Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
RIAU, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto menginterupsi laporan Kapolda Riau terkait penanganan karhutla di Riau dan meminta penjelasan terkait dugaan keterlibatan korporasi dalam pembakaran lahan.

Prabowo menanyakan apakah sudah ditemukan bukti atau indikasi perusahaan yang menyuruh masyarakat melakukan pembakaran.

Dalam laporan tersebut disebutkan belum ada bukti keterlibatan korporasi, namun terdapat tiga tersangka yang pada kasus sebelumnya diketahui tidak memiliki kebun di lokasi kebakaran.

Baca Juga FULL! BPBD-Walhi Bahas Karhutla Meluas di Kalimantan, Api-Asap Dekati Permukiman Warga | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/video/687104/full-bpbd-walhi-bahas-karhutla-meluas-di-kalimantan-api-asap-dekati-permukiman-warga-kompas-pagi

Prabowo kemudian meminta tiga orang tersebut dibawa ke Jakarta untuk pendalaman dan meminta BIN ikut dilibatkan dalam penyelidikan.

Presiden juga meminta nama lima perusahaan yang sebelumnya mendapat sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup karena tidak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla. Prabowo menegaskan perusahaan yang tidak menjalankan tanggung jawab menjaga dan mencegah kebakaran dapat dikenai tindakan tegas, termasuk pencabutan izin.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687119/diinterupsi-prabowo-desak-usut-korporasi-soal-karhutla-riau-minta-3-tersangka-dibawa-ke-jakarta
Transkrip
00:00Ya, next.
00:01Maaf, Kapolda, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?
00:15Sampai saat ini, belum ada Bapak, tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi,
00:25ada yang tidak mempunyai kebun di situ, ada dua atau tiga orang,
00:31tetapi dia ada di situ, padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ.
00:37Berarti dia, ada total sampai saat ini untuk tahun lalu ada 90,
00:44ada tiga orang pada tahun lalu, Bapak.
00:46Yang tidak punya ladang di situ.
00:47Ada tiga orang, Bapak.
00:49Turung dibawa ke Jakarta ya.
00:52Turung dikirim ke Jakarta, Kapolri.
00:55Kita dalami di situ.
00:57Siap, siap, Bapak.
00:59Kemudian...
00:59Maksudnya pendalamannya saya juga minta, Ben ikut ya.
01:02Siap.
01:04Kemudian untuk sumber daya penanganan,
01:06yang kami lakukan di sini adalah kegiatan gotong royong, Bapak.
01:11Baik itu dengan Kodam 19 Tuan Kutambusai,
01:15dengan pemerintah daerah,
01:17lalu dengan stakeholder terkait.
01:203030 personil kami,
01:21kami membuat infrastruktur pengendalian karutlah.
01:26Di situ ada 18 sumur bor.
01:29Sumur bornya begini, Bapak.
01:30Memang karakteristik di sini banyak sungai.
01:34Ada ratusan sungai di sini.
01:36Jadi kalau kita menggali dengan alat ekskavator,
01:392-3 meter sudah ketemu.
01:41Beda dengan di Kalimantan, Bapak.
01:43Sampai dalam, benar.
01:44Kemudian ini embung, Bapak.
01:46Kami sudah membuat 1390 embung.
01:50Khusus untuk yang kejadian hari ini di Kabupaten Pelalawan,
01:54Kecamatan Kerumutan.
01:55Itu setiap 50,
01:57sekarang sampai saat ini 700 hektare, Bapak.
02:00Setiap 50 meter kami buatkan embung seperti di sana.
02:03Nah, jadi sumber airnya itu,
02:06itu diambil dari situ ketika ini kosong,
02:08kita pindah lagi ke kembung yang lain.
02:11Nanti 2-3 jam ini akan muncul lagi airnya.
02:14Karena memang menyerap dari gambut semua.
02:16Lalu ada 1988 sekat kanal.
02:20Kemudian ini ada 268 menara pantau.
02:22yang punya kewajiban perusahaan
02:26atau korporasi-korporasi yang ada di sini.
02:28Tahun lalu ada 5 korporasi
02:30yang sudah dilakukan penegakan hukum oleh
02:32Kementerian Lingkungan Hidup, Bapak.
02:35Karena mereka tidak memenuhi kewajibannya.
02:37Seperti membuat menara pantau saat ini
02:40atau kewajiban bagaimana ada tim reaksi cepat
02:44kalau seandainya ada titik api
02:46atau ada fire spot yang muncul di lokasinya.
02:49Ada berapa perusahaan?
02:50Ada 5 perusahaan yang diberikan sanksi oleh
02:52Kementerian Lingkungan Hidup, Bapak.
02:55Lingkungan Hidup?
02:56Lingkungan Hidup.
02:57Siap, Bapak.
02:58Next.
02:58Kemintaan nama korporasi itu ya.
03:02Kemudian ini...
03:03Cari lagi yang melanggar.
03:04Siap, Bapak.
03:05Tahun ini.
03:05Siap, Bapak.
03:07Kemudian...
03:075 perusahaan itu sudah memperbaiki sekarang?
03:10Sudah, Bapak.
03:11Sudah.
03:11Sudah memenuhi.
03:12Tapi sampai sekarang masih status quo 5 perusahaan tersebut.
03:14Maksudnya...
03:145 perusahaan sawit.
03:15Masih status quo, Bapak.
03:16Dicabut di sini ya?
03:18Belum.
03:18Belum dicabut.
03:22Ya, nanti kita dalemik lagi di Jakarta.
03:26Pokoknya siapa perusahaan yang tidak mau ikut menjaga?
03:31Ini kita cabut.
03:34Siap.
03:36Kemudian...
03:36Ini kan sumber.
03:37Sumber kehidupan rakyat.
03:40Sumber kehidupan perusahaan itu juga.
03:44Nggak boleh dia seenaknya, dia tidak mencegat.
03:46Mencegah ya.
03:48Lanjut.
03:49Siap.
03:50Kemudian kekuatan kami tadi yang berikutnya adalah kemitraan atau gotong royong yang kami sampaikan.
03:57Kami mengeluarkan maklumat.
03:59Biasanya maklumat itu penegakan hukum saja dikeluarkan oleh Kapolda.
04:02Tetapi tahun lalu kami mengajak Forkopimda, Pak Gubernur, untuk sama-sama mengeluarkan maklumat pencegahan Katrudla.
04:09Di antaranya adalah melakukan pencegahan sebagai tanggung jawab kita bersama, larangan pembakaran lahan, kemudian itu adalah tanggung jawab pemilik lahan,
04:17lalu restorasi paska Karhutla.
04:19Kami ganti ke depan, dengan program presisi Bapak Kapolri, kami turunkan di bawah ada green policing, bahwa kita hadir untuk
04:31menjaga keberlangsungan dengan melakukan restorasi sebanyak-banyaknya.
04:34Kami kelakukan edukasi sosialisasi ke seluruh sekolah terutama Pak Ud, TKSD, untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak mulai usia dini
04:45sudah memberikan penanaman, bahkan hadiah kado ulang tahun kami kasih kado pohon untuk ditanam.
04:54Anak-anak kami suruh menanam pohon lalu diberikan nama, dan itu setiap saat babinkam timas, babinsa, sampai ke tingkat bawah
05:03kita turunkan.
05:04Kemudian berikutnya ada instruksi mendagri Bapak nomor 1 2026, kemarin kami mendapatkan menerima dengan Pak Gubernur, kami sudah mengumpulkan seluruh
05:15bupati, wali kota, se-provinsi Riau, sampai kepada camat, sampai kepada kepala desa,
05:23di samping ada babinsa dan babinkam timas, kita sampaikan untuk menyampaikan tentang pencegahan-pencegahan pembakaran lahan yang dilakukan oleh masyarakat
05:33sendiri.
05:34Lalu kami juga mengajak mereka, kalau melakukan pembukaan lahan, kami yang akan mendampingi pembukaan lahan.
05:42Bahkan pemerintah daerah, babinsa, babinkam timas, memberikan dukungan untuk memetakan mana lahan yang bisa dikembangkan untuk menanam.
05:52Karena setelah kami analisa, dari 800 hektare yang dibakar 2026, 700 sekian itu adalah lahan APL Bapak, jadi dibuka oleh
06:06petani, area penggunaan lain.
06:10Kemudian yang kedua, ada hutan konsversi, itu hanya beberapa, hanya 9 persen Bapak.
06:19Lalu ini yang menjadi kekuatan kami di daerah, mengumpulkan seluruh...
Komentar

Dianjurkan