Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lampung. Dalam laporan jajaran Forkopimda Lampung, masih terdapat sekitar 100 hektare lahan yang terbakar dan 79 hotspot yang terpantau di wilayah Lampung.

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BNPB, dan Balai TN Way Kambas terus melakukan pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas.

Prabowo meminta titik api segera dipadamkan dan menanyakan kebutuhan tambahan untuk mempercepat penanganan, termasuk helikopter water bombing, selang, flexible tank, serta pompa air.

Baca Juga Terobosan! Prabowo Dorong Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla, Tepung Singkong Ditebar dari Helikopter di https://www.kompas.tv/video/687246/terobosan-prabowo-dorong-ubi-bombing-untuk-atasi-karhutla-tepung-singkong-ditebar-dari-helikopter

Di akhir pembicaraan, Prabowo juga melontarkan pertanyaan kepada Pangdam Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

"Masih betah ya jadi Pangdam di situ?", Ujar Prabowo sembari menegaskan perhatiannya terhadap kondisi Lampung.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687247/prabowo-soroti-karhutla-di-lampung-beri-kejutan-pangdam-mayjen-tni-kristomei-betah-kau-di-situ
Transkrip
00:00Ya, izin melaporkan Presiden, hotspot hari ini di Provinsi Telapung, yang terlaporkan ada 7.9, tapi yang terdapat terbakar ini
00:11ada di TNWK, di TNWK ada 2 titik hotspot dan jarak jatan.
00:18Disin saya mencapai tentang TNWK, awal jadinya melaporkan. TNWK pertama kali terbakaran hari Sumat 21 Agustus, di detik pertama, yang
00:32perlu terbakar ini bukan hutan, bukan hutan, tapi alam-halam.
00:36Saya ingin menambahkan sedikit, di TNWK ini ada 120.000 hektare, 26.000 hektare ini alam-halam. Jadi yang sering
00:46terbakar itu, kalau cuaca panas, ini alam-halam.
00:50Nah, hari Jumat 21 Agustus, berbakar di malam hari, Sabtu pagi, kami segera membuat segi gabungan, tim gabungan, antar Portopinda,
01:03Malfodam, Pori, Emda, TNW, TNW, TNW, TNW, 450 orang, dan di hari Sabtu malam, 130, tapi sudah bisa dipandangkan.
01:16Tidak lama, karena jarak dari api dan kanal, itu lumayan jauh, sampai setengah kilo.
01:26Setelah hari Jumat, Sabtu malam, 23 Agustus kemarin, hari minggu, ada titik kedua, tidak jauh dari situ, sekitar 2 km
01:34dari titik pertama, di jam 12 siang, dan ini kita sudah kendalikan di hari Jumat.
01:44Tidak lama, izin saya menampilkan.
01:49Ini titik kedua yang kemarin, Pak Presiden.
01:54Jadi kalau di strateginya ketika alam-alam terbuka dari ini, kami mencegah sampai alam-alam ini tersambar dengan pohon.
02:04Dengan pohon, ini ada kawasan petang yang di atas.
02:07Jadi, setelah pemangaran ini, 250 orang koperasi gabungan ini, kami mencoba menuntut agar tidak terhadap arah pohon dengan menghitung jarak
02:20angin dan lain-lain.
02:20Dan kebetulan, NWK di sekitarnya juga ada kanal-kanal, kami juga mengambil kawasan dari kanal-kanal.
02:28Ambatan kami, apabila api sudah terlalu kencang, airnya terlalu kencang, kita kalah, jauh, jauh cepat, pengendaliannya, juga harus putih selang
02:37yang harap.
02:38Kami hanya mengendalikan api, ini dengan kalkon dan juga pipa-pipa, dan juga selang, dan selang kami kumpulkan dari seluruh
02:50provinsi Lampung.
02:521,3,2 panjangnya.
02:58Hari, tadi malam sudah bisa dikendalikan lagi, hari pagi juga tadi Pak Pak Kolda baru kembali dari sana, juga sudah
03:05bisa dikendalikan.
03:06Dan masih ada satu titik api, cuma kami berusaha mencoba agar tidak tertinggi lagi, karena biasanya dibawa alang-alang, biasanya
03:15sering muncul lagi Pak Presiden.
03:17Dan, yang melaporkan juga, di sini banyak gajah, ada 11 kelompok gajah di Amerika, di monitor, gajah terdekat, Pak Presiden,
03:27berjarak 20, gajah kawanan gajah liar,
03:29terdekat, berjarak 27 km, dan dari peluang gajah yang Cina, ini 8 km dari hotspot.
03:38Insya Allah aman dan tidak terdampak.
03:40Kami juga mempunyai posko bersama di Amerika, dan tampaknya karena Amerika ini berpatasan dengan hampir 1 km, ada 23 desa,
03:54itu banyak sekali warga di sekitar Amerika, yang kami jaga supaya terdampak, dan kami berkontaburasi juga,
04:02dan menghadir 1 desa untuk menjaga atas titik-titik api, yang baru tidak muncul, tidak muncul, tidak muncul.
04:10Saya kira itu, Pak Ujian, kami berharap ada bantuan waterbombing, waterbombing untuk memukul air,
04:18supaya tidak terkenal, tidak terkenal kotak-kotak kayu, itu kan, dan yang kedua, kami juga berharap ada kembangan telang,
04:28pas satu setengah telang, satu setengah, ini sekitar 3 km, kita sudah cek, jarak terjauh dalam, itu juga 3 km
04:35dari katal,
04:37jadi meskipun dalam, itu terjauh, kita bisa menjelaskan lewat.
04:41Sekian, Pak Presiden.
04:45Baik, apa ada helikopter yang stand-by di Lampung?
04:50Isin, Pak Presiden, tidak ada.
04:52Kami melakukan sesuai, Pak Presiden.
04:56Sebenarnya, Pak Helikopter waterbombing dari Pertapa, kita sudah bisa, kita, kalau sudah punya titik-titik api, kita bisa langsung kubu,
05:02Pak Presiden.
05:04Saya tanya lagi, apakah ada helikopter untuk waterbombing sudah siap di Lampung?
05:11Sore ini, disedang di persiapan, Pak Presiden.
05:14Kalau kemarin belum.
05:18Sore ini, sudah ada?
05:22Dukuhan dari Presiden, Pak Presiden.
05:23Aduh, ini suaranya nggak jelas, ya.
05:28Siap, dukungan dari BNP, Pak Presiden.
05:34BNPB, kamu cek, kok ada datanya?
05:37Siap, mohon izin, Bapak.
05:38Jadi, tadi kami siang mendapat perintah dari Bapak Kepala untuk menggeser dulu satu unit ke Lampung.
05:46Jadi, sore ini sudah sampai di Lampung.
05:49Dari Palembang.
05:50Oke.
05:52Kalau begitu, kita masih ada sisa tiga, ya.
05:56Kok segera kirim satu lagi ke Lampung, ya.
06:00Segera.
06:04Dengan dua heli waterbombing, menurut Anda cukup atau tidak?
06:08Cukup, Pak Presiden.
06:10Bisa padam.
06:11Bisa segera, Pak.
06:13Oke.
06:13Tapi, saya minta ya, Panglima itu, nggak Panglima Kodam.
06:20Chris, Chris Tomai.
06:22Itu, titik apinya harus segera dipadamkan, ya.
06:27Ya, Bapak.
06:29Dengan titik hotspotnya, Anda punya hotspot berapa?
06:36Ini masih ada 79 hotspot, Bapak.
06:4079 hotspot.
06:42Kita melaporkan, Bapak.
06:43Koordinasi kami dengan Kepala BNPB, bahwa sore ini akan ada satu helikopter waterbombing yang diluncurkan dari Palembang.
06:51Dan satu helikopter waterbombing lagi dari Jawa Timur yang dikeser oleh BNPB, Bapak.
06:57Kemudian, kami juga akan mengeksipkan penggunaan drone sempur, Bapak.
07:04Kami sudah memikirkan dengan kapasitas 16 liter, kemudian 30 liter, dan 1 liter, Bapak.
07:09Yang sedang akan kami deparkan, Bapak.
07:12Oke.
07:19Sebelum kita kirim dari TNI, ya, kalau gitu, ya.
07:21Kalau kan yang dari Palembang, nggak perlu dikeser oleh BNPB.
07:25Mungkin Palembang lebih cepat, lebih cepat Palembang datang.
07:30Daripada Jawa Timur, lebih cepat dari Palembang.
07:33Ya, tapi nanti kalau sudah Jawa Pur datang, semua TNI kita datang, ini bisa kembali ke Palembang.
07:41Baik, kalau begitu, Palembang TNI mungkin tim Alfa bisa dikerahkan ke TNWK, ya.
07:50Ya, jadi saya minta titik apinya segera dipadamkan di situ, ya.
08:00Pakai helikopter atau pakai apa, di titik apinya ditutup.
08:05Jadi, mau berhenti, Pak Pak Presiden, tadi kami sudah menerima penyelitian dari Bapak Palembang TNI,
08:10bahwa tim Alfa juga besok akan masuk ke TNWK, Pak Presiden.
08:14Kemudian, Pak Pak Pak Raja Denin Tahan, masuk ke TNWK, akan masuk ke TNWK,
08:19konten ke TNWK, ini sedang kami.
08:21Ini pantatanya, Pak Pak Presiden.
08:25Baik, jadi kesimpulan.
08:30Berapa hektare yang masih terbakar saat ini?
08:37Ini, Pak Presiden, yang masih terbakar 100,75 hektare.
08:41Seluruh Lampung?
08:44Seluruh Lampung.
08:45Ulangi berapa?
08:47100 hektare yang masih terbakar hari ini.
08:52100 hektare.
08:54100 hektare?
08:55Ya, Pak Presiden.
08:57Baik, kalau bisa, saya minta 100 hektare itu segera dipadamkan ya.
09:02Ya, Pak Presiden.
09:03Sekarang saya mau tanya, Anda butuh tambahan apa untuk memadamkan dan mencegah munculnya kebakaran yang akan datang?
09:14Kami butuh selang yang, Pak Presiden, sama TNWK portable.
09:23Seperti down-down bug dari kare, portable.
09:29Oh iya, flexible tank kita sudah pesen ya.
09:32Sudah pesen banyak ya.
09:34Flexible tank.
09:35Oke.
09:37Kemudian selang ya.
09:39Selang segera dikirim.
09:41Apalagi?
09:42Pompa perlu?
09:43Pompa air?
09:45Pompa air untuk yang jauh dari kanal Pak Presiden.
09:52Untuk antisipasi ke depan ya.
09:55Berapa yang Anda perlu?
09:5810, Pak Presiden.
10:0010?
10:00Ya, cukup Pak.
10:01Bagus.
10:04Saya kirim 20 ya.
10:065, Presiden.
10:075, Presiden.
10:08Aku suka ini, Forkopim dan Lampung.
10:11Berarti dia, dia berdikari.
10:15Dia sudah mampu untuk.
10:20Pak Gubernur, kau minta bantuan Bapakmu itu di situ.
10:24Ya, Pak Presiden.
10:25Ya, Pak Presiden.
10:26Salam ya.
10:28Salam ke Bapak.
10:29Ya, Pak Presiden.
10:29Dia masih mimpin pecah silat, masih?
10:32Ya, masih Pak Presiden.
10:35Baik, terima kasih.
10:37Aku titip ya, benar-benar ya.
10:39Apa, Pak Presiden?
10:40Aku titip Lampung karena saya punya perhatian khusus ya.
10:44Anda tahu kan maksud saya?
10:45Ya, Pak Presiden.
10:46Katanya saya mau diundang untuk peresmian apa itu?
10:52Aman asional, Pak.
10:55Tanggal berapa itu?
10:56Oktober ya?
10:57Oktober, Pak.
10:58Pertengahan.
10:59Pertengahan Oktober.
11:01Ya, Pak Presiden.
11:02Oke.
11:04Ya, terima kasih semuanya.
11:06Ya, Pak Presiden.
11:07Forkopimda, ya.
11:09Pak Gubernur,
11:12Kapolda, Kajati, Panglima, ya.
11:16Semua unsur.
11:17Terima kasih kerja keras, saudara.
11:20Jaga, ya.
11:21Jaga wilayahmu, jaga kampung halamanmu.
11:26Kita atasi ini memang cuaca
11:28tidak bersahabat sementara,
11:32tapi bisa kita atasi.
11:35Selamat untuk Lampung, ya.
11:38Saya kira suatu sektor bisa kau atasi dalam waktu cepat, ya.
11:43Pangdam,
11:46kamu masih betah ya jadi Pangdam di situ, Kristomai.
11:50Siap.
11:51Pak Pak Pak, tujuh kan?
11:51Ya.
11:53Ya.
11:54Ya.
11:58Baik, saya monitor terus.
12:01Terima kasih, ya saudara-saudara.
12:03Terima kasih semuanya.
12:04Sampaikan terima kasih saya ke semua petugas di lapangan,
12:10semua di posko-posko, di pos-pos depan.
12:14Kita akan upayakan dukungan untuk semua yang berada di depan.
12:21Terima kasih.
12:21Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan