Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

Pemerintah memperkuat pemadaman melalui tambahan helikopter waterbombing sekaligus menegaskan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan karhutla.

[Antara/Latif Thohir/Soni Namura/Arsy Fitriady]
Transkrip
00:02Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalimantan Selatan Minggu 23 Agustus 2026.
00:13Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan Karhutla yang melibatkan pasukan darat dan dukungan operasi udara berjalan secara terpadu.
00:21Operasi di lapangan melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan BNPB termasuk dukungan helikopter waterbombing.
00:30Raja Juli mengatakan pemerintah akan menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran atau perusahaan hutan baik individu maupun korporasi.
00:40Saya kira perintah Pak Presiden jelas, tanpa pandang bulu baik itu individu maupun korporasi kita akan tindak secara tegas.
00:49Di kami di Gakum Kehutanan sekarang sudah ada 42 kasus yang berproses, ada yang kena peningkatan amistasi, ada yang sudah
00:59diplang, ada yang 9 yang sudah menjadi tersangka.
01:04Sebelumnya Kementerian Kehutanan menyebut telah melakukan penindakan terhadap 42 pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan atau PBPH.
01:13Dari 42 subjek hukum tersebut, sebagian mendapat sanksi administratif, sementara 9 kasus masuk dalam proses penegakan hukum.
01:22Empat diantaranya telah menetapkan tersangka.
01:25Sementara itu, untuk memperkuat pemadaman di Kalimantan Selatan, BNPB menambah satu helikopter waterbombing dari Riau.
01:33Penanganan juga dilakukan dengan pembahasan lahan gambut karena sejumlah area masih mengeluarkan asap meski api di permukaan tidak terlihat.
01:40Dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Latif Tohir, Kantor Berita Antara, mewartakan.
Komentar

Dianjurkan