Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Warga Ekonomi Rendah Masuk Kelompok Desil Tinggi Jadi Polemik, BPS Buka Alasan.

Link terkait : https://www.suara.com/bisnis/2026/08/24/112101/jadi-polemik-bps-ungkap-alasan-warga-ekonomi-rendah-masuk-kelompok-desil-tinggi

Penentuan desil kesejahteraan belakangan ini memicu polemik di masyarakat setelah ditemukannya sejumlah keluarga berkondisi ekonomi rendah yang justru terdata dalam kelompok desil tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa desil merupakan pemeringkatan posisi relatif kesejahteraan keluarga berdasarkan kombinasi berbagai indikator—mulai dari aset, fasilitas hunian, pendidikan, hingga pekerjaan menggunakan metode statistik proxy means test (PMT)—dan bukan sekadar ukuran tunggal dari tingkat penghasilan semata.

Mengingat posisi desil bersifat dinamis dan terus dimutakhirkan dalam DTSEN 2026, BPS mengimbau masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data untuk segera mengajukan sanggahan resmi melalui portal Cek DTSEN, aplikasi Cek Bansos, atau layanan SIKS-NG di tingkat desa dan kelurahan.
Selengkapnya dalam video di atas.

#BPS #DesilKesejahteraan #PolemikDesil1-10

Creative/Video Editor: Lia/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Warga ekonomi rendah masuk kelompok desil tinggi jadi polemik, BPS buka alasan.
00:05Penentuan desil kesejahteraan belakangan ini menjadi sorotan masyarakat
00:09setelah ditemukan keluarga perekonomi rendah yang justru terdata dalam kelompok desil tinggi.
00:15Menangkapi hal tersebut, Badan Pusat Statistik menjelaskan
00:18bahwa desil merupakan indikator posisi relatif kesejahteraan keluarga,
00:23bukan tolak ukur tunggal ekonomi.
00:25Kepala BPS RI Amalia Adinigar Widyasanti menyampaikan
00:30bahwa pemeringkatan ini membagi keluarga ke dalam 10 kelompok
00:34berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi,
00:38mulai dari desil 1 untuk yang terendah hingga desil 10 untuk yang tertinggi.
00:43Penilaian tersebut tidak hanya melihat penghasilan,
00:46tetapi menggabungkan aset, hunian, pendidikan, hingga fasilitas listrik secara bersamaan.
00:52Data tersebut diolah menggunakan metode statistik PMT
00:55yang mengestimasi tingkat kesejahteraan secara terukur.
00:59Posisi desil bersifat dinamis,
01:01sehingga BPS terus memperbarui data tunggal sosial ekonomi nasional 2026
01:07yang mencangkup 95,98 juta keluarga.
01:12Pembaruan data dilakukan bersama pemerintah daerah
01:15melalui pencocokan administrasi hingga verifikasi lapangan.
01:18Bagi warga yang datanya tidak sesuai,
01:21sanggahan dapat diajukan via aplikasi Cek Bansos Operator SIK SNG Kelurahan
01:26atau situs Cek DTSEN.
Komentar

Dianjurkan