Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla mulai dirasakan masyarakat Kota Jambi. Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA tercatat meningkat sekitar 15%.

Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya penjualan masker, terutama masker untuk anak-anak.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Jambi, kasus ISPA yang sebelumnya tercatat lebih dari 1.700 kasus kini meningkat jadi 1.955 kasus. Kasus kenaikan ini terjadi di tengah kondisi kualitas udara Kota Jambi yang terdampak akibat kabut asap karhutla.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Saat kualitas udara memburuk, masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memperbanyak konsumsi air putih.

#jambi #ISPA #karhutla

Baca Juga Taksi Listrik Green SM Tertabrak Kereta di Stasiun Karet Jakpus, Penumpangnya Dilaporkan Terluka di https://www.kompas.tv/regional/687261/taksi-listrik-green-sm-tertabrak-kereta-di-stasiun-karet-jakpus-penumpangnya-dilaporkan-terluka



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687262/kasus-ispa-di-kota-jambi-naik-15-persen-imbas-kabut-asap-karhutla
Transkrip
00:00Saudara dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutlah mulai dirasakan masyarakat Kota Jambi.
00:06Kasus infeksi saluran penapasan akut atau ISPA tercatat meningkat sekitar 15 persen.
00:11Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya penjualan masker, terutama masker untuk anak-anak.
00:20Dari data Dinas Kesehatan Kota Jambi, kasus ISPA yang sebelumnya tercatat lebih dari 1.700 kasus kini meningkat.
00:28Jadi 1.955 kasus.
00:32Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi kualitas udara Kota Jambi yang terdampak akibat asap.
00:37Maksud kami terdampak kabut asap akibat karhutlah.
00:41Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
00:50Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memperbanyak konsumsi air putih.
00:591.955.
01:03Dari minggu sebelumnya 1.757.
01:07Jadi memang ada trend menaikan.
01:11Mulai hari ini kita akan memantau harian.
01:13Hari ini kan masuk kategori sangat tidak baik, tidak sehat ya.
01:17Jadi ya itu terlalu pengaruh ke saluran nafas yang sehat maupun yang sakit.
01:25Kalau yang sudah memang punya penyakit saluran nafas ya seperti BGC, kemudian asma dan sebagainya ya bisa menyebabkan kekambuhan.
01:35Bagi yang sehat juga terlalu pengaruh.
01:39Situasi di Jambi akan dilaporkan Jurnalis Kompas TV Ratna Sari.
01:43Ratna, seperti apa kondisi kabut asap di tempat Anda melaporkan?
01:49Selamat pagi putu dan juga saudara dapat saya laporkan dari kota Jambi.
01:53Saat ini di belakang saya masih terlihat kabut asap namun selarang sudah mulai dipis dibandingkan tadi pagi.
01:59TKI dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan dapat saya sampaikan dari Jambi saat ini akibat kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan
02:07kabut asap semakin pekat di kota Jambi.
02:10Kabut asap ini berdampak pada kesehatan masyarakat yang terlihat dari meningkatnya kasus ISPA di kota Jambi.
02:17Dari catatan Dinas Kesehatan Kota Jambi, mereka melihat ada tren peningkatan sekitar 15% terhadap kasus ISPA
02:24yang dimana pada minggu lalu kasus ISPA ini sebanyak 1.755 kasus yang ditemukan.
02:30Namun pada minggu ini meningkat menjadi 1.955 kasus ISPA.
02:36Selain itu juga saudara akibat semakin pekatnya kabut pemerintah kota Jambi kemarin mengadakan rapat bersama Pak Kofinda
02:44dan memutuskan bahwa untuk konferentan seperti PAU, TK, anak SD kelas 1 dan kelas 2 akan diliburkan pada Rabu mendatang.
02:55Kebijakan libur ini bersifat fleksibel dimana jika kabut asap semakin tinggi maka sekolah akan diperpanjang.
03:01Namun jika kabut asap ISPA semakin rendah maka sekolah akan kembali normal.
03:07Sementara untuk siswa kelas 3 hingga SMP mereka tetap melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa
03:14namun tidak boleh melakukan kegiatan di aktivitas di luar ruangan.
03:19Sementara itu juga saudara dapat saya sampaikan saat ini di belakang saya di posko
03:23Menteri Kota Nandar Indonesia Raja Juli Antoni sedang melakukan kunjungan ke Jambi
03:29dan melakukan rapat koordinasi tentang penanganan kebakaran hutan di Jambi bersama Pak Kofinda dan pejabat di Jambi Kutu.
03:38Kalau bicara soal penindakan dari sisi hukum, apakah polisi ini juga sudah mulai melakukan proses penyidikan lebih lanjut
03:48terutama kalau melihat perintah dari Presiden juga termasuk korporasi bukan hanya perorangan saja yang diminta untuk diperiksa oleh polisi?
03:58Ya Putu dan Saudara, kalau melihat dari data penegakan hukum sejauh ini sudah ada
04:03seprovisi Jambi datanya sudah ada 62 kasus, 55 sidik, dan 7 kasus lidik
04:11dengan tersangka atau tersangka saat ini sebanyak 8 orang
04:14tadi juga sempat saya tanyakan kepada Direkturat Kriminal Khusus apakah ada penambahan tersangka atau tidak
04:19mereka mengatakan sejauh ini belum ada tersangka namun memang ada pemeriksa tambahan saksi Putu.
04:25Saya ingin mengonfirmasi, 62 kasus dan 8 orang ini adalah kasus-kasus pembakaran lahan sejak awal 2026
04:34atau dalam periode terbaru sekitar 22 hari ini?
04:40Data 62 kasus ini sejak awal Januari hingga bulan Agustus ini.
04:46Terakhir Ratna, bicara soal kasus ISPA, kalau di wilayah Anda ini nampaknya ada peningkatan begitu
04:53data terbaru apakah juga ada peningkatan dan terkait dengan tenaga medis
04:58kemudian kebutuhan obat-obatan, apakah di sana masih tercukupi?
05:03Sejauh ini menurut data dari Dinas Kesehatan mereka akan meminta laporan perharian dari pihak Pukesmas
05:10dan juga fasilitas kesehatan lain yang terkait dengan obat-obatan.
05:13Saat ini Dinas Kesehatan menyatakan obat-obatan semuanya tersedia dan cukup di segala pas kesehatan yang ada di Kota Jambi.
05:22Baik, terima kasih laporan Anda Ratna Sari dari Jambi, Jurnalist Kompas TV.
05:28Kami tunggu informasi terbaru dari sana terutama terkait dengan jumlah penanganan ISPA
05:34ataupun juga pasien ISPA pasca terbakarnya sejumlah titik di wilayah Jambi.
05:40Terima kasih, selamat bertugas kembali.
Komentar

Dianjurkan