00:00Jadi teman-teman UMN, tadi saya ngobrol sama Prof Bagus, merasa bahwa kalau dulu jamannya kita gitu,
00:09ya kita hanya tinggal berebut atau kompetisinya sama anak yang lebih pintar, ya kan?
00:17Kalau sekarang, jangan-jangan yang lebih pintar pun, itu belum tentu langsung bisa dapat pekerjaan.
00:25Kalau Prof Bagus ini kan dengan IP 2,69 itu kan karena dianggap kurang oke gitu, gak bagus.
00:34Jadi, tapi yang teman-teman lain bisa diterima dengan cepat di perusahaan.
00:38Nah, situasi mereka ini, saya sih memang sangat memahami ya bagaimana ada kegelisahan dan kecemasan yang luar biasa buat teman
00:47-teman mahasiswa.
00:48Tapi saya ingin masuk di Lestari, karena menurut saya, bagus sekali poin yang ada di novel terbarunya yang akan rilis,
00:58kapan di?
00:59Sudah pre-order.
01:01Pre-order.
01:02Jadi, sepertinya awal September sudah bisa masuk ke beberapa toko buku.
01:07Jadi spoiler tadi ya?
01:08Gak apa-apa ya?
01:09Gak apa-apa dong.
01:10Karena ini keren banget.
01:11Itu poin yang aku ini kok, saya marketingkan sejak sekarang.
01:15Oh oke.
01:17It's okay.
01:18Ini keren banget, karena menurut aku bagus sekali untuk teman-teman mahasiswa baca ya.
01:23Tak semua yang penting dalam hidup datang dengan kepastian.
01:29Sebagian datang sebagai musim yang keliru.
01:34Wilayah tanpa peta atau rasa yang tak tahu harus bermuara kemana.
01:41Di tengah-tengah itu kita berenang bebas tanpa pengaman.
01:46Dalam samudera luas ketidakpastian.
01:50Wow.
01:51Wow.
01:51Lestari.
01:56Apa yang kira-kira dia bisa sambungkan dengan perasaan anak-anak mahasiswa atau generasi muda saat ini?
02:04Jadi buku saya, oh ya itu non-fiksi sebetulnya Ros.
02:08Jadi midpoint adalah buku non-fiksi utuh pertama saya yang ada di genre kurang lebih self-improvement slash memoir.
02:17Jadi ada beberapa pengalaman hidup langsung.
02:20Tapi intinya itu adalah perjalanan retrospective saya melihat ke belakang.
02:25Makanya relevan banget bisa ngobrol sama teman-teman hari ini.
02:29Karena tahun ini kan saya memasuki season 5 ya.
02:33Jadi gak jauh beda lah sama kakak kita tercinta.
02:37Nah ada yang disebut dengan inteligensi kristal.
02:41Inteligensi kristal ini biasanya muncul datang dari pengalaman hidup.
02:46Jadi kalau saya melihat, oh apakah saya masih harus bersaing dengan anak-anak umur 20-an, 30-an.
02:53Sebetulnya tidak.
02:54Karena jenis inteligensi yang kami hasilkan di usia kepala 5 ke atas itu sebetulnya inteligensi yang sedikit berbeda.
03:04Dan itu biasanya memiliki kemampuan prediksi yang lebih tepat.
03:10Akurasi analisis batin maupun logika yang lebih cepat.
03:14Karena kita sudah punya banyak bekal dari pengalaman-pengalaman kita yang lalu.
03:18Baik pengalaman baik maupun buruk gitu ya.
03:21Nah salah satu yang saya bagi di dalam midpoint adalah ternyata ketika saya lihat ke belakang.
03:27Banyak kebiasaan-kebiasaan kecil yang saya lakukan sejak muda dari umur belasan, 20-an.
03:35Yang ternyata bertahan awet dan punya dampak sangat besar ketika usia saya segini.
03:43Contoh, ini salah satu poin dalam midpoint.
03:47Stay low, terbang rendah lah.
03:50Stay low, terbang rendah lah.
03:52Saya tahu teman-teman mungkin punya banyak keinginan, pengen punya tas branded, pengen jadi orang kaya, pengen punya Lamborghini dan
04:02sebagainya.
04:02It's okay, kita semua bisa punya fantasi dan aspirasi masing-masing.
04:07Tapi jangan lupa bahwa terbang rendah itu punya banyak manfaat dan keuntungan.
04:16Misalnya, katakanlah kalau kita pakai analogi satu Boeing 747 gitu ya.
04:21Yang satunya lagi Cessna.
04:23Nah, jika ada kondisi darurat mendadak, siapa yang lebih gampang untuk mendarat secara darurat?
04:30Cessna.
04:31Pasti Cessna.
04:33Nah, dan apalagi keuntungannya kita di Cessna ini.
04:36Kita bisa melihat ke atas, tapi juga kita bisa melihat ke bawah dengan lebih mudah.
04:40Artinya, hiduplah biasa-biasa aja.
04:43Dan yang kita sebut biasa-biasa pun, ternyata ketika kita sudah bandingkan dengan populasi dunia, ternyata kita sangat beruntung.
04:52Kalau Anda sekarang tidur dengan tempat tidur yang empuk, kasur ya.
04:57Kalau Anda bisa makan pagi dari kulkas, buka kulkas.
05:02Kalau Anda bisa merasakan pendingin, itu Anda sudah lebih kaya dari 85 persen manusia di dunia.
05:12Minimal lebih beruntung.
05:14Lebih beruntung.
05:15Nah, artinya ada banyak hal-hal yang sebetulnya bisa kita lakukan sejak dini, menabung.
05:21Kalau kita kecil ada celengan ayam, saya nggak tahu Rosi masih mengalami atau nggak.
05:25Saya masih mengalami celengan ayam dari tanah liat.
05:31Kebiasaan menabung, kebiasaan hidup biasa-biasa aja.
05:34Gaya hidup yang tidak perlu harus ngikutin merasa punya idola selebriti.
05:41FOMO, kalau nggak pakai brand apa-brand apa gitu.
05:46Ternyata, trust me, lakukan itu 10-20 tahun, kalian akan mendapatkan manfaat yang luar biasa bertahun-tahun kemudian.
05:57So, there are so many simple habits yang bisa kita mulai dari sekarang, dari usia-usia kalian.
06:02Yang percayalah akan punya dampak yang sangat besar di usia kalian nanti.
06:07Jadi, di ingin mengatakan bahwa bergaya hidup sederhana lah.
06:11Ya.
06:12Apa, stay low.
06:14Tetapi, juga punya imajinasi yang fly high.
06:19Fly high in limitless.
06:20Limitless imagination.
06:22But stay low in how you live.
06:23Ya, menyambung tadi dari Kak Di sih sangat insightful banget.
06:28Dan menyambung dengan membuat karya pun, ya sama sih bahwa ketika kita bikin karya, kita nggak bisa hanya menganggap bahwa
06:35apa yang kita lihat itu udah sangat penting dan besar.
06:38Tapi kita juga harus bisa berbaur dan melihat sekitar kita juga gitu.
06:42Menyambung dengan bahwa itu, kita stay low.
06:44Dan tentunya yang menjadi highlight juga melakukan semua hal, membuat karya itu dengan hati gitu.
06:49Ketika kita melakukan sesuatu dengan hati, kita akan lebih grounded ketika kita menghasilkan karya tersebut sih.
06:59Dulu, Novi kan sempat pindah jurusan ya?
07:03Sebenarnya sih karena pas di WMN itu, di angkatanku adalah angkatan pertama adanya pembuatan jurusan film langsung.
07:10Jadi, aku angkatan pertama yang mengalami transisi di film.
07:14Jadi, kamu merasa bahwa apakah kamu termasuk orang yang, apa yang jadi kuliah kemana, kerja harusnya ke situ.
07:22Jadi benar-benar satu jalur, kamu percayakan itu?
07:25Sebenarnya nggak sih, tapi beruntungnya, untung jalannya memberikan jalan yang sesuai.
07:31Karena kalau di kan tadi HI, tapi langsung ini.
07:36Kalau kamu masih memang on track-nya?
07:38Saya tuh S1-nya teknik mesin, S3-nya fisika.
07:42Sorry, jadi S1 kan mesin, dua?
07:45Fisika.
07:46Dua fisika, tiga?
07:47Tiga fisika.
07:48Karir post-doctoral saya pertama itu di Perancis di Institut Mathematik de Toulouse.
07:54Terus saya karir post-doctoral kedua sebagai preset itu di Imperial College in London, Departemen Ilmu Bumi.
08:02Kemudian saya ngajar di Departemen Teknik Kimia sekarang.
08:05Saya nggak pernah jadi mahasiswa teknik kimia.
08:08Makanya bisa ngurusin hal-hal seperti gambut, bangunan yang mengambil inspirasi dari sarang rayap,
08:15seperti yang teman-teman sedang nikmati di sini.
08:17Itu semua ciri khas orang yang nggak berpikir bahwa satu-satunya lapangan kerja dia itu adalah apa yang tertulis di
08:24ijazah dia.
08:25Itu bukan dunia yang teman-teman hadapi masa depan.
08:30Wow, terima kasih Prof, bagus.
08:33Nah, aku mau tanya nih, ini agak intermeso.
08:35Kalau 2,69 aja sudah dianggap tidak pintar dan dianggap nggak bisa ngapa-ngapain,
08:41sekarang kamu bisa gini, apa kabar teman-teman kamu yang IP-nya tiga lebih ya?
08:45Jangan dicontoh ya, saya tidak mengglamorisasi IPK yang jelek, itu bukan untuk dicontoh.
08:52Kalau saya bisa ulang lagi waktu, saya akan bersungguh-sungguh betapa banyak waktu yang saya habiskan berfoya-foya,
08:59padahal nggak ada duit, berfoya-foya pakai duit orang lain.
09:03Jangan dicontoh, waktu itu sangat berharga.
09:07Setiap hari Anda malas-malasan, ada orang yang dirugikan karena hak orang lain itu tanggung jawab Anda.
Komentar