Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kodim 1623/Karangasem Kebut Pembangunan Sumur Bor, Sembilan Titik untuk Bantu Warga Atasi Krisis Air Bersih

Kodim 1623/Karangasem, Bali, kebut pembangunan sumur bor untuk warga. Total ada sembilan titik sumur bor yang dibangun tersebar di wilayah Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Pembangunan sumur bor untuk membantu warga mendapatkan akses air bersih karena selama ini warga yang berada di dataran tinggi ini kesulitan air bersih, apalagi saat musim kemarau.

Pembangunan sumur bor dilakukan secara bergotong royong oleh TNI bersama warga setempat. Air yang sudah mengalir dari sumur kemudian ditampung dalam tandon untuk dialirkan kepada warga. Warga Desa Duda Timur mengaku sangat terbantu dengan adanya sumur bor sehingga memudahkan warga mengakses air untuk keperluan sehari-hari.

Pengerjaan sumur bor oleh Kodim 1623/Karangasem dalam rangka TNI Manunggal Air sudah dilaksanakan di tujuh (7) titik. Program ini akan terus dikebut sehingga target sembilan (9) titik pembangunan sumur bor segera selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

#TNIAD #sumurbor #airbersih

Baca Juga Korban Gempa Pulau Palue Dievakuasi Polres Sikka dengan Helikopter | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/687254/korban-gempa-pulau-palue-dievakuasi-polres-sikka-dengan-helikopter-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687256/tni-ad-bangun-9-sumur-bor-untuk-atasi-krisis-air-bersih-di-bali-jurnal-nusantara
Transkrip
00:03Kodim 1623 Karangasem, kebut pembangunan sumur bor di Kabupaten Karangasem.
00:08Total ada 9 titik sumur bor yang dibangun di Desa Duda Timur untuk membantu warga mengatasi kesulitan air bersih.
00:18Kodim 1623 Karangasem, Bali, kebut pembangunan sumur bor untuk warga.
00:23Total ada 9 titik sumur bor yang dibangun tersebar di wilayah Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
00:32Pembangunan sumur bor untuk membantu warga mendapatkan akses air bersih,
00:36karena selama ini warga yang berada di tataran tinggi ini kesulitan air bersih apalagi saat musim kemarau.
00:43Pembangunan sumur bor dilakukan secara bergotong royong oleh TNI bersama warga setempat.
00:48Air yang sudah mengalir dari sumur kemudian ditampung dalam tandon untuk dialirkan kepada warga.
00:55Warga Desa Duda Timur mengaku sangat terbantu dengan adanya sumur bor,
00:59sehingga memudahkan warga mengakses air untuk keperluan sehari-hari.
01:04Atas bantuan sumur bor, kalau dulu kami di sini sangat kesulitan air.
01:10Untuk membuat tertius saja kami agak sulit, karena di ketinggian tempatnya.
01:14Nah, dengan adanya sumur bor yang kami usahakan dibangun atau dibuat di tempat ketinggian,
01:22hari ini kami sudah merasakan sangat terbantu dengan adanya air yang dekat.
01:29Dan air ini akan kami manfaatkan untuk di pura, kemudian untuk juga di masyarakat secara umum.
01:36Mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden dan Bapak Asad,
01:40dalam hal ini telah diberikan sumbangan berupa sumur bor dan air bersih,
01:47di mana dahulu warga masyarakat kami sangat kesulitan sekali mencari air bersih,
01:54untuk menggunakan untuk memasak, mencuci piring, dan sebagainya.
01:58Pengerjaan sumur bor oleh Kodim 1623 Karangasem dalam rangka TNI Manunggal Air
02:04sudah dilaksanakan di tujuh titik.
02:06Program ini akan terus dikebut sehingga target sembilan titik pembangunan sumur bor
02:11segera selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
02:15Tim Liputan, Kompas TV, Karangasem, Bali.
02:20Sejauh mana progres pembangunan sumur bor dalam program TNI AD Manunggal Air di Bali,
02:26kita akan bahas bersama dan Rem 163 Wirasatya, Bapak Brik Jan TNI,
02:31IDA IDewa Agung Hadi Saputra.
02:34Salam Nusantara.
02:35Bapak, boleh dijelaskan bagaimana progres pembangunan sumur bor
02:39untuk wilayah Bali, khususnya Karangasem?
02:43Baik, terima kasih. Selamat pagi, Mbak Gladys.
02:46Pada pagi hari ini perlu kami informasikan dalam menghadapi siklus El Nino ini
02:56kami selalu waspada dan memantau perkembangan yang ada di wilayah
03:01khususnya di wilayah Karangasem ini kami sudah melakukan kegiatan-kegiatan
03:08untuk membantu masyarakat terkait dengan adanya kemungkinan ancaman kekeringan
03:14yang berkepanjangan.
03:16Sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan Kepala Staf Angkatan Darat,
03:20kami melakukan kegiatan pengemboran di titik-titik yang memang betul-betul
03:24membutuhkan air.
03:26Kami sudah melakukan kegiatan pengemboran di Desa Duda ini,
03:31kurang lebih ada 9 titik rencananya,
03:34dan sudah mengalir ke dalam lebih 8 titik, 1 titik sedang dalam persiapan pengemboran.
03:41Demikian, Mbak Gladys.
03:44Pemetaan untuk titik-titik sumur bor ini bagaimana, Pak,
03:47agar benar-benar tepat memenuhi kebutuhan masyarakat?
03:53Sepanjang pengetahuan bagi insya kami di lapangan,
03:57harapan kami memang betul masyarakat sangat membutuhkan air ini,
04:02sehingga dampak-dampak dari kemarauan yang berkepanjangan ini
04:06akan sangat membantu untuk kebutuhan air bersih yang ada di wilayah Karangasem.
04:13Jadi memang sudah dipetakan terlebih dahulu ya, Pak.
04:16Ini kan membantu memunculkan mata air baru begitu ya lewat sumur bor.
04:19Apakah juga ada program lain untuk bisa terus merawat sumber air
04:24untuk wilayah Karangasem?
04:27Betul, Mbak.
04:28Perlu kami informasikan,
04:30wilayah Bali ini tergantung juga sumber air bawah tanah,
04:36di mana sumber air bawah tanah ini bersumber pada 5 danau yang ada di Bali.
04:415 danau ini diantaranya Danau Batur, Danau Tamlingan, Danau Bulian,
04:49kemudian Danau Yeh Mahalat.
04:525 danau ini lah yang terus kita jaga.
04:55Kami sudah melakukan kegiatan normalisasi 2 danau.
05:01Yang pertama lah Danau Yeh Mahalat ini yang kondisinya 30 tahun yang lalu,
05:06belum pernah terbesarkan.
05:07Kemudian hari ini Danau Yeh Mahalat sudah muncul kembali
05:11dengan luasan kurang lebih 8 hektare,
05:13sudah normal kembali.
05:15Kemudian kami lanjut juga untuk
05:18pembersihan normalisasi Danau Bulian.
05:22Dalam hal ini Danau Bulian ini kurang lebih,
05:26luasnya kurang lebih 340 hektare.
05:28Dari kondisi 350 hektare ini,
05:31Danau tercemat oleh Gulma dan NC Kondok kurang lebih 8 hektare.
05:35Saat ini Danau Bulian ini sudah kondisi normal kembali.
05:43Ini semua arah dari Bapak Presiden dan Bapak Kepala Staf Akadar Darat
05:47untuk membersihkan semua Danau yang ada di Bali.
05:51Selesai Danau Bulian ini,
05:52semua peralatan yang sudah diberikan oleh Bapak Kasat,
05:56kami langsung geser ke Danau Batur
05:59dan dibantu oleh kami bekerjasama dengan BWS dan BKSDA.
06:08Alhamdulillah,
06:09Stumgara bahwa Danau Yeh Mahalat,
06:12kemudian Danau Bulian,
06:14dan nanti lanjut ke 5 danau,
06:16ke 3 danau yang lainnya akan kami bersihkan.
06:18Sehingga harapan kami,
06:20air yang ada di wilayah Bali,
06:23khususnya air bawah tanah,
06:24bisa terjaga demi keberlangsungan air yang ada di wilayah Bali.
06:30Menarik ini,
06:31jadi ada pembersihan danau untuk menjaga sumber air
06:33dan juga sumur bor ya,
06:36untuk bisa air tersalurkan ke rumah-rumah warga.
06:39Bagaimana dengan targetnya Pak?
06:40Kapan ini bisa selesai
06:42dan warga bisa menikmati air bersih?
06:46Perlu kami informasikan,
06:49saat ini kami sudah merencanakan
06:51kegiatan pengemboran sumur bor ini kurang lebih 80 titik
06:55di 3 wilayah,
06:57diantaranya Jemberana,
06:59kemudian Budeleng atau Singaraja,
07:02termasuk juga Karangsem,
07:04yang tadi sudah saya sampaikan.
07:05Dari 80 titik ini,
07:088 titik yang sudah selesai,
07:10kemudian 28 titik dalam perencanaan,
07:12dalam pekerjaan,
07:14kemudian sisanya nanti akan kami rencanakan
07:17dalam rangka menghadapi kewaspuanan kita,
07:20menghadapi kekeringan yang berkelanjutan.
07:23Ya, ini TNI hadir untuk bisa membantu masyarakat
07:27menikmati air bersih.
07:28Bagaimana imbauan Bapak
07:30agar masyarakat juga bisa lebih bijak
07:32menggunakan air di tengah El Nino?
07:38Perlu kami informasikan bahwa,
07:41dalam kegiatan pengemboran minyak air pun,
07:45kami selalu melibatkan masyarakat dalam hal ini,
07:48bekerja dengan pemerintah daerah,
07:51berkoneksi dengan pemerintah daerah,
07:53termasuk juga melibatkan tokoh-tokoh,
07:55sehingga harapan kami ke depan,
07:58apabila pengemboran minyak air ini sudah selesai,
08:03kemudian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berdampak,
08:08kami berharap seluruh masyarakat yang sudah kami lakukan pengemboran,
08:14merawat, kemudian menjaga sumber-sumber air yang sudah kami buat ini,
08:20sehingga keberlangsungan, keberlanjutan dari air ini dapat berdampak
08:27untuk mengatasi air yang ada di wilayah Karangasun dan wilayah Bari Lajang, demikian.
08:34Itu artinya juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak ya Pak?
08:37Dengan siapa saja?
08:39Betul.
08:39Kami yang terkait dengan kegiatan pengemboran ini,
08:43kami selalu berkongsi dengan pemerintah daerah,
08:46termasuk juga untuk wilayah danau,
08:48kami selalu berkongsi dengan BWS dan BKSDA.
08:52Ya, hingga saat ini pengemboran masih terus dilakukan,
08:55sembari juga menjaga sumber air,
08:57pembersihan danau-danau sebagai sumber air
09:00untuk wilayah Karangasem, Bali.
09:02Baik, terima kasih Bapak atas waktunya di Jurnal Nusantara,
09:08Bapak dan Rem 163 Wirasatnya,
09:12Brik JNTNI, Ida Idewa Agung Hadi Saputra
09:15telah bergabung di Jurnal Nusantara.
09:17Sehat selalu Bapak.
Komentar

Dianjurkan