Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan Barat untuk melihat langsung situasi terkini kebakaran hutan dan lahan pada Sabtu (22/8/2026) siang.

Setibanya di Pangkalan TNI Angkatan Udara Bandara Supadio, Kalimantan Barat, Presiden langsung memimpin rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Presiden bersama jajaran menteri dan lembaga yang mengikuti kunjungan kerja kemudian melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Selain Kalimantan Barat, Presiden Prabowo juga mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kehadiran pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat proses penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.

Rapat terbatas yang digelar di landasan udara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dihadiri delapan kementerian/lembaga serta 10 pimpinan lembaga tingkat daerah.

Dalam rapat tersebut, BNPB menyebut selama 24 jam terakhir terdapat 198 titik api atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, yang mengindikasikan masih terdapat api dan asap.

Sementara itu, masih terdapat lebih dari 3.000 titik api atau hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah yang tersebar di Kalimantan Barat.

Penanganan dengan prioritas tinggi dipusatkan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Ketapang, Sanggau, Landak, dan Sekadau.

Baca Juga Tak Terima Diklakson, Pengendara Motor dan Mobil Cekcok hingga Adu Jotos | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/686919/tak-terima-diklakson-pengendara-motor-dan-mobil-cekcok-hingga-adu-jotos-berut

#bnpb #karhutla #kebakaranhutan #kalimantan #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686920/update-karhutla-kalbar-bnpb-terdeteksi-198-titik-api-sapa-malam
Transkrip
00:00Saudara Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan Barat
00:04untuk melihat situasi terbaru atas penanganan kebakaran hutan dan lahan pada Sabtu Siang.
00:11Setibanya di pangkalan udara Supadio, Kalimantan Barat,
00:14Presiden langsung memimpin rapat terbatas penanganan karhutlah.
00:18Presiden beserta jajaran menteri dan lembaga yang ikut dalam kunjungan kerja ini
00:22melanjutkan kegiatan dengan memantau langsung penanganan kebakaran hutan di Kalimantan Barat.
00:26Selain ke Kalbar, Presiden juga mengunjungi Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
00:31Kehadiran jajaran pemerintah pusat dan daerah diharapkan bisa mempercepat
00:35proses penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
00:44Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api.
00:50Alhamdulillah ini berjalan terus.
00:53Semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya kita berusaha penuhi.
01:01Tiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air.
01:11Semua perlengkapan kita penuhilah.
01:12Jadi saya berharap kita segera bisa kendalikan.
01:15Dan kalau kita lihat sejarah tahun-tahun, beberapa tahun-tahun yang dulu sangat lebih parah kita mampu atasi.
01:28Jadi saya percaya ini segera kita atasi.
01:31Oke? Terima kasih.
01:32Pak Pak Pak Pak Pak Asi yang musuh menajung mengarah hutan, gimana Pak? Ada tindakan ya, Pak Pak?
01:35Oh iya, harus kita tindak ya.
01:40Rapat terbatas yang digelar di Pangkalan Udara Supadio Kubur Raya Kalimantan Barat dihadiri 8 kementerian lembaga dan 10 pimpinan lembaga
01:48tingkat daerah.
01:49Dalam rapat itu, BNPB menyebut selama 24 jam terakhir ada 198 titik api atau hotspot dengan kepercayaan tinggi atau masih
01:59terdapat api dan asap.
02:01Sementara itu masih ada lebih dari 3.000 titik api atau hotspot yang tersebar di Kalimantan Barat dengan kepercayaan menengah.
02:09Penanganan dengan prioritas tinggi dipusatkan di Kabupaten Ketapang, Sanggau, Landak, dan Sekadau.
02:21Pantauan hotspot yang selama 24 jam berdasarkan satelit terdiseksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
02:33Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat.
02:41Kemudian tingkat kepercayaan menengah itu ada 3.100 dan 406 dengan tingkat kepercayaan rendah.
02:503.100 ini itu berupa kepulan asap.
02:55Kami laporkan bahwa titik hotspot ini dinominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kuburaya, dan Kabupaten Kayung Utara.
03:12Lalu bagaimana perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan?
03:18Kita dengarkan laporan langsung dari jurnalis Kompas TV Tasya Aulia dan juru kamera Denny Hermawan.
03:24Tasya begini, kalau kita berkaca pada hari ini, masih berapa banyak titik api yang harus dipadamkan tim gabungan?
03:30Dan seberapa besar tantangannya dihadapi tim gabungan memadamkan titik api itu tadi?
03:36Baik, terima kasih Tifal.
03:41Untuk hari ini sendiri, seperti yang kita ketahui di kawasan Kalimantan Selatan,
03:47sepanjang Januari sampai Agustus 2026 ini ada 924 titik api yang terdeteksi.
03:55Ada pun hari ini di sekitar kecamatan Liang Anggang, kota Banjarbaru,
03:58itu ada terdeteksi dua kebakaran, yang mana satu di antaranya berada di antara
04:05di dekat pergudangan es krim yang pada sore hari tadi, pantauan terakhir itu api sudah meredah.
04:14Namun belum bisa dikatakan aman karena karakter lahan kebakaran yang merupakan gambut,
04:19sehingga api bisa saja masih atau kembali menyala,
04:23sehingga relawan dan juga warga masih berjaga di posko kebakaran di sekitar kecamatan Liang Anggang ini.
04:31Demikian.
04:32Selain itu penanganan terkait kebakaran lahan di kota Banjarbaru sendiri sudah dilakukan melalui jalur udara,
04:40juga jalur daerah.
04:43Oke, dan kalau kemudian singkatnya begini,
04:47kalau dengan masih ada titik api seperti itu, Tasya,
04:49keluhan apa yang sudah dirasakan warga sekitar, khususnya dari kesehatan?
04:53Apa yang dirasakan warga sekarang?
04:55Baik, Tipal.
04:57Warga sendiri menyebutkan bahwa sejak awal Agustus,
05:01itu mereka merasakan dari kabut asap sendiri yang membuat pernafasan mereka terganggu,
05:07seperti batuk dan juga penglihatan yang terganggu karena kabut asap.
05:15Namun sejak sore tadi, berdasarkan pantauan kita juga di jalan kawasan menuju Plehari ini,
05:21itu kabut asap sudah minim sehingga warga bisa kembali bernafas normal.
05:27Namun tetap kita pantau juga karena kebakaran yang terjadi di sekitar sini,
05:33tidak berada dekat dengan rumah warga,
05:38namun kalaupun dekat warga sendiri tetap mengantisipasi dengan membahasi kawasan rumah mereka dengan air,
05:46sehingga dingin dan juga tidak terkena dengan api yang mendekati kawasan rumah mereka.
05:52Demikian, Tipal.
05:53Tasya Aulia dan Deni Hermawan melaporkan langsung dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
05:57Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan