00:00Ya, next.
00:01Maaf, Kapolda, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?
00:15Sampai saat ini, belum ada Bapak, tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi,
00:25ada yang tidak mempunyai kebun di situ, ada dua atau tiga orang,
00:31tetapi dia ada di situ, padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ.
00:37Berarti dia, ada total sampai saat ini untuk tahun lalu ada 90,
00:44ada tiga orang pada tahun lalu, Bapak.
00:46Yang tidak punya ladang di situ.
00:47Ada tiga orang, Bapak.
00:49Turung dibawa ke Jakarta ya.
00:52Turung dikirim ke Jakarta, Kapolri.
00:55Kita dalami di situ.
00:57Siap, siap, Bapak.
00:59Kemudian...
00:59Maksudnya pendalamannya saya juga minta, Ben ikut ya.
01:02Siap.
01:04Kemudian untuk sumber daya penanganan,
01:06yang kami lakukan di sini adalah kegiatan gotong royong, Bapak.
01:11Baik itu dengan Kodam 19 Tuan Kutambusai,
01:15dengan pemerintah daerah,
01:17lalu dengan stakeholder terkait.
01:203030 personil kami,
01:21kami membuat infrastruktur pengendalian karutlah.
01:26Di situ ada 18 sumur bor.
01:29Sumur bornya begini, Bapak.
01:30Memang karakteristik di sini banyak sungai.
01:34Ada ratusan sungai di sini.
01:36Jadi kalau kita menggali dengan alat ekskavator,
01:392-3 meter sudah ketemu.
01:41Beda dengan di Kalimantan, Bapak.
01:43Sampai dalam, benar.
01:44Kemudian ini embung, Bapak.
01:46Kami sudah membuat 1390 embung.
01:50Khusus untuk yang kejadian hari ini di Kabupaten Pelalawan,
01:54Kecamatan Kerumutan.
01:55Itu setiap 50,
01:57sekarang sampai saat ini 700 hektare, Bapak.
02:00Setiap 50 meter kami buatkan embung seperti di sana.
02:03Nah, jadi sumber airnya itu,
02:06itu diambil dari situ ketika ini kosong,
02:08kita pindah lagi ke kembung yang lain.
02:11Nanti 2-3 jam ini akan muncul lagi airnya.
02:14Karena memang menyerap dari gambut semua.
02:16Lalu ada 1988 sekat kanal.
02:20Kemudian ini ada 268 menara pantau.
02:22yang punya kewajiban perusahaan
02:26atau korporasi-korporasi yang ada di sini.
02:28Tahun lalu ada 5 korporasi
02:30yang sudah dilakukan penegakan hukum oleh
02:32Kementerian Lingkungan Hidup, Bapak.
02:35Karena mereka tidak memenuhi kewajibannya.
02:37Seperti membuat menara pantau saat ini
02:40atau kewajiban bagaimana ada tim reaksi cepat
02:44kalau seandainya ada titik api
02:46atau ada fire spot yang muncul di lokasinya.
02:49Ada berapa perusahaan?
02:50Ada 5 perusahaan yang diberikan sanksi oleh
02:52Kementerian Lingkungan Hidup, Bapak.
02:55Lingkungan Hidup?
02:56Lingkungan Hidup.
02:57Siap, Bapak.
02:58Next.
02:58Kemintaan nama korporasi itu ya.
03:02Kemudian ini...
03:03Cari lagi yang melanggar.
03:04Siap, Bapak.
03:05Tahun ini.
03:05Siap, Bapak.
03:07Kemudian...
03:075 perusahaan itu sudah memperbaiki sekarang?
03:10Sudah, Bapak.
03:11Sudah.
03:11Sudah memenuhi.
03:12Tapi sampai sekarang masih status quo 5 perusahaan tersebut.
03:14Maksudnya...
03:145 perusahaan sawit.
03:15Masih status quo, Bapak.
03:16Dicabut di sini ya?
03:18Belum.
03:18Belum dicabut.
03:22Ya, nanti kita dalemik lagi di Jakarta.
03:26Pokoknya siapa perusahaan yang tidak mau ikut menjaga?
03:31Ini kita cabut.
03:34Siap.
03:36Kemudian...
03:36Ini kan sumber.
03:37Sumber kehidupan rakyat.
03:40Sumber kehidupan perusahaan itu juga.
03:44Nggak boleh dia seenaknya, dia tidak mencegat.
03:46Mencegah ya.
03:48Lanjut.
03:49Siap.
03:50Kemudian kekuatan kami tadi yang berikutnya adalah kemitraan atau gotong royong yang kami sampaikan.
03:57Kami mengeluarkan maklumat.
03:59Biasanya maklumat itu penegakan hukum saja dikeluarkan oleh Kapolda.
04:02Tetapi tahun lalu kami mengajak Forkopimda, Pak Gubernur, untuk sama-sama mengeluarkan maklumat pencegahan Katrudla.
04:09Di antaranya adalah melakukan pencegahan sebagai tanggung jawab kita bersama, larangan pembakaran lahan, kemudian itu adalah tanggung jawab pemilik lahan,
04:17lalu restorasi paska Karhutla.
04:19Kami ganti ke depan, dengan program presisi Bapak Kapolri, kami turunkan di bawah ada green policing, bahwa kita hadir untuk
04:31menjaga keberlangsungan dengan melakukan restorasi sebanyak-banyaknya.
04:34Kami kelakukan edukasi sosialisasi ke seluruh sekolah terutama Pak Ud, TKSD, untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak mulai usia dini
04:45sudah memberikan penanaman, bahkan hadiah kado ulang tahun kami kasih kado pohon untuk ditanam.
04:54Anak-anak kami suruh menanam pohon lalu diberikan nama, dan itu setiap saat babinkam timas, babinsa, sampai ke tingkat bawah
05:03kita turunkan.
05:04Kemudian berikutnya ada instruksi mendagri Bapak nomor 1 2026, kemarin kami mendapatkan menerima dengan Pak Gubernur, kami sudah mengumpulkan seluruh
05:15bupati, wali kota, se-provinsi Riau, sampai kepada camat, sampai kepada kepala desa,
05:23di samping ada babinsa dan babinkam timas, kita sampaikan untuk menyampaikan tentang pencegahan-pencegahan pembakaran lahan yang dilakukan oleh masyarakat
05:33sendiri.
05:34Lalu kami juga mengajak mereka, kalau melakukan pembukaan lahan, kami yang akan mendampingi pembukaan lahan.
05:42Bahkan pemerintah daerah, babinsa, babinkam timas, memberikan dukungan untuk memetakan mana lahan yang bisa dikembangkan untuk menanam.
05:52Karena setelah kami analisa, dari 800 hektare yang dibakar 2026, 700 sekian itu adalah lahan APL Bapak, jadi dibuka oleh
06:06petani, area penggunaan lain.
06:10Kemudian yang kedua, ada hutan konsversi, itu hanya beberapa, hanya 9 persen Bapak.
06:19Lalu ini yang menjadi kekuatan kami di daerah, mengumpulkan seluruh...
Komentar