Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Ada satu pulau di Indonesia yang tidak pernah diam, ia terus tumbuh, meletus, bahkan pernah runtuh sebagian ke laut. Namanya Anak Krakatau, lahir tahun 1927 dari sisa letusan dahsyat Krakatau purba di tahun 1883. Sejak saat itu, pulau ini terus bertambah tinggi rata-rata lima hingga tujuh meter setiap tahun, hasil dari aktivitas magma yang tidak pernah benar-benar berhenti di bawah permukaan laut. Di video ini, kita akan bongkar bagaimana proses vulkanik bisa membuat sebuah pulau tumbuh seperti makhluk hidup, kenapa strukturnya justru semakin rapuh seiring pertumbuhannya, dan apa yang terjadi pada malam 22 Desember 2018 ketika sebagian besar tubuhnya runtuh ke laut dan memicu gelombang tsunami di Selat Sunda. Kita juga akan lihat bagaimana pulau ini bangkit dan mulai tumbuh lagi hanya dalam hitungan bulan setelah kejadian itu. Simak sampai habis, karena fenomena geologi ini salah satu yang paling unik dan terus dipantau ilmuwan di seluruh dunia sampai hari ini.
Transkrip
00:00Semua orang mengira pulau itu benda mati yang ukurannya tetap selamanya.
00:04Tapi di tengah Selat Sunda, ada satu pulau yang justru terus membesar setiap tahun sejak kemunculannya di tahun 1927.
00:14Namanya Anak Krakatau dan ia lahir dari reruntuhan letusan dahsyat Gunung Krakatau tahun 1883.
00:21Ilmuwan dari pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi mencatat pulau ini terus tumbuh bahkan setelah nyaris hancur total.
00:30Nanti kita akan bongkar apa yang membuat pulau ini bisa bernapas dan tumbuh sendiri, tapi mari kita mulai dari awal
00:36ceritanya.
00:38Pertanyaannya sederhana tapi bikin penasaran, bagaimana bisa sebuah pulau tumbuh seperti makhluk hidup?
00:44Anak Krakatau bukan tumbuh karena sedimen sungai atau pasir yang menumpuk pelan-pelan seperti pulau-pulau delta pada umumnya.
00:52Ia tumbuh karena aktivitas vulkanik yang tidak pernah benar-benar berhenti sejak pertama kali muncul ke permukaan laut.
00:59Setiap kali ada letusan kecil, material baru berupa lava dan abu vulkanik menumpuk di permukaannya.
01:06Dan yang bikin ilmuwan terus memantau ketat adalah satu peristiwa di tahun 2018 saat pulau ini kehilangan hampir 2 per
01:143 volumenya dalam semalam.
01:16Tenang, kita akan bahas detail kejadian itu nanti karena itu justru mengubah semua yang kita tahu tentang pulau ini.
01:24Yang membuat kasus ini unik, anak Krakatau berbeda dari kebanyakan gunung berapi di dunia.
01:30Kebanyakan gunung berapi tersembunyi di bawah lapisan tanah yang tebal, jadi pertumbuhannya nyaris tidak terlihat mata telanjang.
01:37Tapi anak Krakatau muncul langsung dari dasar laut, jadi setiap sentimeter pertumbuhannya bisa diukur dan difoto dari kapal yang lewat.
01:46Sejak tahun 1927 sampai sebelum tahun 2018, tinggi pulau ini bertambah rata-rata 5 hingga 7 meter setiap tahun.
01:56Bayangkan sebuah gedung dua lantai yang muncul dari laut, lalu bertambah tinggi terus tanpa henti selama puluhan tahun.
02:03Itulah yang membuat pulau ini jadi laboratorium alam favorit para vulkanolog dari seluruh dunia.
02:10Jadi bagaimana sebenarnya proses pulau ini bisa tumbuh sendiri?
02:14Semuanya dimulai jauh di bawah permukaan, di dalam dapur magma yang masih aktif peninggalan letusan Krakatau Purba.
02:20Magma cair yang kayak gas terus naik lewat, celah-celah batuan menuju permukaan laut.
02:26Ketika magma itu bertemu air laut yang dingin, terjadi reaksi keras yang melontarkan abu, batu, dan cairan panas ke udara.
02:33Material inilah yang kemudian jatuh kembali dan mengeras membentuk lapisan baru di tubuh pulau,
02:39persis seperti lilin yang melelalu membeku membentuk lapisan tambahan setiap kali dinyalakan ulang.
02:45Dalam satu dekade saja, proses berulang ini bisa menambah jutaan ton material padat ke tubuh pulau.
02:51Itu sebabnya wilayah ini dijaga ketat, karena letusan kecil yang menumpuk justru menyimpan energi besar yang sewaktu-waktu bisa lepas
02:59sekaligus.
03:00Pada tahun 2018, tinggi anak Krakatau tercatat mencapai sekitar 338 meter di atas permukaan laut,
03:09hasil akumulasi pertumbuhan selama lebih dari 90 tahun.
03:13Untuk ukuran sebuah gunung yang lahir dari nol,
03:16itu setara dengan tinggi gedung pencakar langit 80 lantai yang terbentuk hanya dari abu dan lava.
03:22Tapi ternyata, semakin tinggi dan semakin curam sebuah gunung vulkanik muda,
03:26semakin rapuh pula struktur di bagian dalamnya.
03:30Lapisan-lapisan lava dan abu yang menumpuk cepat itu belum sempat memadat sempurna,
03:35sehingga rongga-rongga kecil terbentuk di antara lapisannya,
03:38seperti kue lapis yang belum benar-benar mengeras di bagian tengahnya.
03:43Para ahli dari badan geologi sebenarnya sudah mencurigai kerentanan ini
03:47jauh sebelum akhirnya terbukti dengan cara yang paling dramatis.
03:52Dan inilah momen yang kita janjikan sejak awal.
03:55Pada malam 22 Desember 2018,
03:58bagian barat daya tubuh anak Krakatau runtuh ke laut tanpa peringatan.
04:03Longsoran material sebesar itu mendorong air laut membentuk gelombang tsunami
04:07yang menghantam pesisir banten dan lampung dalam hitungan menit.
04:11Ratusan orang kehilangan nyawa dan tinggi pulau yang tadinya 338 meter anjlok drastis
04:18hingga tersisa sekitar 110 meter saja.
04:21Tapi yang mengejutkan, hanya dalam hitungan bulan setelah runtuh,
04:25pulau ini mulai tumbuh lagi dari sisa-sisa kawahnya.
04:29Sampai sekarang, satelit dan alat pemantau terus merekam setiap perubahan bentuknya
04:33karena siklus tumbuh dan runtuh ini ternyata bisa terjadi berulang kali sepanjang usia pulau ini.
04:40Coba sesekali cek berita aktivitas gunung berapi di Indonesia minggu ini,
04:44lalu perhatikan apakah ada pulau atau gunung yang sedang tumbuh diam-diam seperti anak Krakatau.
04:50Kalau kamu menemukan faktanya, tulis di kolom komentar gunung apa yang menurutmu perlu kita bahas berikutnya.
04:57Terima kasih banyak sudah menemani cerita tentang pulau yang tumbuh ini sampai habis.
05:02Kalau video ini menambah wawasanmu,
05:05jangan lupa tekan tombol like supaya lebih banyak orang tahu fenomena ini.
05:09Jangan lupa juga subscribe supaya kita bisa menjelajahi keajaiban bumi lainnya bersama-sama.
05:15Sampai jumpa di cerita berikutnya.

Dianjurkan