Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Proses penggalian makam kuno abad ke-16 di Kelurahan Sembung, Tulungagung, mengungkap teka-teki baru setelah petugas tidak menemukan sisa jasad di kedalaman tiga meter.

Nisan batu andesit bergaya Tembayat tersebut menunjukkan cermin akulturasi kuat tradisi pra-Islam dan Islam di Jawa, meski identitas penghuninya tetap misterius sejak pertama kali ditemukan pada 1995.

Tim ahli menduga jasad telah hancur dimakan usia 500 tahun, sementara spekulasi warga meyakini jasad tersebut hilang atau muksa.

Selengkapnya dalam video di atas.

#MakamTanpaJasad #Tulungagung #MakamAbadke16

Creative/Video Editor: Lia/Daffa
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Misteri makam abad ke-16 tanpa jasa terungkap 3 meter di bawah tanah Tolong Agung.
00:06Sebuah makam kuno abad ke-16 dari era transisi Islam dibongkar di Kelurahan Sambung, Tolong Agung pada Kamis 27 Agustus
00:142026.
00:15Tim Ahli Jagar Budaya Hariyadi menyebut nisan batu andesit berkaya tembayat ini menunjukkan akulturasi kuat tradisi pra-islam dan islam.
00:23Makam pertama kali ditemukan pemilik lahan Imam Mustajib dibalik akar pohon terambesi pada 1995.
00:31Namun warga setempat tidak ada yang mengetahui identitas maupun silsilah tokoh di dalamnya.
00:37Pihak terkait akhirnya sepakat memindahkan makam misterius tersebut kekomplek pemakaman Kelurahan Botoran.
00:43Namun penggalian hingga kedalaman 3 meter justru tidak menemukan sisa jasad atau tulang belulang.
00:49Jasa diperkirakan telah hancur menyatu dengan tanah mengingat usia makam mencapai 400 hingga 500 tahun.
00:55Meski begitu, masyarakat sekitar turut berspekulasi jasa tersebut hilang atau mengalami proses muksa.
Komentar

Dianjurkan