00:00Saudara Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan Barat
00:04untuk melihat situasi terbaru atas penanganan kebakaran hutan dan lahan pada Sabtu Siang.
00:11Setibanya di pangkalan udara Supadio, Kalimantan Barat,
00:14Presiden langsung memimpin rapat terbatas penanganan karhutlah.
00:18Presiden beserta jajaran menteri dan lembaga yang ikut dalam kunjungan kerja ini
00:22melanjutkan kegiatan dengan memantau langsung penanganan kebakaran hutan di Kalimantan Barat.
00:26Selain ke Kalbar, Presiden juga mengunjungi Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
00:31Kehadiran jajaran pemerintah pusat dan daerah diharapkan bisa mempercepat
00:35proses penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
00:44Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api.
00:50Alhamdulillah ini berjalan terus.
00:53Semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya kita berusaha penuhi.
01:01Tiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air.
01:11Semua perlengkapan kita penuhilah.
01:12Jadi saya berharap kita segera bisa kendalikan.
01:15Dan kalau kita lihat sejarah tahun-tahun, beberapa tahun-tahun yang dulu sangat lebih parah kita mampu atasi.
01:28Jadi saya percaya ini segera kita atasi.
01:31Oke? Terima kasih.
01:32Pak Pak Pak Pak Pak Asi yang musuh menajung mengarah hutan, gimana Pak? Ada tindakan ya, Pak Pak?
01:35Oh iya, harus kita tindak ya.
01:40Rapat terbatas yang digelar di Pangkalan Udara Supadio Kubur Raya Kalimantan Barat dihadiri 8 kementerian lembaga dan 10 pimpinan lembaga
01:48tingkat daerah.
01:49Dalam rapat itu, BNPB menyebut selama 24 jam terakhir ada 198 titik api atau hotspot dengan kepercayaan tinggi atau masih
01:59terdapat api dan asap.
02:01Sementara itu masih ada lebih dari 3.000 titik api atau hotspot yang tersebar di Kalimantan Barat dengan kepercayaan menengah.
02:09Penanganan dengan prioritas tinggi dipusatkan di Kabupaten Ketapang, Sanggau, Landak, dan Sekadau.
02:21Pantauan hotspot yang selama 24 jam berdasarkan satelit terdiseksi ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
02:33Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat.
02:41Kemudian tingkat kepercayaan menengah itu ada 3.100 dan 406 dengan tingkat kepercayaan rendah.
02:503.100 ini itu berupa kepulan asap.
02:55Kami laporkan bahwa titik hotspot ini dinominasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kuburaya, dan Kabupaten Kayung Utara.
03:12Lalu bagaimana perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan?
03:18Kita dengarkan laporan langsung dari jurnalis Kompas TV Tasya Aulia dan juru kamera Denny Hermawan.
03:24Tasya begini, kalau kita berkaca pada hari ini, masih berapa banyak titik api yang harus dipadamkan tim gabungan?
03:30Dan seberapa besar tantangannya dihadapi tim gabungan memadamkan titik api itu tadi?
03:36Baik, terima kasih Tifal.
03:41Untuk hari ini sendiri, seperti yang kita ketahui di kawasan Kalimantan Selatan,
03:47sepanjang Januari sampai Agustus 2026 ini ada 924 titik api yang terdeteksi.
03:55Ada pun hari ini di sekitar kecamatan Liang Anggang, kota Banjarbaru,
03:58itu ada terdeteksi dua kebakaran, yang mana satu di antaranya berada di antara
04:05di dekat pergudangan es krim yang pada sore hari tadi, pantauan terakhir itu api sudah meredah.
04:14Namun belum bisa dikatakan aman karena karakter lahan kebakaran yang merupakan gambut,
04:19sehingga api bisa saja masih atau kembali menyala,
04:23sehingga relawan dan juga warga masih berjaga di posko kebakaran di sekitar kecamatan Liang Anggang ini.
04:31Demikian.
04:32Selain itu penanganan terkait kebakaran lahan di kota Banjarbaru sendiri sudah dilakukan melalui jalur udara,
04:40juga jalur daerah.
04:43Oke, dan kalau kemudian singkatnya begini,
04:47kalau dengan masih ada titik api seperti itu, Tasya,
04:49keluhan apa yang sudah dirasakan warga sekitar, khususnya dari kesehatan?
04:53Apa yang dirasakan warga sekarang?
04:55Baik, Tipal.
04:57Warga sendiri menyebutkan bahwa sejak awal Agustus,
05:01itu mereka merasakan dari kabut asap sendiri yang membuat pernafasan mereka terganggu,
05:07seperti batuk dan juga penglihatan yang terganggu karena kabut asap.
05:15Namun sejak sore tadi, berdasarkan pantauan kita juga di jalan kawasan menuju Plehari ini,
05:21itu kabut asap sudah minim sehingga warga bisa kembali bernafas normal.
05:27Namun tetap kita pantau juga karena kebakaran yang terjadi di sekitar sini,
05:33tidak berada dekat dengan rumah warga,
05:38namun kalaupun dekat warga sendiri tetap mengantisipasi dengan membahasi kawasan rumah mereka dengan air,
05:46sehingga dingin dan juga tidak terkena dengan api yang mendekati kawasan rumah mereka.
05:52Demikian, Tipal.
05:53Tasya Aulia dan Deni Hermawan melaporkan langsung dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
05:57Terima kasih.
Komentar