Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Bagaimana memahami penyebab dan pemicu banjir bandang di wilayah Himalaya, perbatasan Tiongkok dan Nepal, dan perlukah Indonesia belajar dan mengantisipasi dari bencana ini?

Kita bahas bersama, pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Amien Widodo.



#nepal #banjirbandang #bencananenpal

Baca Juga Netanyahu Peringatkan Perang Lawan Iran Belum Usai, Ancam Luncurkan Serangan Lebih Dahsyat! di https://www.kompas.tv/internasional/687943/netanyahu-peringatkan-perang-lawan-iran-belum-usai-ancam-luncurkan-serangan-lebih-dahsyat



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687947/full-pakar-geologi-its-bahas-soal-mengapa-banjir-bandang-di-nepal-berdampak-dahsyat
Transkrip
00:00Kembali bersama kami, Saudara.
00:01Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, Tiongkok
00:06mencapai lebih dari 480 orang.
00:10Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu mencari ribuan korban yang masih belum ditemukan.
00:15Tim edis setempat mengungkap sedikitnya 910 orang masih hilang
00:21atau tidak dapat dihubungi hanya dari wilayah Nepal.
00:24Secara keseluruhan, pemerintah Nepal dan Tiongkok menyatakan lebih dari 1.500 orang masih belum ditemukan.
00:32Lumpur akibat banjir bandang Rabu lalu menerjang wilayah Raswa
00:35dan mengalir ke sungai Trisuli dan Narayani hingga merendam permukiman di distrik Nuwakot, Nepal.
00:43Tim penyelamat masih menyusir kawasan sungai di wilayah terdampak parah untuk mencari para korban.
00:56Pemerintah Tiongkok menemukan sebuah danau alami baru terbentuk
01:00usai longsor dan banjir bandang di wilayah Kirong dekat perbatasan Nepal.
01:04Departemen Hidrologi Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok mengungkap danau baru itu
01:09terbentuk dari reruntuhan gletser pemicu banjir bandang pada Rabu lalu.
01:13Kini pemerintah Tiongkok dan Nepal telah mengeluarkan peringatan baru
01:16akan banjir bandang susulan yang berisiko dipicu hujan di wilayah itu.
01:41Lalu bagaimana kita perlu memahami penyebab dan pemicu banjir bandang
01:46di wilayah Himalaya perbatasan Tiongkok dan Nepal ini
01:49dan perlukah Indonesia belajar sekaligus mengantisipasi dari bencana itu.
01:55Saya akan diskusikan ini bersama pakar geologi dari Institut Teknologi 10 November, Amin Widodo.
02:01Pak Amin, selamat malam Pak dengan Tifal di sini.
02:04Selamat malam, Mads.
02:05Terima kasih sudah bergabung dan meluangkan waktu, Pak.
02:07Ini saya mengutip dari pemberitaan BBC hari ini.
02:09Disebutkan USGC, Survei Geologi Amerika Serikat,
02:12menyebut penyebab dari terjadinya banjir bandang di perbatasan Nepal-Tiongkok itu
02:17gara-gara runtuhan gletser diikuti aliran material longsor.
02:21Pertanyaan sederhananya dan bantu kami mendapatkan pemahaman lebih utuh
02:24dengan bahasa lebih sederhana, Pak.
02:26Sebesar itukah dampak yang terjadi akibat runtuhan gletser itu?
02:31Kita tahu bahwa di Nepal itu sebagian besar kan,
02:35di bagian pucatnya,
02:36pokoknya lebih dari 4.000 meter tadi,
02:38sebagian besar kan sudah merupakan salju dari gletser tadi.
02:43Gletser tadi, karena ada perubahan iklim,
02:46itu mulai retak-retak dan mulai longsor.
02:49Jatuh.
02:51Nah, tebingnya itu panjang sekali ini ya.
02:55Jadi begitu dia longsor, menutup sungai tadi,
02:57nah, disinilah muncul yang namanya nanti muncul sejarah tadi,
03:02ada danau baru tadi.
03:04Nah, ini membentuk sungai, sungainya nanti airnya akan tawa tambah,
03:08nah ini nanti akan jebol ya.
03:10Nah, jebol itulah yang namanya banjir bandang.
03:12Nah, tadi yang terkait dengan gletser yang runtuh tadi,
03:16ternyata juga kemarin itu kan sebelumnya juga ada gempa 4,4 di sejarah situ.
03:22Jadi itu juga ikut memicu lah longsor yang ada di situ.
03:25Sehingga itu menutup, dan pada waktu begitu tanggul alam tadi jebol,
03:32maka dia akan berjalan dengan sangat jelas sekali ke bawah,
03:35karena airnya kan sudah ngumpul tadi.
03:37Nah, seperti tadi, Cina sudah mengingatkan bahwa ini ada ancaman baru susulan seperti ini.
03:42Nah, seperti itu, ini memang perlu diketahui semua orang.
03:47Oke, dan sederhananya Pak, ini peristiwa yang umum terjadi untuk topografi daerah yang seperti itu,
03:54atau jangan-jangan ini ya dibilang lumrah nggak lumrah juga sebetulnya?
04:01Jadi memang topografi yang panjang seperti itu dan runcing apa namanya tajam bentuknya V tadi,
04:07itu memungkinkan terjadinya banjir bandang.
04:10Jadi karena tadi begitu runtuh, gletsernya runtuh bersama batu-batu yang ada di sekelilingnya,
04:17dia akan menutup sungai menjadi membentung bendungan tadi,
04:21bendungan yang rapuh istilahnya.
04:23Nanti kalau begitu air sungai ini sudah sangat tinggi,
04:27maka ini akan jebol, banjir bandang lah namanya gitu.
04:30Karena posisinya di atas jauh sekali,
04:34dan kita kemarin, oh ini tidak hujan kok ada banjir bandang lah,
04:37jadi seperti itulah.
04:38Karena memang itu karena bendungan alami tadi.
04:40Oke, penegasan saja Pak,
04:42sehingga menurut Anda penyebab runtuhnya itu sebatas karena ada gempa bumi sebelumnya 4,4 itu,
04:47atau ada faktor lain?
04:49Seperti saya sebutkan saja ini pengaruh perubahan iklim,
04:52ini juga memberi sumbang sih runtuhan gletser itu turun?
04:56Kalau kita melihat kemarin ada yang menerbangkan helikopter,
05:01ternyata kan banyak gletser yang sudah menutup di situ posisinya.
05:04Artinya memang perubahan iklim itu ikut memecahkan dari gletser-gletser tadi,
05:10kemudian getaran gempa tadi ikut memperbanyaklah jalannya.
05:15Tapi pecahan itu mesti terjadi dia.
05:18Karena apa namanya perubahan iklim tadi.
05:20Oke, dan dari pemerintah setempat juga bilang akan ada potensi banjir susulan Pak.
05:26Potensinya ini apakah ukurannya atau skalanya bakal sama besarnya dengan banjir yang pertama,
05:32bisa lebih besar, atau malah kadarnya bisa berkurang Pak?
05:35Faktornya apa yang bisa menentukan itu?
05:36Nah, kalau kita belum bisa melihat tadi besarnya kolam yang tertahan oleh longsoran gletser-gletser tadi,
05:45itu kita nggak tahu volumenya seberapa.
05:47Tapi kalau kita melihat tadi, belum melihat sih,
05:52sebenarnya kalau dia akan rutuh tadi,
05:55sebenarnya dia aerosipnya sudah berkurang.
05:58Daya aerosipnya.
05:59Kalau yang pertama, yang tadi, yang 26 tadi kan,
06:03karena masa yang besar tadi aerosip.
06:05Dia seperti efek bola saju.
06:07Dia semua dinding-dinding itu ikut longsor.
06:12Bendungan juga longsor.
06:13Jembatan juga longsor.
06:14Jadi itu menjadi tambah masif, tambah masif gitu.
06:17Tambah merusak lah semacam itu.
06:19Nah, sekarang ini kan posisinya sudah,
06:22itu sudah nggak ada.
06:23Jadi dia lancar lah istilahnya.
06:24Nggak semasif yang pertama misalnya.
06:27Oke.
06:29Sehingga kalau Anda membaca kondisi kita sekarang, Pak,
06:32ini dengan efek perubahan iklim,
06:34suhu bumi makin panas,
06:35ditambah belajar dari kasus yang terjadi di perbatasan Nepal-Tiongkok ini,
06:39adakah potensi untuk daerah lain dengan topografi yang sama
06:41juga mengalami hal serupa?
06:44Kalau di, kita kan hanya di daerah Papua tadi,
06:48tapi itu, sekarang itu posisinya S-nya sudah mencahir,
06:52dia sudah tinggal beberapa persen saja sedikit.
06:55Kalau di Indonesia lebih banyak,
06:57banjir bantang karena tadi,
06:59sama sebetulnya prosesnya karena longsor,
07:01menutup sungai,
07:02menutup sungai akhirnya menjadi banjir bantang.
07:05Itu terjadi sudah sejak lama,
07:0795 pernah terjadi di Jambi,
07:122006 terjadi di Jombang dan di Jember,
07:19terus 2003 terjadi di Bohorok.
07:23Jadi, banjirnya besar.
07:26Dan yang terakhir itu, bukan terakhir sih,
07:29yang terjadi di Gunung Selamat,
07:31yang Kuci itu, Taman Kuci.
07:34Sebenarnya yang salah itu,
07:36yang menempatkan,
07:38apa namanya,
07:39sungai dipakai untuk wisata tadi,
07:42untuk pemukiman tadi sebetulnya.
07:46Sehingga menurut Anda, Pak,
07:48mitigasi yang perlu dipelajari Indonesia,
07:50belajar dari kasus yang di Nepal,
07:52perbatasan Tiongkok ini,
07:53walaupun kita bicara secara kondisi topografi,
07:55daerah Glacier kan tidak sebanyak itu,
07:57atau tidak seketara itu seperti di sana, Pak.
08:00Apa yang perlu kita pelajari soal mitigasi,
08:02pencegahan bencana itu tadi?
08:04Kita lebih banyak banjir bandang,
08:07karena longsor yang ada di Indonesia,
08:09yang hampir tiap tahun kan terjadi.
08:11Bukan karena Glacier ya.
08:13Jadi, karena longsor.
08:14Bisa karena misalnya di daerah Sumatera itu,
08:16Gunung Marapi yang selalu meletus,
08:19dan dia menutup sungai,
08:20tinggal terjadi galudu,
08:22dan lain sebagainya seperti itu.
08:23Itu yang harus diingat.
08:25Dan ini memang diperlukan,
08:27mitigasinya perlu kerjasama,
08:28antara yang ada penduduk yang ada di atas,
08:31sama di bawah, seperti itu.
08:32Tapi kita memang menyarankan,
08:34yang di pinggir sungai dengan jarak tertentu,
08:37memang tidak boleh dipergunakan untuk pemukiman.
08:43Deteksi dini,
08:44atau kemudian simulasi mitigasi bencana ini,
08:48untuk daerah-daerah rawan,
08:49kalau belajar dari kasus di Nepal ini,
08:51sejauh mana kalau Anda melihatnya di Indonesia, Pak?
08:55Kita memang,
08:56kalau kita melihat ke mana yang terakhir,
08:58bukan terakhir.
08:59Yang di Sumatera,
09:00yang mulai dari Aceh,
09:02Sumatera Utara,
09:03terus sampai Sumatera Barat juga,
09:06kan itu,
09:07memang ada,
09:08sekarang itu ada tambahan lagi,
09:10bahagia Siklon.
09:11Siklon tadi,
09:12Siklon Senior.
09:13Itu yang dulu tidak pernah lewat di daratan,
09:15sekarang lewat di daratan.
09:17Nah, ini kan seperti air yang dituang demikian.
09:21Kalau bawahnya itu,
09:22misalnya sudah hambur-adul,
09:24posisinya tidak ada hutan sama sekali ya,
09:26semua akan,
09:28apa namanya,
09:29hanyut semuanya.
09:30Jadi seperti yang terjadi kemarin itu,
09:32di Sumatera itu.
09:34itu yang harus diwaspadai.
09:35Jadi,
09:36Siklon ini ada.
09:37Dan ini sudah masuk ke daratan.
09:39Seperti yang pernah terjadi juga di Flores.
09:42Flores 73 pernah,
09:432021 pernah.
09:45Oke,
09:46harus dicermati betul,
09:47jangan sampai nunggu kejadian dulu,
09:49baru kemudian kita memikirkan pencegahan,
09:50atau mitigasinya itu tadi.
09:52Pak Amin Widodo,
09:53terima kasih banyak,
09:53sudah berbagi pengetahuan,
09:54dan pengalaman bersama kami kali ini.
09:56Sehat selalu ya, Pak?
09:56Selamat malam.
09:57Pak Amin Widodo,
Komentar

Dianjurkan