- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - IHSG kembali berada di level 6.500-an, tetapi sejumlah saham bank besar justru bergerak melemah pada awal perdagangan.
Bank BRI, Bank BNI, Bank MRI, dan Bank BCA yang sebelumnya menjadi penggerak utama IHSG kini menghadapi aksi profit taking setelah mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga FULL! Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Terlibat Karhutla Riau, BPBD, Kapolda-BIN Diminta Usut di https://www.kompas.tv/video/687123/full-prabowo-ancam-cabut-izin-korporasi-terlibat-karhutla-riau-bpbd-kapolda-bin-diminta-usut
Founder Indonesia Superstock Community Edhi Pranasidi menilai koreksi pada saham perbankan masih tergolong sehat selama fundamental emiten tetap kuat.
Investor juga perlu mencermati sentimen pasar dan perkembangan IHSG setelah kenaikan cukup signifikan dari level terendah tahun ini.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687124/full-big-banks-kompak-turun-pakar-kupas-ihsg-terancam-koreksi-usai-tembus-6-500-kompas-pagi
Bank BRI, Bank BNI, Bank MRI, dan Bank BCA yang sebelumnya menjadi penggerak utama IHSG kini menghadapi aksi profit taking setelah mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga FULL! Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Terlibat Karhutla Riau, BPBD, Kapolda-BIN Diminta Usut di https://www.kompas.tv/video/687123/full-prabowo-ancam-cabut-izin-korporasi-terlibat-karhutla-riau-bpbd-kapolda-bin-diminta-usut
Founder Indonesia Superstock Community Edhi Pranasidi menilai koreksi pada saham perbankan masih tergolong sehat selama fundamental emiten tetap kuat.
Investor juga perlu mencermati sentimen pasar dan perkembangan IHSG setelah kenaikan cukup signifikan dari level terendah tahun ini.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687124/full-big-banks-kompak-turun-pakar-kupas-ihsg-terancam-koreksi-usai-tembus-6-500-kompas-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Intro
00:10Saatnya Anda menyaksikan kompas bisnis, sodara, dan kompas bisnis di hari ini mengangkat yang satu ini,
00:16yakni ditopang Big Bangs, IHSG kembali ke 6.500an.
00:19Apakah ini rawan koreksi?
00:21Karena IHSG pada perdagangan Jumat pekan lalu, sodara, ditutup di level 6.500an karena ditopang oleh Big Bangs.
00:28Sementara rupiah juga turut menguat ke angka 17.600an.
00:32Ya, menurut para ekonom, sodara, penguatan rupiah menjadi faktor pendorong kenaikan IHSG.
00:38Selain itu, ada keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan bayi rate di 5,75% hingga kenaikan harga emas dan juga
00:45ada kenaikan harga komoditas.
00:47Sementara itu, ada pula ekspektasi terhadap kebijakan baru Bursa Efek Indonesia terkait batas minimum harga saham.
00:55Juga meningkatkan optimisme terhadap likuiditas dan aktivitas perdagangan.
01:00Lalu seperti apa kinerja IHSG pekan lalu? Kita lihat data yuk.
01:05Nah, ini dia kinerja IHSG.
01:08Ini pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, sodara, di sini IHSG terpantau berada di level 6.525.
01:16Ini naik 24 poin atau 0,37%.
01:20Sepanjang hari, perdagangan sebanyak 319 saham naik, 294 saham turun, dan 178 emiten tak berubah.
01:30Dan kalau kita tarik lebih jauh selama satu pekan, sodara, ini IHSG pada 18 Agustus.
01:36Karena di hari Senin, 17 Agustus, Bursa tutup.
01:39Kesokan harinya di tanggal 18 Agustus, IHSG masih berada di 6.446.
01:45Kemudian ini menurun atau di zona merah di keesokan harinya di tanggal 19 Agustus ke level 6.394.
01:53Naik, sodara, di tanggal 20 Agustus ke level psikologis 6.500an di 6.501.
02:00Dan kembali naik lagi pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di 6.525.
02:07Sementara itu, sodara, dalam sepekan terakhir kapitalisasi BI juga naik 206 triliun rupiah dibandingkan pekan sebelumnya.
02:15Lalu, saham apa yang jadi penggerak IHSG? Kita lihat data.
02:21Nah, ini dia. Ada kinerja saham Big Bangs ternyata yang salah satunya menggerakkan IHSG.
02:26Ini ada kinerja dalam sepekan karena yang menjadi penggerak IHSG.
02:30Ini terutama ditopang oleh emiten bank besar seperti ada BRI, BNI, Mandiri, dan juga BCA.
02:37Kalau kita lihat, sodara, dari yang kinerjanya paling baik, begitu selama sepekan terakhir,
02:42ada Bank Rakyat Indonesia dengan kode emiten BBRI, yaitu naik 3,86 persen.
02:47Sementara pada pekan lalu, ini berkontribusi pada naik IHSG sebesar 16 poin.
02:53Kemudian ada juga BNI, yaitu dengan kode BBNI.
02:57Ini naik juga di 3,32 persen kinerjanya selama sepekan.
03:01Ini, kalau kita lihat, ini berkontribusi sebesar 3,3 poin juga.
03:07Sementara tadi, BRI di 16 poin, begitu.
03:11Sementara Bank Mandiri dengan kode BMRI, ini naik kinerjanya 2,18 persen.
03:16Ini berkontribusi pada IHSG sebesar 4 poin.
03:20Sementara Bank Sentral Asia dengan kode BBCA, ini kinerjanya selama satu pekan terakhir,
03:27ini juga naik sebesar 1,18 persen.
03:30Dan berkontribusi pada IHSG pada pekan lalu, ini sebesar 8,8 poin.
03:37Sodara, bukan hanya big banks emiten lain seperti Bayan Resources, BRMS, Aman Mineral, Bumi,
03:44hingga DSSA turut mengatrol IHSG.
03:47Oke, lalu bagaimana dengan asing masuk atau keluar, kita lihat ke data.
03:51Ini dia arus dana asing selama pekan lalu, sodara.
03:55Kalau kita lihat pada penutupan perdagangan hari Jumat pekan lalu,
03:58asing terpantau masuk, ini sebesar 974 miliar rupiah pada tanggal 21 Agustus 2026 atau hari Jumat lalu.
04:07Hal ini menjadi salah satu sentimen penguatan IHSG di akhir pekan.
04:11Namun, kita tarik lagi, sodara, ke sepekan terakhir,
04:14ini asing justru ternyata keluar sebesar 1,19 triliun rupiah dalam sepekan.
04:22Para ekonom bilang, sodara, hal ini bisa diartikan kepercayaan asing secara jangka pendek mulai pulih,
04:28tapi perlu diwaspadai jika merujuk pada histori sepekan terakhir.
04:32Kita lihat juga, sodara, bagaimana dengan nilai tukar rupiah yang jadi salah satu sentimen penggerak IHSG di data berikutnya.
04:41Nah, ini dia. Kalau kita melihat data menurun seperti ini di rupiah, ini tandanya rupiah tengah menguat, sodara.
04:47Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah di pasar sport kembali menguat ke level 17.600-an.
04:54Tepatnya kalau kita lihat, pada 18 Agustus ini berada di 17.862,
05:00menguat tipis keesokan harinya pada 19 Agustus di 17.840,
05:06kemudian keesokan harinya menguat lagi di 17.748,
05:10dan akhirnya pada penutupan perdagangan di hari Jumat pekan lalu rupiah kembali perkasa,
05:16begitu di pasar sport di 17.694.
05:20Secara harian, sodara, rupiah ini menguat 0,3% dan selama sepekan ini menguat 0,75%.
05:28Sejumlah ekonom bilang, salah satu sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah dalam sepekan adalah
05:34kebijakan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang meningkatkan program buyback surat utang pemerintah Amerika Serikat.
05:41Dan sodara, apakah tren penguatan IHSG ke 6.500-an dan juga rupiah ke 17.600-an akan berlanjut kembali
05:51di pekan ini?
05:52Sentimen apa lagi yang akan mempengaruhi dan apa yang perlu diwaspadai?
05:57Kompas Bisnis akan membahasnya usaha jeda, jadi tetaplah bersama kami.
06:15Saudara, IHSG kembali ke level 6.500-an dan rupiah menguat ke 17.600-an.
06:21Sentimen apa saja yang menopangnya dan bagaimana proyeksinya untuk pekan ini?
06:24Apakah rawan koreksi? Kita bahas bersama Edy Pranasidi, founder Indonesia Superstock Community.
06:31Pak Edy, selamat pagi. Apa kabar?
06:33Halo, selamat pagi Mas Ian. Baik-baik, Alhamdulillah. Insya Allah.
06:38Alhamdulillah. Pak Edy, ini kalau kita lihat review terkait dengan pekan lalu begitu IHSG menghijau.
06:43Apa saja yang menjadi sentimen positif menurut Anda terkait dengan pergerakan IHSG pekan lalu
06:48sehingga ditutup positif kembali ke jalur 6.500-an?
06:52Oke, kita mulai sebetulnya ada masalah dari eksternal ya, yang katalis positif dari eksternal ya itu
07:00ketika Menteri Keuangan Amerika, Scott Besson, pada hari Rabu itu mengatakan bahwa Amerika pemerintahnya akan
07:07atau Departemen Keuangan yang dipimpinnya akan menggandakan buyback bonusnya dari 2 miliar rupiah ke 4 miliar rupiah.
07:14Sorry, dari 2 miliar dolar US ke 4 miliar dolar Amerika.
07:19Itu pada dimulai akan tanggal 4 September.
07:22Kondisi ini tentunya berekspektasi menjadi liquidity US dollarnya naik.
07:29Dengan liquidity US dollarnya naik maka DXY-nya atau indeks dollarnya terhadap 6 mata uang dunia
07:35yang lain itu juga menurun.
07:38Ketika US dollar menurun maka itu juga berpengaruh kepada rupiah, rupiahnya menguat.
07:43Di kondisi yang lain aset-aset yang seperti emas kemudian perak itu juga mengalami peningkatan yang dasar selama seminggu kemarin.
07:52Malah hari ini sudah di atas 4.600 lagi ya.
07:56Itu kondisinya membuat commodity tercana menarik karena yield-nya, yield atau treasury-nya itu juga turun.
08:04Kondisi ini membuat asing kembali masuk ke Indonesia.
08:08Karena apa? Karena kelebihan liquidity.
08:10Jadi kalau misalnya dia lihat kondisi seperti itu, dukungannya sebenarnya berada dari Amerika.
08:15Tapi yang namanya stimulus, katakanlah itu semacam stimulus.
08:22Itu biasanya short-lived.
08:24Nah kondisinya sekarang dengan IHSG sudah naik 22% dari level intraday terendahnya.
08:31Di ngepas 5.342, kemudian sejak Juli juga naik sepanjang dari Juli sampai sekarang ini 4,6%.
08:39Kemudian sejak awal tahun tapenya masih turun 24% kan.
08:45Dan sejak tertingginya intraday di 9.174 turun 28%, sorry, 28,8%.
08:53Nah kondisi ini tentunya menempatkan IHSG pada kondisi yang at the crossroad, pada persipangan jalan.
09:01Dan kalau misalnya kita melihat kenaikan IHSG dari yang terendahnya itu sudah 20%, 22%, ini juga memang rawan koreksi.
09:10Kondisinya seperti itu juga.
09:12Kalau misalnya mengatakan apakah IHSG akan lanjut, seharusnya dalam jangka panjang harusnya lanjut terus.
09:18Jika rupiahnya menguat, kemudian ada faktor lain juga untuk minggu ini ya.
09:23Untuk minggu ini kita akan menghadapi misalnya tanggal 27, ramai sekali, akan ada demo di DPR ya.
09:30Kemudian juga pada tanggal 28, 29-nya Kevin Wors akan berbicara di symposium Jack Hall di Wyoming.
09:38Yang pada tanggal 28-nya Kevin akan bicara nih.
09:41Sebetulnya apa yang direncanakan sama Besen ini agak lebih berkentangan dengan konsep The Federal Reserve.
09:49Karena mereka menyukai pasar bebas, bukan yang simulis seperti itu.
09:54Berarti ini dari segi global begitu ada indeks dolar yang turun, kemudian ada kenaikan harga komoditas.
10:00Kemudian bagaimana dari dalam negeri atau domestik, Pak Edy, ini kan Indonesia juga kemarin atau bukan kemarin mempertahankan BI rate
10:07di 5,75%.
10:09Apakah ini juga mempengaruhi pergerakan IHSG?
10:13Sebetulnya 5,75% mungkin belum terlalu ideal untuk IHSG naik secara signifikan ya.
10:19Karena 5,75% kan kalau bank misalnya memerlukan net interest margin yang sehat,
10:26artinya dengan kondisi 5,75% dia harus meminjamkan uangnya ke perusahaan ataupun ke perorangan,
10:34kan harusnya ditambah 5%, ditambah bidang operasional 1%, jadi di harga 10% kan.
10:39Which is, mungkin terlalu agak, masih agak terlalu mahal ya.
10:43Saya sih berharap jika misalnya nanti rupiah terus menguat, kemudian kondisi di slot formus kemudian membaik,
10:50harga minyak brandnya turun, karena minyak brandnya itu menjadi patokan penetapan untuk BBM dalam negeri kan, seperti itu.
11:00Dan kondisinya sekarang sampai jam 09.04 ini, IHSG sudah mulai agak...
11:06Turun ya?
11:070,03%
11:09Sideways
11:13Jadi, ada yang harus diperhatikan oleh pelaku pasar 1,
11:17jadi, Kevin Wors akan berbicara, apakah dia nanti ngasih guidance, apakah akan office atau office, gitu.
11:25Kemudian juga nanti, besoknya tanggal 26, ada juga PCE,
11:30yang akan sangat berpengaruh kepada penentuan The Fed untuk mengambil tindakan negeri suku bunga atau tidak.
11:37Tapi, PCE-nya seharusnya diperkirakan 3,3% secara bulanan, dan tidak berubah dari bulan Juli.
11:44Jadi, saya kira The Fed belum akan menaikan suku bunga.
11:46Oke, Pak Edi...
11:47Yang harus kita perhatikan, ya.
11:49Kalau bagaimana tadi dengan sektor begitu?
11:54Kalau saya lihat tadi saya membuahkan sejumlah materi, apa saja yang menjadi pendorong ataupun sentimen pendorong,
12:01serta emitan yang menjadi penggerak begitu IHSG berapa pekan lalu, salah satunya yaitu perbankan dan juga komoditas.
12:08Jadi, dua di antara yang paling berkontribusi dalam pergerakan IHSG.
12:11Analisis Anda seperti apa?
12:12Kalau pekan lalu Big Banks jadi penggerak IHSG, kita lihat juga pantau bersama pada hari ini,
12:19pukul 9 lewat 05, Pak Edi, justru Big Banks ini kompak, turun, minus begitu.
12:25Mulai dari BMRI, BBCA, BBNI, hingga BBRI.
12:29Analisis Anda seperti apa?
12:30Ya, kalau misalnya kembali lagi melihat bahwa Big Banks ini seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, kemudian BBNI ini sebetulnya sudah
12:38naik agak lama ya,
12:40dari level IHSG di 5.312 sampai kemarin seperti itu.
12:44Jadi, kenaikannya malah BBCA kan sempat menyentuh agak terendah di 4.700, kemudian sekarang di 6.300.
12:51Jadi, kalau misalnya sekarang ada profit taking healthy lah, artinya profit taking yang terlihat di bank.
12:57Kalau misalnya kita merunut lagi ke belakang sejak awal tahun 2026, rata-rata banking itu turunnya di atas 15%
13:06atau sampai ada yang 32% kan seperti itu.
13:09Jadi, kondisi ini kalau buat saya, buat teman-teman atau misalnya rekan-rekan yang pelaku aktif di pasar modal,
13:15jika memang misalnya mempunyai uang dingin, ya dibeli saja karena fundamentalnya ternyata masih baik ya kalau buat saya.
13:23Jadi, untuk promosional, untuk middle, BBRI, maupun BMRI yang rajin sekali ya,
13:28BPNI ini, Himbara ini memberikan dividen, kemudian juga BBCA juga sama,
13:33rata-rata dari mereka itu sudah memberikan dividen lebih dari 15 tahun.
13:36Jadi, artinya there is nothing to worry about gitu loh.
13:40Jadi, ketika ada koreksi silahkan.
13:43Pak Edi, kalau kita lihat juga yang tengah ramai diperbincangkan begitu,
13:49karena memang ini bursa baru buka pukul 9 ini,
13:52tapi di hari kemarin begitu hingga tadi malam pun masih jadi pembicaraan terkait dengan BMRI, Bank Mandiri.
13:59Pak Edi, ini kan ada sentimen berita terkait terkening donasi demo warga pati yang diblokir Bank Mandiri.
14:05Kemudian, Bank Mandiri juga memberikan klarifikasinya terkait hal ini.
14:09Banyak yang khawatir, baik itu investor retail, termasuk retail,
14:14yang khawatir bahwa pada hari ini BMRI akan jatuh begitu.
14:18Tapi kalau kita lihat, justru memang ini kompak hampir semua big banks yang turun.
14:22BMRI terakhir ini di minus 20 poin,
14:26sementara BBCA justru yang paling tinggi di minus 50 poin.
14:29Kalau ada melihat dengan adanya sentimen hari ini, apakah ini akan berkepanjangan,
14:34mengingat juga tengah 27 seperti Anda sebutkan akan ada kemungkinan begitu demo.
14:40Saya harus memisahkan antara kepentingan politik sama perbankan intermediary services gitu ya.
14:47Jadi kalau perbankan memang diminta sama pihak penegak hukum untuk misalnya memblokir,
14:54tapi kan yang harus diminta alasannya adalah kepada penegak hukumnya,
14:58kenapa diblokir? Kan seperti itu, bukan dari banknya, karena banknya hanya intermediary services kan.
15:02Jadi saya tidak melihat bahwa ini akan misalnya, terutama karena memang rekeninya kecil sekali ya,
15:10tidak akan berpengaruh, tapi secara sentimen sangat berpengaruh kepada misalnya pemikiran,
15:15kok banknya main blokir?
15:17Nah yang harus ditanya sebetulnya siapa yang memblokir dan kenapa?
15:20Itu pertanyaan selanjutnya.
15:22Dan kondisi-kondisi ini seharusnya buat saya di short leave aja,
15:26nanti setelah tanggal 28, sore 27 Agustus, ketika misalnya semua baik-baik saja, aman-aman saja,
15:32saya kira tidak ada masalah.
15:34Jadi buat saya, ketika misalnya ini terjadi sentimen correction,
15:38itu buat saatnya selalu seperti itu.
15:41Selalu ambil ketika,
15:44prinsipnya adalah jangan,
15:46jangan membeli ketika harga naik,
15:50beli ketika harga turun.
15:52Setiap ada tanjakan, pasti ada turunan ya.
15:55Oke, kalau kita melihat bank mandiri,
15:58banyak yang worry begitu hari ini akan turun,
16:00tapi kalau melihat fundamentalnya seperti apa, Pak Yedi?
16:04Fundamentalnya baik ya, bank mandiri.
16:06Saya kira masih,
16:07P ratio-nya masih di bawah 10,
16:09which is very good.
16:11Kemudian juga kemarin kan kita lihat ada perkembangan,
16:15total loans-nya,
16:17kreditnya secara nasional kan tumbuh 13 persen,
16:20dan artinya bank mandiri dan juga bank-bank yang lain masih menunjukkan bahwa
16:24masih ada orang atau masih ada ruang untuk menunjukkan kepada nasabah-nasabahnya seperti itu.
16:31Jadi saya kira secara fundamental tidak ada yang terganggu.
16:34Tapi kalau bicara tentang sentimen,
16:37ya kita harus kembali lagi,
16:39IHSG itu apa?
16:40IHSG itu indikator of sentiment.
16:43Ketika IHSG-nya turun,
16:44maka sentimen-nya turun.
16:46Seperti itu.
16:46Oke, selain itu juga tadi yang menjadi sorotan, Pak Yedi,
16:50terkait dengan asing begitu.
16:51Harapan kita bersama asing makin banyak yang masuk ke pasar saham Indonesia.
16:56Pada penutupan perdagangan pekan lalu, pada hari Jumat,
16:59di all market asing masuk sekitar 974 miliar rupiah.
17:03Namun kalau kita runut selama sepekan,
17:05ini justru masih keluar di kisaran 1,19 triliun rupiah.
17:11Ini menandakan apa menurut Anda?
17:12Apakah kepercayaan asing terhadap pasal saham perlahan mulai pulih
17:16karena hari Jumat tahun mulai masuk sekitar 900 miliar?
17:21Data saya agak berbeda ya sama Mas Yen.
17:23Karena saya pakai data berusaha efek Indonesia,
17:26asing dalam sepekan masuk 2,55 triliun rupiah.
17:29Tapi, sejak awal tahun,
17:32asing masih terkasat sebagai net sales 70,6 triliun rupiah sampai Jumat kemarin.
17:38Artinya, kalau kita bisa menurut ke sana,
17:40asing masih dalam posisi ini bukan sesuatu yang misalnya bisa dikatakan
17:46masif, ya belum sama sekali.
17:48Kita akan melihat asing masif masuk itu ketika banyak net buy hariannya,
17:53itu di atas 1,5 triliun rupiah.
17:55Seperti itu.
17:56Tapi, kembali lagi, kita merunut ke pada tahun 2025,
17:59di mana waktu itu net sales asing sempat 65 triliun rupiah sampai September awal.
18:06Dan kemudian, asing kembali masuk lagi, sampai Desember,
18:09itu 28 triliun.
18:11Jadi, sisanya cuma 17 triliun rupiah,
18:14waktu itu asing net salesnya.
18:15Nah, apakah kondisi hari ini atau kondisi tahun ini akan sama dengan kondisi tahun lalu?
18:21Let's see ya.
18:21Karena apa?
18:22Karena kondisi eksternalnya ini sangat berpengaruh sekali kepada IHSG,
18:26atau kepada sentimen berinvestasi di market.
18:29apa, tentang, ya itu, minyak, minyak mentah kita, brand.
18:34Karena kita kan setiap hari mengimport 1 juta barrel, kan.
18:38Artinya dengan pagu di APBN 70 dolar per barrel,
18:42sekarang harganya 91-92 dolar per barrel,
18:46itu ada kelebihan 22 juta dolar yang harus dispense sama pemerintah, gitu.
18:51Oke.
18:51Dan ini kalau misalnya berulang terus sampai akhir tahun,
18:55maka ada defisit tambahan kepada APBN,
18:59itu 100-32 triliun di samping defisit yang organik, gitu.
19:04Oke.
19:05Pak Yedi, yang juga jadi perhatian selain IHSG pada pekan lalu,
19:08yang turut menguat juga rupiah.
19:09Pak Yedi ini ke level 17.600-an per dolar Amerika Serikat.
19:15Tadi Anda sempat menyebutkan terkait dengan apa saja sentimennya,
19:18ada indeks dolar yang turun, begitu.
19:20Kemudian ada sentimen global dan domestik,
19:23apa lagi sih yang mendukung penguatan ini?
19:26Dan apakah tren penguatan ini menurut Anda akan bertahan lama
19:28mengingat kondisi geopolitik dan geoekonomi
19:31yang hingga saat ini belum pulih betul, begitu, Pak Yedi?
19:35Saya harapkan sih Bank Indonesia bisa maintain kondisi ini dengan baik,
19:41dengan cara misalnya kita punya proyek reserve yang cukup.
19:44Yang keduanya saya melihat kalau misalnya The Fed,
19:50Bank Central Amerika itu benar-benar secara real melakukan
19:55backbone-nya itu mulai 4 September,
19:57nanti akan ada semacam price in, kan?
19:59Oh, sudah kejanjian nih.
20:01Biasanya ada yang namanya penyesuaian atau adjustment of price.
20:05Nah, itu yang diharapkan mungkin mudah-mudahan rupiah tidak terlalu melemah lagi
20:08mencapai 18.000.
20:10Karena rupiah itu lemahnya dalam satu tahun ini 18.197.
20:15Sekarang dengan posisi Rp17.680 per satu dolar Amerika,
20:20saya kira cukup bagus dan menjauh dari level psikologis Rp18.000.
20:24Kondisi-kondisi ini harus dijaga oleh Bank Indonesia sebagai garda terdepan
20:28menjaga stabilitas rupiah.
20:30Dan kemarin Bank Indonesia misalnya tidak menaikkan suku bunga,
20:33itu juga ternyata berpengaruh baik kepada rupiah, kan?
20:38Walaupun hasilnya harusnya ketika sebuah negara
20:42atau ketika sebuah bank sentral menaikkan suku bunga,
20:44maka currency-nya akan menguat.
20:47Tapi kemarin Bank Indonesia tidak menaikkan,
20:51mungkin menurunkan tetap di 5,75.
20:53Dan ternyata rupiahnya membaik, seperti itu.
20:55Nah, ini lebih kepada faktor eksternal.
20:58Jadi, pada posisi ini saya melihatnya rupiah mudah-mudahan akan terus terjaga
21:04di antara Rp17.600 sampai Rp17.900 per satu dolar.
21:10Mudah-mudahan tidak akan naik lagi ke Rp18.000 level psikologis.
21:13Oke.
21:14Baik, harapan kita bersama ya, Pak Edi, bahwa rupiah ini terus menguat
21:18dan juga ini menjadi PR besar dari Bank Indonesia dan juga pemerintah tentunya
21:23agar tetap menjaga stabilitas dan juga pertumbuhan ekonomi.
21:27Terima kasih, Edi Panasidi, founder Indonesia Superstock Community
21:30atas penjelasannya bersama kami di Kompas Bisnis.
21:32Pak Edi, terima kasih.
21:33Sampai jumpa.
21:34Terima kasih.
Komentar