Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Pernah lihat tanah kering yang retak membentuk pola segi enam serapi ubin buatan? Ini bukan kebetulan. Di video ini kita bahas mengapa retakan tanah, sarang lebah, kolom basal di Irlandia, sampai permukaan Mars, semuanya mengikuti hukum fisika yang sama: prinsip minimalisasi energi. Kita akan telusuri bagaimana proses penguapan air menciptakan tegangan di dalam tanah, kenapa sudut seratus dua puluh derajat jadi kunci pembentukan pola ini, dan kenapa fenomena yang sama muncul di skala berbeda, dari lumpur kering di halaman rumah sampai batuan lava berusia puluhan juta tahun. Kita juga akan lihat bagaimana ilmuwan memanfaatkan pola ini untuk membaca sejarah air di planet lain dan memantau perubahan iklim di kutub Bumi. Kalau kamu suka topik fenomena alam yang jarang dibahas tapi ada di sekitar kita, video ini cocok untukmu. Tonton sampai habis, dan jangan lupa share ke temanmu yang suka sains.
Transkrip
00:00Semua orang mengira tanah yang mengering pasti retak sembarangan, acak tanpa aturan.
00:04Tapi coba perhatikan dasar dano racetrack playa di Death Valley, Amerika Serikat, retakannya justru membentuk pola segi enam yang rapi,
00:12hampir seperti ubin buatan pabrik.
00:15Para ilmuwan sudah mendokumentasikan fenomena ini sejak awal abad ke-20 dan pola yang sama muncul di sawah kering, dasar
00:23dano garam, sampai foto permukaan planet Mars.
00:25Dan nanti ada satu penemuan tentang kolom batu raksasa di Irlandia yang membuktikan pola ini bukan kebetulan sama sekali.
00:34Tapi kita mulai dari pertanyaan paling dasar dulu, kenapa harus segi enam, bukan segi empat atau segi lima?
00:41Ini yang bikin ilmuwan bingung selama puluhan tahun, kenapa alam seolah memilih bentuk paling hemat energi tanpa ada yang mengaturnya.
00:49Ketika tanah basah mulai mengering, air di permukaan menguap lebih dulu daripada bagian bawah.
00:56Lapisan atas menyusut, tapi lapisan bawah masih basah dan mengembang, sehingga muncul tegangan tarik yang saling berebut ruang.
01:03Seperti selembar kulit yang ditarik dari empat penjuru sekaligus, pada satu titik pasti robek, untuk melepaskan tekanan itu.
01:11Pertanyaannya, kenapa retakan itu tidak berhenti sembarangan, tapi justru berhenti tepat pada sudut 120 derajat setiap kali bertemu retakan lain?
01:21Jawabannya soal efisiensi energi paling sederhana yang bisa dibayangkan.
01:26Setiap kali tanah retak, energi yang tersimpan di dalamnya harus dilepaskan lewat jalur yang paling sedikit membutuhkan usaha.
01:33Fisikawan menyebut ini prinsip minimalisasi energi.
01:36Sistem alami selalu mencari jalan paling hemat untuk melepas tegangan.
01:41Dan sudut 120 derajat itu bukan angka sembarangan, karena tiga retakan yang bertemu pada sudut itu menghasilkan pembagian tegangan paling
01:49seimbang.
01:51Lupakan anggapan bahwa retakan tanah itu acak, dibaliknya ada hukum matematika yang sama dengan yang mengatur sarang lebah.
01:59Coba bandingkan dengan sarang lebah madu yang selalu berbentuk segi 6, bukan segi 4 atau segi 3.
02:05Lebah memilih bentuk itu bukan untuk keindahan, tapi karena segi 6 memakai lilin paling sedikit untuk menutup ruang paling besar.
02:13Prinsip yang sama berlaku di tanah kering, retakan mencari jalur yang membutuhkan energi paling kecil untuk menutup permukaan yang menyusut.
02:22Semakin lambat proses pengeringan terjadi, semakin sempurna pola segi 6 yang terbentuk, karena tegangan punya waktu lebih banyak untuk menyebar
02:29rata ke segala arah.
02:31Di laboratorium, peneliti bahkan bisa meniru pola ini hanya dengan mengeringkan larutan tepung maizena dan air di atas nampan kaca.
02:40Fenomena ini bukan cuma soal tanah kering yang jarang menarik perhatian orang.
02:44Di Irlandia Utara, ada formasi batu bernama Jianscouseway, ribuan kolom basal berbentuk segi 6 yang menjulang, seperti tangga raksasa menuju
02:53laut.
02:54Kolom-kolom itu terbentuk dari lava yang mendingin dan menyusut secara perlahan sekitar 60 juta tahun lalu.
03:00Bedanya cuma pada skala dan bahan, satu dari lumpur yang mengering dalam hitungan hari, satu dari batuan cair yang mendingin
03:07dalam hitungan ribuan tahun.
03:09Dan semakin seragam bahan yang menyusut, semakin rapi pula pola segi 6 yang muncul, baik di lumpur, lava, maupun es
03:16dikutub.
03:18Sekarang, pola segi 6 ini justru jadi alat bantu penting bagi ilmuwan di luar bumi.
03:23Wahana penjelajah Mars mengirim foto permukaan planet merah dengan pola retakan segi 6 yang mirip,
03:29dan itu jadi bukti kuat bahwa dulu ada air yang pernah mengering di sana.
03:33Di kutub bumi sendiri, tanah permafrost yang mencair dan membeku berulang kali juga membentuk pola serupa.
03:40Perubahannya kini dipantau untuk memahami dampak pemanasan global terhadap lapisan es.
03:46Jadi pola sederhana di dasar danau kering ini,
03:49je petunjuk penting tentang sejarah air di planet lain,
03:52sekaligus alarm dini perubahan iklim di planet kita sendiri.
03:56Jadi, kalau nanti kamu menemukan tanah kering yang retak membentuk pola rapi di pinggir jalan atau sawah,
04:03itu bukan kebetulan, itu hukum fisika yang sama yang membentuk sarang lebah dan kolom batu raksasa di Irlandia.
04:09Kalau video ini menambah wawasanmu,
04:11bagikan ke temanmu yang suka topik fenomena alam yang jarang dibahas.
04:16Menurutmu, pola geometris apa lagi di alam yang sebenarnya mengikuti hukum fisika yang sama?
04:21Tulis di kolom komentar.
04:23Terima kasih sudah menonton sampai akhir.
04:26Jangan lupa tekan subscribe supaya kita bisa terus membahas fenomena-fenomena kecil di sekitar kita ini.
04:31Tapi apakah semua pola di alam punya alasan matematis atau ada juga yang benar-benar tanpa penjelasan?

Dianjurkan