- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di sejumlah wilayah Kalimantan dan mulai mengancam pemukiman warga. Daerah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kobaran api dan asap dilaporkan mendekati kawasan permukiman.
Sementara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, petugas dan relawan masih berjibaku memadamkan api di kawasan semi gambut. Sejumlah relawan bahkan sempat mengalami sesak napas dan batuk akibat paparan asap.
Baca Juga Kembali Diterbangkan! 6 Pesawat TNI AU Dikerahkan Kirim Bantuan Bencana ke NTT dan Kalimantan di https://www.kompas.tv/video/687102/kembali-diterbangkan-6-pesawat-tni-au-dikerahkan-kirim-bantuan-bencana-ke-ntt-dan-kalimantan
Di Kalimantan Barat, BPBD mencatat 956 sebaran titik panas berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, dengan 50 titik masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi dan banyak terkonsentrasi di Ketapang.
Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat dan water bombing di wilayah yang sulit dijangkau.
Dalam dialog bersama BPBD Kalbar, BPBD Kalsel, dan WALHI, dibahas pula pentingnya evaluasi perizinan, perlindungan ekosistem gambut, penegakan hukum, serta pencegahan agar karhutla tidak terus berulang setiap tahun.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687104/full-bpbd-walhi-bahas-karhutla-meluas-di-kalimantan-api-asap-dekati-permukiman-warga-kompas-pagi
Sementara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, petugas dan relawan masih berjibaku memadamkan api di kawasan semi gambut. Sejumlah relawan bahkan sempat mengalami sesak napas dan batuk akibat paparan asap.
Baca Juga Kembali Diterbangkan! 6 Pesawat TNI AU Dikerahkan Kirim Bantuan Bencana ke NTT dan Kalimantan di https://www.kompas.tv/video/687102/kembali-diterbangkan-6-pesawat-tni-au-dikerahkan-kirim-bantuan-bencana-ke-ntt-dan-kalimantan
Di Kalimantan Barat, BPBD mencatat 956 sebaran titik panas berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, dengan 50 titik masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi dan banyak terkonsentrasi di Ketapang.
Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat dan water bombing di wilayah yang sulit dijangkau.
Dalam dialog bersama BPBD Kalbar, BPBD Kalsel, dan WALHI, dibahas pula pentingnya evaluasi perizinan, perlindungan ekosistem gambut, penegakan hukum, serta pencegahan agar karhutla tidak terus berulang setiap tahun.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687104/full-bpbd-walhi-bahas-karhutla-meluas-di-kalimantan-api-asap-dekati-permukiman-warga-kompas-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus meluas
00:04Akibatnya kabut asap tahan yang menyelimuti kawasan
00:07Tapi juga mengganggu kesehatan warga
00:11Di Kalimantan Tengah, kobaran api dan asap mengepul
00:14Menyelimuti wilayah Palangkaraya
00:16Api berkobar mendekati permukiman warga
00:19Petugas berjibaku memadamkan kebakaran hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
00:25Dengan menyemprotkan api ke tanah yang masih berasap
00:28Warga juga membantu pemadaman dengan menggunakan ember
00:35Di Kalimantan Timur, kobaran api dan asap tebal
00:38Masih menyelimuti kawasan pendingin kecamatan Sanga-Sanga
00:42Kabupaten Kutai Kartanegara
00:43Asap dan debu kebakaran serta hawa panas
00:46Menyulitkan petugas menjangkau titik api
00:49Sudah 19 hari tanpa henti
00:52Petugas damkar terus berjibaku untuk menjinakan api
00:55Namun kini sejumlah petugas mulai kelelahan dan mengalami sesak nafas
01:00Hingga radang tenggorokan
01:03Tak hanya petugas di lapangan
01:05Asap karhutlah juga mengakibatkan peningkatan kasus ISPA di masyarakat
01:09Salah satu klinik di wilayah Sanga-Sanga mencatat
01:13Dalam sepekan ada 30 kasus ISPA yang telah ditangani
01:16Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga mengalami ISPA
01:21Anak-anak banyak saya berikan terapi nebulizer
01:25Untuk mengurangi sesak dan juga untuk mengencerkan dahak
01:29Kemudian saran saya sih ya
01:32Kepada masyarakat sekitar yang peningin dan juga Sanga-Sanga
01:37Sebaiknya karena cuaca yang seperti ini
01:41Dan juga kebakaran hutan yang masih berlanjut
01:44Saran saya gunakan masker
01:48Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
01:50Akibat kepulauan asap
01:51Sejumlah petugas dan relawan yang berjebaku memadamkan api
01:55Bahkan mengalami sesak nafas
01:57Hingga harus menggunakan tabung oksigen
02:00Seorang bayi di jalan jurusan Pelaihari, Liang Anggang
02:03Juga terpaksa diungsikan ke Kabupaten Banjar
02:06Akibat mengalami batuk pilek tak kunjung sembuh
02:09Dan mengalami gangguan pernafasan
02:11Warga berharap kabut asap segera berakhir
02:14Agar anak-anak dapat kembali kumpul dengan keluarga
02:17Dalam lingkungan yang sehat
02:44Kementerian Kesehatan melaporkan ada tujuh provinsi dengan sebaran titik api di tanah air
02:49Yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur
02:58Sementara untuk kasus pembakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah di Indonesia
03:02Saat ini polisi menetapkan 72 orang tersangka
03:06Mereka ditetapkan sebagai tersangka perorangan berdasarkan hasil penyelidikan di sembilan polda
03:12Kendati belum menemukan bukti adanya korporasi ataupun kepentingan pemilik lahan
03:17Polri berjanji akan mengejar dan menindak tegas siapapun yang terlibat pembakaran hutan dan lahan
03:22Termasuk korporasi besar
03:24Kita telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyelidikan
03:29Dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan
03:38Subditibiter khususnya akan berkomitmen secara masif akan melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku
03:48Kami akan kejar sampai orang yang menikmati menerima keuntungan atas pembakaran tersebut
03:55Baik korporasi ataupun individu
03:59Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan bukanlah kasus baru
04:04Kejadian yang terus berulang tentunya memerlukan penanganan serius
04:08Supaya tidak merugikan bukan hanya masyarakat tetapi juga berdampak pada kerusakan lingkungan
04:21Kebakaran lahan dan hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
04:25Mulai meluas dan mendekati permukiman warga
04:27Dampak dari asap karhutlah juga mengganggu aktivitas warga
04:38Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
04:41Kobaran api dan asap mengepul menyelimuti wilayah Palangkaraya
04:44Api berkobar mendekati permukiman warga
05:02Tugas berjibaku memadamkan kebakaran hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
05:07Dengan menyemprotkan air ke tanah yang masih berasap
05:10Warga juga membantu pemadaman kebakaran hutan dengan menggunakan ember
05:29Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kebakaran hutan dan lahan belum juga padang
05:33Tak hanya warga, sejumlah relawan sempat mengalami sesak nafas dan batuk akibat asap
05:39Kabupaten asap imbas karhutlah di Banjarbaru hingga kini masih dirasakan warga
05:44Tugas dan relawan masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik
05:49Tak hanya warga, relawan yang memadamkan api di kawasan pengayuan
05:54Pelaihari juga sempat mengalami sesak nafas hingga harus menggunakan tabung oksigen
05:59Pemeriksaan kesehatan hingga bantuan obat, peralatan dari UPT Krisis, Puskesmas dan relawan PMI diberikan
06:07Untuk mengatasi dampak kesehatan yang diterita
06:31Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan bukanlah kasus baru
06:36Kejadian yang terus berurang tentunya memerlukan penanganan serius supaya tidak merugikan
06:41Bukan hanya bagi masyarakat, tapi juga dampak pada kerusakan lingkungan
06:45Kita bahas bersama dengan sejumlah narasumber yang sudah hadir
06:48Melalui sambungan Zoom, Saudara
06:49Ada Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel
06:53Kemudian ada personil BPBD Kalimantan Selatan, M. Rajali
06:59Serta Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
07:03Atau Walhi Boy Jerry Even Sembiring
07:06Dan saya akan sapa dulu
07:08Pak Daniel sudah bergabung, selamat pagi Pak Daniel
07:10Selamat pagi
07:12Pak Daniel, untuk di Kalimantan Barat sendiri hingga saat ini
07:17Titik apinya ada berapa dan bagaimana upaya pemadaman di sana?
07:21Update hari ini, pukul 23 waktu Indonesia bagian Barat
07:27Ada 956 sebaran titik panas
07:31Dan masuk dalam kategori tingkat tinggi itu
07:34Tingkat kepercayaan tinggi itu ada 50 titik
07:37Dan terkonsentrasi lebih banyak di Kabupaten Ketapang
07:42Oleh karena itu operasi pemadaman
07:44Pada hari ini kita fokus di dua kabupaten
07:48Di tiga kabupaten, Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, dan Kuburaya
07:53Untuk saat ini kondisi yang paling parah terdampak karhutlah
07:57Di kabupaten mana Pak berarti Pak?
08:00Ada di dua kabupaten
08:02Yaitu Kabupaten Kuburaya dan Kabupaten Ketapang
08:06Oke, kemudian bagaimana dengan kondisi warga di sana?
08:10Apakah juga ada gangguan kesehatan?
08:12Ataupun ada data tidak?
08:13Berapa jumlah warga yang sudah mengalami penyakit akibat asap di sana?
08:18Kalau kita perhatikan perakhiran dari BMKG
08:23Memang jarak pandang untuk di dua kabupaten ini
08:28Kurang dari 1 km
08:30Dan dampak dari asap di sana memang ada beberapa aktivitas yang terganggu
08:36Seperti kegiatan belajar mengajar
08:38Dan juga ada yang sudah terdampak kesehatan
08:43Nah kita sedang menunggu data-data dari Dinas Kesehatan Setempat
08:48Untuk mengenai jumlah warga yang mengalami penyakit ispa akibat asap
08:55Oke, baik
08:56Dari Kalimantan Berat kita coba beralih ke Kalimantan Selatan
09:00Sudah bergabung juga melalui Zoom
09:01Ada M. Rijali
09:03Mas M. Rijali, personel BPPD Kalimantan Selatan
09:05Saat ini Anda sedang berada di titik mana?
09:08Mas Rijali
09:09Oke, baik
09:10Untuk saat ini saya berada di titik pengayuan
09:12Dan di posisi utama di pos pantau pengayuan Banjarbaru
09:16Oke, saat ini kondisinya di sana seperti apa?
09:21Untuk saat ini di pagi hari
09:23Untuk titik api belum terlihat
09:25Namun sudah ada beberapa titik asap yang pengunculan
09:28Karena di sini jonanya untuk siklus tanamannya semi gambut
09:34Baik, saat ini yang dilakukan oleh rekan-rekan BPPD Kalimantan Selatan
09:39Apa saja Mas Rijali?
09:41Untuk saat ini di pagi ini kita juga melakukan briefing pergerakan
09:45Semua personel disiagakan untuk pergerakan dari pagi sampai siang
09:50Itu yang disebut dengan pembasahan
09:52Dalam artian zona semi gambut itu kami gunakan untuk
09:54Ploting pembasahan agar itu tidak terjadi lagi
09:58Kebakaran selanjutnya
09:59Karena itu cukup mengkhawatirkan
10:01Berarti masih ada dugaan di dalam lahan gambut ini
10:04Ada api yang tidak terlihat dari atas gitu ya Mas ya?
10:07Betul
10:08Oke, kemudian untuk api ataupun juga kondisi di sana
10:12Apakah sudah ada yang mendekati permukiman warga?
10:17Ya, untuk api itu saat ini
10:20Untuk mendekati permukiman sudah tidak ada
10:23Rentannya yang berjarak kurang lebih sekitar 700 meter itu yang di tengah
10:28Akibat dipicu oleh cepatnya angin dan suhu cukup panas di siang hari
10:35Itu yang memperkirakan bakal akan datang api itu sampai ke permukiman kurang lebih sekitar 2-3 jam selanjutnya
11:12Itu yang kita khawatirkan
11:14Bagian atas semak lukarnya terbakar
11:16Bagian tengahnya itu beberapa hari selanjutnya akan kering
11:20Dan itu akan terbakar lagi
11:22Dan itu akan menghabiskan ke bagian akar-akar bagian bawah
11:26Bagian menuju tanah gambutnya
11:28Jadi ada tiga tahapan akan terjadi terbakar
11:30Itu yang kami antisipasi untuk tidak terjadi dalam tiga siklus tersebut
11:35Oke, baik berarti ada waktu-waktu tertentu
11:40Kemudian kebakaran bisa terjadi
11:41Tapi untuk tadi 2-3 jam lagi nih Mas Rijali
11:46Kemudian tadi upaya dari personel selain membasahi lahan yang kemungkinan ada api di bawahnya
11:51Apa lagi Mas?
11:53Untuk pergerakan kami akan selalu melakukan manuver atau yang disebut dengan patroli
11:59Per 2 jam untuk mengetahui takutnya pada saat kami fokus di titik 1 dan 2
12:04Ada api baru atau yang muncul di titik-titik selanjutnya
12:09Jadi kami dalam artian setiap 2 jam kami akan tetap melakukan yang namanya patroli
12:13Ke semua wilayah yang kami tanggung jawab api
12:17Baik, ditahan dulu Mas Rijali kita beralih ke Mas Boy yang juga sudah bergabung dari Walhi
12:22Mas Boy Anda melihat ini kan sudah terjadi berulang-ulang dari tahun ke tahun di wilayah Kalimantan khususnya
12:29Apa sebenarnya penyebab utamanya?
12:31Apakah hanya murni karena faktor kemarau atau tata kelola lahan atau lagi-lagi ini ada pihak-pihak nakal yang membakar
12:39lahan?
12:41Nah kalau kita lihat faktor utamanya sih pasti kerusakan lingkungan yang begitu masif ya
12:45Kalau dijadikan alasannya karena faktor cuaca
12:48Nah itu memperlihatkan ada suatu kegoblokan yang dilakukan oleh negara ya
12:52Alasannya sederhana
12:53Kalau negara perangkapan bahwa cuaca menjadi disebutkan Godzilla Eldino misalnya sebagai penyebab utama kebakaran ini
13:02Itu kan sesuatu yang sudah diprediksi dari awal tahun kan oleh BRIN, oleh BMKG
13:08Lalu kami juga mengingatkan pemerintah ya
13:11Nah itu yang pertama bahwa cuaca bukan penyebab utamanya
13:15Nah lalu kita sadar misalnya Sumatera dan Kalimantan itu daerah
13:19Daerah yang sebarang gambutnya paling luas di Indonesia
13:23Nah kita lihat kondisinya kan lebih dari setengah ekosistem gambut di ekosistem gambut di Kalimantan itu telah dibebankan izin dan
13:35rusak ya
13:36Apalagi kalau kita ingat ya di tahun 1995 ketika ada proyek pangan 1 juta hektare dari ekosistem gambut
13:44Kita tahu bagaimana gambut Kalimantan tengah dikeringkan, bagaimana kanal-kanal itu merusak kondisi gambut ya
13:51Gambut itu ketika dia tetap basah, dia nggak akan gampang terbakar
13:56Oke, kemudian Mas Boy terkait dengan titik-titik api yang mungkin Walhi punya datanya
14:03Ini paling banyak ada di mana dan indikasinya ini dilakukan oleh siapa?
14:10Ya, emang kita menemukan data juga ya
14:13Ada beberapa titik api yang ditemukan di area awal konsesi perusahaan ya
14:21Bahkan ada perusahaan yang misalnya di Kalimantan tengah
14:24Sementara waktu yang ingin mengindikasikan ada satu perusahaan yang bernama Arjuna Utama Sawit
14:30Pernah dihukum karena karutlah gitu ya
14:33Tapi belum diksekusi, punya kewajiban untuk melakukan kegiatan pemulihan dan pembayaran kegiatan lingkungan sekitar 300 miliar
14:41Nah itu juga ditemukan areal konsesinya terbakar lagi ya
14:46Areal konsesinya ditemukan hotspot
14:48Atau ada PT Mayawana yang sebelumnya Maret juga udah ditemukan titik api disitu
14:54Nah jadi sebenarnya sih yang paling penting itu bukan memastikannya gitu ya
14:59Aktor kuncinya siapa?
15:01Apakah perizinan atau masyarakatnya?
15:03Kalau kita lihat statistiknya
15:04Dari tahun ke tahun
15:06Dari tahun ke tahun
15:07Proses penegakan hukum ini kan dianggap sebagai untuk sekitar menakuti masyarakat
15:12Menakuti perusahaan kan
15:14Tapi gak pernah dimenyasar pada aspek persoalan kuncinya
15:18Melakukan evaluasi perizinan
15:21Evaluasi daya dukungan daya tampung ekosistem gambut
15:24Akibat praktik-praktik ekstraktif ini
15:26Oke soal izin ini yang kemudian harus menjadi fokus pemerintah ke depannya
15:31Tapi nanti kita akan bahas Mas Boy kita ke Pak Daniel terlebih dahulu
15:35Pak Daniel di Kalimantan Barat ini berarti saat ini yang menjadi fokus dari petugas di sana
15:40Bagaimana soal pemadamannya Pak?
15:42Apakah masih melalui darat dan juga udara plus ada operasi modifikasi cuaca juga?
15:46Kita mengoptimalkan satgas darat
15:50Tetapi apabila secara geografis wilayah itu sulit ditempuh oleh satgas darat
15:56Karena keterbatasan akses dan sumber air tidak ada
16:00Maka kita akan melaksanakan water bombing melalui satgas udara
16:06Nah ada tempat-tempat tertentu yang secara masif memang dilakukan operasi pemadaman
16:13Melalui udara dan darat di beberapa tempat misalnya di Kabupaten Kuburaya
16:18Nah itu yang sudah kita lakukan
16:21Kalau untuk penanganan bagi warganya seperti apa Pak?
16:26Sampai hari ini di dua kabupaten ini memang belum ada warga yang kita evakuasi
16:31Karena situasi masih dalam keadaan terkendali ya
16:35Tetapi pembagian masker dan beberapa vitamin dan lain sebagainya
16:41Itu terus didistribusikan oleh pemerintah setempat dan termasuk oleh organisasi kemasyarakatan
16:47Oke penanganan dan juga tadi ya soal pembagian masker kemudian obat
16:52Tentunya untuk menjaga kesehatan masyarakat
16:53Saya kembali ke Mas Rijali di Kalimantan Selatan
16:56Mas Rijali boleh diperlihatkan juga ke kami
17:00Bagaimana kemudian kondisi di sekitar Anda
17:02Mas Rijali sembari
17:03Apa saja sih kemudian yang menjadi tantangan personil di sana
17:09Oke baik
17:10Mungkin di belakang saya adalah
17:13Wilayah Semi Gambut yang sudah selesai tahap 1 menuju tahap 2
17:16Akan terjadi lagi
17:19Jika ini dipicu akan terjadi lagi yang disebut dengan keperangan tahap 2
17:22Semi Gambut
17:23Karena semak pelukarnya sudah kembali tumbuh lagi dan akan mengalami kekeringan beberapa hari ke depan
17:30Untuk tantangan kami di lapangan
17:32Sebenarnya sama kayak Bapak yang di Kalimantan Barat tadi
17:36Mengatakan jika itu sulit kita akses menggunakan jalur darat
17:41Kita akan menggunakan atau berkoordinasi kepada Satga Sudara
17:44Untuk meminta unit waterbombing
17:47Adapun sistem pergerakan kami dari di lapangan
17:50Kami memaksimalkan kurang lebih jarak jangkau sekitar 250 meter ke titik api tersebut
17:56Jika melebih dari itu kami mengantisipasi dalam artian kami permintaan ke Satga Sudara
18:02Untuk mengoptimalisasikan mengerjakan di lapangan
18:05Mas Rizali, apakah kira-kira bisa dicoba Mas Rizali untuk kameranya dibalik
18:11Kita ingin melihat bagaimana situasi di sekitar Anda Mas
18:16Oke, baik
18:18Nah, baik
18:19Ini Mas, ini yang kami ingin tanggakan
18:21Ini kan sebenarnya lahan yang ada di sana
18:23Ini terlihatnya hijau seperti itu
18:25Apakah ini lahan yang tadinya sempat terbakar
18:28Kemudian tumbuh lagi
18:29Atau ini adalah wilayah yang belum
18:32Ataupun belum sempat terbakar Mas
18:35Kalau untuk yang di depan saya
18:37Ini yang terlihat hijau ini lahan yang sudah terbakar
18:41Setahap pertama kejadian terbakarnya
18:44Dan yang ini nanti hijau
18:47Mungkin beberapa hari atau satu minggu ke depan
18:49Akan mengalami pengeringan karena air di tanah itu sudah mengalami penurunan
18:54Jadi tanaman di atasnya sudah bakal kering lagi dan mati
18:59Itu yang bakal membahayakan jika tidak kita lakukan patroli
19:03Takutnya kembali muncul titik api lagi
19:06Dan ini api munculnya dari bawah ya
19:09Untuk kemudian membakar lahan yang sudah kering di atasnya nanti
19:11Seperti itu
19:13Betul
19:14Oke, kemudian di sana untuk pemadamannya
19:17Mas Rijali
19:18Apa kendala yang dihadapi misalnya soal cuaca, angin misalnya atau adakah pasokan air yang cukup di sana?
19:25Kalau untuk kendala
19:27Semuanya rata-rata untuk air yang sudah cukup sulit
19:32Karena di daerah yang zona saya tanggung jawab ini
19:35Kurang lebih sisa sekitar 20-35% untuk pasokan air di wilayah tersebut
19:41Jadi kami cukup jauh untuk mengambil air
19:45Baru kita ke lokasi pemadaman tersebut
19:48Oke, baik Mas Rijali
19:50Mungkin bisa dikembalikan kembali ke wajah Anda Mas Rijali
19:54Kita kembali ke Mas Boy
19:57Mas Boy, tadi kita bicara soal izin
20:00Ini di Kalimantan Barat dan juga Kalimantan Tengah
20:02Memang ada perda yang mengizinkan warga untuk bisa membuka lahan
20:05Tapi maksimal 2 hektare dengan membakar
20:07Nah, apakah ini yang kemudian menjadi pemicu
20:10Ini berulang terus setiap tahun
20:12Dan apakah instruksi dari Kemendagri
20:14Dan juga surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup baru-baru ini
20:18Untuk melarang itu sudah cukup?
20:20Saya melihatnya ini
20:22Itu bukan cuma ada perda
20:25Tapi itu kan pengecualian
20:28Yang ditentukan oleh Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
20:31Di pasal 69 atau berapa ya, saya lupa
20:36Nah, ada kriteria pengecualian pertanggung jawaban pidana
20:40Terhadap masyarakat adat ya
20:42Terkait dengan kebakaran tanam lahan
20:44Dengan syarat tiga hal
20:46Pertama
20:48Subjeknya masyarakat adat ya
20:49Yang kedua luasannya
20:50Luasan pembakarannya
20:52Gak lebih 2 hektare per kepala keluarga
20:55Yang kedua
20:56Ada sekat bakarnya
20:58Yang ketiga
21:00Tanaman yang ditanam itu varietis lokal sesuai dengan adat ya
21:03Nah, saya sih melihatnya
21:05Sebenarnya kan dengan gampang kita bisa melihatnya
21:07Kita bisa melihat
21:08Kalau dia masyarakat adat
21:10Lalu ada tiga hal tadi ini
21:12Nah, bagi kami sih itu perintah Undang-Undang ya
21:15Kenapa kalau masyarakat kecil
21:17Kita nyalah-nyalahin ya
21:18Kita bisa lihat kan
21:19Seberapa banyak perusahaan-perusahaan
21:21Yang seharusnya
21:22Yang gak patut diterbitkan
21:23Perizinan
21:24Karena berada
21:25Perizinannya berada di ekosistem gambut
21:27Dengan fungsi lindung
21:28Lalu membangun
21:30Perusahaan ekosistem gambut
21:31Dengan pembangunan kanal
21:32Kenapa gak itu dulu yang disasar ya
21:34Yang mengakibatkan
21:35Kerusakan gitu ya
21:37Kerusakan ekosistem gambut
21:38Terjadi secara masif dan lebih luas ya
21:41Oke, tapi kalau misalnya Anda melihat
21:44Selama ini yang selalu terjadi setiap tahun
21:46Sudah ada korporasi misalnya yang ditindak
21:50Kemudian mungkin sudah diadili
21:52Itu bagaimana kemudian penegakannya
21:53Apakah ini sudah dilakukan secara tuntas gitu
21:57Karena saya dengar
21:59Beberapa yang sudah inkrah
22:00Bahkan tidak dieksekusi
22:03Ini ya
22:04Ada dua hal penting
22:05Pertama kami mengingatkan negara
22:07Bahwa penegakan hukum itu
22:09Bukan cuma pidana
22:10Sangsi administrasi
22:11Tapi juga ada evaluasi perizinan
22:13Nah yang kedua
22:15Penegakan hukum ini
22:16Jangan dibuat seperti
22:17Seperti
22:19Seperti ambil uji sampling ya
22:20Nah penegakan hukum itu
22:22Gak pernah dilakukan secara menyeluruh
22:25Dari
22:25Tahun 97 gitu ya
22:27Kami minta negara
22:28Melakukan dua hal penting
22:29Pertama menindak aktivitas legal skala besar
22:32Di ekosistem gambut
22:34Di kawasan hutan
22:35Nah yang kedua
22:36Tidak menerbitkan izin
22:39Di wilayah-wilayah ini
22:40Ternyata kita melihatkan
22:42Bahwa bagaimana
22:42Sejarah tahun 97
22:44Sampai sekarang
22:45Mengibatkan kebakaran terus-menerus terjadi
22:47Nah jadi akar masalahnya
22:49Akar masalahnya
22:50Gak diselesaikan
22:51Praktik perizinan yang gak sesuai pada tempatnya
22:55Oke perizinan ya
22:56Tadi yang kemudian
22:57Harus dievaluasi kembali
22:59Selain soal penegakan hukum
23:01Yang tidak hanya sampling
23:02Tapi secara menyeluruh
23:04Perizinan atau kimia skala besar deh
23:06Oke
23:07Saya terus terang aja
23:08Coba ditanyain aja
23:09Dengan kawan-kawan yang
23:10Yang sedang berjuang
23:12Untuk Madame NAP ini
23:14Oke
23:15Kita bisa cek aja gitu
23:17Baik
23:18Saya ke
23:19Pak Daniel lagi
23:20Pak Daniel
23:21Kalau dari identifikasi Anda
23:22Di Kalimantan Barat
23:23Sebenernya
23:24Titik-titik yang menjadi
23:27Lokasi titik api ini
23:28Adalah di konsesi lahan
23:30Dan
23:30Dari ciri-ciri mungkin
23:32Anda lihat disana
23:33Apakah ini dilakukan oleh persoalangan
23:34Atau secara masif oleh korporasi
23:37Kalau kita melihat di lapangan
23:39Memang yang terbakar
23:40Di Kalimantan Barat ini
23:42Pada umumnya
23:43Lahan-lahan gambut
23:44Ya
23:44Lahan gambut yang ada di
23:46Kabupaten Ketapang
23:47Kuburaya
23:48Mempawah
23:48Dan di beberapa
23:49Kabupaten lainnya
23:50Persoalan siapa yang membakar
23:53Ini memang menjadi
23:54Rananya intansi terkait
23:55Dan penegakan hukum
23:56Kalau kami
23:58Melihat bahwa
24:00Kebakaran ini terjadi
24:01Memang akibat
24:02Ulang manusia
24:0399%
24:04Ulang manusia
24:05Itu bisa
24:06Karena kelalaian
24:07Bisa karena
24:08Kesengajaan
24:09Oke
24:10Kemudian
24:11Disana
24:12Pak
24:12Daniel
24:14Terkait dengan
24:15Fasilitas kesehatan
24:17Terutama untuk warga
24:18Seperti itu
24:18Apakah sudah cukup
24:19Dan bagaimana dengan
24:21Personel disana juga
24:22Apakah saat ini
24:23Paling tidak sudah bisa
24:24Menangani
24:26Untuk fasilitas kesehatan
24:28Memang ketika
24:29Bulan Februari yang lalu
24:31Pemerintah Provinsi
24:32Kalimantan Barat
24:33Pak Gubernur
24:34Sudah membentuk
24:35Tim Komando
24:36Nah salah satu
24:38Yang menangani
24:38Plan kesehatan
24:39Adalah
24:40Dinas Kesehatan
24:41Provinsi Kalimantan Barat
24:42Tentu melibatkan
24:43Seluruh
24:43Dinkes di
24:44Kabupaten dan kota
24:45Yang terdampak
24:47Asam
24:47Nah dari sisi
24:48Fasilitas dan
24:49Personel tentu
24:50Di Kalimantan Barat
24:52Sudah siap
24:52Untuk memberikan
24:53Pelayanan yang maksimal
24:54Kepada masyarakat
24:55Yang terdampak
24:56Oke baik
24:57Saya kembali ke
24:58Mas Rijali
24:59Mas Rijali
24:59Anda saat ini
25:01Bersama dengan
25:02Tim personel
25:02BPPD Kalimantan Selatan
25:04Bagaimana
25:05Kondisi Anda
25:05Apakah
25:06Seluruhnya
25:36Dalam kondisi
25:37Kemudian keamanan
25:39Kemudian keamanan
25:39Bagi petugas
25:40Di sana
25:41Sudah cukup
25:42Menurut Anda
25:44Kalau untuk
25:45ASOV dan APD
25:46Kami selalu
25:47Diwajibkan
25:47Untuk
25:48Memakainya
25:49Karena itu
25:50Sudah jadi
25:51Aturan standar
25:52Yang diarahkan
25:54Dari kantor
25:55Oke
25:55Kemudian
25:56Kalau untuk Anda
25:57Sebagai personel
25:58Mas Rijali
25:59Apa yang kemudian
26:00Masih Anda butuhkan
26:00Misalnya
26:01Fasilitas
26:01Ataupun
26:02Alat pendukung
26:03Di sana
26:04Apakah semua
26:04Sudah mencukupi
26:06Kalau untuk semua
26:07Pendukung
26:08Sarana-perasarana
26:09Untuk saat ini
26:10Alhamdulillah
26:10Sudah bisa
26:12Ditercukupi
26:13Dan di backup
26:14Dari beberapa instansi
26:15Pemerintah lainnya juga
26:16Dan stakeholder
26:17Yang terkait
26:18Semua saling
26:20Membahu
26:21Untuk membantu
26:22Agar Kalimantan Selatan
26:24Bebas asap
26:24Oke
26:25Baik
26:25Mas Rijali
26:26Kemudian
26:26Kalau untuk
26:27Di lapangan sendiri Anda
26:28Sering menemukan tidak
26:30Masyarakat yang
26:30Memang secara mandiri
26:32Memadamkan api
26:33Karena memang
26:33Belum tersentuh
26:34Oleh personil
26:35Maupun relawan
26:37Betul
26:38Apalagi dengan
26:39Rumah pemukiman
26:40Warga itu
26:41Yang nihil akses
26:42Dalam artian
26:42Untuk ditempuh
26:44Roda 4
26:45Itu sulit
26:46Yang cuma bisa
26:47Ditempuh dengan
26:48Roda 2
26:48Jadi mereka
26:49Cuma bisa
26:50Melakukan pemadaman
26:51Manual
26:52Dengan cara
26:54Disiram pakai
26:55Ember
26:56Kemudian
26:57Apa yang kemudian
26:59Bisa Anda sarankan
27:00Juga untuk warga
27:00Agar mereka juga
27:01Bisa memadamkan api
27:02Secara mandiri
27:03Tapi tetap aman
27:04Oke
27:05Untuk pengadaman tersebut
27:07Sebelum terjadinya
27:09Ada api yang mendekati
27:10Pemukiman warga
27:11Kami selalu
27:11Mengingatkan kepada warga
27:12Untuk melakukan
27:13Sekat
27:14Dalam artian
27:14Pemangkasan
27:15Atau penebasan
27:16Rumput yang ada
27:17Di area rumah tersebut
27:19Minimal sekali
27:20Itu kurang lebih
27:21Sekitar 7 meter
27:22Jaraknya
27:22Untuk satu lingkaran rumah tersebut
27:24Untuk mengantisipasi
27:26Mendekatnya
27:27Gejolak api itu
27:28Ke pemukiman warga
27:30Oke baik
27:31Saya ke Mas Boy
27:32Kembali Mas Boy
27:33Saat ini
27:34Yang menjadi fokus
27:36Dari pemerintah
27:37Tentunya adalah
27:37Pemadaman
27:38Tapi jangan
27:39Lupakan juga
27:40Bahwa ini bisa
27:41Berulang kembali
27:42Di kemudian hari
27:43Apa yang kemudian
27:44Ada dorong
27:44Untuk pemerintah
27:45Supaya
27:46Bencana tahunan ini
27:47Paling tidak
27:48Tidak terolong lagi
27:49Di tahun depan
27:51Hal yang paling penting
27:52Itu evaluasi
27:53Presidannya
27:54Evaluasi
27:55Presidannya
27:56Sesuai dengan
27:56Daya dukung
27:57Daya tampung
27:57Lingkuan hidup
27:58Kan ada
27:59Ada indikator
28:00Bagaimana gambut
28:01Terusak
28:02Bagaimana gambut
28:03Terus dipulihkan
28:03Nah yang kedua
28:05Hal yang paling penting
28:06Itu memastikan
28:07Gambut tetap
28:08Basah sepanjang tahun
28:09Karena ketika dia kering
28:11Itu yang mengakibatkannya
28:12Mudah terbakar
28:14Dan sangat sulit
28:15Untuk dipadamkan
28:15Nah jadi
28:16Pendekatan
28:17Pendekatan hukum baik
28:19Terkait dengan
28:20Penjatuhan bidana
28:21Penjatuhan sanksi administratif
28:22Tapi efek
28:23Untuk jangka panjang
28:24Melakukan evaluasi
28:26Secara nyuruh
28:26Terhadap
28:27Presiden-presiden
28:28Di ekosistem gambut
28:29Menjadi hal utama
28:30Oke
28:32Lagi-lagi evaluasi izin
28:33Dan juga penegakan hukum
28:34Yang harus ditegakkan
28:35Saya kembali lagi ke
28:36Pak Daniel
28:37Pak Daniel
28:38Saat ini tentu
28:40Tidak bisa 100%
28:42Warga itu
28:43Dikover oleh
28:44Petugas
28:44Yang ada di sana
28:45Ataupun relawan
28:46Mereka harus berjuang sendiri
28:47Untuk bisa selamat
28:49Dalam tanda kutip
28:49Dari asap kebakaran
28:50Apa yang kemudian
28:51Dilakukan oleh
28:52BPB di Kalimantan Barat
28:54Paling tidak
28:54Untuk mengedukasi masyarakat
28:55Untuk bisa menjaga
28:56Kesehatan mereka masing-masing
28:59Kita melalui
29:00Tokoh-tokoh masyarakat
29:02Tokoh agama
29:02Untuk mengajak
29:03Terus berkolaborasi
29:05Dengan pemerintah
29:06Dengan masyarakat lainnya
29:08Dunia usaha
29:09Dan lain-lain
29:09Untuk sama-sama
29:11Bagaimana
29:11Menghindarkan diri
29:12Dari musibah asap ini
29:14Oleh karena itu
29:15Dalam pencegahan
29:17Kebakaran hutan
29:18Dan lahan
29:18Di Kalimantan Barat ini
29:19Sinergisitas tadi
29:21Menjadi
29:21Kunci
29:22Keberhasilan
29:23Dalam penanganannya
29:25Oke
29:26Sinergi
29:26Yang bisa dilakukan
29:28Oleh seluruh pihak terkait
29:30Untuk bisa menangani
29:31Kebakaran di sini
29:32Dan
29:32Lagi-lagi
29:33Yang kita dorong adalah
29:34Dari
29:35Mas Boye tadi
29:36Soal penegakan hukum
29:37Dan juga perizinan
29:38Sebagai cikal bakal
29:41Kebakaran hutan
29:41Dan juga
29:43Lahan
29:43Yang ada di beberapa
29:44Wilayah di Indonesia
29:45Terima kasih
29:46Narasumber kami
29:47Yang sudah hadir
29:48Ada Mas Boye dari
29:49Walhi
29:49Dan juga Pak Daniel
29:51Serta Mas Rijali
29:53Dari BPPD Kalimantan Barat
29:54Dan juga Selatan
29:55Selamat bertugas
29:56Kembali
29:56Terima kasih
29:57Sudah bergabung bersama kami
29:58Di Sampai Indonesia Pagi
29:59Terima kasih
Komentar