Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Belum adanya respons Prabowo terhadap pernyataan Budi Ari kembali memunculkan pertanyaan di tengah polemik percepatan pemilu. Kurniawan menyebut pernyataan tersebut sebagai "cek ombak" dan menilai ada upaya menjatuhkan Prabowo yang telah berjalan.

Sementara Andi Azwan menegaskan bahwa pernyataan Budi Ari tidak merepresentasikan Jokowi, Gibran, maupun seluruh relawan.



Ray Rangkuti mempertanyakan mengapa video pertemuan tersebut direkam, dipotong, dan kemudian disebarkan kepada publik. Ia juga meminta video yang lebih lengkap dibuka agar tafsir terhadap pernyataan Budi Ari tidak berkembang menjadi spekulasi baru.

Benarkah ini sekadar "cek ombak", atau ada pertarungan politik di balik polemik PrabowoJokowi?

Produser: Prayogi Haro

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687965/kritis-kurniawan-ray-david-soal-prabowo-belum-respons-pernyataan-budi-ari-ada-upaya-jatuhkan-pres
Transkrip
00:01Mas Kurniawan, sampai sekarang Pak Prabowo juga masih belum komentar soal pernyataan dari Budiari.
00:05Menurut Anda perlu langsung ngomong nggak, biar nggak terolah menjadi boleliar?
00:10Nggak ada waktu untuk seorang Prabowo meladeni ocean-ocean seorang Budiari.
00:16Walaupun ini, saya sampaikan tadi, ini kan cek ombak aja.
00:21Berarti bukan enggan sama Pak Jokowi?
00:23Nah ini yang masih misteri saya bilang ya.
00:25Kalau kami, di mana ada orang yang dihargai, dihormati di situ, kita mau menyampaikan sesuatu aja harus berpikir seribu kali.
00:33Karena ini imbasnya, bukan cuma kena pada si Budiari, tapi orang yang lebih tinggi statusnya di situ.
00:42Ya kita ini kan sama-sama pemain politik, kita ngerti lah.
00:46Maksudnya sangat disayangkan sekali, Pak Jokowi juga di situ, memang ada kesan perubahan gestur saat Budiari ngomong.
00:56Tapi gestur ini artinya apa? Kan yang tahu Pak Jokowi sendiri.
01:00Tapi di mata para pendukung Prabowo, ini kecewa sekali dengan kejadian ini.
01:07Karena kita tahu semua, bahwa Pak Prabowo Subianto ini kan sangat menghargai seorang Jokowi, sangat menghargai Budiari.
01:16Tapi balasannya seperti itu.
01:19Baru dua tahun loh.
01:21Kok upaya untuk menjatuhkan Prabowo ini sudah berjalan dari berapa bulan yang lalu.
01:27Ini kalau nggak disikapi, ya tentunya cek ombak itu akan kejadian benar.
01:32Dan itu kita nggak mau.
01:34Oke, tadi kalau kata Mas Kurniawan ini ada sesuatu yang cek ombak.
01:39Apakah memang sebenarnya ini menunjukkan memang ada kondisi yang retak?
01:42Jadi kepentingan Pak Prabowo, Mas Gibran, Pak Jokowi itu dalam konteks ini satu frame.
01:50Satu, terciptanya kondusivitas dan stabilitas politik, sosial, dan keamanan di Republik ini.
01:59Karena ketika terjadi kekeseruan dinamika politik yang di-unpredictable dan di luar kontrol,
02:04maka yang dirugikan adalah tiga tokoh ini.
02:09Pak Prabowo dirugikan nggak bisa menerapkan, menjalankan program pemerintah.
02:13Mas Gibran satu kesatuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi sebagai orang yang mendukung total pemerintahan ini.
02:19Satu kepentingan untuk stabilitas politik.
02:23Oke, kalau tadi kata Mas Kurniawan ada upaya menjatuhkan Pak Prabowo?
02:25Ya, ada upaya menjatuhkan Pak Prabowo.
02:29Saya bilang bahwa, ya kembali lagi tadi, bahwa ada orang yang kebelet,
02:33pastinya di luar tiga tokoh ini.
02:35Di luar afiliasi politik ini.
02:38Karena kepentingannya sama, harus sampai pada 2029.
02:41akan rusak, kalaupun gini, kalaupun Pak Jokowi punya target-target politik,
02:46itu bukan dalam masa pemerintahan ini sampai 2029.
02:51Mungkin Pasca atau 2034, oke.
02:54Tetapi kepentingan adalah bagaimana menciptakan figur Pak Jokowi,
02:59Gibran itu sebagai pemimpin berhasil.
03:01Itu kepentingan Pak Jokowi.
03:02Berhasil dan diterima masyarakat, semua programnya.
03:05Jadi kalau misalnya mengatakan bahwa skenario ini Pak Jokowi ada di belakangnya,
03:09itu sangat salah besar.
03:11Dan opini Budi Ari itu tidak merepresentasikan pikiran Pak Jokowi,
03:17tidak merepresentasikan relawan lain,
03:19dan tidak merepresentasikan Mas Gibran.
03:21Itu penting menjadi catatan.
03:24Itu pribadi.
03:26Jadi apa yang dikatakan oleh Bung Kurniawan,
03:30kita ini adalah satu kesatuan,
03:32dan Prabowo Gibran tidak boleh ada orang luar,
03:35ataupun dari dalam yang mengaduk-aduk itu,
03:38memisahkan mereka berdua.
03:39Oke, Bu Ngeri, kalau Anda melihatnya kenapa sebenarnya Pak Prabowo kok emang belum respons?
03:44Belum atau emang enggak mau?
03:45Atau ada alasan lain sih?
03:47Ya, saya tidak tahu persis.
03:49Karena Pak Prabowo ini,
03:51dua tahun terakhir ini kehilangan
03:53apa yang selalu digembar-gemburkan sebagai macan gitu.
03:57Macannya udah kelihatan enggak muncul nih,
03:59dalam dua tahun terakhir ini,
04:00khususnya kalau berhadapan dengan Pak Jokowi.
04:03Tapi beginilah ya,
04:07sekarang kita dapat video ini.
04:11Oleh karena itu,
04:12kalau ada hubungan yang kelihatan tidak terlalu bagus
04:16antara Pak Prabowo dengan Jokowi,
04:19mohon jangan dikait-kaitkan dengan pihak luar.
04:23Potongan video itu menjelaskan kepada kita,
04:26bahwa yang membicarakan bahwa 2029 itu
04:31belum tentu terjadi,
04:34bisa ada patahan sejarah,
04:35itu adalah silaturrahmi relawan-relawan Pak Jokowi.
04:42Tolong di cek,
04:44di kelompok di luar ini yang mengatakan
04:48sebaiknya kita mengganti Pak Prabowo sebelum 2029.
04:54Itu pentingnya itu.
04:56Dan ada enggak koralisinya dengan mereka?
04:58Oleh karena itu,
05:00kalau ada masalah seperti itu,
05:02sekarang lebih baik lihat ke dalam.
05:04Jangan-jangan kalian yang saling gontok-gontokan,
05:06tapi melempar masalah ke luar.
05:08Itu yang pertama.
05:09Yang kedua adalah soal,
05:13potongan video ini bagi saya penting.
05:15Bung David, Bung Andi,
05:17jangan sampai nanti masalah video ini
05:19berujung kepada pemulisian orang juga.
05:22Cukup kasus ijazah orang di polisi.
05:26Kasus video ini jangan.
05:28Oleh karena itu,
05:29kalau ada kelanjutan atau pra-video yang muncul ini,
05:33tolong diperlihatkan kepada publik.
05:36Supaya tafsir kita terhadap ini,
05:39tidak dianggap tafsir yang memprovokasi,
05:42yang nanti akan berujung kepada pemulisian-pemulisian lagi.
05:46Tukuplah kasus ijazah yang enggak muncul-muncul.
05:50Aslinya itu yang menyebabkan terjadi proses yang begitu panjang.
05:54Saya tidak melihat Budi Ari itu salah.
06:00Karena?
06:01Karena ia berbicara di forum resmi.
06:06yang perlu ditunjukkan oleh kawan-kawan David dan Bung Andi.
06:11Satu, mengapa ada pemidioan.
06:14Kedua, mengapa video itu dipotong.
06:17Ketiga, mengapa video itu dikeluarkan.
06:20Saya khawatir ada juga persoalan di lingkaran projok
06:26yang dengan seganja mengeluarkan video ini
06:28dalam kerangka memojokkan Budi Ari.
06:31Atau Budi Ari mau ditumbalkan dengan video ini,
06:35padahal boleh jadi itu merupakan bisik-bisik.
06:39Seperti disebutkan oleh Budi Ari sebelumnya,
06:41antara beliau dengan Pak Jokowi.
06:43Karena Budi Ari mengatakan,
06:45saya juga menyampaikan ini kepada Pak Jokowi loh.
06:49Oke.
06:49Oleh karena itulah menurut saya,
06:51bukan persoalan Budi Ari-nya,
06:54tapi persoalannya adalah kejujuran pertemuan itu.
06:58Dan supaya kita tidak menduga-duga
07:00dan dipojokkan selalu orang luar,
07:03tolong keluarkan videonya
07:04supaya kisah ijazah yang sekarang dipersoalkan orang
07:08tidak lagi bertambah.
07:10Oke, agar tidak menjadi bawa liar,
07:12terlalu lama, nanti kita akan lanjutkan lagi
07:14Sajidat Tatap bersama kami di Gubala Liar.
07:18Sajidat Tatap bersama kami di Gubala Liar.
07:21Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan