Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KUTAI KARTANEGARA, KOMPAS.TV - Kobaran api dan asap tebal masih menyelimuti kawasan Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung hampir tiga pekan ini, kini semakin mendekati permukiman.

Selama sepekan terakhir, petugas pemadam menghadapi kondisi yang lebih berat. Asap pekat, debu dan hawa panas membuat petugas kesulitan menjangkau sejumlah titik api.

Tidak hanya api yang harus dihadapi, kondisi fisik mereka pun mulai terkuras.

Setelah 19 hari bekerja tanpa henti, sejumlah petugas pemadam mulai mengeluh sesak napas dan radang tenggorokan.

Di balik perjuangan memadamkan api, warga Pendingin juga hidup dalam kekhawatiran. Asap kebakaran hampir setiap pagi dan sore menyelimuti kawasan tempat mereka tinggal.

Kecemasan melanda ketika angin kencang membawa asap dan api, semakin mendekati permukiman.

Pekan lalu, warga bahkan harus mengungsi, karena asap tebal dikhawatirkan mengganggu pernapasan terutama anak-anak.

Kekhawatiran warga bukan hanya soal api yang mungkin semakin mendekati permukiman, tetapi juga dampak asap yang mereka hirup setiap hari.

Di saat yang sama, petugas di lapangan harus terus bertahan memadamkan api.

Di tenda dapur umum, persediaan makanan untuk petugas mulai terbatas, dan kebutuhan logistik mengandalkan bantuan dari warga sekitar.

Luas lahan yang terbakar di wilayah Pendingin diperkirakan mencapai 140 hektare. Lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan gambut, yang membuat upaya pemadaman tak mudah.

Untuk menjangkau titik api, BPBD bersama unsur gabungan memanfaatkan sumber air dari sungai di sekitar lokasi.

Pemadaman dan pemantauan pun terus dilakukan, terutama pada titik api yang berisiko bergerak mendekati permukiman.

Baca Juga Haji Isam Disebut Jadi Koordinator Atasi Karhutla, Istana: Tak Benar di https://www.kompas.tv/nasional/687001/haji-isam-disebut-jadi-koordinator-atasi-karhutla-istana-tak-benar

#karhutla #kalimantan #asap

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687003/19-hari-karhutla-di-kutai-kartanegara-petugas-alami-sesak-napas-dan-radang-tenggorokan
Transkrip
00:00Kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, meluas dan mendekati permukiman.
00:09Selama 19 hari, petugas pemadam kebakaran tak henti berjibaku memadamkan api di tengah kondisi yang mulai menguras tenaga.
00:23Kebakaran api dan asap tebal masih menyelimuti kawasan Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
00:33Kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung hampir tiga pekan, kini semakin mendekati permukiman.
00:40Selama sepekan terakhir, petugas pemadam menghadapi kondisi yang lebih berat.
00:45Asap pekat, debu, dan hawa panas membuat petugas kesulitan menjangkau sejumlah titik api.
00:53Tidak hanya api yang harus dihadapi, kondisi fisik mereka pun mulai terkuras.
01:00Setelah 19 hari bekerja tanpa henti, sejumlah petugas pemadam mulai mengeluhkan sesak napas dan radang tenggorokan.
01:11Asapnya, debunya, apalagi hawa panas, baru aksesnya juga susah.
01:18Ini sudah hari keberapa Pak di lokasi ini?
01:20Ini kita hari ke-19 sudah.
01:24Sudah hari ke-19 ya?
01:26Itu non-stop.
01:27Seminggu ini sudah paling parah Pak?
01:29Paling parah, seminggu ini paling parah.
01:32Ada keluhan enggak Pak selama proses pemadam?
01:36Ini keluhan, sudah mulai tenggorokan, lulus sakit, penapasan, sudah mulai agak sesak.
01:45Sudah mulai agak sesak.
01:48Di balik perjuangan memadamkan api, warga pendingin juga hidup dalam kekhawatiran.
01:54Asap kebakaran hampir setiap pagi dan sore menyelimuti kawasan tempat mereka tinggal.
02:01Kecemasan melanda ketika angin kencang membawa asap dan api semakin mendekati permukiman.
02:07Bukan lalu, warga bahkan harus mengungsi karena asap tebal dikhawatirkan mengganggu pernafasan, terutama anak-anak.
02:15Malam minggu kemarin, asap masih ati dari sana jauh.
02:19Jauh ya?
02:20Dari jauh, ya kita belum tahu kalau misalnya itu mau besar gitu, artinya mau mati, tapi perlawan itu sudah pada
02:29ngecek gitu.
02:31Ada magir, atau pas magir begitu, baru anginnya kencang, baru sampai seminggu kebakar ini, baru kita diungsikan.
02:39Kenapa berdua diungsikan?
02:40Asap.
02:41Asap?
02:42Ispa kan, anak-anak.
02:46Kekhawatiran warga bukan hanya soal api yang semakin mendekati permukiman, tetapi juga dampak asap yang mereka hirup setiap hari.
02:55Di saat yang sama, petugas di lapangan harus terus bertahan memadamkan api.
03:00Di tenda dapur umum, persediaan makanan untuk petugas mulai terbatas, dan kebutuhan logistik mengandalkan bantuan dari warga sekitar.
03:11Luas lahan yang terbakar di wilayah pendingin diperkirakan mencapai 140 hektare.
03:17Lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan gambut, yang membuat upaya pemadaman tidak mudah.
03:23Untuk menjangkau titik api, BPBD bersama unsur gabungan memanfaatkan sumber air dari sungai di sekitar lokasi.
03:30Pemadaman dan pemantauan pun terus dilakukan, terutama pada titik api yang berisiko bergerak mendekati permukiman.
Komentar

Dianjurkan