00:00Semua orang tahu gurun itu identik dengan panas menyengat yang bisa membakar kulit.
00:04Tapi begitu matahari tenggelam, suhu di gurun Sahara bisa jatuh dari 45 derajat Celcius menjadi di bawah titik beku dalam
00:12hitungan jam.
00:14Badan meteorologi dunia sudah mencatat fenomena ini berulang kali di Sahara maupun gurun Gobi di Mongolia.
00:20Rasanya seperti berjalan di dua planet berbeda dalam satu hari yang sama.
00:25Dan nanti kita akan bongkar satu alasan utama kenapa pasir yang tadinya membakar kaki bisa berubah jadi lapisan sedingin es
00:32cuma beberapa jam kemudian.
00:35Ilmuwan sebenarnya sudah lama tahu jawabannya, tapi kebanyakan orang masih terkejut saat mendengarnya.
00:40Soalnya logika kita terbiasa berpikir kalau tempat yang panas siang hari pasti tetap hangat di malam hari seperti aspal jalan
00:48raya,
00:49padahal gurun bekerja dengan aturan yang benar-benar berbeda.
00:53Kuncinya bukan pada suhu udara, tapi pada sesuatu yang jarang kita sadari, kelembapan.
00:59Dan ini yang bikin banyak orang bingung selama bertahun-tahun,
01:02kenapa tempat paling kering di bumi justru jadi tempat paling ekstrim suhunya, baik siang maupun malam.
01:09Uap air di atmosfer itu ibarat selimut tebal yang menyelimuti bumi setiap malam.
01:14Di daerah lembab seperti hutan hujan, selimut itu tebal dan menahan panas agar tidak lepas ke angkasa.
01:20Tapi di gurun, udaranya sangat kering, kadang kelembapannya di bawah 20%.
01:25Jadi ketika malam tiba, praktis tidak ada selimut yang menahan panas bumi,
01:30nanti kita akan lihat satu angka mengejutkan tentang seberapa cepat panas ini kabur keluar angkasa,
01:36sebuah proses yang bahkan lebih cepat dari yang dibayangkan ilmuwan awal abad ke-20.
01:41Proses ini disebut radiatif cooling atau pendinginan radiatif,
01:45sebuah mekanisme di mana panas dari permukaan bumi dipancarkan langsung ke atmosfer atas
01:50dan akhirnya lolos ke luar angkasa.
01:53Di tempat lembab, uap air dan awan memantulkan sebagian radiasi ini kembali ke tanah,
01:58jadi panas seperti terpantul-pantul dan bertahan lama.
02:02Tapi di gurun, langit yang bersih dan udara kering nyaris tidak punya penghalang.
02:07Panas yang terserap pasir sepanjang siang langsung menembus atmosfer tanpa hambatan berarti.
02:12Prosesnya persis seperti membuka jendela mobil yang sedang dingin di tengah musim panas,
02:17udara panas di dalam langsung kabur keluar dalam hitungan menit.
02:21Pasir sendiri juga punya sifat unik yang memperparah keadaan.
02:25Berbeda dengan air yang bisa menyimpan panas dalam waktu lama,
02:29karena kapasitas kalornya tinggi, pasir justru cepat panas dan cepat dingin.
02:34Itu sebabnya di gurun sahara, perbedaan suhu siang dan malam bisa mencapai 30-40 derajat celcius dalam satu hari,
02:42angka yang jarang ditemukan di ekosistem lain di bumi.
02:46Bandingkan dengan pantai tropis, di mana laut menyimpan panas sepanjang malam sehingga suhu udara tetap hangat.
02:52Gurun tidak punya penyimpan panas seperti itu, jadi begitu matahari pergi, cadangan panasnya ikut menghilang bersamanya.
03:00Dan inilah temuan yang mengejutkan itu, penelitian menunjukkan gurun bisa kehilangan panas ke atmosfer atas sampai dua kali lebih cepat
03:08dibanding hutan hujan tropis hanya karena minimnya uap air di udara.
03:12Ini bukan cuma soal cuaca ekstrim.
03:16Ini alasan kenapa hewan gurun seperti rubah fenet dan unta punya cara bertahan hidup ganda,
03:21tahan panas siang sekaligus tahan dingin malam.
03:24Bagi manusia yang menjelajah gurun, memahami pola ini bisa jadi penentu antara selamat atau tidaknya sebuah perjalanan.
03:32Persiapan menghadapi malam gurun sama pentingnya dengan menghadapi teriknya siang.
03:37Ada sesuatu yang menarik untuk direnungkan dari cara gurun bekerja ini.
03:41Tempat yang tampak paling ekstrim dan tandus ternyata menyimpan keseimbangan alaminya sendiri antara panas dan dingin, siang dan malam.
03:49Kalau menurutmu keseimbangan suhu gurun ini menarik, tulis di komentar gurun mana yang ingin kamu bahas selanjutnya,
03:56Sahara, Gobi, atau Atacama.
03:58Makasih banyak sudah menonton sampai akhir video ini.
04:02Kalau kontennya bermanfaat, jangan lupa subscribe supaya kita bisa menjelajah fenomena alam lainnya bersama-sama.
04:09Sampai jumpa di video berikutnya.