering, dasar
00:23dano garam, sampai foto permukaan planet Mars.
00:25Dan nanti ada satu penemuan tentang kolom batu raksasa di Irlandia yang membuktikan pola ini bukan kebetulan sama sekali.
00:34Tapi kita mulai dari pertanyaan paling dasar dulu, kenapa harus segi enam, bukan segi empat atau segi lima?
00:41Ini yang bikin ilmuwan bingung selama puluhan tahun, kenapa alam seolah memilih bentuk paling hemat energi tanpa ada yang mengaturnya.
00:49Ketika tanah basah mulai mengering, air di permukaan menguap lebih dulu daripada bagian bawah.
00:56Lapisan atas menyusut, tapi lapisan bawah masih basah dan mengembang, sehingga muncul tegangan tarik yang saling berebut ruang.
01:03Seperti selembar kulit yang ditarik dari empat penjuru sekaligus, pada satu titik pasti robek, untuk melepaskan tekanan itu.
01:11Pertanyaannya, kenapa retakan itu tidak berhenti sembarangan, tapi justru berhenti tepat pada sudut 120 derajat setiap kali bertemu retakan lain?
01:21Jawabannya soal efisiensi energi paling sederhana yang bisa dibayangkan.
01:26Setiap kali tanah retak, energi yang tersimpan di dalamnya harus dilepaskan lewat jalur yang paling sedikit membutuhkan usaha.
01:33Fisikawan menyebut ini prinsip minimalisasi energi.
01:36Sistem alami selalu mencari jalan paling hemat untuk melepas tegangan.
01:41Dan sudut 120 derajat itu bukan angka sembarangan, karena tiga retakan yang bertemu pada sudut itu menghasilkan pembagian tegangan paling
01:49seimbang.
01:51Lupakan anggapan bahwa retakan tanah itu acak, dibaliknya ada hukum matematika yang sama dengan yang mengatur sarang lebah.
01:59Coba bandingkan dengan sarang lebah madu yang selalu berbentuk segi 6, bukan segi 4 atau segi 3.
02:05Lebah memilih bentuk itu bukan untuk keindahan, tapi karena segi 6 memakai lilin paling sedikit untuk menutup ruang paling besar.
02:13Prinsip yang sama berlaku di tanah kering, retakan mencari jalur yang membutuhkan energi paling kecil untuk menutup permukaan yang menyusut.
02:22Semakin lambat proses pengeringan terjadi, semakin sempurna pola segi 6 yang terbentuk, karena tegangan punya waktu lebih banyak untuk menyebar
02:29rata ke segala arah.
02:31Di laboratorium, peneliti bahkan bisa meniru pola ini hanya dengan mengeringkan larutan tepung maizena dan air di atas nampan kaca.
02:40Fenomena ini bukan cuma soal tanah kering yang jarang menarik perhatian orang.
02:44Di Irlandia Utara, ada formasi batu bernama Jianscouseway, ribuan kolom basal berbentuk segi 6 yang menjulang, seperti tangga raksasa menuju
02:53laut.
02:54Kolom-kolom itu terbentuk dari lava yang mendingin dan menyusut secara perlahan sekitar 60 juta tahun lalu.
03:00Bedanya cuma pada skala dan bahan, satu dari lumpur yang mengering dalam hitungan hari, satu dari batuan cair yang mendingin
03:07dalam hitungan ribuan tahun.
03:09Dan semakin seragam bahan yang menyusut, semakin rapi pula pola segi 6 yang muncul, baik di lumpur, lava, maupun es
03:16dikutub.
03:18Sekarang, pola segi 6 ini justru jadi alat bantu penting bagi ilmuwan di luar bumi.
03:23Wahana penjelajah Mars mengirim foto permukaan planet merah dengan pola retakan segi 6 yang mirip,
03:29dan itu jadi bukti kuat bahwa dulu ada air yang pernah mengering di sana.
03:33Di kutub bumi sendiri, tanah permafrost yang mencair dan membeku berulang kali juga membentuk pola serupa.
03:40Perubahannya kini dipantau untuk memahami dampak pemanasan global terhadap lapisan es.
03:46Jadi pola sederhana di dasar danau kering ini,
03:49je petunjuk penting tentang sejarah air di planet lain,
03:52sekaligus alarm dini perubahan iklim di planet kita sendiri.
03:56Jadi, kalau nanti kamu menemukan tanah kering yang retak membentuk pola rapi di pinggir jalan atau sawah,
04:03itu bukan kebetulan, itu hukum fisika yang sama yang membentuk sarang lebah dan kolom batu raksasa di Irlandia.
04:09Kalau video ini menambah wawasanmu,
04:11bagikan ke temanmu yang suka topik fenomena alam yang jarang dibahas.
04:16Menurutmu, pola geometris apa lagi di alam yang sebenarnya mengikuti hukum fisika yang sama?
04:21Tulis di kolom komentar.
04:23Terima kasih sudah menonton sampai akhir.
04:26Jangan lupa tekan subscribe supaya kita bisa terus membahas fenomena-fenomena kecil di sekitar kita ini.
04:31Tapi apakah semua pola di alam punya alasan matematis atau ada juga yang benar-benar tanpa penjelasan?