00:00Warga ekonomi rendah masuk kelompok desil tinggi jadi polemik, BPS buka alasan.
00:05Penentuan desil kesejahteraan belakangan ini menjadi sorotan masyarakat
00:09setelah ditemukan keluarga perekonomi rendah yang justru terdata dalam kelompok desil tinggi.
00:15Menangkapi hal tersebut, Badan Pusat Statistik menjelaskan
00:18bahwa desil merupakan indikator posisi relatif kesejahteraan keluarga,
00:23bukan tolak ukur tunggal ekonomi.
00:25Kepala BPS RI Amalia Adinigar Widyasanti menyampaikan
00:30bahwa pemeringkatan ini membagi keluarga ke dalam 10 kelompok
00:34berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi,
00:38mulai dari desil 1 untuk yang terendah hingga desil 10 untuk yang tertinggi.
00:43Penilaian tersebut tidak hanya melihat penghasilan,
00:46tetapi menggabungkan aset, hunian, pendidikan, hingga fasilitas listrik secara bersamaan.
00:52Data tersebut diolah menggunakan metode statistik PMT
00:55yang mengestimasi tingkat kesejahteraan secara terukur.
00:59Posisi desil bersifat dinamis,
01:01sehingga BPS terus memperbarui data tunggal sosial ekonomi nasional 2026
01:07yang mencangkup 95,98 juta keluarga.
01:12Pembaruan data dilakukan bersama pemerintah daerah
01:15melalui pencocokan administrasi hingga verifikasi lapangan.
01:18Bagi warga yang datanya tidak sesuai,
01:21sanggahan dapat diajukan via aplikasi Cek Bansos Operator SIK SNG Kelurahan
01:26atau situs Cek DTSEN.
Komentar