- 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pernyataan Budi Arie mengenai skenario terburuk percepatan pemilu memicu perdebatan dan berbagai tafsir politik.
Ray Rangkuti, Andi Azwan, Kurniawan, Ahmad Irawan, Said Didu, dan David Pajung menyampaikan pandangan berbeda mengenai konteks pernyataan tersebut, video yang beredar, serta apakah ucapan itu sekadar pernyataan pribadi atau memiliki makna politik yang lebih luas.
Baca Juga FULL! Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Soal Gugatan ke Kejagung di https://www.kompas.tv/video/687924/full-hakim-tolak-praperadilan-eks-jampidsus-febrie-soal-gugatan-ke-kejagung
Diskusi juga membahas dinamika hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran menjelang kontestasi 2029.
Ada narasumber yang menilai pernyataan tersebut sebagai sinyal politik, sementara pihak lain menegaskan bahwa pernyataan Budi Arie tidak seharusnya ditafsirkan sebagai sikap Jokowi dan bahwa pemerintahan PrabowoGibran tetap harus berjalan hingga masa jabatan selesai.
Produser: Prayogi Haro
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687961/debat-panas-ray-andi-hingga-said-didu-soal-budi-arie-bicara-percepatan-pemilu-2029-bola-liar
Ray Rangkuti, Andi Azwan, Kurniawan, Ahmad Irawan, Said Didu, dan David Pajung menyampaikan pandangan berbeda mengenai konteks pernyataan tersebut, video yang beredar, serta apakah ucapan itu sekadar pernyataan pribadi atau memiliki makna politik yang lebih luas.
Baca Juga FULL! Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Soal Gugatan ke Kejagung di https://www.kompas.tv/video/687924/full-hakim-tolak-praperadilan-eks-jampidsus-febrie-soal-gugatan-ke-kejagung
Diskusi juga membahas dinamika hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran menjelang kontestasi 2029.
Ada narasumber yang menilai pernyataan tersebut sebagai sinyal politik, sementara pihak lain menegaskan bahwa pernyataan Budi Arie tidak seharusnya ditafsirkan sebagai sikap Jokowi dan bahwa pemerintahan PrabowoGibran tetap harus berjalan hingga masa jabatan selesai.
Produser: Prayogi Haro
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687961/debat-panas-ray-andi-hingga-said-didu-soal-budi-arie-bicara-percepatan-pemilu-2029-bola-liar
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Mulai dari Bung Ray dulu, Bung Ray sudah diklarifikasi oleh Budi Ari.
00:03Kalau ini cuma diskusi biasa, silaturahmi tertutup, gak ada ajakan macem-macem termasuk makar.
00:08Tapi ketika seorang Budi Ari Setiadi, orang dekat Jokowi Dodo, Ketua Umum Projo,
00:15kemudian di hadapan relawan menanyakan kesiapan skenario terburuk persepatan pemilu.
00:19Ada Pak Jokowi juga di sampingnya. Maksudnya apa sih?
00:23Sebelum itu saya tanya dulu, ini orang Projonya mana?
00:26Kami sudah hubungi gak ada yang bisa hadir Bung Ray.
00:28Kenapa? Kan mereka mestinya yang harus jelaskan kepada kita dong.
00:34Kalau Bung Ray gimana menganalisisnya?
00:36Pertama, kalau disebutkan bocor, rasanya naib.
00:40Berarti sengaja?
00:41Ya gak tau saya, tapi bagi saya itu naib sekali.
00:44Sebab yang dipotong videonya itu kok yang itu?
00:47Itu kan sebenarnya video yang menurut saya paling subtantif,
00:52tapi juga paling tanda kutip berbahaya.
00:56Mungkin video itu agak panjang, mungkin.
00:58Kita gak tau, makanya sayangnya orang Projonya gak ada.
01:02Tapi kenapa potongan itu yang menyebar kepada publik?
01:07Nah menurut Anda ada maksudnya apa Bung Ray?
01:08Nah kalau menurut saya sih ini bukannya sekedar bla bla bla.
01:13Ini semacam deklarasi, ya tidak pra, kita sebelumnya pra deklarasi bahwa Pak Prabowo sudah mengatakan siap jika harus berpisah dengan
01:25Pak.
01:26Sorry, Pak Jokowi menyatakan siap jika harus berpisah dengan Pak Prabowo tahun 2029 yang akan datang.
01:34Dan punya amunisi yang cukup untuk itu?
01:36Oh punya.
01:37Karena mereka punya amunisi itulah mereka menganggap ini mungkin saatnya deklarasi, meskipun masih sob deklarasi gitu lah ya kan.
01:47Deklarasi ringan terhadap kekuasaan dalam hal ini Pak Prabowo, bahwa kami ini siap juga berpisah dengan Pak Prabowo.
01:56Karena sebelum-sebelumnya kesankan pihak Pak Jokowi lah yang terus-menerus menginginkan supaya Pak Prabowo menggandeng Gibran.
02:05Tapi dengan beberapa hal yang terjadi akhir-akhir ini mungkin muncul semacam kepercayaan diri di lingkaran kelompoknya Pak Jokowi.
02:14Bahwa kalau misalnya Pak Prabowo pada akhirnya meninggalkan Gibran, kami juga sudah siap jalan sendiri.
02:22Nah ini semacam sob deklarasi itu, itu maksud saya gitu.
02:26Dari mana kepercayaan diri itu muncul?
02:28Pertama tentu dari tiga survei, dua survei yang sudah dibuka secara ini, satu survei yang keluar gak diakui datangnya dari
02:38siapa tapi gak dibantai isinya.
02:40Yang menyatakan tingkat popularitas dan kepuasan kepada Pak Prabowo turun.
02:46Bahkan di survei terakhir itu sudah di bawah 50 persen.
02:49Artinya ada potensi bahwa Pak Prabowo kalau tidak cepat-cepat bakal ditinggal di 2029.
02:57Nah sebelum itu terjadi, ya saya kira bukan hanya projok atau bukan hanya, ya tentu dalam ini projok,
03:04Dalam landscape yang besarnya adalah politik Pak Jokowi gitu, akan menyiapkan plan B-nya.
03:12Plan B-nya itu ada tiga.
03:14Plan B-nya itu misalnya bersama dengan Pak Prabowo tetapi bertukar posisi dan atau tidak lagi bersama dengan Pak Prabowo.
03:23Itu pertama.
03:25Yang kedua, saya kira sampai juga di tangan dan di pikiran setidaknya Bung Ari gitu ya, Bung Di Ari dalam
03:34ini,
03:35yang menyebut bahwa situasi yang seperti sekarang ini memang punya potensi membuat pemerintahan ini tidak akan sampai 2029 yang akan
03:47datang gitu.
03:48Nah oleh karena itulah kemudian diperbincangkan kalau terjadi gimana gitu.
03:53Kalau disebut ini hanya pendapat pribadi, saya kurang yakin.
03:58Karena kalau kita cek kembali tuh pernyataan Bung Di Ari yang sepotong itu,
04:04jangan kita dibilang bukan begitu, cuma itu videonya kalau enggak ya keluarkan semua, kan kira-kira gitu.
04:10Biar kita cek sama-sama gitu ya.
04:11Oke sebentar Bung Reis, kalau itu saya juga minta tanggapan lu dari Bung Andi.
04:14Dunggu dulu, ini terpotong kan.
04:16Apakah ini, pertanyaannya, apakah ini pendapat Bung Di Ari kira-kira gitu?
04:23Saya enggak terlalu yakin, kenapa?
04:25Karena di dalam pernyataan itu juga Bung Di Ari mengatakan,
04:28saya udah sampaikan ini sebelumnya kepada Pak Jokowi.
04:32Nah pernyataan ini yang kita enggak tahu,
04:35apakah Pak Jokowi sadar bahwa kalimat ini akan rentan,
04:41sehingga ketika Bung Di Ari menyampaikan itu dia enggak nyolek Bung Di Ari,
04:44misalnya gitu ya, atau sesungguhnya sama-sama udah, sebarkan aja.
04:51Nah ini yang kita enggak tahu, disinilah perlunya perwakilan Projo hadir untuk menyampaikan kepada kita,
05:00kalau disebut bukan begitu, nah kita akan minta potongan video utuhnya mana,
05:05biar sama-sama kita pelajari gitu.
05:07Oke, dan untuk informasi kami juga sudah menghubungi perwakilan dari Projo,
05:10tapi belum ada yang bisa bergabung bersama kami, Bung Rai.
05:12Nah saya mau nanya ke Bung Adi nih, udah ketahuan-ketahuan juga,
05:15dia sudah siing-senyum.
05:15Emangnya kan Pak Jokowi memang dikenal sebagai orang yang kenal banget sama data,
05:19selalu berbekal sama data, emang itu juga jadi bahan soft launch juga jalan-jalan?
05:23Enggak, jadi kalau apa yang dikatakan Bang Rai,
05:26tebak-tebak buah manggis,
05:29karena saya hadir di sana, David juga hadir di sana.
05:33Itu potongan yang memang dibuat,
05:37tapi menurut saya, ya itu pihak Projo memang benar harus menjawab,
05:41tapi secara keseluruhan, pada saat itu bukan sesuatu yang memang spesifik.
05:47Membicarakan apa? Ini ada temu kangen.
05:50Memang setiap tiga bulan sekali, kita ada pertemuan dengan Pak Jokowi.
05:54Bung Adi, supaya jelas bahwa ini bukan tebak-tebak manggis,
05:58mana panjang videonya?
06:00Ya tunggu dulu, saya belum selesai.
06:01Keluarkan di sini, supaya kita sama-sama mempelajarinya.
06:05Saya selesai dulu.
06:05Kalau Anda enggak keluarkan,
06:08nah kalau kata Nidizan sekarang,
06:10enggak ada video itu hoax.
06:12Kenapa tidak tebak-tebak buah manggis,
06:14karena saya pelaku, saya hadir di sana.
06:17Nah berarti lengkapi.
06:18Kalau tidak ada videonya,
06:19bagaimana situasi di sana?
06:20Kita bisa menyatakan itu hoax.
06:23Apa yang dilakukan itu,
06:24sudah dijelaskan oleh Budi Armi,
06:27bahwa itu adalah kesalahan dia.
06:29Dan dia sudah minta maaf.
06:30Coba lihat gestur Pak Jokowi.
06:33Kalau kita lihat di video itu,
06:35Pak Jokowi diam.
06:36Ya, menunduk.
06:38Kita harus membaca itu.
06:39Apakah Pak Jokowi senang dengan pakatan itu?
06:41Tidak senang untuk menunduk itu.
06:43Setelah itu,
06:44Pak Jokowi berbicara kepada kita semua.
06:46Tidak menyinggungkan itu.
06:48Malah mengatakan,
06:49kita harus mendukung Prabowo Gibran
06:51sampai selesai masa tugasnya.
06:53Ada enggak videonya itu?
06:55Sabar dulu aja.
06:56Kalau kita membuka, kita buka.
06:58Sabar dulu.
06:58Kalau enggak ada videonya,
07:00kita mengatakan tataan di sini.
07:01Sekarang itu hok.
07:03Kalau Reiko bicara selalu begitu.
07:04Karena ingin menggoreng-goreng fakta.
07:07Bukan menggoreng.
07:08Iya, tapi kita mempelajari
07:09apa isi yang ada di dalam video itu.
07:13Saya menjelaskan.
07:14Di video itu begitu.
07:15Cuma kalau Anda mengatakan...
07:17Nah, sekarang siapa yang bisa memastikan
07:19bahwa cerita Anda ini benar?
07:22Siapa yang bisa memastikan
07:23bahwa cerita Anda ini benar?
07:24Pasti Anda tidak akan bicara masalahnya.
07:26Kalau gitu langsung jelasin aja poinnya.
07:28Siapa yang berbicara?
07:29Jadi, bicara tentang itu,
07:30apa yang dikatakan,
07:31apa yang diduga oleh Reiko,
07:33itu adalah bawang besar.
07:34Bukan bicara Pak Jokowi berarti ya?
07:35Bukan dari Pak Jokowi.
07:36Itu adalah dari Budi Aris
07:39sebagai Ketua Umur Projo.
07:40Dan ingat,
07:41di situ ada 40 orang,
07:4340 organ ketua-ketua umur.
07:4560 ya.
07:45Ya kan?
07:46Di sini ada Cipayong,
07:47di sini ada Militan Gibran.
07:48Semua hadir di sana.
07:50Di semua diberikan kesempatan
07:51kalau ada yang mau berbicara.
07:52Nah, Budi Aris melakukan itu,
07:55itu adalah bicara dia.
07:56Karena Pak Jokowi tidak berhentikan
07:58atau mengapa,
07:59tapi dirangkum oleh dia,
08:01oleh beliau,
08:02semuanya pertanyaan-pertanyaan itu.
08:04Yang intinya,
08:05saya katakan,
08:06Pak Jokowi mendukung Prabowo Gibran
08:09sampai selesai masa tugasnya.
08:11Tidak boleh di-framing-framing lagi
08:13dan dia katakan ada pecah foksi.
08:17Itu karena beliau sangat menghormati
08:21Pak Prabowo dan Pak Prabowo
08:22yang pasti dari beliau.
08:23Oke, kalau gitu Mas Kuriawa,
08:25saya mau tanya juga,
08:25tapi sebenarnya bagaimana
08:26akar rumput relawan dari Prabowo
08:28mendengar ucapan Budi Ari
08:29nyinggung-nyinggung soal percepatan pemilu,
08:32gimana tanggapannya?
08:33Jadi begini ya,
08:35sebenarnya timing yang nggak pas
08:37ketika seorang Budi Ari
08:40mengatakan percepatan pergantian pemimpin,
08:43ini sangat-sangat tidak sopan,
08:45di tengah saudara kita NTT,
08:47masih bencana alam.
08:49Kok nafsu benar jadi presiden sih?
08:53Ini siapa maksudnya?
08:53Iya, pihak sebelah lah.
08:56Terkait itu omongan dari Budi Ari,
08:59silakan.
09:00Walaupun begitu viralnya
09:01pernyataan Budi Ari,
09:03saya sudah memprediksi
09:04dalam hitungan jam juga akan minta maaf kok.
09:06Dan terbukti kan, minta maaf.
09:08Tapi mesej dari Budi Ari ini
09:12kan sudah tersampaikan.
09:13Kita ini sama-sama ngerti politik lah.
09:16Jadi jangan ngeles ya.
09:18Tapi maksudnya siapa yang ngebetul?
09:20Maksudnya dari kubunya Pak Jokowi
09:21atau Mas Gibran maksudnya?
09:23Saya bicara Budi Ari ya.
09:24Oke.
09:25Yang ngomongkan Budi Ari ini.
09:28Sementara Pak Prabowo ini kan
09:29sangat menghargai Pak Jokowi,
09:31menghargai Budi Ari.
09:33Tapi balasan dari seorang Budi Ari kok begitu.
09:36Tapi berarti melihat itu sebagai omongan
09:38di Budi Ari aja atau ada kaitan yang jelas?
09:40Nah, ini yang misteri.
09:41Yang misteri yang ini.
09:43Kalau Budi Ari itu
09:46memang dia hormat dan sayang kepada Jokowi,
09:49tentunya tidak akan melakukan itu.
09:52Ini kan sangat risikan sekali omongan ini.
09:55Pak Prabowo baru menjabat dua tahun.
09:58Masih berbenah.
10:00Tiba-tiba diganggu dengan omongan seperti ini.
10:03Tentunya omongan dari seorang Budi Ari
10:04ini kan menyakitkan hati dan perasaan
10:07pendukung Prabowo.
10:08Oke.
10:09Kalau gitu Mas Irawan.
10:12Mas Irawan kan sebagai juga
10:14partai politik yang dulu ada di pemerintahan Pak Jokowi,
10:17sekarang juga ada di pemerintahnya Pak Prabowo.
10:19Sebagai partai politik yang mengusung Pak Prabowo,
10:21gimana Anda menanggapi presiden yang Anda usung
10:24kemudian disinggung-singgung
10:25soal kayaknya bisa tergantung lebih cepat?
10:27Kami sih juga menyesalkan
10:29pernyataan Pak Budi Ari.
10:31Entah terlepas konteksnya
10:33dan motifnya seperti apa itu adalah
10:35Pak Budi Ari yang bisa menjelaskan.
10:37Bagi kami di Partai Golkar,
10:39di fraksi Partai Golkar juga,
10:42bahwa dukungan kami terhadap Pak Prabowo dan Pak Gibran adalah dukungan
10:45adalah sampai dengan masa jabatannya selesai.
10:48Dan pendapat-pendapat seperti itu adalah pendapat yang menurut kami sangat tidak mendidik.
10:53Karena salah satu konsekuensi dari dianutnya sistem presidensialisme di Indonesia adalah
10:59satu adalah masa jabatan yang tetap dan pasti setiap lima tahun.
11:05Dan setiap lima tahun, sekali dalam lima tahun itu kita melaksanakan pemilu dalam rangka
11:10untuk memilih presiden dan wakil presiden yang baru.
11:13Sehingga adanya ide-ide, pikiran-pikiran bahwa kita bisa mempercepat pemilih
11:17itu adalah pikiran yang menurut saya
11:19pikiran menggunakan judul diskusi kita.
11:24Jadi pikiran yang liar dan tidak bertanggung jawab.
11:27Liar dan tidak bertanggung jawab.
11:29Kalau Pak Said,
11:29ini kan sebenarnya ada sebuah rangkaian tidak berdiri sendiri.
11:33Mulai dari ada dugaan,
11:35Bu Koni bisa kita pinjam kata-katanya,
11:37dia mendapatkan informasi,
11:38kayaknya Pak Prabowo cuma akan dua tahun diganti sama Mas Gibran.
11:41Lalu ada di awal Agustus,
11:43ada isu-isu akan ricuh.
11:44Kemudian muncul video dari Pak Budi Ari.
11:47Menurut Anda sebenarnya ini semua berkaitan enggak?
11:49Saya sih enggak kaget sebenarnya.
11:52Kenapa?
11:52Karena begini, saya menyatakan
11:562040 Pilpres selesai.
11:58Tapi selesainya Pilpres baru terjadi perebutan kekuasaan.
12:04Perebutan kekuasaan.
12:06Karena saya sampai detik ini berpendapat
12:08bahwa Jokowi tidak rela melepaskan kekuasaan.
12:13Termasuk ke Prabowo.
12:15Dibacanya dari mana itu?
12:16Beginilah.
12:17Pak Jokowi dulu berusaha tiga periode.
12:21Gagal.
12:22Maka anaknya.
12:24Jadi, terus setelah itu,
12:28menitipkan kabinet segitu banyak.
12:30Artinya memang tidak pernah rela melepaskan kekuasaan.
12:33Jadi, tidak pernah rela kekuasaan.
12:36Maka baru terjadi persaingan perebutan kekuasaan.
12:40Mulai pelantikan Presiden.
12:41Di situ saya lihat,
12:42pada saat itu Jokowi diantar dengan pesawat tempur.
12:46Dan di atas pesawat yang mengantar,
12:49Kapolri sama Panglima TNT.
12:50Nah, saya sudah menitapkan,
12:52ini titik awal perebutan kekuasaan.
12:55Jadi, dinamika-dinamika yang terjadi sekarang ini adalah
12:58masih dinamika perebutan kekuasaan.
13:00Nah, sepertinya ada yang kebelet.
13:04Ada yang kebelet.
13:05Ini kalau ditunggu 2009,
13:07karena Pak Prabowo tidak,
13:09belum pernah memberikan tanggapan
13:12apakah masih mau berpasangan dengan Gibran.
13:14Berarti maksudnya yang kebelet Mas Gibran atau Pak Jokowi?
13:16Mungkin orang di situ.
13:18Nah, kalau tidak direbut sekarang,
13:21tidak direbut sekarang,
13:222029 agak berat Gibran.
13:24Kalau tidak berpasangan dengan Prabowo.
13:27Nah, sehingga peluang terbesar adalah
13:29potong di tengah.
13:31Potong di tengah.
13:32Itulah keluar pernyataan
13:34bahwa kemungkinan bisa cepat nih.
13:36Nah, itu tujuannya bisa mengatakan,
13:39eh, percepat dong.
13:40Ini politik.
13:41Nah, politik itu ada depan panggung,
13:43ada belakang panggung.
13:44Jadi, jangan kita terlalu perdebatkan
13:46yang di belakang panggung.
13:48Politisnya begitu.
13:49Kalau ini tidak ribut,
13:50maka tidak minta maaf.
13:51Oke, berarti ambil momentumnya sekarang.
13:53Ini politik.
13:54Jadi, saya lama.
13:58Jadi, saya menyatakan,
14:00ini adalah reaksi atas aksi
14:03Prabowo belum memberikan
14:05tanda positif
14:07bahwa berpasangan dengan Gibran 2009.
14:11Dan orang-orang sekitar yang berkuasaan ini
14:13melihat peluang 2009.
14:17Kalau tidak dengan Prabowo,
14:20Gibran agak berat.
14:21Karena pasti ada Puan,
14:23ada AHY,
14:24ada Anis,
14:25ada KDM,
14:27ada Prabowo.
14:28Berarti Prabowo-Girban
14:29belum tentu 2009 ya?
14:30Sampai sekarang Prabowo
14:31belum pernah menyatakan
14:33akan berpasangan sama siapa.
14:35Padahal,
14:35sudah berkali-kali,
14:37Jokowi,
14:38seakan-akan,
14:39pasangan dong,
14:40sama anak saya,
14:40Prabowo.
14:41Jadi,
14:42ini reaksi tidak adanya
14:43aksi dari Prabowo
14:44atas tawaran ini.
14:46Oke.
14:46Kalau gitu,
14:46saya minta tangannya
14:47Bang David.
14:48Bang David,
14:48tadi katanya ada yang ngebut
14:49mau jadi Presiden
14:512029 berat.
14:52ngambil momentumnya sekarang.
14:53Tangkapan Anda?
14:53Ya,
14:54sebelum saya jawab itu,
14:55karena kemarin saya hadir ya
14:56sama Bro Andi Aswan.
14:58Jadi,
14:59memang apa yang diinterpretasi
15:01oleh Bung Ray,
15:02Pak Didu itu
15:03semuanya sebenarnya salah.
15:05Dan,
15:05pernyataan itu sebenarnya
15:06datar-datar dan biasa saja.
15:08Cuma,
15:08dia menjadi tidak biasa
15:10dan menjadi luar biasa
15:11ketika itu digoreng
15:13dengan interpretasi
15:14masing-masing
15:15orang yang menangkap itu.
15:17Jadi,
15:18interpretasi Bung Ray,
15:19Pak Didu ini sebenarnya
15:20sebenarnya
15:21sangat bernuansa
15:22sangat bernuansa
15:25provokatif
15:25karena
15:26itu memecah
15:27opini di publik.
15:28Satu.
15:29Yang kedua,
15:30kok kita yang diutup
15:30provokatif
15:31jadi gini,
15:32kita yang salah
15:33yang harus di cari
15:35itu yang bocor
15:36siapa itu.
15:37Pak Jokowi,
15:39apa kepentingan
15:40Mas Gibran,
15:41wong mereka ini
15:42pemenang bersama
15:43Pak Prabowo,
15:44kok mereka yang
15:45ada koalisi Pak Jokowi,
15:47Pak Prabowo Gibran
15:48ini pemenang.
15:49Jadi,
15:50interpretasi bahwa
15:51ada orang yang
15:52sudah kebelet pipis
15:54adalah orang di luar
15:56yang pemenang ini.
15:57Bahkan,
15:58ada satu dua orang
15:59yang harus dibersihkan
16:00dari lingkaran-lingkaran
16:02dekat Pak Prabowo
16:03yang justru menginginkan
16:05terjadi perpecahan
16:06antara Pak Prabowo
16:07dan Pak Jokowi.
16:09Satu-satunya
16:10calah
16:10mengalahkan
16:11Pak Prabowo
16:12ke depan
16:13di 2009-2029-2034
16:16adalah ketika
16:17terjadi perpecahan
16:18koalisi antara
16:19Pak Prabowo
16:20dan Pak Jokowi.
16:21Kalau ini solid,
16:22jangan mimpi
16:23calon-calon lain
16:24akan bisa mengalahkan
16:25kontestasi Pilpres.
16:26Jadi,
16:27kami sangat berharap
16:27bahkan kampanye kami
16:28hari ini
16:29tetap ini
16:30dua periode
16:31karena kalau ini
16:33bisa juga
16:33itulah akan tertawa
16:35orang-orang yang kebelet
16:36kata Pak Said Didu tadi.
16:38Saya setuju.
16:38Pertanyaannya
16:39cuma sedih.
16:40ada tidak video
16:41yang dipanjang dari itu.
16:43Kalau ada,
16:44kita akan lanjutkan lagi
16:46nanti masih banyak durasi.
16:47Kita akan lanjutkan lagi
16:48sejidat tetap bersama kami
16:49di Bola Liar.
16:50Terima kasih.
Komentar