Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Siswa di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tetap berangkat ke sekolah di tengah terpaan kabut asap akibat karhutla. Orang tua yang mengantar anak ke sekolah memperlambat kecepatan kendaraan untuk menghindari risiko kecelakaan karena jarak pandang terbatas. Masker pun jadi wajib dipakai untuk mengantisipasi risiko kesehatan.

Kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan asap beracun terjadi di berbagai wilayah paru-paru Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Tak hanya terhadap manusia, hal itu juga mengancam satwa yang dilindungi di Indonesia.

#karhutla #kalsel #banjarbaru

Baca Juga Taksi Listrik Green SM Tertabrak Kereta di Stasiun Karet Jakpus, Penumpangnya Dilaporkan Terluka di https://www.kompas.tv/regional/687261/taksi-listrik-green-sm-tertabrak-kereta-di-stasiun-karet-jakpus-penumpangnya-dilaporkan-terluka



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687263/kabut-asap-karhutla-kepung-banjarbaru-siswa-tetap-berangkat-sekolah
Transkrip
00:01Siswa di Banjar Baru, Kalimantan Selatan misalnya,
00:03yang tetap berangkat ke sekolah di tengah terpaan kabut asap.
00:07Orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah
00:09mesti memperlambat kecepatan kendaraan
00:11untuk menghindari risiko kecelakaan
00:13karena jarak pandang terbatas.
00:16Masker pun jadi pakaian wajib
00:18untuk mengantisipasi risiko kesehatan.
00:22Kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan asap beracun
00:24terjadi di berbagai wilayah paru-paru Indonesia,
00:27mulai dari Sumatera, Kalimantan,
00:30hingga Papua.
00:31Tak hanya terhadap manusia,
00:33karhutlah juga mengancam satwa yang dilindungi Indonesia.
00:36673 hektare luhutan dan lahan
00:38di habitat Gajah Sumatera,
00:40kawasan Taman Asinawai Kambas pun ikut terbakar.
00:44Orang hutan pun semakin terdesak,
00:45kalah kebakaran hutan semakin luas di habitatnya.
00:49Pakar Forensik Kebakaran Hutan dan Lahan IPB,
00:52Bambang Kero Soeharto,
00:53yang melinjau karhutlah di Riau bilang,
00:56asap karhutlah sebagian kecil mengandung gas beracun
00:58bahkan dapat menyebabkan stunting jika dihidupi hamil.
01:03Saya dan Pak Kapolda sudah turun ke lokasi,
01:06menjadi Mungkalis,
01:07dan sudah diingatkan bahwa akan hadir
01:10TNU Suku atau NU Gujilan.
01:13Dan sekarang,
01:14Bapak lalu saya saksikan,
01:16tidak hanya di Sumatera,
01:17tapi juga Kalimantan bisa dilihat.
01:21Yang paling ditakutkan dari dia ini adalah,
01:24pertama, akan menjadi peningkatan emisi Jatuh Mungkaca,
01:27katmokil pada rumah klin,
01:31kemudian yang kedua adalah,
01:35sakit yang akan dikebutkan.
01:37Karena gini,
01:38jadi jangan sekali-sekali melihat,
01:40asap yang keluar dari kebakaran gambut itu,
01:42asap seperti orang bakar sampah.
01:45Dan kami di Garimantan Tengah,
01:46ada 9 tugas dalamnya itu,
01:49di mana 50 persen itu beracun.
01:50Satu, hidrogensianida bisa mengakibatkan kematian,
01:54yang kedua itu kurang,
01:56bisa mengakibatkan,
01:57apa namanya,
01:59stunting.
02:00Jadi jangan coba-coba bawa,
02:02ibu muda yang sedang hamil,
02:04gitu ya,
02:05nah kalau bisa dijauhkan,
02:07atau pakai masker dan sebagainya.
02:08Itu adalah banyak penjagaan,
02:10yang, apa namanya,
02:12yang sedang dilakukan.
02:13Dan,
02:14saya sudah berkali-kali datang ke sini,
02:16kemarin kami juga turun ke lapangan juga,
02:20intensifikasi kasut karulat,
02:21yang tersampaikan oleh Pak Kaburah,
02:23juga disampaikan oleh Pak Menteri.
02:26Minggu lalu,
02:27saya ada di Sobatik Selatan,
02:29juga dalam rangka,
02:30apa-apa yang bapak seperti itu,
02:31dan menegaskan kembali pada dunia yang luar,
02:34bahwa pemerintah,
02:36Republik Indonesia,
02:37tidak pernah melinggalkan hal yang seperti ini.
02:40Maka itu,
02:41kegiatan berdengar hukum,
02:43dilakukan.
02:44Dan,
02:44semuanya butuh,
02:46apa namanya,
02:47bantuan,
02:47supaya ini tiada.
02:50Bakaran hutan dan lahan
02:51terus berulang di Indonesia.
02:53Tahun ini semakin parah
02:54akibat fenomena El NiƱo
02:56dan kekeringan panjang.
02:58Terlepas dari fenomena alam,
03:00Rangka Hukum mengakui
03:01ada unsur kesengajaan
03:02di balik karhutu.
Komentar

Dianjurkan