00:00Kembali bersama kami, Saudara.
00:01Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, Tiongkok
00:06mencapai lebih dari 480 orang.
00:10Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu mencari ribuan korban yang masih belum ditemukan.
00:15Tim edis setempat mengungkap sedikitnya 910 orang masih hilang
00:21atau tidak dapat dihubungi hanya dari wilayah Nepal.
00:24Secara keseluruhan, pemerintah Nepal dan Tiongkok menyatakan lebih dari 1.500 orang masih belum ditemukan.
00:32Lumpur akibat banjir bandang Rabu lalu menerjang wilayah Raswa
00:35dan mengalir ke sungai Trisuli dan Narayani hingga merendam permukiman di distrik Nuwakot, Nepal.
00:43Tim penyelamat masih menyusir kawasan sungai di wilayah terdampak parah untuk mencari para korban.
00:56Pemerintah Tiongkok menemukan sebuah danau alami baru terbentuk
01:00usai longsor dan banjir bandang di wilayah Kirong dekat perbatasan Nepal.
01:04Departemen Hidrologi Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok mengungkap danau baru itu
01:09terbentuk dari reruntuhan gletser pemicu banjir bandang pada Rabu lalu.
01:13Kini pemerintah Tiongkok dan Nepal telah mengeluarkan peringatan baru
01:16akan banjir bandang susulan yang berisiko dipicu hujan di wilayah itu.
01:41Lalu bagaimana kita perlu memahami penyebab dan pemicu banjir bandang
01:46di wilayah Himalaya perbatasan Tiongkok dan Nepal ini
01:49dan perlukah Indonesia belajar sekaligus mengantisipasi dari bencana itu.
01:55Saya akan diskusikan ini bersama pakar geologi dari Institut Teknologi 10 November, Amin Widodo.
02:01Pak Amin, selamat malam Pak dengan Tifal di sini.
02:04Selamat malam, Mads.
02:05Terima kasih sudah bergabung dan meluangkan waktu, Pak.
02:07Ini saya mengutip dari pemberitaan BBC hari ini.
02:09Disebutkan USGC, Survei Geologi Amerika Serikat,
02:12menyebut penyebab dari terjadinya banjir bandang di perbatasan Nepal-Tiongkok itu
02:17gara-gara runtuhan gletser diikuti aliran material longsor.
02:21Pertanyaan sederhananya dan bantu kami mendapatkan pemahaman lebih utuh
02:24dengan bahasa lebih sederhana, Pak.
02:26Sebesar itukah dampak yang terjadi akibat runtuhan gletser itu?
02:31Kita tahu bahwa di Nepal itu sebagian besar kan,
02:35di bagian pucatnya,
02:36pokoknya lebih dari 4.000 meter tadi,
02:38sebagian besar kan sudah merupakan salju dari gletser tadi.
02:43Gletser tadi, karena ada perubahan iklim,
02:46itu mulai retak-retak dan mulai longsor.
02:49Jatuh.
02:51Nah, tebingnya itu panjang sekali ini ya.
02:55Jadi begitu dia longsor, menutup sungai tadi,
02:57nah, disinilah muncul yang namanya nanti muncul sejarah tadi,
03:02ada danau baru tadi.
03:04Nah, ini membentuk sungai, sungainya nanti airnya akan tawa tambah,
03:08nah ini nanti akan jebol ya.
03:10Nah, jebol itulah yang namanya banjir bandang.
03:12Nah, tadi yang terkait dengan gletser yang runtuh tadi,
03:16ternyata juga kemarin itu kan sebelumnya juga ada gempa 4,4 di sejarah situ.
03:22Jadi itu juga ikut memicu lah longsor yang ada di situ.
03:25Sehingga itu menutup, dan pada waktu begitu tanggul alam tadi jebol,
03:32maka dia akan berjalan dengan sangat jelas sekali ke bawah,
03:35karena airnya kan sudah ngumpul tadi.
03:37Nah, seperti tadi, Cina sudah mengingatkan bahwa ini ada ancaman baru susulan seperti ini.
03:42Nah, seperti itu, ini memang perlu diketahui semua orang.
03:47Oke, dan sederhananya Pak, ini peristiwa yang umum terjadi untuk topografi daerah yang seperti itu,
03:54atau jangan-jangan ini ya dibilang lumrah nggak lumrah juga sebetulnya?
04:01Jadi memang topografi yang panjang seperti itu dan runcing apa namanya tajam bentuknya V tadi,
04:07itu memungkinkan terjadinya banjir bandang.
04:10Jadi karena tadi begitu runtuh, gletsernya runtuh bersama batu-batu yang ada di sekelilingnya,
04:17dia akan menutup sungai menjadi membentung bendungan tadi,
04:21bendungan yang rapuh istilahnya.
04:23Nanti kalau begitu air sungai ini sudah sangat tinggi,
04:27maka ini akan jebol, banjir bandang lah namanya gitu.
04:30Karena posisinya di atas jauh sekali,
04:34dan kita kemarin, oh ini tidak hujan kok ada banjir bandang lah,
04:37jadi seperti itulah.
04:38Karena memang itu karena bendungan alami tadi.
04:40Oke, penegasan saja Pak,
04:42sehingga menurut Anda penyebab runtuhnya itu sebatas karena ada gempa bumi sebelumnya 4,4 itu,
04:47atau ada faktor lain?
04:49Seperti saya sebutkan saja ini pengaruh perubahan iklim,
04:52ini juga memberi sumbang sih runtuhan gletser itu turun?
04:56Kalau kita melihat kemarin ada yang menerbangkan helikopter,
05:01ternyata kan banyak gletser yang sudah menutup di situ posisinya.
05:04Artinya memang perubahan iklim itu ikut memecahkan dari gletser-gletser tadi,
05:10kemudian getaran gempa tadi ikut memperbanyaklah jalannya.
05:15Tapi pecahan itu mesti terjadi dia.
05:18Karena apa namanya perubahan iklim tadi.
05:20Oke, dan dari pemerintah setempat juga bilang akan ada potensi banjir susulan Pak.
05:26Potensinya ini apakah ukurannya atau skalanya bakal sama besarnya dengan banjir yang pertama,
05:32bisa lebih besar, atau malah kadarnya bisa berkurang Pak?
05:35Faktornya apa yang bisa menentukan itu?
05:36Nah, kalau kita belum bisa melihat tadi besarnya kolam yang tertahan oleh longsoran gletser-gletser tadi,
05:45itu kita nggak tahu volumenya seberapa.
05:47Tapi kalau kita melihat tadi, belum melihat sih,
05:52sebenarnya kalau dia akan rutuh tadi,
05:55sebenarnya dia aerosipnya sudah berkurang.
05:58Daya aerosipnya.
05:59Kalau yang pertama, yang tadi, yang 26 tadi kan,
06:03karena masa yang besar tadi aerosip.
06:05Dia seperti efek bola saju.
06:07Dia semua dinding-dinding itu ikut longsor.
06:12Bendungan juga longsor.
06:13Jembatan juga longsor.
06:14Jadi itu menjadi tambah masif, tambah masif gitu.
06:17Tambah merusak lah semacam itu.
06:19Nah, sekarang ini kan posisinya sudah,
06:22itu sudah nggak ada.
06:23Jadi dia lancar lah istilahnya.
06:24Nggak semasif yang pertama misalnya.
06:27Oke.
06:29Sehingga kalau Anda membaca kondisi kita sekarang, Pak,
06:32ini dengan efek perubahan iklim,
06:34suhu bumi makin panas,
06:35ditambah belajar dari kasus yang terjadi di perbatasan Nepal-Tiongkok ini,
06:39adakah potensi untuk daerah lain dengan topografi yang sama
06:41juga mengalami hal serupa?
06:44Kalau di, kita kan hanya di daerah Papua tadi,
06:48tapi itu, sekarang itu posisinya S-nya sudah mencahir,
06:52dia sudah tinggal beberapa persen saja sedikit.
06:55Kalau di Indonesia lebih banyak,
06:57banjir bantang karena tadi,
06:59sama sebetulnya prosesnya karena longsor,
07:01menutup sungai,
07:02menutup sungai akhirnya menjadi banjir bantang.
07:05Itu terjadi sudah sejak lama,
07:0795 pernah terjadi di Jambi,
07:122006 terjadi di Jombang dan di Jember,
07:19terus 2003 terjadi di Bohorok.
07:23Jadi, banjirnya besar.
07:26Dan yang terakhir itu, bukan terakhir sih,
07:29yang terjadi di Gunung Selamat,
07:31yang Kuci itu, Taman Kuci.
07:34Sebenarnya yang salah itu,
07:36yang menempatkan,
07:38apa namanya,
07:39sungai dipakai untuk wisata tadi,
07:42untuk pemukiman tadi sebetulnya.
07:46Sehingga menurut Anda, Pak,
07:48mitigasi yang perlu dipelajari Indonesia,
07:50belajar dari kasus yang di Nepal,
07:52perbatasan Tiongkok ini,
07:53walaupun kita bicara secara kondisi topografi,
07:55daerah Glacier kan tidak sebanyak itu,
07:57atau tidak seketara itu seperti di sana, Pak.
08:00Apa yang perlu kita pelajari soal mitigasi,
08:02pencegahan bencana itu tadi?
08:04Kita lebih banyak banjir bandang,
08:07karena longsor yang ada di Indonesia,
08:09yang hampir tiap tahun kan terjadi.
08:11Bukan karena Glacier ya.
08:13Jadi, karena longsor.
08:14Bisa karena misalnya di daerah Sumatera itu,
08:16Gunung Marapi yang selalu meletus,
08:19dan dia menutup sungai,
08:20tinggal terjadi galudu,
08:22dan lain sebagainya seperti itu.
08:23Itu yang harus diingat.
08:25Dan ini memang diperlukan,
08:27mitigasinya perlu kerjasama,
08:28antara yang ada penduduk yang ada di atas,
08:31sama di bawah, seperti itu.
08:32Tapi kita memang menyarankan,
08:34yang di pinggir sungai dengan jarak tertentu,
08:37memang tidak boleh dipergunakan untuk pemukiman.
08:43Deteksi dini,
08:44atau kemudian simulasi mitigasi bencana ini,
08:48untuk daerah-daerah rawan,
08:49kalau belajar dari kasus di Nepal ini,
08:51sejauh mana kalau Anda melihatnya di Indonesia, Pak?
08:55Kita memang,
08:56kalau kita melihat ke mana yang terakhir,
08:58bukan terakhir.
08:59Yang di Sumatera,
09:00yang mulai dari Aceh,
09:02Sumatera Utara,
09:03terus sampai Sumatera Barat juga,
09:06kan itu,
09:07memang ada,
09:08sekarang itu ada tambahan lagi,
09:10bahagia Siklon.
09:11Siklon tadi,
09:12Siklon Senior.
09:13Itu yang dulu tidak pernah lewat di daratan,
09:15sekarang lewat di daratan.
09:17Nah, ini kan seperti air yang dituang demikian.
09:21Kalau bawahnya itu,
09:22misalnya sudah hambur-adul,
09:24posisinya tidak ada hutan sama sekali ya,
09:26semua akan,
09:28apa namanya,
09:29hanyut semuanya.
09:30Jadi seperti yang terjadi kemarin itu,
09:32di Sumatera itu.
09:34itu yang harus diwaspadai.
09:35Jadi,
09:36Siklon ini ada.
09:37Dan ini sudah masuk ke daratan.
09:39Seperti yang pernah terjadi juga di Flores.
09:42Flores 73 pernah,
09:432021 pernah.
09:45Oke,
09:46harus dicermati betul,
09:47jangan sampai nunggu kejadian dulu,
09:49baru kemudian kita memikirkan pencegahan,
09:50atau mitigasinya itu tadi.
09:52Pak Amin Widodo,
09:53terima kasih banyak,
09:53sudah berbagi pengetahuan,
09:54dan pengalaman bersama kami kali ini.
09:56Sehat selalu ya, Pak?
09:56Selamat malam.
09:57Pak Amin Widodo,
Komentar